Novena Kanak-Kanak Yesus

Keajaiban Doa Novena Kanak Kanak Yesus dan Doa Mujizat

Keajaiban Doa Novena Kanak Kanak Yesus dan Doa Mujizat Mari kita bersama mendoakan Novena Kanak Kanak Yesus dalam menyambut kelahir...

Senin, 23 September 2013

Buah Roh Kudus yg utama adalah KASIH.

Buah Roh Kudus yg utama adalah KASIH.

A little 'bread' for our SOUL :-)

"Buah buah Roh adl kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan, penguasaan diri.” (Galatia 5:22-23)

Sebagai anak-anak Allah, stelah menerima baptisan Roh Kudus, memiliki karunia2 Roh Kudus & memberikan diri kita pada bimbingan dan pimpinan Roh Kudus (sbg penolong, penghibur, penuntun kita di jalan kebenaran Allah). 

Maka sudah selayaknya kita berusaha menghasilkan buah-buah Roh untk memaknai penyertaan Roh Kudus yg nyata dalam hidup kita. Roh Kudus dihadirkan agar dpt memberikan buah karya yang indah dalam hidup manusia percaya.

Mengapa?

Karena buah2 Roh yg kita hasilkan menandakan bahwa kita telah benar benar mengimani Kristus dan memiliki kedewasaan dalam Kristus. Buah Roh yg kita hasilkan adalah tanda bahwa hidup kita telah meneladan dan taat pada jalan dan kehendak Allah.

Yesus berkehendak kita bertumbuh & berbuah. Berbuah dalam kebaikan seturut teladanNya, seperti sabdaNya: "....Akulah pokok anggur, kalian adl cabang2nya. Org yg bersatu dgKu & Aku bsama dia, akn b'buah banyak." (Yoh 15:5)

Bukan kita yg memilihNya, tapi Yesuslah yg memilih kita mjd 'ranting/cabangNya'. Kita dipilih krn kita sungguh dikasihiNya. Bagaimana tidak? Hanya demi menebus kita manusia berdosa, dan demi memberikan kita damai sejahtera slm di bumi dan keselamatan kekal nantinya; Dia rela menanggung derita sebegitu dasyat dg mengorbankan diriNya untk kita.

Kita dipilih, jg krn Dia melihat bhw kita adl pribadi istimewa yg hebat (berbeda dr yg lainnya), pribadi yg bisa Dia harapkan & andalkan untk turut serta dalam karya kasihNya.

Itulah karnanya, Tuhan m'hendaki kehidupan kita yg berbuah banyak, dan menjalankan kehidupan yg berbeda dr umumnya. (Yoh 15: 16).

Krn dengan b'buah bnyk, mk hidup kita b'kenan pdNya, shg Allah Bapa akn dimuliakan.

"Buah buah Roh adl kasih, dst...(Galatia 5:22-23)”

1. Buah Roh yg pertama: KASIH

Kasih adalah buah yg utama dan terutama.

Kasih adalah landasan keseluruhan buah Roh dalam hidup kita.

“…Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.  Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Matius 22:37-39)

Kita mengasihi Allah, karna Allah-lah yg sudah lebih dahulu mengasihi kita dengan segala kelimpahan yg Dia berikan, sejak dunia dijadikan sampai kini dan nanti.

Kita telah memahami bahwa kita dihadirkan dan berada dalam pemeliharaanNya setiap saat, smua ini adalah karna kasih; kasih dari Allah Bapa dan juga dari Allah Putra.

Disini Allah berkehendak kita juga meneladani Sang Kasih, Yesus Kristus, dan menerapkan kasih tsb dalam hidup kita. Dan sdh selayaknya kita menanggapiNya sbg tanda kasih kita padaNya.

Karnanya, kasih mjd landasan untk buah2 selanjutnya, tanpa kasih kita tdk bisa menghasilkan buah2 lainnya dalam kebaikan.

Maksud dari kata kasih sendiri adalah kasih yg sesuai dengan kebenaran Allah, yaitu kasih yang tulus, kasih agape (tak terbatas / tak bersyarat), yang tidak dimotivasi oleh keinginan / harapan / maksud tertentu apalagi untuk menguntungkan diri sendiri.

Hidup yang mengasihi berarti hidup yang berjalan menurut kehendak Allah.

Hidup dalam kasih sama artinya dengan hidup dalam kebenaran sesuai dengan perintah Allah.

Hidup dalam kebenaran sama artinya dengan hidup dalam ketaatan, yaitu taat menjalani hidup dalam kasih dan kehendak Allah.

"Tetapi buah Roh ialah kasih" = Kasih dalam teks ini diterjemahkan dengan kasih agape. Berarti buah Roh yang harus kita hasilkan adalah kasih yang sempurna seperti Bapa di sorga mengasihi kita dgn sempurna. Karnanya Allah berkehendak kita memiliki kasih yang berbeda dg kasih yg ada di dunia dan yg ditawarkan oleh dunia. Krn Dia berkehendak, kita mjd pribadi yg berbeda, yg lebih dr umumnya.

Yesus berkata: "Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

Apabila kamu hanya mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai (orang jahat) juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang disorga adalah sempurna.” (Matius 5:43-48)

KASIH yg sempurna seperti yg dikehendaki oleh Allah adalah kasih dalam karateristik:

1. Kasih adalah ketulusan (1Kor 13:3)

Ada sebuah pertanyaan: mengapa setelah saya berbuat sesuatu yg baik, namun yg saya lakukan tsb tidak masuk hitungan dalam perbuatan baik?
Ada terjadi bhw org2 berbuat baik dgn memberi atau menolong org lain, namun itu dia lakukan dgn tidak berlandaskan kasih dan ketulusan. Org tsb melakukan hal itu hanya sekedar melakukan saja, untk mendapat pembenaran thd diri sendiri atau demi mendapatkan pengakuan org lain, bhw dia sudah berbuat sesuatu. Maka  perbuatan baik tanpa berlandas-kan kasih & ketulusan tsb adalah sia sia. 

Pesan Yesus: “Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku”. (1Kor 13:3)

2. Kasih tidak mengenal status atau perbedaan (Roma 5:8).
 
Yang dimaksud dengan kasih tidak mengenal status / perbedaan adalah kasih yang tidak memperhitungkan latar belakang, status keadaan atau kondisi org lain. Inilah yang dilakukan Allah kepada kita, Ia mengasihi kita dg apa adanya kita, justru ketika keadaan kita masih dalam keberdosaan. Bahkan dengan sengsara dan wafatNya, Ia menebus dosa kita & mengasihi kita semua dgn tidak pilih kasih.

