Novena Kanak-Kanak Yesus

Keajaiban Doa Novena Kanak Kanak Yesus dan Doa Mujizat

Keajaiban Doa Novena Kanak Kanak Yesus dan Doa Mujizat Mari kita bersama mendoakan Novena Kanak Kanak Yesus dalam menyambut kelahir...

Minggu, 22 Maret 2015

A 'Bread' for our Soul: Perjalanan Tri Hari Suci Yesus Kristus

Perjalanan Tri Hari Suci Yesus Kristus



KAMIS PUTIH 

Menjelang wafat-Nya, Yesus mengadakan perjamuan terakhir dengan para muridNya.

Saat memecah roti dan membagikannya, Dia berkata, "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku" (ay. 19).

Perjamuan akhir Kamis malam merupakan kenangan yang sakral, kita diajak untuk mengingat kembali bahwa Yesus telah memberikan hidup-Nya bagi kita, Dia menyatukan diriNya dgn kita dalam cinta kasih yg abadi dan sejati.

Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya.

Moment indah yg Yesus lakukan pd Kamis Putih ini, saat selesai perjamuan kudus, Dia melepas jubahNya, lalu berganti baju layaknya seorang hamba, mengikat kain lengan pd pinggangNya.

Dan setlah itu, Dia berlutut dan membasuh (mencuci) kaki para muridNya satu persatu, dg penuh kasih. Dia yg termulia, Dia yg terpuji, Dia yang paling luhur, berkenan melayani layaknya seorang hamba yg hina.

Namun, Dia lakukan itu krn kerendahan hatiNya dan atas dasar kasihNya pd kita.

Hendaknya kitapun meneladan untk mau rendah hati, membuang jauh sgala ego, kesombongan, dan kesemuan duniawi, demi mampu melayani sesama dan berbagi kasih yg nyata dan tak terbatas seperti yang Dia lakukan untk kita manusia.

TUGURAN (Kamis malam, setelah perjamuan kudus terakhir) - setelah selesai membasuh kaki murid2Nya, Yesus pergi ke Taman Getsemani ditemani beberapa muridNya, untk berdoa pd BapaNya di surga.

Yesus adl sama spt kita, Dia seorang manusia yang juga merasa seperti apa yg kita rasa. Dia tau bahwa sbentar lagi diriNya akn ditangkap dan menderita sampai mati di kayu salib. Dia sgt sedih, takut & gemetar, sehingga Dia tersungkur di tanah sambil berdoa kpd BapaNya dgn keringat dan air mata darah.

"Bapa, bila saja cawan ini lalu dariKu, tapi bukan kehendakKu, tapi kehendakMu yg terjadi".

Demi kita dan seluruh umat manusia, walaupun Yesus merasa takut, namun kasihNya yg sempurna telah mematahkan rasa takutnya tsb dan berserah pada kehendak Bapa untuk Yesus menunaikan rencana keselamatan Allah walaupun melalui sengsara dan wafatNya, yg segera akan Ia alami.

Malam itu juga, setelah selesai berdoa di taman Getsemani, Yesus ditangkap oleh sepasukan prajurit dan dibawa ke penjara, dan mulai malam itulah Yesus harus menanggung ke 15 siksa pada malam sebelum Ia disalibkan:

1. Mereka membelenggu kakiKu dan menyeretKu diatas batu-batu anak tangga, turun menuju kesebuah ruangan kotor dan menjijikan dibawah tanah.

2. Mereka menanggalkan pakaianKu, lalu mencambuki badanKu dengan cambuk yang bersimpul-simpul besi.

3. Mereka melilitkan tali pada badanKu, lalu menarikKu sepanjang lapangan, dari ujung ke ujung.

4. Mereka menggantungkanKu pada sekeping kayu dengan simpul hidup dan mudah terbuka, sehingga AKU jatuh. Dengan siksa yang sedemikian ini, AKU menangis dengan air mata darah.

5. Mereka mengikatKu pada sebuah tonggak, lalu menusukKu dengan kayu yang bercabang.

6. Mereka memukulKu dengan batu, dan memanggangKu dengan bara api dan obor.

7. Mereka menusukKu denagn jarum besar, ujung yang menyerupai tombak runcing merobek kulitKu, daging dan urat-uratKu mencuat keluar dari badanKU

8. Mereka mengikatKu pada sebuah tonggak dan menyuruh berdiri tanpa alas kaki, pada sekeping besi yang panas membara.

9. Mereka memahkotaiKu denagn mahkota besi, menutup mukaKu dengan kain yang kotor dekil.

10. Mereka mendudukan AKU pada sebuah kursi yang dipasang paku-paku tajam yang menyebabkan luka-luka yang dalam pada badanKu.

11. Mereka menyirami luka-lukaKu dengan timah hittam dan damar cair, kemudian mereka menggencetKu pada kursi yang berpaku-paku, sehingga paku-paku ini menusuk membenam masuk semakin dalam dan lebih dalam lagi ke badanKU.

12. Supaya malu dan makin sengsara, mereka menusukkan jarum-jarum dilubang pori janggutKu yang sudah dicabuti. Lalu lenganKu diikatkan ke punggungKu dan mereka menggiringKu keluar dari penjara, dibarengi tamparan-tamparan dan pukulan.

13. Mereka menghempaskanKu pada sebuah salib dan mengikatKu, sedemikian kencang sehingga AKU hampir-hampir tidak bisa bernafas sama sekali.

14. Mereka mendorong keras kepalaKu, sehingga AKU jatuh terlentang ke tanah, lalu mereka menginjakKu yang menyakitkan dadaKu. Kemudian mereka mencopot duri mahkotaKu dan mencucukkannya ke lidahKu

15. Mereka menuangkan dalam mulutKu kotoran-kotoran yang sangat busuk dan menjijikan, sebab mereka kehabisan cara-cara penyiksaan yang sadis-keji kepadaKu


Jumat  Agung

Tanpa bersalah, Yesus menerima hukuman mati.

Dengan rendah hati, Yesus berjalan dari bawah bukit Kalvari, dengan membawa salib yg sangat berat, dgn hinaan, cambukan dan pukulan yg Dia terima di setiap langkahNya. Yesuspun jatuh hingga 3 kali, namun karna kasihNya yg besar, Ia selalu berusaha bangkit dan berjalan lagi untuk menyelesaikan panggulan salib itu sampai ke puncak Kalvari/Golgota.

