Novena Kanak-Kanak Yesus

Keajaiban Doa Novena Kanak Kanak Yesus dan Doa Mujizat

Keajaiban Doa Novena Kanak Kanak Yesus dan Doa Mujizat Mari kita bersama mendoakan Novena Kanak Kanak Yesus dalam menyambut kelahir...

Rabu, 25 September 2013

A little Bread for our Soul: ALLAH MENJADIKANMU LEBIH DARI PEMENANG



ALLAH MENJADIKANMU LEBIH DARI PEMENANG

"...Buluh yg patah terkulai, tak akn diputuskanNya & sumbu yg pudar nyalanya, tdk akn dipadamkanNya.." (Matius 12: 20)

Sering kita berada dlm suatu keadaan, dimana sgala mslh dan beban hidup sdh tdk mampu lg kita tanggung. Seolah sgala cara sdh kita lakukan, namun tdk membawa kita pd keadaan yg lbh baik, bahkan rasa hampa, gagal, bingung dan putus asa mendera kita.

Kita memakai sgala kekuatan kita, cara kita, namun tdk membawa kita kemana2.

Inilah saat dimana, kita harus 'kembali' pd Sang Maha Kasih dan Sang Maha Segala, krn hanya Dialah, kita mjd sgt berharga, spt kata2Nya diatas: bhw buluh yg sdh terkulaipun tdk akn Dia patahkan, namun akn Dia topang & pulihkan agar mjd tegak kembali.

Bgmana kita mengatasi & memenangkan pergumulan:

1. Bersikap tenang & berdoa : serahkan smua pergumulanmu pdNya, minta kekuatan & bantuanNya untk bekerja bersama kita menghadapi & memenangkan pergumulan.

Spt janji dlm firmanNya:

"Dan apa saja yg kamu minta dlm doa dg penuh kepercayaan, kamu akn menerimanya' (Mat, 21-22)+ 'Dalam tinggal tenang & percaya, disitulah letak kekuatanmu' (Mar 15).

2. Berbagi bsama sahabat yg baik, yg memberikan kekuatan, dukungan, nasehat, bahkan yg mau membantumu dalam doa. Krn Allah jg berbicara melalui seseorang yg Dia pakai mjd 'alatNya' untk menyampaikan pesan2 untkmu sehubungan dg perkaramu. Pesan yg menyejukkan, yg menguatkan, yg menyemangati dlm kebaikan, atas keyakinan thd kasih & kuasaNya, adl pesan dr Roh Kudus untkmu yg Dia tiupkan melalui sahabat baikmu.

3. Berhenti pesimis & mengeluh atas apapun. Dg tegas namun tenang, hadapi masalah, bukan menghindari. Bjuang dg kekuatanNya untk menyelesaikannya. Yakinkan hati bhw bersamaNya, sgala perkara bisa kita tanggung & selesaikan dgn baik. Katakan pd masalahmu: " Aku punya masalah, namun aku punya Allah yg lebih besar dr masalahku, dan aku punya Allah yg dasyat dan setia yg akn menyelesaikan masalahku."

4. Tetap percaya & berserah diri penuh pd kehendakNya.  "Bagi Allah tdk ada yg mustahil krn Dialah yg mencipta langit bumi & sgala isinya (Yer 32: 26-27, 17).

Krn dlm hidup, dlm sgala perkara, hanya Allah yg lbh tau, Dia yg lbh mengerti, sgala yg ada pdmu kini & nanti. Dan kehendakNya adl yg tbaik untkmu. Krn Dia akn tegakkan kamu lg.

Berlari dan smakin menjauhi masalah, bukanlah menyelesaikan, namun awal dr lingkaran mslh yg tak akn selesai dg baik. Dg kekuatanNya yg tlah kita terima (dr no 1+2 diatas), kuatkanlah hatimu untk menghadapinya dg spenuh yakin dan percaya, bhw Dia bekerja bersama kita untk membereskankan sgala perkara kita menuju kebaikan buat kita dan semua pihak.