Kasih yang demikian ini tidak memilih2 atau memilah2 dulu mana yg kita suka atau yg kita mau, mana yg memberikan kebaikan/manfaat buat kita atau mana yg tidak, mana yg kita kenal atau mana yg tidak kita kenal, apakah seiman atau tidak; baru kita berikan kasih. 

Namun kasih yg kita berikan adl tidak memandang perbedaan dalam segi apapun, kasih yg kita berikan adalah kasih thd semua org, kepada sesama tanpa ‘pandang bulu’. 

Kasih tdk mengenal perbedaan yaitu:

Bahkan terhadap siapapun, kita tetap harus mengasihi:

"Apabila engkau melihat lembu musuhmu atau keledainya yang sesat, maka segeralah kau kembalikan binatang itu. Apabila engkau melihat rebah keledai musuhmu, karena berat bebannya, maka janganlah enggan engkau menolongnya. Haruslah engkau rela menolong dia dengan membongkar muatan keledainya." (Kel 23:4-5) 

Allah bahkan menghendaki kita berbuat kasih kepada org asing dan orang yang memusuhi kita.

Kasih tidak mengenal status:
Yaitu mengasihi dgn menolong org miskin, org cacat & terlantar, yatim piatu, para jompo, org di pengungsian. Kesemua ini membutuhkan kasih yg murni & sejati. 

Dengan kasih kita mampu ber-empati thd derita yg mereka harus tanggung, dgn kasih kita mampu memberikan keperdulian dan melakukan tindakan nyata dgn menolong mereka. Dengan kasih kita mampu untk smakin bersyukur bhw Allah berkenan memberikan kita kelimpahan yg berlebih (dari yg mereka terima), shg kita smakin menghargai kebaikan dan kemurahan Allah dalam hidup kita dg selalu bersyukur dan mau selalu berbagi kasih & berkat dg sesama.

Mengasihi mereka semua tanpa batasan status atau perbedaan, adalah perbuatan yg dikehendaki Allah.

Tuhan Yesus berkata,  "...sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu melakukannya juga untuk Aku."  (Matius 25:40, 45).
3. Kasih teruji oleh waktu dan keadaan (Lukas 15:21-24).
 
Kasih yang benar adalah kasih yg telah teruji oleh waktu dan keadaan. Apakah setelah sekian lama kita bersama dgn org tsb (keluarga, pasangan, sahabat): apakah setelah banyak hal yg dialami (baik & buruk, suka & duka, untung & malang); apakah dalam sgala kondisi yg terjadi; kita tetap mengasihinya?

Kasih yg benar adalah yg tak lekang ditelan masa dan tak berubah diterpa hujan & badai. Bahkan kasih sejati akan tetap ada, malahan menjadi lebih indah & erat setelah melalui segala terpaan dan goncangan.

4. Kasih tidak mengharap balasan atau imbalan.
 
Inilah agape, seperti bagaimana Tuhan telah berkorban bagi kita, Ia rela mati disalibkan hanya karena mengasihi kita. Apakah Tuhan meminta balasan dari kita? Tidak. Ia hanya mau kita yg telah diselamatkan & dianugerahkan yang terbaik, mau untk menghargai anugerah itu dan menjaganya dgn baik, bukan menyia2kannya.

Kasih Tuhan lebih dari segala-galanya, Ia mengasihi kita karena memang Allah adalah kasih (I Yohanes 4:16b).

Kasih adalah sesuatu yg kita berikan, yg hanya kepada Allah saja kita persembahkan, sebagai bakti & terima kasih kita atas segala kebaikannya. 

Sehingga Yesus malah mengajak kita untk memberi kpd mereka yg tidak mampu mengembalikannya kpd kita. 

Kasih tsb bahkan memampukan kita yg pada saat kita sedang tidak ber-kelimpahan, kita masih mau berbagi apa yg kita miliki (rejeki / berkat / perhatian) kpd yg membutuhkan; dan justru saat itulah hati kita bersukacita krn walau dalam kesesakan, kita masih bisa memberikan kebahagiaan buat org lain. Itulah kasih yg sebenarnya.

Apakah gunanya bagimu, jika hidup hanya untuk dirimu saja, hanya tentangmu saja? Jika demikian adanya, apa yang akan kita tuai, krn kita tidak menabur apa2?

Ingatlah bhw Allah memandang kita dan menilik hati, dan Dia berjanji bahwa terhadap kasih, upahmu besar di surga.

"Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, me-miutangi Tuhan, yang akan membalas perbuatannya itu."  Amsal 19:17

5. Kasih mengalahkan segalanya

Kasih adalah kemampuan untk tetap bertahan & bersikap baik, bahkan terhadap org yang bersikap tidak baik dan  menyakiti  kita.

”Jikalau seterumu lapar, berilah dia makan roti, dan jikalau ia dahaga, berilah dia minum air. Karena engkau akan menimbun bara api di atas kepalanya, dan TUHAN akan membalas itu kepadamu.” (Amsal 25:21-22)

“Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.” (Imamat 19:18).

Terhadap ajaran untuk mengasihi dan mendoakan org yg memusuhi kita; Yesus Kristus dengan jelas telah memberi teladan, ketika Ia dianiaya dalam siksa salib, Ia tetap mendoakan org2 yang memusuhinya dan menyiksaNya dengan doa pengampunan: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." (Lukas 23:34). 

Yesus menghendaki kita meneladaninya: " Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” (Mat 5: 43-44)

Kasih adalah hal yang tidak pernah sia-sia jika dilakukan. Ketika perbuatan jahat (sikap tdk baik) seseorang kita balas dengan kasih, si jahat itu akan menjadi "serba-salah" & malu dengan perbuatan kasih yang kita lakukan. Dan akhirnya kasih kita tsb mampu menyadarkannya dan membawanya pd damai sejahtera. Dan keadaan spt itu menandakan kita telah mencapai sebuah kemenangan dalam kasih.