Sungguh luar biasa perjalanan itu, setelah semalaman Ia disiksa, tidak diberi makan/minum, darah mengucur tanpa henti, luka-luka yang menganga tanpa diobati, tidak tidur; kini Ia harus berjalan memanggul salib di tanah yg berbatu, tersengat matahari, menanjak tinggi dan jauh. Ditambah dengan penderitaan batin dengan segala hinaan dan cacian dari banyak orang. Namun Yesus terus bertahan dan terus bangkit untk menyelesaikan karya penebusanNya terhadap dosa dosa kita.

Jumat Agung merupakan puncak dari penderitaan Yesus, krn luka fisik dan emosi yg dialamiNya dan juga keterpisahaan dg Bapa akibat menanggung dosa dosa kita (Mrk 15:34).

Akan tetapi, sampai hari ini, banyak orang yg hanya mengambil peran memandang Yesus yg disalib dari kejauhan. Jarang sekali orang mau mengambil peran utk mendekat dan memeluk Yesus yang tidak berdaya, dan menghayati makna dr derita dan wafatNya. Sungguh banyak manusia yang tidak menyadari betapa apa yang Yesus tunaikan dalam sengsara dan wafatNya tersebut, adalah demi keselamatan mereka.

Namun Yesus adalah Tuhan yang penuh kasih dan panjang sabar. Dia selalu memberikan kesempatan bagi setiap manusia untuk bertobat dan kembali ke jalan kebenaranNya agar beroleh keselamatan dan kasihNya di bumi hingga di surga.

Semoga penyadaran diri sbg manusia yg lemah & rentan terhadap dosa diharapkan membantu kita utk menyadari betapa kita membutuhkan Tuhan dlm setiap aspek hidup kita. Melalui pantang & puasa, kita diajak utk menghayati bhw hidup ini tak hanya sekedar urusan fisik, tapi juga urusan rohani. Namun acapkali kita mudah sekali lepas dari fokus hidup kita, kita hanya focus pd hal-hal duniawi dan kenikmatan duniawi yg semu dan sesaat lagi akan musnah. Yg justru menjauhkan kita dari kasihNya dan keselamatanNya, dan bahkan membawa diri kita berjalan ke jurang dosa dan kebinasaan kekal.

Semoga kita semua memahami dan menghargai kebenaran yg ada ini, demi keselamatan kita di bumi hingga di surga.

Bertanyalah dalam hatimu: "Yesus, mengapa Kau rela menderita siksa dan hinaan, memanggul salib dan wafat di Golgota?

Dengarlah jawabanNya: "Semua Aku lakukan krn kasih dan cintaKu padamu, anak-anakKu".

Misa Jumat Agung @ Karmel – April 2014

DarahNya sdh tercurah, deritaNya sdh terlaksana, wafatNya sdh menebus dan memberikan keselamatan kekal.

Sabda Yesus: "Jika kamu mau mengikut Aku, maka kamu harus memanggul salibmu (rela menderita demi hidup benar) dan menyangkal diri (melepas sgala ego dan dosa duniawi)."

Betapa besar kasih Allah Bapa shg Dia rela memberikan PutraNya Tunggal untuk dan menderita dan wafat bagi kita.

Sungguh bahagia kami boleh mendampingiMu dalam jalan salibMu. Kami mencoba memanggul salibnya bersama, namun memang sungguh berat. Jalan yang tak rata dan menanjak, matahari yg panas menyengat, rasa lapar dan haus, memaksimalkan derita hinaan dan cambukanMu. Yg akhirnya paku tajam dipukulkan ke tanganMu, Kau tergantung slm berjam2 dlm derita, namun Kau tetap mengasihi & mendoakan mereka yg menyiksa dan menyakitimu. "Yesus, Kau lakukan ini hanya demi kami, org org berdosa??".

JANGAN SIA SIAKAN KASIH ALLAH BAPA & YESUS YG SDH TERCURAH UNTUKMU. JGN TERTINGGAL DLM PENYELAMATANNYA HANYA KRN KITA ASYIK MEMELUK SEMUNYA DUNIA & DOSA.

PASKAH

Dia telah mati, namun kini Dia bangkit utk keselamatan kita:

"Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea, yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga." (Lukas 24:5-7)

Sengsara, wafat & kebangkitanNya, yg telah dinubuatkan para nabi, kini tergenapi dg mulia.

Yesus bangkit dari mati. Alleluya!

Yesus Hidup mengalahkan maut. Alleluya!

Yesus telah menebus dosa2 manusia. Alleluya!

Orang2 yg tdk percaya pada Yesus pasti menyangkal kebenaran bahwa Yesus adalah Allah yg menjelma menjadi manusia, menderita sengsara, wafat dan bangkit dari alam maut. Mereka mengungkapkan argumen2 rasional maupun teologis utk menyangkal iman kita akan wafat dan kebangkitan Yesus, Tuhan kita.

Tidak mengapa, sebab Allah memanggil dan memilih kita yg Dia kasihi, dg karunia khusus, krn kita sgt berharga untkNya.

Maka panggilan kita sebagai murid2 Yesus adalah harus mengalami Yesus yg Hidup & bangkit dan menyertai kita senantiasa. Jangan sampai kita yg sudah dibaptis tetapi tdk pernah mengalami Yesus yg hidup. Kalau itu terjadi, apa bedanya kita dg orang2 yg tdk percaya pada Yesus?

Sebab Yesus berjanji: "Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman" (Markus 28:20). Maka marilah kita undang Yesus dalam hidup kita, mintalah Dia supaya meraja dan memimpin hidup kita dan supaya kita mengalami kasih-Nya, maka hidup kita akan bahagia.

Sgala maut dan dosa kita telah disalibkan bsama Yesus, hidup lama kita yg tak berkenan pd Allah telah turut terkubur bsama Yesus. Maka terimalah hidup baru yg lebih indah dan bermakna dlm sgala kebaikan, bersama bangkitNya Yesus, Tuhan Kita.

He is Risen.
He truly risen.

Fajar menyingsinglah sudah. Langit menggemakan madah. Bumi bersorak sorai. Neraka menangis, mengaduh kalah.

Kala Raja nan perkasa. Menggempur markas neraka. Menggilas kuasa maut. Dgn gagah tanpa takut.

Pemenang yg luhur, bangkit mulia dari mati. Dan duduk mulia di sisi kanan Allah BapaNya, sampai selamanya. Dari situ Dia akn dtg ke bumi kedua kalinya, untk mjd hakim atas org hidup & mati.

Mulai skg kami disebut yg berbahagia, sbab perbuatan besar Dia kerjakan demi menyelamatkan kami yg berdosa. Semua krn kasih Allah, terpujilah Engkau di bumi & surga.