Jgn minta Dia memindahkan 'gunungnya', walau itu menghalangimu. Tp mintalah kekuatanNya untk mendaki gunung tsb, agar pd saat kau meraih puncak, kau boleh bersuka cita atas kemenangan yg sejati, yg berkenan kpd Allah.

Berikanlah dirimu ditegakkan Allah, spt buluh yg sdh patah terkulaipun, tak akn diputuskanNya. Apalagi kita, yg sgt berharga bagiNya dan dikasihiNya, Dia akn menjadikan kita lebih dari pemenang.

Salam damai,

*A*

A little Bread for our Soul: APAKAH GUBUKMU HARUS TERBAKAR LEBIH DULU?



APAKAH GUBUKMU HARUS TERBAKAR LEBIH DULU?

"...Allah turut bekerja dlm sgala sesuatu untk mendatangkan kebaikan bagi mrk yg mengasihi Dia." (Roma 8:28)

Dlm sbuah kecelakan kapal, hanya ada 1 pria yg slamat. Kecelakaan tsb tjd krn kelalaiannya yg tdk memeriksa keadaan kapal dg baik sbelum blayar. Ia terdampar di pulau yg kecil & tak berpenghuni. Pria ini berdoa spy Tuhan menyelamatkannya & bbrp hari dia menanti, tp seolah tdk ada sesuatupun yg datang menolong.

Akhirnya dia bjuang bertahan disitu dg berhasil m'bangun gubuk kecil dr kayu apung unt melindungi dirinya dr cuaca. Suatu hari, dia mendapati gubuk kecil itu terbakar, asapnya mengepul ke langit. Dan yang hilanglah semuanya.

Dia menangis, sgt sedih & marah. "Tuhan, teganya Engkau melakukan ini padaku?"

Keesokan harinya, dia t'bangun oleh suara kapal yg mendekati pulau itu. Ternyata kapal itu dtg untuk menyelamatkannya. Pria itu btanya pd pemilik kapal: "Bgmn kamu tahu bahwa aku di sini?". Jwbnya: "Kami melihat tanda asapmu & segera kesini", jwb mrk.

Sbg manusia, terkadang kita sering mengeluh, marah & mudah menyerah, terlebih ketika keadaan trasa buruk, trasa menderita. Pdhl keadaan yg buruk tsb mgkn tjd krn kesalahan / kelalaian kita sendiri. (Sdgkan Yesus menderita bukan krn kesalahanNya tp krn dosa kita, tp Dia tak pnah mengeluh).

Namun pd kenyataannya, Allah tdk pnah tinggal diam. Krn kasihNya, Dia slalu bekerja dlm hidup kita, terlebih saat kita dlm mslh, kesedihan & kesusahan. Tentunya dg sgala cara yg tdk terselami oleh fikiran manusia, krn mmg Allah adl Maha Segala & Besar yg tak terselidkii kuasaNya.

Ingatlah, ketikapun 'gubukmu' hrs terbakar, itu adl "tanda asap" bg kuasa Tuhan. Ketika ada kejadian m'nyakitkan / m'nyedihkan, kita harus yakin bhw p'tolongan Tuhan tak pernah t'lambat & pasti ada rencana Tuhan yg indah + hebat shg hal tsb hrs tjd lbh dulu. Ingatlah selalu bhw rancanganNya adl rancangan damai sejahtera yg membawamu pd masa depan yg penuh harapan.

"Tetaplah byukur & melihat kebaikan Tuhan dlm suka & dukamu. Krn dibalik stiap pencobaan, slalu ada berkat besar yg Dia sediakan, bg kita yg percaya & b'pegang teguh pd janjiNya."