Kasih memadamkan bara api dan menggantikannya dgn damai; kasih melunakkan kerasnya batu dan menggantikannya dgn kelembutan; kasih menghancurkan kejahatan dan menggantinya dengan kebaikan. Kasih bukan kekalahan, namun kasih adalah mengalah untuk kemenangan.

6. Kasih adalah tindakan dan perbuatan nyata.

Kasih yg benar adalah kasih yang diwujudkan dalam sikap dan perbuatan nyata:

Yesus berkata: “Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.” (Yohanes 3:18)

Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.” (Yoh 4:16)

Karena barangsiapa yang hidup, bersikap, berbuat, bertindak dalam kasih, ia akan menemukan bahwa ia hidup dalam Allah dan Allah hidup dalam dia. Itulah intinya menjadi pengikut sang Kasih, Sang Penebus, Yesus Kristus.

“Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. (2) Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. (3) Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku”. (1Kor 13:1-3)

Kini kita semakin mengerti bahwa inti menjadi seorang Kristen, pengikut Sang Kasih – Yesus Kristus,  bukanlah hanya soal kita percaya hal-hal ttg kebenaran, bukan hanya mengenai perbuatan baik atau pelayanan yg kita berikan, bukan hanya mengenai rajin berdoa atau ke greja; namun juga bagaimana kita hidup dalam kasih. 

Kasih sbg hukum Allah yg utama dan terutama, yg harus kita terapkan di dalam hidup kita, yg berarti suatu perubahan yang menyeluruh dalam seluruh cara kita berfikir & bersikap, agar meneladan Yesus, Sang Kasih, dan kita dimampukan hidup seturut citra & kehendakNya.

"Pada senja hidup kita, kita TIDAK akan diadili menurut berapa uang & materi yg kita kumpulkan, berapa hebat keberhasilan kita, betapa terkenalnya kita, namun kita akan diadili hanya menurut perbuatan Cinta Kasih kita; yaitu: apakah selama hidup, kita sudah benar benar mengasihi Allah & sesama?"

Salam damai,

*A*

HUJAT TERHADAP ROH KUDUS



HUJAT TERHADAP ROH KUDUS

“... Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni. Apabila seseorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak. (Matius 12:31-32)
 
Roh Kudus merupakan Roh Allah yang melanjutkan karya Tuhan Yesus di dunia ini, setelah Tuhan Yesus diangkat ke surga. Roh Kudus adalah Roh kebenaran yang dijanjikan oleh Tuhan Yesus kepada siapa yang Allah selamatkan.

Allah Bapa senantiasa memberikan rahmat, hikmat, berkomunikasi, bekerja pada diri tiap-tiap manusia melalui Roh Kudus.

Oleh karena itu, kalau kita menghujat (menentang) & menolak Roh Kudus dan segala pekerjaanNya, berarti kita menolak keselamatan dari Tuhan sendiri karena Roh Kudus yang melanjutkan karya keselamatan di dunia ini dlm diri masing2 org. Jika manusia menolak jalan kebenaran dan keselamatan tsb, maka siapa yg akan menyelamatkannya?

Dan memang Allah memberikan kebebasan pd manusia untk memilih. Seperti di setiap halnya, di dunia ini, ada 2 pilihan: gelap atau terang, benar atau salah, mau atau tidak mau, dll, kesemua itu adalah tawaran pilihan, dan Allah memberikan kebebasan bagi setiap hati untk mana yg mau dipilihnya, tentunya pilihannya adl satu paket dg konsekwensi pilihannya tsb.

Kalau seseorang menolak Roh Kudus yg setia menyuarakan keselamatan dari Tuhan, maka org tsb akn terbawa pada suatu dosa yg tidak terampuni.

Menghujat Roh Kudus tidaklah berarti bahwa jika kita mengucapkan kata-kata yang menghina Roh Kudus tapi lebih kepada: perbuatan yang bertolak belakang dgn pesan2 yg Allah sampaikan melalui Roh Kudus tsb dan menentang pesan tsb (pesan yg diserukan oleh Roh Kudus melalui suara hatimu dan melalui setiap petunjuk2Nya).

Seperti dalam ayat di Matius (ayat diatas) yang didalamnya ada kata-kata penghujatan kepada Roh Kudus ini, yaitu pd saat Tuhan Yesus mengadakan banyak mujijat dan banyak kebaikan demi keselamatan, tetapi orang farisi masih saja tidak percaya pada karya keselamatanNya.
Dalam dunia saat ini, diartikan: dimana seseorang melihat/menyaksikan begitu banyak kebaikan (dan mungkin mujijat) yang terjadi dalam nama Tuhan Yesus (yang sekarang merupakan karya Roh Kudus), tetapi tetap menolak untuk percaya. Karena sudah mendengar berita ttg keselamatan dan tidak percaya, maka upah dosa adalah maut.

Dalam kata lain, bila kita menghujat Roh Kudus itu sama dengan kita tidak mau mendengarkan & mentaati hati nurani kita, krn Dia berbicara melalui hati nurani kita. 

Pada saat seseorang berbuat salah, org tsb tidak mau mengakui dosa tersebut, bahkan merasa benar sehingga melakukannya berulang2 dan tidak mau berhenti. Dan bahkan sampai diingatkan berulang kali melalui sahabat & petunjukNya, tetapi tetap menolak segala nasihat tersebut (nasihat yg digerakkan Roh Kudus tsb), dan dengan sadar terus melakukannya, krn mengutamakan jerat kedagingan dan ego dirinya. 

Maka kita melihat orang itu seperti berjalan menuju jurang dalam, yg dia tahu dan sadari, tapi dia tidak mau berhenti dan ‘putar balik.’, malah terus berjalan dan akhirnya terjatuh. Bila sudah seperti itu, siapa yang dapat menyelamatkan org tsb?

Bila menghujat / menentang terhadap Allah Bapa, tetapi Roh Kudus masih bisa bekerja pada diri kita, kita masih ada kesempatan untk mohon ampun atas arahan Roh Kudus, dan Bapa masih bisa mengampuni, karena Bapa Maha pengampun.  Begitu juga terhadap Putra. Roh Kudus akan berusaha mempertobatkan kita, membawa kita kepada Yesus dan Bapa, kepada keselamatan.