Meskipun Dia adl Putra Allah, Yesus tdk berpegang pd kemuliaanNya yg setara dg Allah BapaNya. Dia malah menghampakan diri, rela menjadi hamba dan menjadi manusia. Dia merendahkan diri dan taat sampai mati, sampai mati di salib.

Sebab itu Allah telah meninggikan Dia dan menganugerahkan kepadaNya nama yg melebihi segala nama. Agar dalam Yesus, bertekuk di setiap lutut, di surga dan di bumi. Agar setiap lidah mengakui untk kemuliaan Allah Bapa, Tuhanlah Yesus Kristus.

Kami mengagungkan Tuhan, hati kami bersuka ria krn Allah Penyelamat kami,  memperhatikan dan mengasihi kami, hambaNya yg hina dan berdosa ini.

Mulai skg aku disebut yg berbahagia, sbab perbuatan besar dikerjakan Dia kerjakan bagiku. Kasih sayangNya turun temurun untk org2 yg berpegang pdNya & taqwa.

"Rombak bait Allah ini. Dalam 3 hari Aku akn mendirikannya kembali" (Yoh 2:19) =

Rombak dan lepaskan jiwa yg penuh dosa krn Dia telah mengubur bersama wafatNya. Dlm 3 hari (saat ini) Dia bangkit bersama jiwa kita yg baru dan indah, dlm iman, pengharapan dan kasih.

Alleluia !!

Berbahagialah kita yang dipilih. Karna banyak yang dipanggil namun sedikit yang terpilih dalam menerima penebusan dosa dan keselamatan dari Yesus.

"Selamat Paskah".

Tuhan Yesus memberkati.

Amin.


A 'bread' for our Soul:15 DOA UNTUK MENGHORMATI TUHAN YESUS DALAM PENDERITAAN SALIBNYA

15 DOA UNTUK MENGHORMATI TUHAN YESUS DALAM PENDERITAAN SALIBNYA, DEMI MENYELAMATKAN SELURUH UMAT MANUSIA

 15 DOA UNTUK MENGHORMATI TUBUH YESUS ini disampaikan oleh Yesus kepada Santa Brigita di gereja St. Paulus, Roma, karena Santa Brigita sungguh ingin mengetahui, berapa banyak pukulan yang diderita Yesus selama masa sengsara-Nya.

Pada suatu hari, Yesus menampakkan diri dan berkata, “ Aku menerima 5480 pukulan pada tubuh-Ku.

Ketahuilah:
  • -      Jumlah serdadu yang dipersenjatai ada 150 orang.
  • -      Yang menghelaku dalam keadaan dibelenggu ada 230 orang.
  • -      Algojo – algojo pengadilan ada 83 orang.
  • -      Penamparan ke KepalaKu sebanyak 150x.
  • -      Peninjuan ke perutKu sebanyak 108x.
  • -      Sepakan ke pinggungKu sebanyak 80x.
  • -      Aku ditarik pada rambut yang dijalin sebagai tali 24x.
  • -      Peludahan ke mukaKu sebanyak 180x.
  • -      Aku dicambuki pada badanku sebanyak 6666x.
  • -      Dipalu pada KepalaKu sebanyak 110x.
  • -      Aku didorong dengan keras dan pada jam 12.00 rambutKu dijambak, KepalaKu ditekan dengan duri-duri dan janggutKu ditarik 24x.
  • -      Mendapatkan luka di Kepala 20.
  • -      Luka karna cambukan kawat 72.
  • -      Luka karna duri di kepala 1110.
  • -      Luka dalam karna duri di dahi ada 3.
  • -      Aku kemudian dilucuti dan dikenakan pakaian sebagai Raja Palsu sembari menerima penghinaan-penghinaan dan kekurang-ajaran para serdadu
  • -      Bilur di badanKu ada 1000.
  • -      Serdadu-serdadu yang menggiringKu menuju ke Kalvari ada 608 orang.
  • -      Yang memperhatikan Aku dengan kasih dan sungguh-sungguh ada 3 orang.
  • -      Yang menghinaKu sebanyak 1008 orang.
  • -      Tetesan darahKu yang hilang tertumpah ada 28.430.
 Bila kamu ingin menghormatinya, berdoalah 15 Bapa Kami & 15 Salam Maria selama satu tahun. Bila tahun ini selesai, kamu telah menghormati setiap luka-luka-Ku.

Yesus memberikan janji-janji-Nya bila kita berdoa untuk mengenang sengsara-Nya, yaitu :

1. Aku akan membebaskan 15 jiwa keturunanmu dari api penyucian.
2. 15 jiwa keturunanmu akan dikuatkan dan dipelihara dalam rahmat.
3. 15 pendosa keturunanmu akan ditobatkan.
4. Siapa saja yang mengucapkan doa-doa ini akan mendapat kesempurnaan utama.
5. 15 hari sebelum kematianmu, Aku akan memberikan Tubuh-Ku, agar kamu terhindar dari kelaparan abadi. Aku akan memberikan Darah-Ku untuk kamu minum agar kamu tidak haus selama-lamanya.
6. 15 hari sebelum kematianmu, kamu akan bertobat yang dalam bagi dosa-dosamu.
7. Aku akan menempatkan didepanmu Salib-Ku yang gemilang, agar kamu dapat ditolong dan menangkis serangan musuh-musuhmu.
8. Sebelum kematianmu, Aku akan datang bersama Bunda-Ku tercinta.
9. Aku akan menerima jiwamu dengan kerahiman dan membimbingmu menuju kebahagiaan abadi.
10. Dan setelah membimbingmu kesana, Aku akan memberimu minuman istimewa dari pancuran ke-Allahan-Ku, sesuatu yang tidak aku berikan kepada mereka yang tidak mengucapkan doa-doa ini.
11. Barangsiapa telah hidup dalam dosa selama 30 tahun, tetapi mengucapkan doa-doa ini dengan sungguh-sungguh, maka Aku akan mengampuni dosanya.
12. Aku akan melindungimu dalam pencobaan-pencobaan besar.
13. Aku akan memelihara dan melindungi kelima panca inderamu.
14. Aku akan melindungimu dari kematian tiba-tiba.
15. Jiwamu akan dibebaskan dari kematian abadi.
16. Kamu akan mendapatkan segala sesuatu yang kamu minta dari Allah Bapa & Bunda Maria.
17. Jika selama hidupmu kamu telah berbuat sekehendak hati dan bila esok harinya kamu harus mati, maka hidupmu akan diperpanjang.
18. Setiap kali mengucapkan doa-doa ini, kamu akan mendapatkan pengampunan 100 hari.
19. Kamu dijamin akan menyertai paduan suara malaikat yang agung.
20. Siapa saja yang mengajarkan doa-doa ini kepada orang lain, maka ia akan mendapatkan kebahagiaan dan jasa tidak henti-hentinya dan akan berlaku untuk selama-lamanya.
21. Dimana doa-doa ini diucapkan atau akan diucapkan di masa yang akan datang, maka Allah Bapa akan hadir dengan rahmat-Nya.

