Novena Kanak-Kanak Yesus

Keajaiban Doa Novena Kanak Kanak Yesus dan Doa Mujizat

Keajaiban Doa Novena Kanak Kanak Yesus dan Doa Mujizat Mari kita bersama mendoakan Novena Kanak Kanak Yesus dalam menyambut kelahir...

Rabu, 25 September 2013

A little bread for our Soul: AKULAH POKOK ANGGUR DAN KAMULAH RANTING2NYA



AKULAH POKOK ANGGUR DAN KAMULAH RANTING2NYA

Yesus berkata: "..AKU-lah pokok anggur, kalian adl cabang2nya. Org yg bsatu denganKu & Aku bsama dia, akn berbuah banyak. (Yoh 15:5)

Allah Bapa & Tuhan Yesuslah yg memilih kita mjd 'ranting/cabangNya'. Tuhan menghendaki kehidupan kita yg berbuah banyak, kehidupan yg berbeda dr umumnya. (Yoh 15: 16).

Krn dg berbuah banyak, mk hidup kita berkenan pdNya, shg Allah Bapa akan diagungkan & dimuliakan.

NAMUN: "...Org yg TIDAK tetap bersatu denganKu & TIDAK berbuah, akan dibuang spt cabang & menjadi kering.... dan dibuang ke dlm api & dibakar." (Yoh 15: 6)
 
-------------------------

Setelah Allah mencurahkan Roh Kudus kepada kita yang memberikan 7 karunia dan 9 buah-buah Roh, maka kita semakin menyadari bahwa hidup bersama dengan Tuhan Yesus, sebagai 'Pokok Anggur' kita, bukanlah hidup dalam nilai2 standard duniawi, namun merupakan hidup yang lebih bermakna & berkualitas agar kita smakin serupa dengan Yesus Kristus, PutraNya. Itulah hidup yang Allah Bapa kehendaki terhadap kita yang dikasihiNya. Itulah makna menjadi Christian sejati.

Hidup dalam standard dunia, hanya akn menghasilkan hidup yg tidak berbuah. Hidup yang tidak berbuah adalah hidup yang tidak berkenan kepada Allah dan akan menjadikan sebuah jiwa menjadi seperti cabang kering yang tidak berguna. (Yoh 15: 6).
Sedangkan hidup dalam Yesus Kristus, dengan pertolongan Roh Kudus, adalah hidup yang selalu berusaha untuk menghasilkan buah buah yang ‘manis’, yang akan memaniskan hidup di sekeliling kita dan membuat nama Allah Bapa dipermuliakan atas kita.

Limpahan buah Roh dr Pokok Anggur Allah adl sebuah jiwa yang =
slalu merindukan & mengasihi Allah (tdk m'acuhkanNya lg), slalu bersyukur dlm segala hal, hidup dalam iman & percaya kepada Allah, penuh kasih kpd sesama, , penuh damai, tenang, penuh sukacita, sabar, lemah lembut dlm sikap & kata2nya, pengendalian diri yg baik / tdk emosional, positiv mind, slalu melihat sisi baik + menghargai sgala hal & org lain, rendah hati, rela menerima ketidaksempurnaan org lain dg tulus (krn kita juga jauh dr sempurna); 

selalu yakin / optimis dengan niat baik, murah hati, selalu mau memberi diri (dg tekun bertanya: kebaikan apa yg bisa / sdh kita lakukan untk Allah & org lain?);

tidak menyakiti orang lain, tidak memaksakan kehendak, tidak hidup dalam keberdosaan, tidak hidup dalam daging, namun hidup dlm roh, kemurnian, kesetiaan, ketulusan, pengorbanan, pelayanan & other's centris bukan ego centris. 

Hidupnya adalah untk menyenangkan Allah dan sesama, dan berguna demi kebaikan sesama & kemuliaan Allah, Itulah inti hidup yg berbuah.

Langkah menuju hidup yg berbuah:

1. Bersedia diproses oleh Tuhan.

Dengan berserah diri kpdNYa untk diperbaiki, dikoreksi & dimurnikan. Tentunya kita juga harus bekerja sama dg berserah dalam pertobatan dan penyerahan diri, agar kita juga ikut BERJUANG & berusaha mewujudkan hidup yg berkenan pdNya.

Agar akhirnya, hidup kita bisa berbuah dgn berlimpah (buah Roh Allah spt diatas), yg bukan hanya mencukupi kita, namun jg bisa kita tebarkan / bagikan ke sekeliling kita. (Yoh. 15: 2-3).

2. Tekun bersekutu, tinggal dg Tuhan. (Yoh 15: 4-5).

Dgn cara: bertekun dalam doa, ke greja, ikut dlm kegiatan pelayanan, bergabung dlm kegiatan rohani & membaca Alkitab.