Tetapi bila menentang terhadap Roh Kudus, membuat Roh Kudus tidak bisa bekerja dalam diri kita. Karna kita menumpulkan hati nurani kita, bahkan mengacuhkan suara Roh Kudus yg setia menyerukan dan mengingatkan tiap hati untk mana hal baik dan mana yg tidak,  yg berarti kita menolak suara Allah Bapa dan Putra; maka kita akan terbawa ke dalam arus dosa dan tidak mau ‘kembali’. 

Maka seperti frimanNya: “…..tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak. (Matius 12:31-32) – karna upah dosa adalah maut.

Salam damai,

*A*

DILAHIRKAN KEMBALI DARI AIR DAN ROH



DILAHIRKAN KEMBALI DARI AIR DAN ROH

"...jawab Yesus: "Aku bkata kepadamu, sesungguhnya jk seseorang tdk dilahirkan dr air & Roh, ia tdk dpt masuk ke dlm kerajaan Allah.....Aku berkata kepadamu, kamu harus dilahirkan kembali (dari air & Roh Allah)!" (Yoh 3: 5 & 7)

Dengan kasih yg sempurna, Allah menciptakan alam semesta beserta isinya, dlm keadaan baik adanya.

Allah jg menciptakan manusia serupa gambaranNya, dalam keadaan yg baik adanya pula.

Allah menghadirkan manusia di semesta ciptaanNya yg baik & sempurna tsb, dg suatu cita2 yg indah, bhw manusia juga akn hidup seturut cara, kehendak & gambaranNya.

Seperti seorang bayi yg lahir tak bernoda, murni dan bersih, begitulah Allah menghadirkan masing2 manusia ke bumi ini.

Sungguh nyata bhw Allah mengasihimu. Sperti seorang bapak yg menimang & memandang anaknya yg baru lahir dg penuh kasih, sambil berharap: "Ayah mengasihimu, jadilah anak baik yg penuh kasih & berguna bagi Allahmu dan sesamamu."

Namun sayangnya, bayi yg  terlahir tsb, bertumbuh di dunia yg penuh dgn banyak hal yg penuh noda, yg akhirnya menodai kemurnian dr hakikat penciptaan Allah.

Noda yg dtg dr sgala kuasa dosa dan kuasa kegelapan, yg menawarkan sgala hal keduniawi-an, yg membuat manusia jatuh dalam keberdosaan dan menjauhkannya dr kasih Allah.

Krnya dg tegas Yesus bkata dlm ayat diatas, bhw: "...kamu harus dilahirkan kembali!" - krn hanya yg dilahirkan kembali dr air & Roh, yg dpt mjd anggota umat Allah & masuk dlm kerajaan surga.

Maksud dilahirkan kembali dr Air adalah ‘Pembaptisan’. 

Seperti teladan baptis yg Yesus berikan; dalam alkitab: 

Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat…..aku (Yohanes) membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia (Yesus) yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. Maka datanglah Yesus dari Galilea ke sungai Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. Yg kemudian diikuti oleh banyak org yg juga minta untk dibaptis. (Matius 3).

Baptisan adalah sbg pernyataan pertobatan dan kepercayaan kpd Yesus, Putra Allah Bapa, yg dtg ke dunia untk menebus dosa manusia & sbg jalan keselamatan menuju Allah Bapa.

Seperti tertulis dlm alkitab: "...krn bgitu besar kasih Allah kpd manusia shg Ia meng-karuniakan anakNya yg tunggal, spy stiap org yg percaya tdk binasa melainkan beroleh hidup yg kekal. Sbab anak Allah hadir bukan untk menghakimi tapi untk menyelamatkan." (Yoh 3: 16-17).

Yesus berkata: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Yoh 14:6).

Pembaptisan adalah cara manusia dilahirkan kembali dari air, seperti kehendak Yesus.

Namun, kebanyakan dr kita jg telah dibaptis, banyak yg dibaptis sejak kecil. Saat kita dibaptis, kita telah terlahir kembali spt bayi, tanpa noda dan dosa. Namun dlm melanjutkan pjalanan hidup, kita kembali terkena noda keduniawian, yg menjadikan kita berdosa lagi dan jauh dr kasih Allah.

Karnanya, Yesus berkata, bhw kita juga harus terlahir kembali dari Roh Allah.

SabdaNya: "Terang itu sdh dtg ke dunia, tetapi manusia lbh menyukai gelap drpd terang, sbab perbuatan mrk jahat. Setiap org yg berbuat jahat benci pd terang & tdk mau dtg kpd terang spy perbuatannya yg jahat jgn kelihatan. Tetapi org yg mengasihi Allah datang kpd terang spy menjadi nyata bhw apa yg dilakukannya itu adl menurut kehendak Allah." (Yoh 3 : 19)

“…Ia (Yesus) akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.” (Matius 3:11b)

Lahir kembali dr Roh artinya adl kita menerima Roh Allah yg adalah Roh Kudus dlm hidup kita. Krn hanya hidup bsama Roh Kudus-lah, manusia dpt slalu bjalan dlm jalan kebenaran dan keselamatan, dgn bimbingan & pimpinanNya. Hanya bersama dampingan Roh Kudus, manusia mampu melakukan kehendak Allah.

Baptisan Roh yang disinggung oleh Yohanes Pembaptis dalam Matius 3:11b dengan kata-kata "Baptisan roh kudus dan api", baru diberikan kepada yang seseorang oleh Yesus bilamana dia setelah pertobatannya itu benar-benar melaksanakan Kehendak ALLAH yaitu:

a)     Dengan segenap hati dan jiwanya mengaku percaya bahwa Yesus adalah Tuhan (Yohanes 13:13), Mesias, Anak ALLAH yang hidup (Matius 16:16), karena yang mampu menyelamatkan umat manusia adalah Yesus seorang (Kisah Para Rasul 4:12, Yohanes 14:6);
b)     Dengan segenap hati, jiwa, kekuatan dan akal budinya mengasihi ALLAH    (Markus 12:30)

c) Dengan segenap hati, hidup benar di hadapan Allah, yaitu: menjalani hidup  seturut perintahNya, selalu bersekutu dgn Allah dg berdoa, membebaskan diri dari hidup berdosa, berbuat kebaikan dan berusaha menghasilkan buah buah Roh, dan mengasihi sesama manusia seperti dirinya sendiri (Matius 22:39)

Hal ini untk menggenapi perkataan Yesus: " Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan!  akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga,  melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku  yang di sorga. (Matius 7:21).