Salam damai,

*A*






A Little Bread for our Soul: MENANTIKAN TUHAN

MENANTIKAN TUHAN

"Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlahdan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!" (Mazmur 27:14)

Menunggu bagi banyak orang merupakan sesuatu yang membosankan. Tidakjarang pula orang menjadi kesal ketika menunggu. Baik ketika mengantri di bank,kasir dan sebagainya, menunggu kedatangan seseorang yang sudah melewati waktusesuai perjanjian, menunggu giliran di rumah sakit atau praktek dokter danlain-lain. Saya mengenal pula beberapa orang yang menjadikan menunggu sebagaisebuah isu penting bagi diri mereka. Maksud saya, apa yang paling mengganggubagi diri mereka lebih dari hal lainnya adalah apabila mereka harus menunggu.Berbeda beberapa menit saja bagi mereka sudah merupakan sebuah gangguan yangbisa menimbulkan kekesalan bahkan kemarahan. 

Bagaimana ketika kita menanti jawaban dari Tuhan disaat kita mengalamimasalah berat? Seringkali jawaban Tuhan datang tidak secepat yang kitainginkan, dan banyak orang yang menjadi lemah karena ketidaksabarannya.

Dalam Alkitab, kata menanti atau menunggu ini sering diarahkan lebih kepadasikap ketimbang sekedar kata kerja aktif. Menantikan Tuhan, itu artinya mempercayaiDia sepenuhnya. Itu sebuah sikap yang kemunculannya akan sangat tergantung dariseberapa besar kita mempercayai Tuhan dalam segala permasalahan yang kitahadapi. Daud berseru "Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!" (Mazmur 27:14).  

Kita tahu Daud bukanlah orang yang sama sekali tidak pernah mengalami masalah.Justru sebaliknya, dia kerap berada dalam situasi mencekam, bahkan tidak jarangnyawanya terancam dalam kejaran musuh. Tapi justru dari Daudlah kita menemukanseruan seperti ini, sebagai gambaran sikap hatinya dalam menghadapi berbagaisituasi sulit dalam perjalanan kehidupannya.

Bagaimana Daud bisa memiliki sikap seperti itu? Jika kita membaca Mazmur 27 inidari awal, maka kita akan mendapatkan dasar-dasar pemikiran Daud yang akanmembuat kita mengerti mengapa dia bisa seperti itu. Awal Mazmur ini dibukadengan "TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah akuharus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harusgemetar?" (ay 1).  

Seperti itulah Daud memandang Tuhan. Lewat pengalaman-pengalaman pribadinyasejak kecil dia tahu bahwa Tuhan selalu sanggup melepaskannya dari bahaya. Jikadulu bisa, mengapa sekarang tidak? Selanjutnya ia berkata "Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan akudalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu."(ay 5). Dalam situasi bahaya, Daud yakin sepenuhnya bahwa Tuhan akanmenyembunyikan dan melindunginya. Untuk itu Daud berharap agar Tuhan tidakmenyembunyikan muka darinya, lebih dari orang tuanya di dunia (ay 8-10). Dankita bisa melihat imannya yang dengan tegas berkata: "Sesungguhnya, akupercaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup!"(ay 13). 

Semua ini merupakan hasil dari pengalaman pribadi Daud yang akhirnyaia pakai untuk memberi nasihat kepada kita agar mau terus menantikan Tuhanmeski situasi yang kita hadapi sangat sulit dan pertolongan Tuhan belum jugadatang seperti yang kita harapkan.

Menantikan Tuhan itu artinya percaya sepenuhnya kepadaNya, menyerahkan seluruhhidup kita ke dalam tanganNya. Menantikan Tuhan juga membawa banyak kebaikanbagi kita. Bagi orang yang tekun menantikan Tuhan, Tuhan berjanji untuktidak akan mendapat malu "Maka engkau akan mengetahui, bahwa AkulahTUHAN, dan bahwa orang-orang yang menanti-nantikan Aku tidak akan mendapatmalu." (Yesaya 49:23). 