Alkitab adalah surat cinta kasih Allah, sarana Allah berbicara dgn kita, dgn tekun membaca kitab suci maka kita dapat mendengar Tuhan berbicara melalui firman2Nya, yg mengarahkan kita pada bagaimana hidup yang berkenan kepadaNya.

”Yg berbuah adl mereka yg mendengar firmanNya & MELAKSANAKANNYA dlm tindakan nyata!”

3. Berharap & mengandalkan Tuhan dlm sgala perkara.

Menyadari, tanpa Tuhan, kita tdk mampu apa2, mengakui bhw hidup kita adl karunia Tuhan, dan atas kebaikan dan kemurahanNya. Karnanya, hanya bersama Tuhan, kita dimampukan untk hidup berbuah. 

Dalam segala hal, hanya Tuhan yang kita andalkan, bukan yang lain, maka kita sebagai ‘cabangNya’, akan tetap berpegang pada Pokok Anggur, Yesus Kristus.

Dengan setia dan teguh berpegang pada Pokok Anggur, maka hidup kita bisa berbuah dan menjadi berkenan kepada Allah. Sehingga dalam hidup yang berbuah tersebut, kita boleh menyaksikan sgala kebaikanNya, pertolonganNya, penggenapan janji2Nya, keajaibanNya dan perkenanan untk Tuhan mengabulkan doa & harapan2 kita (Yoh 15: 7).

Salam damai,

*A*

A little bread for our Soul:Buah Roh yg ke-9 adalah PENGUASAAN DIRI.



Buah Roh yg ke-9 adalah PENGUASAAN DIRI.


"Buah buah Roh adl kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan, PENGUASAAN DIRI.” (Galatia 5:22-23)

Akhirnya kita tiba pada buah Roh Kudus yang ke-9, yang merupakan buah Roh Kudus yg terakhir.

Sebagai buah Roh yang terakhir, bukan berarti ini merupakan buah Roh yang tidak penting, namun justru, Pengendalian Diri merupakan buah Roh penyempurna dan “pembungkus / pengukuh” dari buah2 Roh sebelumnya.

Roh Kudus yang telah memampukan kita memiliki buah2 Roh (1 s/d 8), bukanlah buah Roh yang sekedar hinggap sementara dalam hidup orang beriman, melainkan sebagai buah yang tinggal dan menetap dalam perjalanan hidup manusia beriman.

Dan buah Roh pengendalian diri inilah, yang memegang peranan penting dalam kita, yg memelihara, menjaga dan membuat buah2 Roh Kudus tetap dan selalu ada dalam jiwa kita.

Hal ini menunjukkan bahwa, sifat, watak, karakter, pembawaan kita telah diwarnai dengan buah2 Roh Kudus yg sebelumnya, dan dipertahankan melalui buah Roh pengendalian diri. Maka kita sebagai anak2 Allah, akan selalu tetap dan sama, menjadi anak2 Allah yang selalu membawa diri serupa dengan Kristus, seturut citra dan gambaranNya.

Dalam Galatia 5:23, “pengendalian diri” berasal dari kata “egkateria”, dalam bahasa Yunani yang berarti memiliki kuasa, kekuatan, menguasai dan mengendalikan diri.

Ini dapat diaplikasikan dalam tindakan ketaatan, penyerahan diri dan bertekun dalam hidup dalam kebenaran.

Selain itu, kita yang telah bersatu dengan Roh Kudus, maka segala ‘ada kita’ dikuasai dan di-kontrol / dikendalikan oleh Roh Kudus yang berarti hidup kita dipegang oleh tangan Allah yang penuh kuasa.

Sehingga, ada beberapa dari kita, dipilih Allah untuk diberikan kepercayaan & dipakai oleh Allah untuk memiliki kuasa (kemampuan), sebagai perpanjangan tangan Allah untuk melakukan pekerjaan Allah di dunia ini.

Allah memakai anak2Nya dengan beberapa cara, ada yg diberikan kemampuan istimewa, antara lain: ada yang diberikanNya kemampuan untuk berbicara / berkata2 / menulis mengenai perkataan2Nya untuk disampaikan kepada sekitar & memberitakan injil, ada yang diberikan kemampuan untuk menolong orang dalam bentuk konseling yg membawa pada kasih & keselamatan Allah, ada yang diberikan kemampuan untuk mendoakan orang lain, ada yang diberikan kemampuan untuk ber-nubuat atau ber-hikmat, bahkan ada yang diberikan kemampuan untuk menyembukan orang lain.

Ada juga yang tidak diberikan kemampuan khusus, namun karakternya dibentuk oleh Allah menjadi serupa dengan gambaranNya (yaitu penuh kasih dan kebaikan), sehingga Allah memakainya untuk memberikan pelayanan2 kepada sesamanya, sesuai kemampuannya.

Kesemua kemampuan itu adalah kuasa Allah yang diturunkan kepada orang2 pilihanNya, sebagai perpanjangan tangan Allah dalam pekerjaanNya di dunia ini.

