Novena Kanak-Kanak Yesus

Keajaiban Doa Novena Kanak Kanak Yesus dan Doa Mujizat

Keajaiban Doa Novena Kanak Kanak Yesus dan Doa Mujizat Mari kita bersama mendoakan Novena Kanak Kanak Yesus dalam menyambut kelahir...

Rabu, 25 September 2013

A little Bread for our Soul: BER-INVESTASI KUMPULKAN HARTA SURGAWI



BER-INVESTASI KUMPULKAN HARTA SURGAWI

"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." (Matius 6:33)

Mencari kerajaan Allah & kebenarannya berarti kita menjadikan Yesus sbgTuhan atas seluruh aspek hidup kita. Dg kata lain, kita menempatkanNya sebagai prioritasutama dlm hidup kita = "Put Him first in your life". 


Allah Bapa adl sumbersgala kasih yg siap memberikan sgala berkatNya untuk kita yg mengasihiNya. Begitubesar kasihNya shg Allah Bapa jg menghadirkan Yesus, PutraNya,untk menderita & wafat demi memberikan keselamatan kekal bg kita yg mengasihiNya.Namun berkat besarNya di dunia & keselamatankekal di surga tdk dpt kita peroleh dg hanya duduk diam tanpa berusahameraihnya. Ada suatu term wkt menuju kesana, saya menyebutkan sbg 'saat kitaber-investasi", dg kata lain ’menggunakan kesempatan’. Dan krn kasihNya,kita semua diberikan kesempatan tsb.

Sbg investasi awal namun sbg kunci meraih berkat2Nya tsbadl dg memulai hidup dlm pimpinan Roh Allah & berhenti melakukan sgala halb'dasarkan kemauan kita sendiri, atas apa yg kita fikir & apa yg kitakehendaki.

Investasi hanya dpt kita lakukan, saat kita berkomitmenuntk bjalan dg Tuhan, dg pimpinan Roh Allah, yg kita bisa dapatkan stelah kitaberdoa, bertobat, berserah & memberi diri pd kasih & kuasa Allah saja. Saat kita memutuskan untk "Put Him first in our life", disinilahhidup kita terbuka untuk menerima sgala berkat & keselamatanNya.

Stelah kita menyatakan komitmen tsb mk Tuhanlah ygmemegang & menuntun langkah hidup kita; memberikan rambu2Nya untk mana ygbenar / mana yg salah, mana yg berkenan / mana yg tak berkenan, mana yg hrsdijalani / mana yg tdk boleh dilakukan.

Melakukan sesuatu dg benar sejak awal adl ber-investasi. 

Sbg contoh kecil: saat kita dihadapkan pd pilihan untkpergi ke persekutuan doa /  gereja ataukahpergi ke suatu acara pesta?. Lalu kita memilih untk ke gereja, dan teman2mumen-tertawai & mengolok2; mk tersenyum & biarkan saja, krn berbahagialahkita yg sdh mulai ber-investasi (walau kecil2an, hanya dg ke gereja), sdgkan yglain menyia2kan kesempatan investasi tsb & tdk mendapat apa2. Doakansaja:”Kasihanilah & ampunilah ya Bapa, krn mrk tdk tau yg mrk lakukan.”

 Saat kita diberi rjeki lebih, kita dihadapkan pilihanuntk memberikan sbagian untk pelayananmu (berbagi dg yg membutuhkan), ataukahuntk membeli brg baru demi gaya hidup kita (yg tak pernah ada habisnya namuntak berguna)?. Jk kita memilih untk memberi demi pelayananmu, mk berbahagialahkrn kita sdh menambahkan investasi kita, sdgkan yg lain sebaliknya.

Yesus berkata tentang apa yang dicari oleh orang-orang yangtidak mengenal Allah. ”Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; dibumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.  (Matius 6:19)

Orang yang tidak mengenal Allah mencari & mengumpulkan hal duniawi untuk dirinyasendiri (bukan untk Allah & sesama) yaitu kemewahan, materi, harta benda,jabatan, ketenaran, dan lainnya, smuanya yg tdk berguna dan hanya akn musnah. 