Orang tua yang membacakan doa-doa ini didepan anak-anak kecil, sekurang-kurangnya selama setahun maka anak-anak itu akan dipelihara selama hidupnya dari kecelakaan-kecelakaan besar yang dapat mengakibatkan KEHILANGAN salah satu panca indera mereka.

***************************************************
DOA 1:

Bapa Kami (1x)……. Salam Maria (1x)……..

Yesus Kristus, kebahagiaan abadi, kesukaan dan kesenangan bagi orang yang mencintai-Mu, penyelamat & pengharapan semua pendosa, yang telah membuktikan bahwa bagi-Mu, kesenangan terbesar adalah berada di tengah-tengah manusia bahkan menjadi manusia sepenuhnya karena cintamu pada manusia.

Mengingat kesengsaraan yang telah Engkau derita, mulai dari kelahiran-Mu terutama selama masa sengsara-Mu seperti yang telah ditetapkan dan diramalkan dalam rencana ilahi.

Mengingat Tuhan, ketika pada perjamuan terakhir dengan rasul-rasul-Mu, Engkau telah membasuh kaki mereka, Engkau telah memberi Tubuh & Darah-Mu yang tidak ternilai harganya dan pada saat yang sama Engkau telah meramalkan sengsara-Mu yang akan datang dan menghibur mereka yang akan Kau tinggalkan.

Mengingat duka dan kepahitan yang telah diderita jiwa-Mu dengan mengatakan, “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya.”

Mengingat semua ketakutan, kepiluan dan derita yang Engkau alami sebelum disiksa disalib, ketika telah berdoa tiga kali bermandikan peluh darah. Engkau dikhianati Yudas, murid-Mu, Engkau ditawan oleh orang-orang yang bangsanya telah Engkau pilih dan angkat; dituduh saksi-saksi palsu dan diadili secara curang oleh tiga hakim selama masa paskah yang khidmat.

Mengingat juga bahwa pakaian-Mu telah dilucuti, diganti dengan pakaian penghinaan. Muka & mata-Mu kabur, Engkau ditempeleng, dimahkotai duri, tongkat ditaruh pada tangan-Mu. Engkau dihancurkan oleh pukulan-pukulan dan ditenggelamkan dalam penghinaaan dan kekurangajaran.

Demi semua sengsara & derita yang telah Engkau alami sebelum masa sengsara-Mu disalib, berilah kami tobat sejati, penyesalan sungguh-sungguh dan sempurna sebelum kematian kami dan pengampunan dari semua dosa-dosa kami. Amin.

DOA 2 :

Bapa Kami (1x)……. Salam Maria (1x)……..

Yesus Kristus, kemerdekaan sejati para malaikat, kebahagiaan surgawi, mengingat akan kengerian dan kedukaan yang Engkau derita, ketika musuh-musuh-Mu seperti singa lapar mengelilingi-Mu dengan seribu satu macam penghinaan, meludahi, memukuli, melukai dan dengan kesadisan-kesadisan yang tak terbayangkan menyiksa-Mu dengan sengaja.

Demi kesadisan dan penghinaan kata-kata ini, aku mohon pada-Mu penyelamatku, lindungilah aku dari semua musuh-musuhku yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan dan bawalah aku dibawah perlindungan-Mu, keselamatan yang abadi. Amin.

DOA 3 :

Bapa Kami (1x)……. Salam Maria (1x)……..

Yesus Kristus, pencipta surga dan bumi yang tidak dapat dibendung maupun dibatasi, Engkau yang memegang dan melindungi dengan kuasa cinta-Mu.

Mengingat akan kesakitan hebat yang Engkau derita ketika orang-orang Yahudi memaku tangan dan kaki-Mu dengan paku yang besar dan pukulan yang bertubi-tubi. Menganggap derita-Mu kurang besar untuk memuaskan kemarahan mereka, mereka terus memperbesar luka-luka-Mu dengan menambah kesakitan demi kesakitan yang tak terperikan, merentangkan badanMu disalib, menarik-Mu sehingga memutuskan otot-otot anggota badan-Mu.

Aku mohon pada-Mu Yesus, mengingat cinta sengsara-Mu di kayu salib ini demi kami, berilah aku rahmat untuk semakin menakuti dan mencintai-Mu. Amin.

DOA 4 :

Bapa Kami (1x)……. Salam Maria (1x)……..

Yesus Kristus, cermin kemegahan abadi, mengingat duka yang Kau alami ketika merenungkan dengan cahaya ilahi-Mu nasib orang-orang yang akan terselamatkan karena sengsara-Mu yang suci. Pada saat itu Engkau melihat banyak orang berdosa yang akan celaka karena dosa-dosa mereka, dan dengan pahit Engkau mengeluh bagi mereka yang tiada harapan dan celaka itu.

Demi lembah kerahiman ini dan demi belas kasihan yang Kau perlihatkan pada penjahat yang bertobat itu dengan berkata, “ Hari ini juga engkau akan ada bersama-Ku di dalam surga”.

Aku mohon pada-Mu Yesus, agar Engkau mengampuniku disaat kematianku.

Amin.

DOA 5 :

Bapa Kami (1x)……. Salam Maria (1x)……..

Yesus Kristus, tabib surgawi, diangkat tinggi, disalib untuk menyembuhkan luka-luka kami dengan luka-luka-Mu. Mengingat akan luka-luka yang Kau derita dan tubuh-Mu yang direnggangkan sedemikian rupa sehingga tak ada derita yang melebihi derita-Mu.

Dari kepala sampai kaki-Mu tak ada bagian yang tersisa, meskipun demikian dengan melupakan segala derita-Mu, Engkau tidak henti-hentinya berdoa pada Bapa-Mu di Surga dengan berkata, “ Bapa, Ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan”.

Demi pengampunan besar dan mengingat sengsara-Mu yang pahit, berilah kami tobat sempurna dan pengampunan atas dosa-dosa kami. Amin


DOA 6 :

Bapa Kami (1x)……. Salam Maria (1x)……..