Orang yang paling berbahagia adalah mereka yang boleh turut ambil bagian dalam melakukan pekerjaan Allah selagi menjalankan hidup di dunia ini.
Mereka adalah saluran berkat Allah, karna dengan begitu, apa yang dilakukan atau diberikannya dapat memberikan makna akan kasih & kebaikan Allah. Merekalah yang sungguh dekat, dipercaya dan dikasihi Allah, karna apa yang dilakukannya adalah demi kemuliaan nama Allah. Dan Allah berjanji: upahmu besar di surga.

Karnanya, buah Roh pengendalian diri, harus dimiliki agar semua kemampuan (kuasa) tersebut dapat berjalan dengan baik dan benar. Sehingga kemampuan tsb benar2 untuk kemuliaan Allah dan terhindar dari penyalah-gunaan.

Sangatlah berbahaya apabila adanya kuasa tanpa kendali. Sangat berbahaya jika kuasa yang dimiliki tidak dalam kontrol tangan yang memberikan kuasa tsb, yaitu Allah sendiri.

Seperti, kuda liar yang sangat kuat apabila tidak dikendalikan maka dapat melukai penunggangnya. Kekuatan atom apabila dikendalikan dengan baik dapat membantu untuk menghasilkan listrik bagi rumah rumah dan pabrik (energi nuklir). Namun bila tak dapat dikendalikan, kekuatan atom tsb dapat menghancurkan suatu kota.

Bagaimana kita dapat mempraktekkan pengendalian diri ditengah dunia yang
penuh dengan  tantangan dan cobaan ?

Mari kita belajar bersama hal hal apa saja yang harus kita tanamkan dan hal apa yg harus kita cabut/buang agar hidup kita dapat tumbuh dan berbuah baik.

1.Apa yang harus kita tanamkan?

a. Belajar untuk menanamkan dan mengandalkan Yesus dan Roh Kudus sebagai pembimbing & penasehat kita.

Yesus berkata: “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain (Roh Kudus) supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.” (Yohanes 14:16).

“Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” (2 Timothy 1:7).

Tuhan memberikan RohNya ada pada kita untuk membantu kita agar kita semakin serupa denganNYa. Sehingga dalam membuat dan mengambil keputusan, janganlah hanya berdasarkan kemauan atau fikiran kita sendiri, lebih baik kita bertanya lebih dahulu kepada Roh Kudus yang adalah Allah sendiri.

“Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akui-lah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu” (Amsal 3:5-6).

Semakin sering kita datang kepada Yesus dan Roh Kudus & bertekun dalam arahanNya, Dia akan membantu untuk menjaga kita, meluruskan jalan-jalan kita dan membawa kita pd seluruh kebenaranNya, demi memuliakan nama Tuhan.

Dalam segala hal, terlebih dalam menghadapi segala godaan atau cobaan, datanglah kepada Tuhan dan minta pertolongan Roh Kudus agar kita diberi kekuatan dan pertolongan untuk mengatasi godaan & cobaan tersebut.

Bertekunlah untuk selalu percaya kepada Tuhan dan mengijinkanNya memegang & mengkontrol hidup kita. Minta agar kuasa Roh Kudus semakin ditambahkan dalam kehidupan kita agar Dia dapat membantu mengendalikan hidup kita.

Dia tidak akan pernah gagal untuk memenuhi setiap janjiNya, karena Dia selalu memenuhi apa yang kita minta sesuai dengan tujuan Tuhan untuk menjadikan setiap dari kita semakin serupa dengan gambaranNya.

b. Belajar untuk memiliki pengendalian diri seorang atlit.

Seperti yg kita ketahui bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta harus turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang atau beberapa orang saja yang mendapat hadiah? Yaitu mereka yang berhasil dalam perjuangannya itu.

Karena itu larilah begitu rupa, berjuanglah, sehingga kamu memperolehnya!

Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, tentunya mereka sangat focus & menguasai dirinya dalam segala hal.

Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota, yaitu sebuah hadiah atau penghargaan. Dan berjuang dalam Allah, akan dijanjikan sebuah hadiah mahkota yang abadi.

”Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan...............” (1 Korintus 9:24-26).

Belajar dari seorang atlit, misalnya pelari: pelari harus mengikuti latihan-latihan intensif yang sudah disiapkan setiap hari, mengkonsumsi pola makan yang sehat dan istirahat yang cukup. Mereka akan menghindari hal-hal yang akan mempengaruhi program yang sudah ditetapkan.

Pelari bukan saja berkonsentrasi pada saat dalam pertandingan, namun juga dalam kehidupan sehari-harinya. Kehidupan sehari-harinya akan dijaga dan dikendalikan sedemikian rupa agar dapat mendukung pertandingannya dgn baik. Dan pelari punya tujuan yg pasti.

Seperti mereka, kita juga harus memiliki disiplin yang sama dalam kehidupan kerohanian kita sehari-hari. Kita harus mempunyai tujuan hidup kita yg pasti dan jelas, yaitu hidup demi kemuliaan Allah.