Dlm perjalanan ber-investasi, pengendalian diri adl syarat utama. Kita hrs blajar untkhidup tdk egois, tdk mencari keesenangan diri sendiri,  namun hidup memberi diri untk kebaikan +kebahagiaan org lain. 

Saat kita berbuat kebaikan dalam kebenaran, adalah saatkita ber-investasi, namun itu juga saat kita diuji dalam hal ketulusan &kasih. Krn saat kita ber-investasi, maka kita hrs menyangkal diri (mengorbankankepentingan pribadi & tdk berbuat untk diri sendiri), dan jg saat kita hrsmenerima ejekan atau nada yg tdk mendukung. Namun yakinlah, bhw jalanmu untkber-investasi sudah benar dan kita sdh menanam benih kasih, untk suatu saatboleh kita tuai. Apa yg kita fikir dan taburkan dlm perbuatan, adl benih yg aknkita tuai. 

Ingatlah selalu saat Yesus ber-inventasi dg sgalapenyangkalan diri, pemberian diri, dg sgala penghinaan & penderitaan, Diajalani dg yakin & tanpa mengeluh. Hasil investasiNya adl kemuliaan dankeselamatan, yg bukan untk Dia sendiri, namun untk kita yg dikasihiNya.

Mulailah ber-investasi, smakin awal, smakin banyak waktuyg kita bisa gunakan untk ber-investasi & menabung banyak berkat. Yg terpentingadl ’selagi kita punya kesempatan tsb’, Fikirkan dan lakukan bgmana dirimu bisamjd berkat untk org lain!. Demi mencari kerajaan Allah & kebenaranNya, mksmuanya akn ditambahkan bagimu.

Salamdamai,

*A*

A little Bread for our Soul: PENGADILAN CINTA KASIH ALLAH



PENGADILAN CINTA KASIH ALLAH

”Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan dihadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.”

SabdaNya: ”....Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hinapun, kamu telah melakukannya untuk Aku.” (Matius 25:31-46)

**********************

Suatu saat, di surga yg indah, Tuhan tersenyum & berterima kasih kepada seseorang dan berkata: "Anakku, trimakasih karna kamu telah mengasihi-Ku dan berbuat baik untuk-KU."  

Lalu orang tersebut berkata: "Mengapa KAU bertrima kasih kepadaku, Tuhan? Karna aku bukan siapa siapa, dan tak berjasa apapun untukMU selama hidupku?". 

 Lalu Tuhan menjawab:"Anakku, ingatkah? :
  • Saat dalam segala godaan dan pencobaan, kamu selalu mencari-Ku dan berserah kepada-Ku, memohon ampun dan meminta pertolongan dari-Ku.
  • Saat dunia menawarkan segala hal, kamu lebih memilih untuk melakukan kehendak-KU dan hidup seturut dengan perintah-KU.
  • Saat penderitaan menyertaimu dalam jalan kebenaran-Ku, kamu tulus dan bertahan untuk tidak jatuh kedalam godaan dan dosa.
  • Saat, walaupun kamu tdk berlebihan namun kamu memberikan sisa uangmu pd sesamamu yg kelaparan, krn kamu berfikir lbh baik kamu tdk makan drpd mrk yg tdk bs makan.
  • Saat sgala hasil kerjamu, membuatmu tak mampu sering membeli baju, namun kamu memberikan bajumu pd org yg kedingingan.
  • Saat sesamamu tdk punya tempat tinggal, kau memberikannya tumpangan atau bantuan.
  • Saat dalam keletihanmu bekerja mencari rejeki, kamu sempatkan mengunjungi & berbagi rjeki dgn mereka yg kesusahan, dg anak yg tdk punya orangtua, dan dg orang jompo & orang cacat yg terlupakan.
  • Saat kamu perduli thd sesamamu (tidak acuh dan melupakan), untk menemani yg sdg sakit, menyemangati teman yg punya beban masalah.
  • Saat kamu melihat sesamamu dlm ketidak-tentuan jiwa, dalam ’kering & dahaga’, dalam letih lesu, dalam kuasa dosa, dalam derita; kamu memikirkannya, mendoakannya, menemaninya, menyemangatinya, juga  mengajaknya berdoa demi mencari kesegaran, kekuatan, kasih, kuasa & keselamatan dariKu.
  • Saat walau kamu tdk punya sesuatu untk menolong sahabat / sesamamu, kamu memberikan waktu & kasihmu untk menyatakan perhatian, penghiburan & doamu untuknya.
  • Dalam segala kerendahan hatimu dan ketulusanmu, kamu selalu berbelas kasih dgn berusaha memberikan yg kamu bisa untk kedamaian, kebahagiaan dan keselamatan  org lain.
Saat saat itulah, kamu melakukannya untukKU, shg mereka merasakan kasihKU dan memandang kemuliaanKU melalui kasih & ketulusan hatimu. 