Lahir kembali dr air (pembaptisan) yg menjadikan kita beroleh Yesus, jln keselamatan; dan lahir kembali dr Roh Allah (menerima Roh Kudus) yg memampukan kita melakukan kehendak Allah; adl syarat mutlak kita boleh mjd anggota umat Allah di kerajaanNya.

Salam damai,

*A*

Ke - 7 KARUNIA utama Roh Kudus



Ke-7 KARUNIA utama Roh Kudus:

Pewahyuan karunia-karunia RohKudus berakar pada nubuat nabi Yesaya mengenai kedatangan Mesias: “Suatu tunasakan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akanberbuah. Roh TUHAN akan ada padanya : kebijaksanaan, pengertian, nasihat, keperkasaan,pengenalan, rasa takut akan Allah, dan kesalehan -yaitu yang kesukaannya adalahtakut akan Allah.” (Yesaya 11:2-3)

Karunia-karunia ini diberikan juga kepada semua orang beriman, dan juga melalui Sakramen Baptis dan teristimewa Sakramen Krisma. St Paulus menyampaikan: “Sebab semua orang yang dipilih-Nya darisemula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengangambaran Anak-Nya…” (Rm 8:29). Hal ini menyatakan bahwamelalui rahmat sakramen, orang mengenakan identitas Kristus dan beroleh bagiandalam karunia-karunia tersebut.

Pertama-tama, perlu dijelaskan istilah “karunia” tsb. 

Disebut “karuniaRoh Kudus” karena Roh Kudus yang mengaruniakannya. Karunia tsb diberikan keseseorang, bukan pd saat org tsb dalam keadaan panik / genting; namun pd jiwayang tenang dan rendah hati. Karna seperti ulasan sebelumnya, sifat Roh Kudusadalah lemah lembuh, penuh kasih dan damai.

Karunia2 tsb membantu orang untuk mencapai kemurnian dan menghantarnyapada kesempurnaan kebajikan, baik kebajikan Ilahi (iman, harapan dan kasih –dlm hubungannya dg Allah) maupun kebajikan hidup pokok (kebijaksanaan,keadilan, keberanian dan penguasaan diri – dlm hubungannya dgn sesama manusia).

Karunia Roh Kudus membantu orang untuk ambil bagian dalam hubungan mesradgn Bapa & Putra yang intim & lekat, baik sekarang dalam kehidupan inimaupun kelak dalam kehidupan kekal. Karunia ini merupakan sikap yang tetap,yang mencondongkan manusia, supaya mengikuti dorongan Roh kudus. Roh Kudusmelengkapkan dan menyempurnakan kebajikan dari mereka yang menerimanya. RohKudus membuat umat beriman siap mematuhi tuntunan dan ilham Ilahi dengan tulus,sadar dan sukarela. 

Perjalanan spiritual, dengan bekal karunia2 Roh Kudus tsb, sepertimelangkahi tangga2, yaitu dari anak tangga yg terbawah menuju keatas menapakitangga2 berikutnya. Dengan urutan karunia sbb: “Dengan takut akan Allah, kitadihantar pada kesalehan; dari kesalehan diantar kepada pengenalan akn kebenaran;dari pengenalan kita diantar untkmenimba kekuatan (keperkasaan), dari keperkasaandiantar kepada nasihat, dengan nasihat kita bergerak menuju pengertian, dandengan pengertian kita menuju pd kebijaksanaan, dengan demikian, dengan ketujuhkarunia Roh Kudus, terbukalah bagi kita pintu di akhir pendakian, yaitu pintu masukke dalam kehidupan Surga”.
Sehingga urutan karunia2 Roh Kudus menuju ’tangga teratas’ adalah:karunia takut akan Allah, kesalehan, pengenalan, keperkasaan, nasihat,pengertian, dan akhirnya kebijaksanaan.

Penjelasan 7 Karunia utama Roh Kudus:

1. KARUNIA TAKUT AKAN ALLAH :  karunia ini adalah karunia dalam urutan ygterbawah, krn inilah karunia yg menjadi dasar / alas dari perjalanan menujuanak2 tangga berikutnya.

Karunia ini memampukan orang untuk menghindari dosa dan menghindari cintadiri (egoisme) dan kelekatan pada barang-barang duniawi. Cintanya pd Allah,melebihi dari semuanya itu. Teristimewa, karunia ini membangkitkan rasa hormatmendalam kepada Allah segala kuasa yang Mahatinggi dan Maha Kasih. 

Di sini, orang menyadari keterbatasannya, bhw ia hanyalah sebagaiciptaan, hanya setitik kecil dot di bumi yg hidupnya adl tergantung kepada Allah,bahkan ia hanya bisa bernafas atas ijin Allah, yg hidup di bumi ciptaanNyahanya untk sementara saja. Shg ia tidak akan pernah mau dipisahkan dari Tuhanyang penuh belas kasih dan belas kasihan. Karunia takut akan Allah inimembangkitkan dalam jiwa semangat sembah sujud dan takwa kepada Allah yangMahakuasa serta rasa ngeri serta sesal atas dosa dan akibatnya.

Karunia ini kadangkala disalah tafsirkan karena adanya kata 'takut'. 

Takut yang dimaksudkan di sini bukanlah seperti rasa takut seorang budakterhadap tuannya; di mana seorang budak patuh pada tuannya, hanya melulu tundukpd kewajibannya dan takut dimarahi tuannya. Seperti juga menjalani ketaatan pdAllah hanya krn org tsb sekedar menjalankan kewajiban rohaninya; dan takut pdAllah hanya karena ia takut akan penghukuman, baik hukuman yang sifatnyasementara di dunia ataupun hukuman abadi di neraka. 

Hubungan sejati dengan Tuhan didasarkan atas KASIH, bukan takut. Sebabitu, “takut akan Allah” ini lebih merupakan takut anak kepada bapanya(orangtuanya); ia takut spt seorang anak yg mengasihi dan menghormati orgtuanyashg anak tsb mau menurut dan tdk mau menyakiti hati orgtuanya. Demikian takutyg benar adl yang menggerakkan orang untuk melakukan kehendak Tuhan danmenghindari dosa karena kasih & hormat kepada Tuhan, yg telah lebih dulumengasihi kita dgn sgala berkat dan kebaikanNya dalam hidup kita.