Kita harus fokus kepada pekerjaan Allah di dunia ini, agar kita selalu dapat turut ambil bagian didalam pekerjaan Allah tsb yang menjadikan hidup kita berbuah.

Yg berbahagia adalah mereka yang turut serta dalam bekerja di ladang Allah, demi namaNya dipermuliakan. Yaitu dgn mengupayakan hidup yang berkenan dan berbuah. Ini adalah ladang pertandinganmu.

Bagi mereka yg hidupnya berbuah, mk ada berkat besar & mahkota indah yang akan Tuhan berikan sebagai hasil dari ’pertandingan’ hidup kita.

2. Apa yang harus kita cabut / buang, agar hidup kita bisa berbuah? =

a. Tubuh yang tidak dapat dikendalikan (kedagingan).

“Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya,.....supaya jangan aku sendiri ditolak”. (1 Korintus 9:27).

Kita harus bisa mengendalikan & menguasai tubuh kita. Apabila kita tidak mempraktekkan pengendalian diri pada tubuh kita, kita akan memiliki hidup yang tidak sehat dan tidak bisa ’berbuah’.

Misalkan= org yg tdk berpola makan sehat, yg tidak berpola istirahat yg cukup, yg tdk memperhatikan kondisi badan. Juga orang yang hidup dalam perbuatan2 kedagingan: yg memikiki kecanduan kepada obat-obat terlarang, alkohol, free sex (percabulan), pornografi, perbuatan cemar, dan juga perbuatan berhala (pergi ke dukun atau kuasa gelap). Juga yg terjerat dlm hawa nafsu akan barang duniawi demi gaya hidup yg tak menentu yg membawa pd dosa (ini juga jerat kedagingan). (Galatia 5: 19-21)

Mereka mengijinkan daging mereka untuk mengendalikan dan menjerat hidup mereka sehingga mereka terperangkap dalam kecanduan hal2 tersebut.

Bila kita gagal untuk mengendalikan keinginan tubuh kita sendiri, kita akan menjadi seperti dunia ini yang hanya berfokus dalam memenuhi segala keinginan daging saja, hingga bahkan tidak mempertimbangkan hal dosa lagi saat melakukannya dgn berulang2.

Dan Yesus telah menyatakan bahwa:  ”Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera”. (Roma 8:6) = hidup dalam daging akan membawa manusia kepada maut, krn smua perbuatan kedagingan membuahkan dosa. Dosa yg telah diketahui dan disadari, namun terus dilakukan, akn membawa manusia kpd maut (dosa yg tak terampuni).

Dan ingatlah selalu bahwa tubuh kita adalah 'bait Allah' & Roh Allah tinggal didalamnya (1 Kor 3:16). Tubuh kita adl sarana yg Allah berikan untk melaksanakan pekerjaan Allah melalui kita. Shg kita harus selalu menjaga dgn kemampuan terbaik kita, agar dalam kesehatan dan kekudusan, tubuh kita tetap pantas dan layak untk memuliakanNya. Pd tubuh yang berkenan, disitulah berkat2 Allah yg baik, benar dan mulia, akn dicurahkan (dan sebaliknya).

Sehingga sudah seharusnya kita menjaga dan membuang jauh hal2 yg mencemari tubuh kita.

Tuhan Yesus berkata, sebagai orang percaya, kita tinggal di dunia, tetapi kita jangan menjadi milik dunia ini, yg hidup dalam daging.

Tuhan Yesus menunjukkan bagaimana dia dapat mengendalikan dirinya walaupun dia sedang berpuasa selama 40 hari lamanya tanpa makan dan minum. Tuhan Yesus tidak masuk dalam cobaan iblis untuk mengubah batu menjadi roti (walaupun Ia sgt lapar, krn saat itu Ia juga manusia spt kita); juga untk tidak mau sujud kpd iblis walau seluruh dunia akn diberikan; karna Dia bertahan dengan pengendalian diriNya, untuk tidak kalah dalam tuntutan daging yang bisa membawaNya pada kegagalan sbg hasil godaan dari iblis.

Yusuf, anak Yakub, juga menunjukkan bagaimana dia mempraktekkan pengendalian diri saat dia menolak godaan dari istri Potifar.

Tuhan mengingatkan kita agar kita menguatkan hati kita karena Tuhan sudah mengalahkan dunia (Yohanes 16:33); dan agar kita lebih dari pemenang dalam Kristus Tuhan (Roma 8:37-39).

”Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku (dengan hidup dalam Roh, bukan daging). Dalam dunia kamu menderita penganiayaan,  tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan  dunia."(Yohanes 16:33).

”Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. ..., tidak akan ada yg dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. (Roma 8:37-39).

2. Roh yang tidak dapat dikendalikan (roh negativ).

“Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.”(Amsal 16:32).