Lalu sabdaNya kemudian: “…..Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang disebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku. Dan mereka ini akan masuk ketempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.”(Matius 25:31-46)

Seperti orang-orang yg berlimpah materi, entah kelimpahannya itu dari cara yg benar atau dari cara yg salah, namun: 


  • dalam hidupnya hanya sibuk mengumpulkan harta duniawi & tenggelam dalam kedagingannya, dengan meng-halal-kan segala cara; hingga tidak pernah ingat Aku, selalu melanggar perintah-Ku, melawan kebenaran-Ku & dengan sadar terus berbuat dosa dan tidak mau bertobat.
  • dalam hidunya, ia lebih memilih jalan yang mudah namun berlumpur dosa demi memenuhi nafsu ke-duniawian dan kedagingannya, hingga tidak pedulu & meninggalkan Aku.
  • dalam hidupnya, hanya berfikir untuk kepentingan dirinya sendiri, menutup hati terhadap sesama dan tak berbelas kasihan thd sesama;
  • sibuk dgn ego & urusan sendiri, shg tdk perduli, tidak berbuat kebaikan dan melupakan sahabat / sesama;
  • sibuk dg sikap tinggi hatinya, ego dan hawa nafsunya, shg menyakiti sesama / sahabatnya;
  • Perbuatan yang dia lakukan bukan dalam kasih dan ketulusan, namun dengan maksud untuk mencari pujian.

Dan demi semua kesemuan dunia itu, orang tersebut tidak mau mendengarkan Aku, tidak mau menuruti Aku, tidak mengasihi Aku, tak ada hati untk sesama, tak berbelas kasih, tak memperhatikan, tak membantu sesama / sahabatnya, malah meng-acuhkannya & menyakitinya. Maka, saat itulah dia tak ada waktu untk-KU, menyakitiKu, tak ingat AKU. Maka AKU-pun tak akan mengingat dia lagi. 

 Apa yg kau terima, adalah apa yg kau pernah beri & perbuat dalam kebaikan.

"Pada senja hidup kita, kita TIDAK akan diadili menurut berapa uang & materi yg kita kumpulkan, berapa hebat keberhasilan kita, betapa terkenalnya kita, namun kita akan diadili hanya menurut perbuatan tulus Cinta Kasih kita kepada Allah dan sesama."

Salam damai,

*A*

A little bread for our soul: DOA ADALAH KEBUN BUAHMU

DOA ADALAH KEBUN BUAHMU

"... nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur."  (Filipi 4:6-7).

Doa itu seperti kebun. 

Peliharalah, maka doa akn berbunga &berbuah.

Ketekunan dlm memelihara doamu, aknmembuat kebunmu berbunga indah & berbuah limpah & manis.

Doa adl berkomunikasi dg Allah, komunikasi2 arah adl cara agar kebunmu berbuah.

Berdoalah dimana saja kamu berada, krnTuhan ada dimana mana, namun sejatinya, Tuhan ada di inti jiwamu.

Jk kamu menginginkan sesuatu, bertanyalah dulu pd diri sendiri: 'Apakah akumenginginkan hal yg dikehendaki Tuhan & untk kebaikan, atau hanya demi ego diri sendiri?'