Karunia takut akan Allah menghantar orang pada kesempurnaan terutamakebajikan akan pengharapan: manusia menghormati Tuhan sebagai Tuhan, percayapada kehendak-Nya dan mempercayakan hidupnya dalam tangan-Nya. Di samping itu,ia rindu untuk bersatu dengan Tuhan saat di dunia dan selamanya di surga.Karunia ini juga merupakan landasan bagi karunia-karunia yang lain. Sepertiditegaskan dalam Kitab Suci, “Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN,yang sangat suka kepada segala perintah-Nya.” (Mzm 112:1) dan “Awalkebijaksanaan ialah ketakutan akan Tuhan.” (Sir 1:14).

Orang yang digerakkan oleh ’karunia takut akan Allah’ akn slalu berjuanguntuk hidup murni & berkenan pdNya, karena Tuhan adalah pencipta darisegala kebajikan itu dan dengan hidup demikian ia mendatangkan kemuliaan serta penghormatanbagi-Nya.

2. KARUNIA KESALEHAN: 
Dengan karuniatakut akan Allah, orang dihantar pada karunia yg lebih tinggi yaitu karuniakesalehan. 

Dengan karunia ini maka Roh Kudus memampukan kita untk menghaturkansembah sujud kepada Allah, dan memberi diri taat kepadaNya. 

Di sini, orang menyatakan rasa hormat pada Allah sebagai Bapa yang penuhbelas kasih dan belas kasihan, dengan setia berdoa, bersekutu, berserah danmengandalkanNya dalam segala perkara. Serta menghormati sesamanya sebagaianak-anak Allah yang saling mengasihi dan mendukung dalam sgala hal kebaikan.

Dengan demikian, karunia kesalehan memampukan orang untuk memenuhi segalakewajibannya kepada Tuhan dan sesama; ia dimotivasi oleh hubungan cinta kasihyang dialaminya bersama Allah dan sesama. 

Sebagai contoh, kita mentaati sepuluh perintah Allah bukan hanya karenaperintah-perintah itu sendiri, atau karna sebuah kewajiban ataupun ketakutan, melainkankarena kita tau bhw perintah itu adl sbg sarana Allah menjaga, menyayangi &membawa kita pd keselamatanNya; shg kita mematuhinya demi kita mengasihi BapaSurgawi dan sesama & sbg jalan untk bisa bertemu dg Allah dalam keselamatankekal.

Roh Kudus juga memampukan kita memberikan perhatian, dukungan, bantuan,pelayanan, dan sgala bentuk pemberian diri kepada sesama kita, keluarga danteman2; semua didasari oleh kasih kita yang ingin kita bagikan ke mereka krnkita mengasihinya. Disini pelajaran untk mampu ber-empati thd sesama yg susahdan menderita, adl suatu hal yg sgt berharga bg sebuah jiwa.

Buah dari karunia kesalehan ini adl, menjadikan orang rendah hati, penuhkasih, damai dan ketulusan di dalam hidupnya. Juga membuat org tsb selalumerindukan kebersamaan dgn Allah, terus mencari dan selalu ingin dekat padakasihNya. Dan dengan segala perbuatannya, org tsb ingin selalu menyenangkanAllah & sesama.

Karunia ini menjadi karunia ygindah krn kita dimampukan untk menjalankan hukum kasih seperti perintah utamaYesus: “ Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenaphatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukumyang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu,ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. (Matius 22: 37-39).

3. KARUNIA PENGENALAN adalah karunia yang memampukan orang untuk mengenal dan menilai sesuatu denganbenar. Menilai dalam hal kebenaran iman sesuai dengan dasar dan prinsip dari kebenaranyang telah dinyatakan melalui arahan Roh Kudus.

Dgn bimbingan Roh Kudus, mk jiwa kita dimampukan untk mengenal perbuatan2yg benar, dan juga yg tidak. Shg kita didorong untk melakukan yg benar tsb danmembebaskan diri dari yg tidak benar. Jiwa menyadari dan bahkan mrasa takut jkia melakukan perbuatan yg tdk benar, mk ia akn selalu hati hati dalam melangkahdalam perkataan, sikap dan perbuatannya.

Dan juga, dibawah bimbingan Roh Kudus, akal budi manusia membuatpenilaian yang benar atas barang-barang duniawi dan hubungan antara benda-bendatersebut dengan kehendak Allah & kehidupan kekal. 

Seperti banyak terjadi bhw krn manusia berfokus mengumpulkan materi, mkhidupnya hanya untk bekerja dan bahkan meng-halalkan sgala cara untkmendapatkan brg2 duniawi yg tak ada cukupnya tsb - demi gaya hidup dan gengsidiri, shg menyimpang dari kebenaran dan tidak ada waktu untuk kewajibanrohaninya (berdoa, ke gereja, pelayanan). 

Roh Kudus membimbing jiwa untk menyadari bhw sgala materi tsb akn musnah& tdk akan dibawa ke kehidupan selanjutnya; gengsi diri dan gaya hidup adlsemu dan tak berguna; jiwa bersedih krn pengejarannya akn materi menjadikannyajauh dg Allah dan tdk berarti apa2; shg ia akn berusaha melepaskan kelekatan2thd barang2 tersebut; akn berusaha menyeimbangkan wkt antara bekerja danmemberi waktu bagi Allah;dan bahkan menggunakan apa yg ia punya untk berbagidgn sesama.
Pada saat yang sama, karunia pengenalan memampukan orang untuk melihatmelalui karya ciptaanNya: bumi dan isinya, alam dgn sgala keindahannya,keberadaan kita sbg manusia dalam tubuh dan jiwa, dan sgala yg ada; bhw Allahyang menjadikan & mengatur semuanya dg sangat baik dan demi kebaikan semuamahluk hidup. Bahkan jiwa bisa mengenal karya Allah yg indah dalam bentuksebuah bunga atau kupu2 yg beraneka warna. Shg, jiwa memandangnya sebagai suatukekaguman akn kuasaNya. Karya ciptaanNya tsb menariknya lebih mendekat dalam persatuannyadengan Allah. 