Agar hidup kita berbuah, maka pengendalian diri tidak saja hanya terbatas dalam kehidupan fisik saja, namun juga dalam kehidupan rohani kita.  

Alkitab menulis bahwa = ke-khawatiran, kegelisahan, amarah, tdk sabar, iri dengki, dendam, ego-centris, sikap acuh, hawa nafsu, kikir, sikap tdk puas (tamak, shg menghalalkan sgala cara demi keinginannya tercapai), pemaksaan kehendak, roh pemecah, adalah contoh roh yang tidak disiplin, yg membawa aura negativ dalam hidup kita.

Roh yang tidak disiplin akan selalu memikirkan hal-hal duniawi. Roh yg negativ tsb, membiarkan ke-duniawi-an mempengaruhi pikiran kita mengenai kejadian-kejadian yang terjadi setiap harinya, yg jika tdk dibuang atau dikendalikan, akn membawa manusia pd keadaan yg buruk.

Seperti contoh sederhana: bila seseorang menyakiti kita, bisa saja kita akan terus memikirkan tentang kejadian tersebut dan bagaimana cara membalasnya, shg timbul rasa dendam.

Roh negativ ini tidak hanya berhenti pada sebuah sikap dendam, namun akan terus mencengkeram manusia dengan suasana yg tidak nyaman, sehingga hatinya memiliki akar pahit dan tubuhnya menjadi sakit (stres, sakit kepala, mual, dll); dan jika terjadi balas dendam maka ia akn jatuh dalam dosa yg lbh besar.

Bisa kita lihat, betapa hanya untuk 1 hal, roh negativ akan membawa manusia pd hidup yang tidak nyaman dan sia - sia. Sehingga roh negativ tsb haruslah dibuang jauh jauh dari hidup orang beriman.

Dengan buah Roh Kudus, kita akan memikirkan yang sebaliknya, yaitu bagaimana cara mengampuni orang tersebut & menjadikan permasalahan yang ada sebagai hal yang membawa kebaikan buat kita (misal: menjadi pengalaman / pelajaran yg berharga, agar diri kita menjadi lebih baik dan berharga). Bahkan agar hati kita lebih damai, kita mendoakan agar damai sejahtera slalu menjadi milik kita & org yg menyakiti kita.

Pikiran kita adalah medan pertandingan kita, maka kendalikanlah!

Bertanyalah: Hal apa yang sedang mengisi pikiran kita hari ini? Yang terbaik adalah, isilah dengan segala yg baik dan indah, yang dikemas dalam firman2 Tuhan.

Dalam Filipi 4:8, Paulus berkata: “Semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu!.”

Kini kita lebih memahami, bahwa semua roh negativ adalah ke-sia2-an. Bahkan bisa mengarahkan manusia masuk kedalam jurang dosa sebagai hasil tipu daya iblis. Maka janganlah kita menyerahkan diri untuk kalah, namun lakukanlah sebaliknya. Oleh sebab itu, isilah pikiran kita dengan Firman Tuhan dan hal-hal yang akan memuliakan namaNya agar kita dapat memuliakan Tuhan dalam segala hal.

Dan juga, hanya pada jiwa yg murni dan penuh kebajikan, sgala berkat & kebaikan Allah dapat dicurahkan.
-------------------
Pengendalian diri adalah karakter sang Pencipta yang ditonjolkan dalam kehidupan Tuhan Yesus, dan dengan bantuan Roh Kudus kita dimampukan untuk dapat mempraktekkannya dalam hidup kita.

Bila kita mau dibentuk serupa gambar Allah, kita harus berserah dan mengijinkan Tuhan sendiri yang berkerja agar kita memiliki pengendalian diri dan memuliakan Tuhan pada saat kita berbuah didalamNya.

Kita, sebagai anak2 Allah, yg telah dibekali oleh kuasa Roh Kudus, semuanya diberikan kemampuan2 itu seturut kebijaksanaan Allah.

Namun juga tergantung pada masing masing kita, apakah kita mau berjuang untuk melaksanakan tugas dan pekerjaan yang Allah berikan tsb atau hanya diam saja, tidak melakukan apa2, atau hanya tetap sibuk dgn diri sendiri?. Juga apakah hidup kita mau bertumbuh dan berbuah, atau tidak?

Kembali lagi, semua itu adalah kehendak bebas yang masing2 kehendak akan mendapatkan upah & pertanggung-jawabannya masing2.

Jika kau pernah bertanya, apa tujuan Allah menghadirkanmu di bumi ini, atau apa tujuanmu hidup di bumi ini?

Hanya 1 jawaban intinya, yaitu: untuk hidup memuliakan Allah.

Mengapa? Krn hidup kita yg sedemikian berlimpah ini, dan apa yang kita miliki (dapatkan) bukanlah krn kebaikan atau hasil usaha kita, tapi melulu adalah krn kebaikan dan kemurahan Allah. Bahkan oleh darah dan wafatNya, hidup kita telah ditebus dgn lunas. Sehingga sudah sepantasnyalah hidup kita menjadi sarana untk namaNya dipermuliakan, bukan sebaliknya.