"Doa org benar bila didoakan dg benar, mk besar kuasanya" (Yakobus 5)

Bila kamu merasa sedih, menyesal, tak menentu, dlm derita, dlm keputus-asaan;menangislah dlm doamu, krn air mata adl doa dr hati. Bahkan airmata adl RohNyayg membasuh jiwa.

Sebaliknya,bila jiwa & ragamu terasuki hal yg tdk baik; sikap yg tdk tenang, fikirannegativ yg merusak damaimu; berdoalah, agar kuasaNya mengenyahkan smua itu& menggantinya dg damai sejahtera & keselamatan. 

Bila hatimu dipenuh rasa damai, syukur, kekaguman, kerinduan, sukacita, pujian; berbahagialah, krn Roh Allah tlah meresap & bertahta di jiwamu, dan sdg berdoa untkmu pd Bapa.

Bernyanyilah dlm pujian, krn bernyanyi adl doa yg indah.

Bila doamu mjd kering & rutin,teruskan saja. Dia sdg mempersiapkan pelepas dahagamu. Spt tanah ygkering, menyambut datangnya sang hujaan. 

Berdoalah, distiap saat dirimu takdiharuskan focus pd tugas duniamu; saat di perjalanan, saat istirahat, saatberjalan, saat duduk di tempat santai; hanya dg ucapan dihati: Tuhan, kasihilah& kasihanilah daku (berulang2), seirama tarikan nafasmu. Doa singkat inisgt berkuasa.

Bila krn suatu hal kamu sdg tdk bisaberdoa, bersantailah saja. Sedetik pejaman matamu sambil memanggil namaNya, itusdh sebuah doa.

Sediakanlah wktmu untk berdoa. Mk SangMaha Segala akn menyediakan RohNya untkmu.

DGN DOA, ada limpahan buah RohNya: kasih,sukacita, kekuatan, damai sejahtera, kesabaran, positiv mind, kemurahan, kesetiaan, ketulusan, pengorbanan, rendah hati, kebaikan, kesetiaan, pelayanan,kelemah lembutah & penguasaan diri.

TANPA doa, kita hanya akn punya SEBALIKNYA.

Doa mengubah segala2nya. 

DIA hanya sejauh doa.

salam damai,

*A*

A little bread for our soul : Buah Roh Kudus yang membawa pada keselamatan.



Buah Roh Kudus yang membawa pada keselamatan.

Dalam perjalanan hidup iman Christiani, sebagai anak2 pilihan dari Tuhan Yesus Kristus, kita dipantaskan untuk boleh menyandang nama kudusNya, adalah saat kita telah berusaha hidup berkenan dan menghasilkan buah Roh, seperti yang Tuhan Yesus kehendaki.

Karna tanpa hidup yang berkenan & berbuah, maka hidup manusia bagaikan sebuah padi yang tidak berbulir / berisi, yang hanya menjadi gabah kering dan tidak menampakkan kemuliaan Penciptanya.

Pohon yang berbuah sedikit mempunyai carang yang naik. Begitu banyak orang kelihatan bagus, hebat dan tinggi tetapi belum tentu berbuah. Mengapa? Karna orang tersebut tidak mau mengusahakannya, dan itu pilihan dari sebuah kehendak bebasnya. Siapa yang memandang orang tsb hanya berharap, agar sikap dan perbuatannya tidak memberikan celah untuk orang lain bisa menghujat atau menghina siapa dibalik orang tsb, yaitu Tuhan Yesus sendiri.

Jika suatu ranting sudah berbuah, dengan sendirinya ranting itu akan menunduk. Pohon yang banyak berbuah mempunyai carang yang turun.