Yesus Kristus, Raja tercinta yang paling kurindukan, mengingat akan derita-Mu ketika ditelanjangi dan diperlakukan sebagai penjahat, diikat dan dinaikkkan ke atas salib, ketika semua teman-teman-Mu meninggalkan-Mu, kecuali Ibu-Mu tercinta yang tinggal bersama-Mu selama masa sengsara-Mu dan telah Engkau percayakan pada murid-Mu yang setia, ketika Engkau berkata kepada Ibu Maria, “ Ibu, inilah anakmu” dan kepada Santo Yohanes, “ Anak, inilah Ibumu”.

Aku mohon pada-Mu penyelamatku, demi tombak duka yang menusuk hati bunda-Mu yang kedua, kasihanilah aku dengan segala kesalahan dan kekuranganku jasmani rohani, dan tolonglah aku dalam segala pencobaanku terutama disaat kematianku. Amin.

DOA 7 :

Bapa Kami (1x)……. Salam Maria (1x)……..

Yesus Kristus, pancaran kerahiman yang tidak pernah padam, yang dengan cinta yang dalam berkata dari atas kayu salib, “ Aku haus”, telah menderita dahaga untuk menyelamatkan umat manusia.

Aku mohon pada-Mu, Penyelamatku, agar menghidupkan dalam hatiku api kerinduan untuk berbuat sempurna dalam segala tindakanku dan untuk memadamkan hawa nafsu akan kesenangan jasmani dan kerinduan akan barang-barang duniawi. Amin.

DOA 8 :

Bapa Kami (1x)……. Salam Maria (1x)……..

Yesus Kristus, keramahan hati, kesenangan rohani, demi kepahitan cuka dan empedu yang Kau cicipi disalib karena cinta pada kami, berilah kami rahmat untuk menerima Tubuh & Darah-Mu yang berharga dengan layak selama hidup kami dan disaat kematian kami semoga Tubuh & Darah-Mu menjadi obat dan penghiburan bagi jiwa kami. Amin.

DOA 9 :

Bapa Kami (1x)……. Salam Maria (1x)……..

Yesus Kristus, kebajikan agung, sukacita rohani, mengingat sengsara yang kau derita ketika ditenggelamkan dalam samudra kepahitan pada saat kematian-Mu, dihina orang-orang Yahudi.

Dan kemudian Engkau berteriak dengan suara lantang, “ Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”

Demi sengsara ini, aku mohon pada-Mu, Penyelamatku, jangan tinggalkan aku disaat derita kematianku. Amin.

DOA 10 :

Bapa Kami (1x)……. Salam Maria (1x)……..

Yesus Kristus, awal & akhir dari segalanya, hidup & kebajikan. Mengingat bahwa demi kami, Engkau dilempar ke jurang sengsara, dari telapak kaki sampai puncak kepala-Mu.

Mengingat luka-luka-Mu yang yang banyak itu, ajarilah aku memelihara hukum-hukum-Mu karena cinta sejati yang jalannya lebar dam mudah bagi yang mencintai-Mu. Amin.

DOA 11 :

Bapa Kami (1x)……. Salam Maria (1x)……..

Yesus Kristus, kerahiman yang dalam, aku mohon pada-Mu, mengingat luka-luka-Mu yang menusuk sampai ke tulang sumsum dan kedalam tubuh-Mu, agar menarik aku pendosa yang diliputi dosa-dosa ini dan menyembunyikan aku dari kehadiran-Mu yang pantas murka itu.

Sembunyikanlah aku ke dalam luka-luka-Mu sampai kemurkaanmu yang adil itu berlalu. Amin.

DOA 12 :

Bapa Kami (1x)……. Salam Maria (1x)……..

Yesus Kristus, cermin kebenaran, lambang persatuan, mata rantai kemurahan, mengingat luka-luka-Mu yang menutupi-Mu dari kepala sampai ke kaki, dirobek dan menjadi merah karena cucuran darah-Mu yang suci. Sengsara maha besar yang Kau derita dengan Tubuh-Mu yang murni demi kami. Yesus, segalanya kau lakukan untuk kami.

Dengan mengingat sengsara-Mu secara setia, dengan buah sengsara-Mu yang diperbaharui di hati kami, semoga setiap hari cinta-Mu bertambah dihatiku sampai aku menemui-Mu untuk selama-lamanya.

Engkau bendahara kebaikan sejati dan segala kesenangan, aku mohon pada-Mu untuk memberinya padaku di Surga. Amin.

DOA 13 :

Bapa Kami (1x)……. Salam Maria (1x)……..

Yesus Kristus, raja kekal yang tak terkalahkan, mengingat duka yang Kau derita ketika kekuatan-Mu, rohani & jasmani telah habis sama sekali, Engkau menundukkan kepala-Mu dengan berkata, “ telah dilaksanakan”.

Demi derita dan duka ini, aku mohon pada-Mu Tuhan Yesus, ampunilah aku disaat kematianku ketika hatiku kacau dan jiwaku dalam kesusahan. Amin.

DOA 14 :

Bapa Kami (1x)……. Salam Maria (1x)……..

Yesus Kristus, Putra tunggal Bapa, kemegahan dan rupa Ilahi-Nya,mengingat akan kerendahan hati dan kesederhanaan jiwa-Mu yang telah Kau serahkan pada Bapa-Mu yang kekal, dengan berkata, “ Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu, Kuserahkan Nyawa-Ku”.

Dengan tubuh terluka, hati yang patah, dan perut kerahiman-Mu terbuka untuk menyilih kami, Engkau wafat.

Aku mohon pada-Mu, Penyelamatku, hiburlah aku dan tolonglah aku menyangkal setan, tubuh, dan dunia, sehingga dengan mati terhadap dunia, hidupku hanya untuk-Mu.

Aku mohon pada saat kematianku, terimalah aku musafir dan orang buangan yang telah kembali pada-Mu. Amin.

DOA 15:

Bapa Kami (1x)……. Salam Maria (1x)……..

Yesus Kristus, ranting subur dan murni,mengingat curahan darah yang telah Kau tumpahkan dari tubuh-Mu yang suci, seperti sari anggur yang mengalir dari mesin pemerah.

Lambung-Mu yang ditusuk dengan tombak, Darah & Air mengalir, tak setetespun yang tinggal pada tubuh-Mu. Bagaikan segenggam dupa yang diangkat ke atas salib, tubuh-Mu layu, daging yang halus hancur, serta sumsum tulangmu mengering.

Demi sengsara yang pahit dan demi tumpahan darah-Mu yang tidak ternilai ini, aku mohon pada-Mu Yesus, terima jiwaku dalam sakratul maut. Amin.