Bagaimana hidup kita dpt memuliakanNya? Yaitu dgn hidup dalam Roh dan kebenaran, serta berbuah.

Selamat berjuang dalam menghasilkan buah buah manis yg akan me-maniskan hidupmu dalam Allah dan sesama. Agar hidup kita smakin serupa dgn gambaranNya.

Semoga hidup kita semakin berkenan dan bermakna bagi Allah dan sesama, agar kemuliaan namaNya dpt bersinar atas hidup kita. Tuhan memberkati.

Salam damai,

*A*

Senin, 23 September 2013

A little 'bread' for our SOUL = Buah Roh yang kedelapan adalah: KELEMAH-LEMBUTAN



Buah Roh yang kedelapan adalah: KELEMAH-LEMBUTAN
 

"Buah buah Roh adl kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, KELEMAH-LEMBUTAN ….” (Galatia 5:22-23)

Apa yang dimaksud dengan kelemah-lembutan?

Kata “prautes” (bahasa Yunani), secara umum berarti kekuatan yang terkendali.
Kata ini digunakan untuk menunjuk kepada seseorang yang berusaha mengendalikan kekuatannya dengan tujuan tertentu. Secara khusus, kata “prautes” yang adalah buah Roh, menunjuk kepada kekuatan kita yang dikendalikan Tuhan, untuk memuliakan Tuhan.

Kelemah-lembutan mengandung campuran antara kerendahan hati, ketaatan dan kesabaran.

Hidup yang lembut berarti hidup yang taat yang bisa dibentuk oleh Tuhan. Waktu kita bersedia taat kepada pimpinan Roh Kudus, itu berarti kita lemah lembut.

Kelembutan berlawanan dengan kelemahan. Lemah brarti tidak mempunyai kekuatan, tapi lembut berarti mempunyai kekuatan utuk menaklukkan diri dan menyerahkan kepada pimpinan Tuhan.

Buah Roh Kudus kelemah-lembutan, memampukan kita untuk memiliki perilaku yang lembut, dan juga watak / karakter yang menyenangkan dan menyegarkan bagi orang lain.

Sebelum kita bersatu dengan Roh Kudus, di masa lalu, kita mungkin terbiasa untuk berbicara dengan kasar, bersikap egois & emosional dan bertindak dengan tidak ramah.

Cara kita membawa diri terhadap orang lain dan disekitar kita, memperlihatkan seberapa baik kita mempertunjukkan kelemahlembutan.

”Siapa yang berhikmat dan berpengertian di antara kamu?” = Bisa dilihat dari tingkah lakunya yang baik; biarlah ia memperlihatkan perbuatannya yang disertai kelemahlembutan yang berkaitan dengan hikmat.” (Yakobus 3:13)

Setelah mempelajari kebenaran Alkitab, dan bersatu dengan Roh Kudus, maka kita dimampukan untuk berubah dan menjadi pribadi yang lebih menyenangkan, bahkan mampu menenangkan & menyegarkan segala suasana.

Kita memandang transformasi ini adalah sebagai hasil bekerjanya roh Allah, tanpa Roh Allah, kelemah-lembutan akan sulit dimiliki, karenanya kelemahlembutan termasuk salah satu buahnya yang benar-benar mengagumkan.

Kelemahlembutan adalah sifat yang harus dimiliki orang Kristen. Paulus berbicara : ”Kenakanlah keibaan hati yang lembut, kebaikan hati, kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kepanjangsabaran.” (Kolose 3:12)

Bagaimana hidup kita bertumbuh untuk smakin lemah lembut?

Yaitu dengan mendekatkan diri kepada Yesus Kristus.

Seorang yang memiliki persekutuan yang baik dengan Kristus (dgn setia membaca Alkitab dan berdoa), dirinya akan dipengaruhi oleh pribadi Yesus Kristus yang menjadi inti ajaran Alkitab.

Yesus yang memiliki kepribadian yang teguh & tangguh, namun penuh dgn kasih dan kelemah-lembutan.

Dengan mendekatkan diri dan bersatu dgn Yesus Kristus, maka pribadi kita perlahan akan menjadi serupa denganNya.

Namun, jika kita sudah membaca Alkitab, mendengarkan kotbah, dan berdoa, namun hidup kita tidak semakin serupa dengan Kristus, maka pasti ada yang salah pada kita.

Juga, ada orang yang tatkala menghadapi kesulitan-kesulitan hidup menjadi putus asa, atau sebaliknya menjadi marah atau keras kepala.

Namun, dengan meneladan Yesus Kristus, yang dalam karya penyelamataNya selalu bersikap penuh kasih dan lemah lembut, maka sudah seharusnya, sbg anak-anak Tuhan, kita dapat memancarkan kemuliaan Tuhan, dengan berusaha memiliki karakter yg lemah lembut dalam menghadapi segala hal.