Namun Tuhan Yesus mengingatkan agar kita selalu rendah hati. Seperti azas padi, yang akan merunduk saat bulirnya sudah menjadi penuh dan berbuah. Begitulah kita yang hidup dalam iman kepada Kristus, semakin kita berbuah, maka kita harus semakin merunduk dalam kerendah hati-an.
Hidup berbuah adalah hidup yang dikehendaki Allah. Ibarat matahari yang memiliki beberapa elemen, seperti panas, cahaya, sinar, dan kekuatan, demikian pula dengan konteks buah Roh Kudus. Buah Roh memiliki 9 elemen yang esensial, yang menyempurnakan satu sama lain. Kesembilan elemen ini dibagi menjadi 3 bagian: 

1. Pertama: kasih, sukacita, damai sejahtera (Yun. Agape, Chara, Eirene), adalah relasi kepada Allah.
2. Ketiga: kesabaran, kemurahan, kebaikan (Yun. Makrothymia, Chrestotes, Agathosyne), adalah relasi kepada sesama.
3. Ketiga: kesetiaan, kelemah-lembutan, peguasaan diri (Yun. Pistis, Prautes, Enkrateia), adalah relasi yang berkaitan dengan inner life (kehidupan di dalam diri seseorang itu sendiri).

Mengapa Santo Paulus dalam Alkitab memakai istilah “buah” dan bukan istilah lain seperti “sifat”, “karakter”, atau “kepribadian”?

Secara sederhana ia ingin melukiskan gambaran yang sederhana. Sama seperti buah yang dihasilkan secara alamiah oleh sebuah pohon, demikian juga seharusnya hidup orang percaya menghasilkan buah pertobatannya dari Pohon Kehidupan itu. Yaitu dengan pertobatan, maka kita dihantar oleh Roh Kudus ke dalam pembentukan diri yang lebih baik, melalu karunia2 dan buah RohNya.

Roh Kudus bekerja dengan 2 cara:
  1. Roh Kudus bekerja di tengah dunia ini untuk menginsafkan dunia akan berbagai kebenaran Allah (Yoh. 16:8-11)
  2. Roh Kudus bekerja di dalam diri orang percaya & orang beriman untuk memimpin orang tersebut ke dalam seluruh kebenaran Allah (Yoh. 16:13-15).
Kehadiran Roh Kudus adalah untuk membantu setiap anak Tuhan memerangi kedagingannya dan menggantikannya dengan buah Roh. Sehingga seperti menanam sebuah pohon, Roh Kudus membantu kita dari sejak menabur benih, menyemainya, merawatnya, sampai nanti pohon tersebut bertumbuh, berbunga & berbuah.

Kehadiran Roh Kudus akan menjadi nyata dan menghasilkan pohon yang berbuah, hanya jika ada kerjasama yang baik dari kita untuk berusaha terus hidup dalam tuntunan dan mengandalkanNya, dalam segala hal dan dalam sikap & perbuatan nyata.

Namun kehadiran buah Roh bisa saja tidak nampak dalam diri orang percaya, manakala orang percaya tersebut tidak menempatkan dirinya di bawah pimpinan Roh. Yang menjadikan orang tsb kalah terhadap hidup kedagingannya. Inilah keadaan yang disebut sebagai ‘tidak melakukan apa yang  kamu kehendaki’, seperti ayat dibawah ini:

“Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging--karena keduanya bertentangan--sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. (Gal. 5:19-21). 

Sehingga ingatlah selalu, bahwa kita yang telah ditebus oleh Yesus Kristus, haruslah menjadi berbeda, karna: “Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.” (Galatia 5: 24)

Maka sudah selayaknya, kita sebagai pengikut Kristus, yang memiliki Roh Kudus, harus menang terhadap kedagingan. Sehingga Yesus hanya menghendaki kita hidup dalam Roh dan hidup yang berbuah, yang membawa kita pada kemenangan, kemuliaan dan keselamatan.

Mengapa kita sebagai umat beriman harus hidup berbuah?

Karna itulah kehendak Yesus Kristus, sebagai Pokok Anggur kita.

Kita telah mempelajari bagaimana Allah Bapa & Yesus Kristus mengasihi kita dlm sgala hal dan juga melalui pencurahan Roh Kudusnya.