DOA PENUTUP:

Yesus terkasih, tusuklah hatiku, agar airmata tobat dan cinta akan merupakan makananku sehari-hari. Semoga tobatku hanya untuk-Mu, semoga hatiku menjadi tempat tinggal-Mu yang abadi.

Dan akhirnya semoga hidupku sedemikian sempurna sehingga aku layak berada di samping-Mu di Surga dan disana bersama para Kudus, memuji-Mu untuk selama-lamanya. Amin.

A 'bread' for our Soul: 15 Penyiksaan Rahasia Terhadap Yesus, Anak Allah, Penebus Manusia

15 Penyiksaan Rahasia Terhadap Yesus, Anak Allah, Penebus Manusia

 Rahasia ini diungkapkan kepada orang suci, kekasih Allah, St. Maria Magdalena, Claris Fransiska yang hidup, meninggal dan digelar suci di Roma.

YESUS memenuhi keinginan suster ini, yang berharap sungguh supaya memahami sesuatu mengenai PENYIKSAAN RAHASIA yang dialami YESUS, pada malam menjelang YESUS diadili dan dihukum mati, Yesus ditangkap setelah berdoa di taman Getsemani dengan ber-air mata darah dan ber-keringat darah. Pada malam itulah, Yesus harus menanggung ke 15 siksa dibawah ini:

1. Mereka membelenggu kakiKu dan menyeretKu diatas batu-batu anak tangga, turun menuju kesebuah ruangan kotor dan menjijikan dibawah tanah.

2. Mereka menanggalkan pakaianKu, lalu mencambuki badanKu dengan cambuk yang bersimpul-simpul besi.
 
3. Mereka melilitkan tali pada badanKu, lalu menarikKu sepanjang lapangan, dari ujung ke ujung.

4. Mereka menggantungkanKu pada sekeping kayu dengan simpul hidup dan mudah terbuka, sehingga AKU jatuh. Dengan siksa yang sedemikian ini, AKU menangis dengan air mata darah.

5. Mereka mengikatKu pada sebuah tonggak, lalu menusukKu dengan kayu yang bercabang.
 
6. Mereka memukulKu dengan batu, dan memanggangKu dengan bara api dan obor.

7. Mereka menusukKu denagn jarum besar, ujung yang menyerupai tombak runcing merobek kulitKu, daging dan urat-uratKu mencuat keluar dari badanKU
 
8. Mereka mengikatKu pada sebuah tonggak dan menyuruh berdiri tanpa alas kaki, pada sekeping besi yang panas membara.

9. Mereka memahkotaiKu denagn mahkota besi, menutup mukaKu dengan kain yang kotor dekil.

10. Mereka mendudukan AKU pada sebuah kursi yang dipasang paku-paku tajam yang menyebabkan luka-luka yang dalam pada badanKu.

11. Mereka menyirami luka-lukaKu dengan timah hittam dan damar cair, kemudian mereka menggencetKu pada kursi yang berpaku-paku, sehingga paku-paku ini menusuk membenam masuk semakin dalam dan lebih dalam lagi ke badanKU.
 
12. Supaya malu dan makin sengsara, mereka menusukkan jarum-jarum dilubang pori janggutKu yang sudah dicabuti. Lalu lenganKu diikatkan ke punggungKu dan mereka menggiringKu keluar dari penjara, dibarengi tamparan-tamparan dan pukulan.

13. Mereka menghempaskanKu pada sebuah salib dan mengikatKu, sedemikian kencang sehingga AKU hampir-hampir tidak bisa bernafas sama sekali.

14. Mereka mendorong keras kepalaKu, sehingga AKU jatuh terlentang ke tanah, lalu mereka menginjakKu yang menyakitkan dadaKu. Kemudian mereka mencopot duri mahkotaKu dan mencucukkannya ke lidahKu

15. Mereka menuangkan dalam mulutKu kotoran-kotoran yang sangat busuk dan menjijikan, sebab mereka kehabisan cara-cara penyiksaan yang sadis-keji kepadaKu

Lalu YESUS bersabda:

AnakKu! AKU menghendaki supaya kamu menyampaikan kepada siapa saja, KELIMA BELAS PENYIKSAAN RAHASIA INI, supaya masing-masing mereka dimuliakan. Siapa saja yang setiap hari mempersembahkan kepadaKu, dengan kasih sayang, salah satu penderitaanKu ini, dan mengucapkan dengan sungguh-sungguh doa ini, akan dikaruniakan kemuliaan kekal baginya, pada hari penghakiman.  

                                                     *******************************

"MARILAH BERDOA menghormati Tuhan Yesus yg telah menderita siksa demi menebus dosa dan menyelamatkan seluruh umat manusia"

 YA YESUS ANAK ALLAH YANG MAHA KUASA, kami dengan sungguh-sungguh memuliakan namaMu, dalam kelima belas penyiksaan rahasia ini, sebab darahMU yang mahasuci sudah dicurahkan bagi kami.

Kami memuliakan, mengagungkan dan menyembahMu ya kasih yang abadi, Yesus Kristus, demi hatiMu yang mahasuci, darahMu yang mahamurni, pengorbananMu yang mahamulia, bagi kami bangsa manusia; juga kami memuliakan Sakramen Mahakudus di AltarMu, BUNDA MARIA YANG SUCI MURNI, Sembilan Paduan Suara mulia para Malaekat dan Darah yang suci para Kudus.

Sebagaimana banyaknya pasir di samudera dan gandum diladang; banyaknya rumput dipadang dan buah-buahan di kebun; banyaknya daun-daun di pohon dan bunga-bunga di taman; banyaknya bintang di angkasa, para malaikat di surga dan banyaknya makhluk di muka bumi, kami semua, hamba-hambaMu, memuliakan, mengagungkan dan menyembahMu; kini dan sepanjang segala masa.

Ya Yesus, Anak Allah yang menderita siksa, kasihanilah dan ampunilah kami yang menyiksaMu karna dosa-dosa kami.

AMIN.

(Devosi disahkan Paus Clement II, 1730-1740)

Selasa, 17 Februari 2015

A "bread" for our Soul: RABU ABU



RABU ABU


"All are from dust and to dust all shall return"

Debu kembali menjadi tanah seperti semula, dan roh kita kembali kepada Allah yang mengaruniakannya." (Pengkotbah 12:7)

"Dan banyak dari antara orang yang telah mati, akan bangun, sebagian untuk mendapatkan hidup yg kekal, dan sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal" (Daniel 12:2)

Tubuh kita akan kembali menjadi debu di bumi. Segala harta benda yang ada pada kita akan kembali menjadi abu. Segala yang ada di bumipun akan musnah tak berbekas. 