Dalam dunia yang penuh kekerasan, kita dipanggil untuk hidup dalam kelemahlembutan, agar kita dimampukan untuk menjadi garam dan terang dunia. Juga mampu memberikan ketenangan dan kedamaian agar tiap yang memandang kita merasakan damai sukacita yang kita ciptakan melalui kelemah lembutan.

Salam damai, 

*A*

A little 'bread' for our SOUL :Buah Roh yang ketujuh adalah: KESETIAAN



Buah Roh yang ketujuh adalah: KESETIAAN

"Buah buah Roh adl kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, KESETIAAN, ….” (Galatia 5:22-23)
 
Kesetiaan berasal dari kata ‘setia’, diterjemahkan dari bahasa Yunani, ‘pistis’ yang merupakan akar kata dari ‘iman’. Terjemahan kata ‘setia’ dalam bahasa Inggris, ‘faithful’ (merupakan akar kata dari ‘faith’ dan ‘ful’ = iman yang penuh).

Dalam kehidupan dunia, kesetiaan dibutuhkan untuk kita bisa tetap berada dalam hubungan baik dgn siapapun dan dalam hal apapun. Dan hanya dgn kesetiaan, kita bisa meraih apa yg menjadi sebuah harapan atau cita2 dalam hubungan2 tsb.

Sesuai dengan asal kata dan artinya, kesetiaan adalah sesuatu yang tidak mudah untuk diperoleh, kesetiaan hanya bisa terbentuk dari sebuah iman yang penuh dan teguh.

Demikian juga, kesetiaan dalam Allah, sangatlah penting dan mutlak diperlukan agar kita boleh menerima janji2 Allah yang Dia persiapkan untuk kita yang mengasihi dalam kesetiaan.
Sehingga Allah berjanji: "Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan". (Wahyu 2:10c)

Kesetiaan adalah buah Roh Kudus yang ke 7. Walau kesetiaan bukan ditempatkan menjadi buah Roh yang terakhir (karna masih ada buah Roh kelemah-lembutan & penguasaan diri), namun perjalanan kita menuju pada buah Roh kesetiaan adalah perjalanan yang panjang dan memang penuh dgn perjuangan (dari buah Roh 1 s/d 6).

Seperti yang Yesus telah sampaikan pada (Markus 8:34): “Kemudian Yesus memanggil orang banyak yang ada di situ bersama-sama dengan pengikut-pengikut-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka, "Orang yang mau mengikuti Aku, harus menyangkal dirinya (melupakan kepentingannya sendiri), kemudian memikul salibnya, dan terus mengikuti Aku.” 

Buah Roh Kudus ke 1 s/d ke 6, telah memampukan kita untuk menjalankan pesan Yesus yaitu: menyangkal diri dan memikul salib. Namun pesan Yesus yang selanjutnya yaitu ‘terus mengikuti Aku’, adalah suatu hal yang dapat kita lakukan dengan berbekal Roh Kesetiaan.

Mengapa Yesus menghendaki kita terus mengikutiNya, dgn berbekal Roh kesetiaan?

Yesus tau bahwa kita, anak2Nya, berada pada dunia yang penuh dengan segala pergumulan, permasalahan dan perjuangan hidup. Ditambah lagi, sgala godaan, ajakan dosa, dan tarikan iblis sangatlah kencang dan sulit terbendung. Di sisi lain, Yesus tau, bahwa kelemahan adalah hal yang dimiliki oleh setiap manusia.

Karnanya Yesus dengan kasihNya, mencurahkan Roh Kudus yang memberikan segala karunia dan buah2 Roh untk menjadi bekal dan pegangan kita dalam menjalani hidup di dunia yang sudah seperti ini.

Sehingga, walaupun kita sudah dimampukan untuk memiliki buah buah Roh sebelumnya (buah roh 1 s/d 6), Yesus tetap berkehendak kita memiliki buah Roh kesetiaan, agar kita kuat untuk menepis setiap godaan dosa + ajakan ibllis & yg memampukan kita untuk terus mengikuti Dia dalam berjalan di jalan jalan kebenaranNya. Sehingga kita tetap aman bersamaNya sampai nanti, dan kita tidak jatuh dalam kecemaran, kegagalan, pencobaan atau kebinasaan.

Kesetiaan hanya akan terjadi jika ada relasi yang harmonis dan tetap terjaga. Relasi sangat penting sehingga sampai menentukan keberhasilan seseorang. Sehingga relasi sangat penting untuk dibina dan dipelihara dengan baik. Keberhasilan dalam Allah adalah sebuah kemenangan.