Kita telah mengenal, mengakui dan menerima Roh Kudus itu dalam hidup kita. Kita telah memahami bhw kita dipersenjatai oleh Allah dgn sgala karunia2 dan buah2 Roh Kudus, sbg bekal dalam menjalani hidup ini agar selalu bisa berjalan dlm jalan kebenaranNya.

Dan juga bagaimana cara pengendalian diri yg bisa membawa kita pd kebaikan dan keselamatan Allah.

Pengendalian diri adalah karakter sang Pencipta yang ditonjolkan dalam kehidupan Tuhan Yesus, dan dengan bantuan Roh Kudus kita dimampukan untuk dapat mempraktekkannya dalam hidup kita, agar hidup kita berbuah.

Yg berarti, sgala 'penolong' sudah Allah berikan, sekarang tinggal kita  yg hrs mengusahakannya.

Semua perlengkapan sudah diberikan, sbg pemenang, kitalah yg harus maju dan meraih kemenangan itu. Maka mulailah berusaha dan berjuang, agar hidup kita berkenan & berbuah!.  

Bila kita mau dibentuk serupa gambar Allah, kita harus berserah dan mengijinkan Tuhan sendiri yang berkerja agar kita memiliki pengendalian diri dan memuliakan Tuhan pada saat kita berbuah didalamNya.

Kita, sebagai anak2 Allah, yg telah dibekali oleh kuasa Roh Kudus, semuanya diberikan kemampuan2 itu seturut kebijaksanaan Allah.

Namun smua itu tergantung pada masing masing kita. Apakah kita mau berjuang untuk melaksanakan tugas dan pekerjaan yang Allah berikan tsb? Apakah kita mau berjuang untk hidup yg bertumbuh dan berbuah, agar kita berkenan kepadaNya?

Atau hanya diam saja, tidak melakukan apa2, terus 'berbakti' pd kenikmatan duniawi, atau hanya tetap sibuk dgn diri sendiri dan acuh thd harapan2 Allah?.

Kembali lagi, semua itu adalah kehendak bebas yang masing2 pilihan akan mendapatkan upah & pertanggung-jawabannya masing2.

Jika kita pernah bertanya, apa tujuan Allah menghadirkanmu di bumi ini, atau apa tujuanmu hidup di bumi ini?

Hanya 1 jawaban intinya, yaitu: untuk hidup memuliakan Allah.

Mengapa? Krn hidup kita yg sedemikian berlimpah ini, dan apa yang kita miliki (dapatkan) bukanlah krn kebaikan atau hasil usaha kita, tapi melulu adalah krn kebaikan dan kemurahan Allah. Bahkan oleh darah, derita dan wafatNya, hidup kita telah ditebus dgn lunas.

Sehingga sudah sepantasnyalah hidup kita menjadi sarana untk namaNya dipermuliakan, bukan sebaliknya!.

Bagaimana hidup kita dpt memuliakanNya? Yaitu dgn hidup dalam Roh dan kebenaran, serta berbuah.

Selamat berjuang dalam menghasilkan buah buah roh yg manis yg akan me-maniskan hidupmu dalam Allah dan sesama. Agar hidup kita smakin serupa dgn gambaranNya.

Semoga hidup kita semakin berkenan dan bermakna bagi Allah dan sesama, agar kemuliaan namaNya dpt bersinar atas hidup kita.

Ingatlah selalu: "..AKU-lah pokok anggur, kalian adl cabang2nya. Org yg bsatu denganKu & Aku bsama dia, akn berbuah banyak. (Yoh 15:5)

"...Org yg TIDAK tetap bersatu denganKu & TIDAK berbuah, akan dibuang spt cabang yg menjadi kering.... dan dibuang ke dlm api & dibakar." (Yoh 15: 6)

Pada derita salibNya, dlm sakarat maut, Yesus berkata: "Aku telah melaksanakannya (Aku telah mengasihimu sehabisnya dengan derita & wafatKu)."

Kini Yesus bertanya: "Apakah kau juga mengasihi-KU dengan sungguh?"

Salam damai,

*A*