Buah Karunia ini menimbulkan beberapa efek yang sungguh bermanfaat bagipengudusan jiwa: introspeksi diri, jiwa berhati2 dalam sikap dan perbuatannya, memampukanorang melihat keadaan jiwanya dan berusaha memurnikan diri mjd jiwa yg berkenanpd Allah; mengindahkan sebuah hati, mendorong org untk lepas dari kelekatanterhadap hal-hal materi / duniawi / kedagingan; dan rasa sesal ataspenyalahgunaan barang-barang materi atau apabila barang-barang tersebut (atauperbuatannya) telah menjadi penghalang hubungannya dengan Tuhan dan aknberusaha keras memperbaikinya.

4. KARUNIA KEPERKASAAN:

Dengan karunia sebelumnya yaitu: Takut akn Allah, Kesalehan & Pengenalan; jiwa sudah bersatu mesra dgn Allah. Persatuan ini menjadikan jiwa beroleh damai sejahtera, keyakinan dan kekuatan dari Allah, dlm sgala hal.

Setelah karunia2 sebelumnya memampukan org untk mendekat dan melekat pd Allah, barulah Roh Kudus dpt memberikan karunia keperkasaan ini. Karunia ini memampukan orang untk dapat mengatasi persoalan2, bahkan menanggung derita & sengsara dengan kekuatan dan keperkasaan yang dianugerahkan Allah kepadanya.

Atas dorongan Roh Kudus, jiwa diberikan kekuatan untuk bertahan dalam percobaan, bertekun dlm derita, berjuang dalam menyelesaikan permasalahan dgn benar, berjuang memurnikan diri dg melawan sgala ajakan dosa, berjuang membebaskan diri dari sgala yang jahat, serta bertekun dalam kebenaran; demi memperoleh kehidupan yg berkenan kpd Allah & keselamatan kekal.

Karunia keperkasaan memampukan orang untuk mengamalkan kebajikan-kebajikan lain dengan gagah berani, untuk menderita dengan tabah dan penuh sukacita, untuk mengatasi & memperbaiki segala sikap yang suam suam kuku terhadap Tuhan dan sesama.

Karunia ini menghantar kita pada kesempurnaan jiwa, mengisi jiwa dengan energi, ketekunan dan ketangkasan. Dan, karunia ini mendatangkan keyakinan & kepercayaan dalam iman bhw selalu ada keberhasilan dalam setiap kebajikan; selalu ada kemenangan dalam setiap pergumulan; selalu ada berkat besar dalam setiap percobaan, asal kita tetap setia bertahan berjalan di jalan Allah, apapun yg tjd, walau harus melewati penderitaan.

Jiwa kita memandang keperkasaan & ketulusan Tuhan Yesus dlm derita salibnya, yg dgn sgala penghinaan & siksa, Dia tanggung penderitaan tsb krn dosa kita (bukan krn kesalahanNya) tanpa marah atau mengeluh; namun akhirnya berbuah pd kemenangan mulia.

Jiwa dimampukan menyatukan derita / permasalahan yg dialaminya sbg bagian dari karya keselamatan salibNya, shg seolah jiwa tdk merasakan beban deritanya tsb krn Yesus yg menanggungnya, jiwa tdk mjd marah atau dendam. Bahkan jiwa dimampukan untk mengampuni & mendoakan org yg menyakitinya dan malah membalasnya dg mengasihi org yg tlah menyakitinya.

Karunia keperkasaan ini akn memampukan org berkata dg iman yg tegas:

”Ya Yesus, kupersembahkan segala derita & sgala kesakitan ini (hati atau fisik), demi mengasihiMu dan memuliakan namaMu. Aku tdk akn marah, mengeluh, menggerutu, menyalahkan, apalagi dendam; namun  aku blajar dr kasihMu, shg aku akn mampu menerima derita ini dg tulus, memahami, mengampuni & mendoakan yg menyakitiku.

Aku malah bersukacita krn boleh ambil bagian kecil dalam derita salib KristusMu yg suci. Aku percaya Kau genggam aku dlm kesakitanku + penderitaanku ini, dan smua ini adl demi aku berjalan di dalam jalan kebenaranMu yg akn menghantarku pd berkat besar yg Kau sediakan dan pd kemenangan. Terpujilah Engkau Allahku!”

5. KARUNIA NASIHAT : adalah karunia Roh Kudus untuk membangkitkan ketaatan dan pasrah pada nasihat Allah dalam segala tindakannya demi mencapai kekudusan dan keselamatan.

Karunia nasihat memampukan orang untuk menilai tindakan pribadi apakah baik dan harus dilakukan, atau apakah jahat dan harus dihindari. Roh Kudus akn mendorong org untk melakukan yg baik dan benar, dan mendorong org untk membebaskan diri dari yg tdk baik, dan org tsb akn mematuhinya. 

Oleh karenanya, karunia ini mendorong orang untuk bertanya kepada dirinya sendiri, “Apakah tindakan / sikap ini adalah benar dan menghantar pada kekudusan? Atau apakah tindakan ini salah dan menghantar ke dosa dan maut?. Dan Roh Kudus memberikan jawabannya dan org tsb mematuhinya.

Disini, Roh Kudus membetuk jiwa untk menajamkan hati nurani (yg slm ini tumpul), yg bersuara melalu suara hati. Jiwa mendengarkan dg bijak dan memahami bhw suara hati yg menyuarakan sgala hal kebaikan itu adl suara Allah & jiwa mematuhinya. Dan tentunya jk ada suara yg menyerukan ketidak-baikan (ajakan untk berbuat / berkata / bersikap yg tidak baik / dosa), mk itu BUKAN suara Allah, namun suara dr roh jahat dan jiwa akan menolaknya.

Karunia nasihat membantu jiwa mengenal ttg hal kebijaksanaan, dan mengarahkannya pada kesempurnaan. Karunia ini juga mendatangkan banyak manfaat: memelihara suara hati yang baik, mampu mendengarkan dgn jernih suara Allah; mampu memahami rencana & kehendak Allah (mengapa Roh Kudus menasehati hal itu kpd kita?); menyediakan solusi dalam menghadapi situasi-situasi sulit dan tak terduga, bahkan mampu membantu memberikan nasihat kepada orang-orang lain dan mendorong org lain untk berbuat baik & benar.

Buah dari karunia ini adl Roh Kudus membentuk org memiliki jiwa yg sangat tegas untk menolak ajakan yg tdk baik (baik itu yg dtg dr suara roh jahat dr dalam hati ataupun ajakan manusia). Jika jiwa tau bhw itu (perbuatan atau kata2) tsb adalah salah, dosa, menyakiti org lain, tidak berguna, bahkan mengotori dirinya sendiri; mk org tsb dgn tegas menolak dan tidak akn melakukannya.