Orang yang menantikan Tuhan juga dikatakan akanmendapatkan kekuatan baru: "tetapi orang-orang yangmenanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yangnaik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu,mereka berjalan dan tidak menjadi lelah." (Yesaya 40:31) bahkandikatakan pula akan mewarisi negeri. "Sebab orang-orang yangberbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHANakan mewarisi negeri." (Mazmur 37:9). 

Sungguh dasyat janjiNya, bukan?

Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari, seperti apaakhir dari perjuangan kita ketika menghadapi masalah, tetapi semua tergantungdari sikap dan keputusan kita apakah kita mau menantikan Tuhan dengan sabar dantekun, percaya sepenuhnya kepadaNya.

Atau kita mau marah, kecewa, dan menyerah, lalu lebih memilih untukmeninggalkan Tuhan dan mencari alternatif-alternatif lain, dan akhirnya menyeret kita pd keadaan yg tidak baik, yg tdk memberikan penyelesaian / jawaban atas perkara2 kita, malah bahkan seperti menyerahkan diri kita pd kuasa dosa yg memisahkan kita dari kasih dan keselamanNya??

Daud membuktikanbahwa menantikan Tuhan itu menyelamatkan hidupnya, dan jika Daud mengalamiseperti itu, mengapa kita tidak? Percayakanlah hidup kita sepenuhnya ke dalamtangan Tuhan, dan teruslah meneguhkan serta menguatkan hati dalam menantikanTuhan. Pada saatnya nanti, kita tidak akan menyesal telah mengambil keputusan itu.

Ingat selalu janjiNya: 

, ”Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yangada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damaisejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depanyang penuh harapan.” (Yeremia 29 : 11)

Tekun dalam menanti-nantikan Tuhan akan membawa kita menyaksikanpertolonganNya yang ajaib dan mujizatNya yg nyata.


Salam damai,
 A



A little Bread for our Soul: BERTEKUN DALAM PENDERITAAN DEMI BERJALAN DI JALAN ALLAH (versi 2)


BERTEKUN DALAM PENDERITAAN DEMI BERJALAN DI JALAN ALLAH (versi 2)
 
 “....Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan (pada Allah] tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” (Roma 5: 3-5)

Tuhan mempercayakan saya mendengar dan menemani beberapa sahabat dg beragam perkara yg mreka hadapi. Dan umumnya, mereka merasa sangat terbeban dan menderita dg perkara2 tsb.
Hal yg utama saya sampaikan adl: Bagi kita yg mengimani Kristus, sgala perkara tsb bukanlah penderitaan. Namun suatu keadaan dimana Allah berkenan menarik kita kembali ke tahta kasihNya.
Mengapa?

Krn perkara2 tsb adl salah 1 jalan Allah merindukan dan memanggil kita kembali pd tangan kasihNya. Dan Allah berjanji bhw Dia yg juga merasakan penderitaan kita, juga akn menanggungnya bsama dg kita.

Harus ditekankan disini bahwa kesengsaraan yang dimaksud disini bukan berarti kita senang dengan penderitaan, mencari-cari kesulitan atau senang bersakit-sakit, namun kita bersukacita karena kita mau mentaati perintah Tuhan dan menjalani hidup yang berkenan bagi Tuhan, walaupun didalamnya kita banyak mengalami tantangan dan kesulitan. Kesengsaraan yang kita alami adalah kesengsaraan demi nama Kristus.

Kita justru harus bersukacita dan bermegah karena kita mempunyai pengharapan akan kemuliaan Tuhan, dan kesusahan yang kita alami adalah sarana yang Tuhan pakai untuk menjadikan kita terus bertekun dalam pengaharapan. Penderitaan harus kita alami karena penderitaan akan menimbulkan ketekunan dan kesabaran. Ketekunan dan kesabaran adalah salah satu dari buah-buah roh.