Namun, nafas kehidupan kita akan kembali kepada Allah. Dialah yang memberikannya sebagai anugerah.

Kebenaran yang ada adl: setelah tubuh dan sgala yang ada kembali mjd debu dan abu, namun hanya tubuh yang mati, sementara jiwa dan Roh yang ada pada kita, akan tetap hidup dan menjalani hidupnya dalam keabadian dan kekekalan. Roh yang hidup, yang tetap bisa melihat, mendengar, bicara, merasakan dan merasa seperti hati kita merasa saat ini (Lukas 16:19-31)

Menunduklah sebentar dan bertanya: kemana akan kubawa jiwa dan rohku pergi setelah ini?

Marilah kita menemukan dan meraih jawaban dan jalan keselamatan bagi jiwa dan Roh kita:

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal. Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16)

"Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah" (Roma 3:23). ”Dan upah dosa ialah maut!” (Roma 6:23)

Manusia hanya debu dan lemah dan berdosa, hanya melalui curahan darah Kristus kita menerima anugerah pengampunan dan pemurnian dari dosa; dan hanya melalui Salib Yesus dan KasihNya, kita mendapatkan penebusan dosa, keselamatan dan kehidupan sejati, dibumi hingga di surga.

Karna tiada satupun manusia, yang hanya debu dan pendosa ini, yang mampu berjalan sendiri meraih kehidupan yang berkenan di bumi hingga kehidupan kekal di surga Bapa, tanpa genggaman tangan kasih Yesus Kristus dan salib keselamatanNya.

Kini Yesus kembali berseru:
"Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"(Matius 4:17) 

"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Yoh 14:6).

“Akulah kebangkitan dan hidup. Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup serta percaya kepadaKu tidak akan mati selama-lamanya.” (Yoh 11:25-26)

“Ia sendiri telah memikul dosa kitadi dalam tubuh-Nya di kayu salib,  supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.” (1 Petrus 2:24).

“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (1 Yohanes 1: 9)

“....terhadap umatku yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka. Sekarang mata-Ku terbuka dan telinga-Ku menaruh perhatian kepada doa dari tempat ini.” (2 Tawarikh 7:14-15)

"Sebab di dalam Dia dan oleh darahNya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kasih karuniaNya." (Efesus 1:7)

"Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu." (Yesaya 43:25)

"Sejauh timur dari barat, demikian dijauhkanNya dari pada kita pelanggaran kita" (Mazmur 103:12)

“Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu  domba.” (Yesaya 1:8)

"Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia." (Roma 8:28)

”TUHAN Allahmu akan ikut untuk menolong kamu, dan Ia akan memberi kemenangan kepadamu.” (Ulangan 20:4)

”TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia.” (Ulangan 28:13)

Selamat menerima rahmat pertobatan dan pengampunan dari Allah. 

Selamat memasuki dan memulai masa ter-mulia dalam hidup manusia, yaitu Masa PraPaskah, masa bagi kita merenungkan, menghayati dan menerima rahmat dan anugrah kasih & keselamatan Allah bagi kita, melalui sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus Kristus, Putra TunggalNya.

Semoga setelah kita mengalami pertobatan dan menerima kasih karunia, kita semua dilayakkan mengambil bagian dalam karya keselamatan Yesus sebagai bekal kehidupan bahagia yg abadi bagi Roh dan jiwa kita nanti.

Terpujilah Tuhan Yesus, sungguh indah memiliki-MU.

"SELAMAT MEMULAI MASA PRA PASKAH. SELAMAT MENERIMA KARUNIA KASIH DALAM PERTOBATAN DAN PENGAMPUNAN DOSA, DEMI MERAIH KEHIDUPAN SEJATI DI BUMI DAN KEBAHAGIAAN KEKAL DI SURGA.

AMIN

Senin, 16 Februari 2015

A "'bread" for our Soul: Hari kasih sayang

A "'bread" for our Soul: Hari kasih sayang

"Kasihilah Tuhan Allahmu dgn segenap hatimu, dan dgn segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Dan kasihilah sesamamu manusia, seperti dirimu sendiri" (Matius 22:37-39)

"...tetapi org Samaria yg melewati jalan itu datang kepadanya dan ketika ia melihatnya, lalu ia tergerak oleh belas kasihan.." (Lukas 10:25-37)

Hari ini, banyak orang merayakannya sebagai hari Kasih Sayang. Warna merah atau merah muda menjadi begitu dominan pada hari ini. Tak sedikit yang mempersiapkan bunga ataupun coklat untuk menunjukkan rasa cintanya kepada orang2 yang dikasihinya. Bahkan tidak sedikit org yang mau mengeluarkan dana yang besar untuk makan malam istimewa bersama keluarga di hari kasih sayang tsb.

Beberapa tahun yg lalu, di hari yang sama, saya menghadiri perayaan Hari Kasih Sayang ini bersama sahabat-sahabat. Sungguh bahagia boleh memiliki sahabat yang tlah bersama selama bertahun2 dalam suka dan duka.

Dan sepulang dari acara tersebut, saya menerima bingkisan berupa goodie bag berisi snack dan coklat yang beraneka rasa. Saya juga membeli beberapa hadiah dan oleh2 makanan untuk saya berikan kepada anak2 saya, dan untuk makan bersama keluarga dirumah.

Tiba di satu lampu merah, saya melihat banyak anak kecil bertepuk tangan sambil bernyanyi2 kecil di salah satu sisi jendela. Pakaian lusuh dan wajah lelah mereka membuat saya iba. Spontan saya teringat akan sekantong goodie bag, hadiah dan oleh2 yang saya bawa pulang. Sesaat timbul pergumulan antara dorongan untuk memberikan oleh2 itu atau membawanya pulang untuk anak saya.

Akhirnya, tangan saya meraih bingkisan2 tsb dan memberikannya kepada anak-anak jalanan tersebut. Seketika itu juga lelah di wajah mereka berubah menjadi raut penuh kegembiraan.
Dan rasa sukacita membuncah dalam hati saya karna saya boleh membagi sedikit kebahagiaan dari perbuatan kasih saya yang sederhana, namun tentunya membuat hati anak2 tsb boleh menikmati kebahagiaan dan senyuman ditengah pergumulan dan kesulitan hidup mereka.

Dan sejak saat itu, Tuhan tlah mendorong kami untuk terus berbagi kasih kepada mereka yang membutuhkan, walaupun melalui perbuatan kasih yg sederhana sekalipun.