Secara bersamaan, Roh Kudus jg membentuk jiwa mjd lebih sabar, lebih tenang, lebih berdamai dalam sgala hal. Jiwa menjadi begitu ’ringan’, lapang; memandang+ menerima + menghadapi sgala hal dgn hati yg damai & penuh kasih. 

Org yang sudah berhasil dibentuk mjd jiwa yg seperti ini (tegas namun sabar + damai & penuh kasih), ia akn mampu menghadapi segala keadaan yg tidak menyenangkan, menghadapi sikap2 org yg menyebalkan, bahkan mampu menjalani ’badai’ permasalahannya, dg tenang dan selalu tersenyum. Senyum yg bisa menenangkan ’badai’ tsb, yg akhirnya membawa pd keadaan yg lebih nyaman buat jiwa tsb dan org di sekitarnya. Shg dalam tenang/damai hati, jiwa bs mendengarkan arahan Allah bagaimana untk menyelesaikan permasalahannya tsb dgn baik sesuai kehendak Allah.
Bahkan, jiwa ini akn mampu menasehati dan mendoakan org yg menyebalkan atau yg menyakitinya: ”Ya Bapa, kasihanilan & ampunilah ia krn ia tdk tau yg ia perbuat. Kuserahkan ia dalam tangan kasihMu agar Kau jamah hatinya dg damai dan penyadaranMu.” 

6. KARUNIA PENGERTIAN adalah karunia Roh Kudus untuk memberikan pengertian dan pemahaman mendalam akan kebenaran Ilahi dalam iman, bukan sebagai pencerahan sementara, melainkan sebagai pemahaman yg tetap thd seseorang.

Dengan pencerahan akal budi terhadap kebenaran, Roh Kudus membantu orang untuk mengerti kebenaran iman dengan mudah dan mendalam, serta memahami kedalaman kebenaran-kebenaran tersebut. 

Karunia ini akn memberikan pengertian mendalam mengenai Allah Bapa dan Allah Putra, bahkan memahami bagaimana Allah mengasihi manusia sejak bumi diciptakan, sampai pada karya keselamatan Yesus Kristus. Juga bahwa Allah tetap dan terus mengasihi, melindungi setiap kita yg mengasihiNya di bumi ini, dgn sgala pekerjaanNya (setiap hari) demi kebaikan setiap kita.

Karunia ini juga akn membuahkan suatu keadaan dimana org akn merasa sangat dikasihi Allah dan merasa sungguh beruntung bhw dirinya dipilih untuk diselamatkan melalui karya penebusan Yesus di kayu salib. Sehingga dg penuh iman, org tsb menjaga dirinya tinggal dalam hubungan baik dgn Allah agar diperkenankan memperoleh keselamatan kekal yg dijanjikan.

Karunia ini, yang memberikan pemahaman akan kebenaran-kebenaran iman, bekerja dalam beberapa cara: menyingkapkan makna tersembunyi dalam Kitab Suci; menunjukkan tangan Tuhan yang berkarya dalam hidup manusia, bahkan dpt memahami peristiwa-peristiwa yang paling misterius atau penuh persoalan hidup (misalnya penderitaan); dan mampu mengungkapkan kebenaran rohani yang tersembunyi di balik peristiwa-peristiwa (misalnya pemahaman akan misteri kurban Kristus dalam Ekaristi Misa). 

Karunia ini menghantar kebajikan akan iman pada kesempurnaan. Karenanya, St. Thomas mengatakan, “Dalam hidup ini,apabila mata rohani dimurnikan oleh karunia pengertian, orang dapat dengan suatu cara tertentu melihat Tuhan” (dikutip dari: Summa theologiae II-II, q.69, a. 2, ad. 3).

 7. Yang terakhir dari ketujuh karunia adalah KARUNIA KEBIJAKSANAAN: yaitu karunia untuk menilai dan mengatur segala sesuatu sesuai dengan norma-norma Ilahi dan dengan kewajaran yang memancar dari persatuan kasihnya dengan Allah.

Roh Kudusmembantu men-terjemahkan dan menyatukan perkara-perkara Ilahi shg org dpt memahami apa rencana, maksud dan kehendak Allah atas kejadian2 dalam hidup org tsb. Org dimampukan untk mengenal dan menyelami jalan jalan Allah. Karunia kebijaksanaan menerapkan ilham-ilham Tuhan untuk menilai perkara-perkara duniawi maupun perkara Ilahi. Karenanya, karunia ini mengarahkan tindakan-tindakan manusia agar sesuai dengan yang Ilahi. Karunia ini memampukan orang untuk bertumbuh dalam persatuan mesra dengan Tuhan. 

Karunia kebijaksanaan mendatangkan banyak manfaat; dengan karunia ini orang akan mampu melihat serta mengevaluasi segala hal - baik sukacita ataupun dukacita; kegembiraan ataupun penderitaan, keberhasilan ataupun kegagalan - dari sudutpandang Tuhan, serta menerima semuanya dengan ketabahan dan keyakinan bhw smua atas rencana dan kehendak Allah yg mendatangkan kebaikan bagi dirinya. 

Dengan kebijaksanaan, segala hal, bahkan yang terburuk sekalipun, dipandang sebagai memiliki nilai rohani. Misalnya, saat org dalam suatu derita, dia malah merasa berbahagia krn ia merasa sgt dikasihi oleh Allah, bhw penderitaannya adl jalan Allah menariknya kembali, shg ia persembahkan penderitaannya tsb bg Allah; dan ia percaya bhw dibalik penderitaannya, Allah bekerja untk membawanya pd pemulihandan sgala berkat besar yg Allah sediakan.

 Di sini, orang diangkat melampaui kebijaksanaan dunia ini, dan tinggal dalam kasih Allah. Sebab itu, karunia kebijaksanaan mendatangkan kesempurnaan cinta kasih. Karunia ini menyempurnakan karunia2 sebelumnya. Dengan penyempurna 7 karunia ini, org telah mengambil bagian dalam kehidupan surga di dunia dan disiapkan untk nantinya beroleh hidup kekal dalam kerajaan Allah.


Salam damai,

*A*