Dalam menghadapi kesulitan ketika kita ingin mentaati kehendak Tuhan yaitu hidup sesuai dengan perintah Tuhan, karena kita terus bertekun dalam pengharapan, maka justru kita makin menyadari betapa kita perlu anugrah dan kekuatan Tuhan. Bila hidup kita lancar dan tidak mempunyai masalah, justru kita mudah menjadi lupa akan penyertaan Tuhan karena semuanya tampak baik-baik jalannya, tidak ada kesulitan yang harus dihadapi. Oleh karena itu, pada saat kita bertekun dalam pengharapan, maka seperti lirik lagu “Sepanjang jalan Tuhan pimpin, itu cukup bagiku” akan memiliki arti yang dalam dan memberikan penghiburan disaat menghadapi kesulitan.

Di sisi lain, bila ada kesusahan datang kepada kita, maka kita seharusnya bersyukur karena Tuhan masih mau agar kita bertekun dalam pengharapan, karena seperti dalam nats alkitab diatas, ketekunan akan menghasilkan karakter pribadi yang tahan uji. Dalam suratnya kepada jemaat di Korintus, Paulus juga menulis bahwa Allah menghibur kami dalam segala penderitaan supaya kami dapat menghibur mereka yang didalam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima dari Allah (2 Kor 1: 4). Paulus ingin menyatakan bahwa bila kita bertekun dalam pengharapan, maka Tuhan pun akan memberikan penghiburan agar kita memperoleh sukacita, serta selanjutnya dapat juga menghibur saudara seiman yang juga mengalami penderitaan.

Ketika kita mempunyai pengharapan yang pasti, maka kita akan dapat bertahan dalam kesulitan dan penderitaan, serta semakin berharap untuk menerima kemuliaan Allah. 

Bagi kita yang percaya, dibalik setiap pencobaan, Allah telah menyediakan berkah bersarNya bagi kita.

Salam damai,

*A*

A little Bread for our Soul : BERTEKUN DALAM PENDERITAAN DEMI BERJALAN DI JALAN ALLAH (versi 1)


BERTEKUN DALAM PENDERITAAN DEMI BERJALAN DI JALAN ALLAH (versi 1)

“....Kita malah bermegah jg dlm kesengsaraan kita, krn kita tahu, bhw kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan & ketekunan menimbulkan tahan uji & tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan (pada Allah)  tdk akn mengecewakan...” (Roma 5: 3-5)

Puji syukur Tuhan berkenan mempercayakan saya untk menemani, mendengar & mendoakan sahabat2 dgn beragam perkara yg mreka hadapi. Dan umumnya, mrk sgt terbeban & menderita dg perkara2 tsb.

Allah tau bhw dunia tempat kita hidup saat ini adl dunia yg penuh dg sgala kuasa dosa, kuasa gelap, sgala penyimpangan & penuh ancaman. Spt yg dikatakanNya: 'iblis mengincar spt singa yg mengaum2 yg siap menerkam stiap saat, yg memasang busur pd panahnya yg siap dilepaskan pd manusia, terlebih saat manusia tdk waspada. Bahkan iblis smakin berani btatap muka dg muka, dg menyatakan bhw dosa adl sebuah kebenaran yg diperbolehkan & dihalalkan!. (Spt inilah dunia saat ini).

Akibat keadaan dunia skg ini, jg mgkn krn kesalahan / kecerobohan kita, atau jg krn hrs menanggung kesalahan org lain, atau sdg menanti jawaban pmohonan kita, mk msg2 dr kita pasti memiliki mslh & penderitaan.

Hal utama yg saya sampaikan pd mrk adl: bagi kita yg mengimani Kristus, sgala perkara tsb bukanlah semata penderitaan atau hukuman. Namun suatu keadaan dimana Allah berkenan menarik kita kembali ke tangan kasihNya, untk kita dimurnikan, dikembalikan jati diri kita sbg anak terangNya, demi kebaikan kita + org2 yg kita kasihi. Intinya adl krn Dia sgt mengasihi kita & tdk mau kehilangan kita, spt Bapa yg tdk mau kehilangan anakNya.