Inti dari iman Kristen sebenarnya adalah relasi yang disempurnakan oleh kasih setia Allah melalui hidup dan karya Yesus. Relasi kasih ini hanya dapat terjalin melalui doa. Namun doa yang dimaksud oleh Yesus bukanlah doa yang merupakan kata-kata indah atau rutin saja; tapi doa yang benar & mendalam, yaitu doa yang mengandung kesungguhan hati untuk manjalin relasi baik dan erat dengan Allah, setia saat (bukan hanya saat kita memiliki daftar kebutuhan2 atau sedang dalam masalah), maka dengan iman di dalam Yesus kita bisa bertekun dalam kesetiaan, demi memperoleh berkat besar yang Allah sediakan bagi kita.

Kesetiaan disini dibutuhkan suatu landasan iman yang kokoh dan penuh, agar dalam segala hal, kita tetap kokoh dan berpegang teguh dalam iman, pengharapan dan kasih Yesus Kristus.

 Mengapa kita harus menjadi anak2 Allah yang setia?
  1. Kesetiaan adalah sifat dan keteladanan Allah.
“Sebab Tuhan itu baik, kasih setiaNya untuk selama-lamanya, dan kesetiaanNya tetap turun-temurun.” (Mazmur 100:5). 

“Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya, Ia tetap sama menolong kita.” (Ibrani 13:8).

Seperti inilah kesetiaan Tuhan, Tuhan adalah sebagai pribadi yang tidak berubah, tidak tergoyahkan, dan tidak tergoncangkan apapun yang terjadi. Karena kita menyembah Allah yang setia, Dia ingin kita semakin disempurnakan, sekarakter, dan segambar dengan-Nya, serta kita memiliki kesetiaan dalam hidup untuk memiliki keserupaan dengan gambaran-Nya.

  1. Kesetiaan adalah sebuah syarat mutlak agar kita bisa meraih apa yang Allah janjikan.
Allah berjanji bahwa rancanganNya terhadap hidup kita, adalah rancangan damai sejahtera yang membawa kita pada hari depan yg penuh dgn pengharapan. Allah juga berjanji bahwa Dia akn mengangkat kita dan menjadikan kita lebih dari pemenang.

Allah juga berjanji, hidup kita hari esok akan lebih baik dari hari ini karena kita akan tetap naik dan bukan turun, kita akn menjadi kepala bukan ekor. Namun untuk meraih janji Allah ini, kita harus setia!

“TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kau lakukan dengan setia. Dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti Allah dan beribadah kepadanya." (Ulangan 28:13-14)
  1. Kesetiaan adalah sarana kita berjalan pada jalan yang aman dan penuh dgn keselamatan.
Kesetiaan adalah sebuah karakter yg konsisten, yang tidak berubah atau berbeda dalam sgala hal yang dihadapi. Dalam suka duka, dalam cobaan dan godaan, dalam jatuh bangun, dalam baik atau buruknya keadaan, saat diketahui ataupun tidak; Roh kesetiaan akan memampukan kita tetap berpegang kepada jalan kebenaran Allah demi pantas meraih berkat besarNya yg Dia siapkan bagi kita.

Kesemua ini dimaksudkan agar kita tidak lemah terhadap godaan, tidak takut dalam pergumulan, tidak menyerah dalam penderitaan. Karna kita berpegang teguh pada kasih dan janji Allah, demi kebaikan kita.

Dgn roh kesetiaan, maka kita akn tetap bertahan, apapun yg dihadapi, sehingga kita tidak jatuh dalam godaan, dosa, kegagalan atau kesesatan.
  1. Kita akan mengalami kemenangan bersama dengan Tuhan.
”Mereka akan berperang  melawan Anak Domba . Tetapi Anak Domba akan mengalahkan  mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja.   Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih   dan yang setia." (Wahyu 17:14). 

Sehingga Allah berjanji: "Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan". (Wahyu 2:10c)

Tuhan menyertai dan berada dipihak orang yang setia kepada-Nya. Tetaplah setia hingga kemenangan itu dinyatakan atas hidup kita. Orang setia tidak akan dilupakan dan tidak akan ditinggalkan Tuhan, Dia memberi perhatian khusus pada orang yang setia.
  1. Kesetiaan adalah aspek yang membuktikan sebuah kualitas hidup anak2 Allah.  Kesetiaan adalah karakter, sesuatu yang harus kita usahakan, bukan karunia (pemberian), memang tidak mudah namun yang memilikinya akan memperoleh hidup & iman yang berkualitas.
Kesetiaan dalam Allah mencakup kesetiaan dalam sgala aspek di hidup kita, bukan hanya setia menjadi pengikutNya, namun juga harus setia hidup di dalam jalan kebenaranNya, dan dalam segala hal. Ingatlah selalu, bahwa Allah menilik hati, menilai jiwa dan janji2Nya berlaku hanya kepada mereka yang setia kepadaNya. Sehingga bertekunlah dalam bimbingan Roh Kudus, agar Ia memampukan kita memiliki Roh kesetiaan yang Allah dambakan.
 
 Salam damai,

*A*