Penderitaan adl sbuah ujian untk kita boleh 'naik kelas' menuju hidup yg lbh baik, lbh berkenan, bermanfaat & selamat sampai ke 'tujuan'. Dan Allah berjanji bhw tak ada masalah atau derita diluar kemampuan kita, dan Dia akn menanggungnya bersama dg kita, krn Dia mengasihi kita.

Dlm penderitaan & kesesakan, seolah kita bjln dijln yg sempit & tdk rata, namun di jalan keselamatan yg sempit & tak rata inilah, Allah menggenggam kita dan ingin mengajarkan kita untk slalu waspada dan menggunakan sgenap diri kita dg sgt hati2 agar tdk terjatuh & membiarkan diri dg mudah direnggut oleh kuasa iblis yg slalu mengincar org2 yg tdk waspada.

Sebaliknya, dlm hidup yg serba lancar, tanpa derita & serba berkelimpahan, adl spt kita bjln di jalan yg lebar & licin, namun hrs kita ingat bhw setiap saat ada ancaman kita akn terpeleset & jatuh, krn kita tdk waspada & bhati2. Krn seringkali, di jln ini, kita mjd lupa akn penyertaan Tuhan, tdk bpegang dan tdk mengandalkanNya. Kita hanya ingat diri kita, sering terlalu asikk dg kelimpahan kita, tak peduli sesama yg menderita & tak ingat Dia, shg kita lupa bsyukur, mjd egocentris, tinggi hati & tdk waspada. Bahkan tdk sempat menimbang apakah kelimpahan di jalan yg lebar & licin ini berasal dr cara yg berkenan pdNya atau tdk? Disinilah dg mudah iblis merenggut kita dr tangan keselamatanNya.

Spt yg Yesus katakan: '..Lebarlah jln menuju kebinasaan dan bnyk yg masuk ke dalamnya. Dan sempitlah jln menuju pd keselamatan, dan sdikit saja yg mampu melaluinya.".

Sbg pengikut Kristus, kita percaya adanya 'api pencucian'. Berbahagialah kita yg menderita sbg sarana 'api pencucian / pemurnian kita' selagi kita msh di dunia, saat kita msh sempat kembali dan memohon pemurnianNya.

Penderitaan harus kita alami demi ketekunan & kesabaran, dan tahan uji (tangguh m'hadapi sgala godaan & cobaan di dunia yg sdh spt ini demi keselamatan kekal). Smua ini adl buah-buah Roh Allah. Dan siapa yg bertekun & b'pengharapan (di dlmNya), tdk akn dikecewakan atau dipermalukan!

Itulah mengapa Allah menghadirkan Putra TunggalNya, untuk menjalani penderitaan demi penderitaan, sampai wafat di kayu salib, demi penebusan dosa & memberikan keselamatan kekal, namun juga demi memberikan teladan hidup yg benar dan berkenan, agar kita selalu hidup dalam jalan keselamatan. Dan Allah menyatakan, siapa yg bertekun dalam penderitaan demi kebenaran, akn memperoleh kemenangan, spt kemenangan yg Yesus peroleh setelah derita salibNya.

Kita persembahkan penderitaan kita sbg tanda kita mengasihiNya. Berbahagialah kita yang menderita, yg dilayakkan untk mengambil bagian kecil dari derita salibNya, demi memperoleh kemenangan dan kemuliaanNya.

Tetap percaya, memuji, bsyukur, berserah, bertekun, bertahan, mengandalkanNya & memohon pertolonganNya (hanya pdNya). Krn saat kita tdk berdaya, disitulah kuasa Allah sempurna. Tuhan pun akan memberikan penghiburan krn kita menderita demi Kristus, shg kita boleh menyaksikan pertolonganNya yg ajaib, yg memberikan berkat besar & mujizatNya.
Krn Allah ingin kita bersaksi atas keselamatan , mujizat & kemuliaanNya atas penderitaan kita.

Praise the LORD!

Salam damai,

*A*