Injil hari ini menunjukkan kepada kita bagaimana Yesus mengajarkan kita untuk berbelas kasih kepada sesama seperti orang Samaria tsb, yang hatinya penuh belas kasihan, agar kita belajar untuk menyalurkan kasih kita dalam perbuatan nyata kepada mereka yang membutuhkan. Yesus juga mengajarkan kepada kita tentang sebuah perintah yang utama dan terutama, yaitu: HUKUM KASIH.

Yesus mengajarkan kepada kita sebuah kasih yang indah, yang hanya dapat dicapai jika kita berada dalam keseimbangan dalam mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama.

Hukum kasih tsb dapat saya gambarkan sebagai 'tanda salib': panah keatas sebagai 'hukum vertikal' yaitu kasih kepada Allah; dan panah kesamping sebagai "hukum horisontal' yaitu kasih kepada sesama.

Mengapa kita mengasihi Allah? Jawabannya adl karna Allah telah lebih dahulu mengasihi kita dg kasihNya yg setia dan sempurna.

Apakah kita perlu mengasihi Allah? Jawabannya: Allah mengasihi kita seperti Bapa sayang anak2Nya. Maka sebuah keindahan, saat kita sbg anak2 yg dikasihiNya, mau dan mampu memberikan kasih kita kepada Allah, melalui hubungan yang intim dgn Allah dalam penyerahan diri kita kpd Allah, dalam doa2 kita, ibadah2 kita, melalui pendalaman kitab suci untuk mendengar firmanNya, melalui perenungan2 akan kasih dan kebaikanNya yg kita terapkan dalam sikap hidup kita, melalui usaha kita untk hidup dalam jalan kasih, kebenaran dan perintah2Nya.

Seperti orangtua (ayah dan ibu), yg mengasihi kita, begitupun kita mengasihi mereka dengan kasih sayang kita yang nyata, sbg tanda kasih, bakti dan hormat kita kpd mereka; demikianlah Allah rindu kita mengasihiNya dg segenap hatimu, dan dgn segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Dalam hubungan indah antara kita dg Allah yang saling mengasihi secara nyata, maka kasihNya, rahmatNya, berkatNya mengalir berlimpah didalam jiwa kita yg akan memampukan kita untuk mengalirkan kasih kita kpd sesama dengan perbuatan kasih yg nyata.

Apakah perbuatan kasih itu?

1. Jika kita tlah diberikan sebuah keadaan dimana kita bisa berbagi apa yang kita miliki (berupa materi, rejeki) yang dapat menolong sesama, maka itu adalah perbuatan kasih yg nyata;

2. Jika kita belum mampu untk melakukan perbuatan no.1 tsb diatas, maka perbuatan kasih dapat kita salurkan melalui perkataan, sikap dan karakter kita yang baik, yang akan menyalurkan rasa damai, sukacita, pengharapan dan kasih kpd mereka yg berjumpa dg kita. Melalui pemberian waktu kita buat sahabat, lewat tebaran senyuman, kata2 kasih, sapaan, perhatian, motivasi, tepukan kasih, itu semua adl perbuatan kasih yg indah;

3. Jikapun no 1 dan 2 belum mampu kita lakukan, maka kita bisa berbagi perbuatan kasih melalui doa2 yg kita panjatkan buat orang lain. Doa adl perbuatan kasih (pelayanan) yg tersembunyi, yang tak terdengar, yg tak terlihat, namun bisa membuka jalan pertolongan bagi setiap org yg kita doakan, doa yang menghadirkan kuasa dan mujizat Tuhan untuk org2 yg kita doakan.

4. Dan jikapun kita belum mau atau mampu untuk melakukan semua itu, hendaknya kita menguasai diri kita untuk tidak berbuat atau berkata yang menyakiti atau menyusahkan orang lain.

Kasih adl sesuatu yg bisa "dilihat" oleh orang buta, yang bisa "didengar" oleh orang tuli, yang bisa dirasakan oleh mereka yang tidak mengenal kasih dan bisa menembus sebuah "tembok hati' mereka yang keras yg tak pernah merasakan kasih.

Hendaknya kasih kita kepada Allah dan sesama haruslah mengalir setiap hari, dimulai dari dalam keluarga, sahabat2 kita, sekeliling kita, dan akhirnya ke sesama. Tidak hanya pada hari ini, tetapi setiap saat, di manapun kita berada, kita perlu membagikan kasih dan sukacita Tuhan melalui hidup kita, seperti aliran sungai yang tidak pernah berhenti mengalir, demikianlah kita harus menjalani hidup dalam kasih kpd Tuhan, keluarga dan sesama.

Biarlah moment Hari Kasih Sayang ini, kembali menjamah dan mengingatkan kita akan sebuah kasih dan apa arti mengasihi. Agar kita bisa memaknai hidup ini untuk meraih hidup sejati yang bermakna bagi sesama dan berkenan kepada Allah.

Selamat hari Kasih Sayang, selamat menikmati kasih Tuhan dan kasih yang berlimpah dari keluarga, pasangan atau sahabat.…

Let's spread our peace, love and joy to everyone and to those who need.

Lord Jesus love you....

(Valentine on 14 Feb 2015)

Senin, 02 Februari 2015

A "bread" for our Soul: Sempatkan kita dengan sapaanNya?

A "bread" for our Soul: Sempatkan kita dengan sapaanNya?

Seekor ikan menikmati kehidupannya dengan terus berenang kesana kemari, dan menenggelamkan dirinya dalam air yang selalu tersedia baginya agar tetap hidup, tanpa menyadari ada sebuah pribadi yang setia mengalirkan air baginya.

Ikan terus berenang, sambil menikmati pemandangan kolam yang indah, meraih makanan yang selalu tersedia baginya, tanpa menyadari ada sebuah pribadi yang memberikannya.

Namun sayangnya, saat ikan harus kehilangan aliran air, maka ia tidak akan bertahan dan mati.

Demikian juga manusia, dalam keseharian hidupnya, sejak pagi hingga malam hari, sejak membuka mata dari tidur hingga menutup mata saat tidur; kita sibuk berjalan kian kemari sambil menikmati hidup yang penuh dengan segala sesuatu yang memenuhi kebutuhan kita, memberikan kenikmatan, menghadirkan keindahan, memuaskan ada kita, berbalut perlindungan yang tak henti sehingga kita dalam keadaan baik selagi menikmati kesemua itu.
Bahkan kesemua itu, menjadikan kita pribadi yang dengan angkuh berkata: bahwa semua yang ada dan aku miliki, adalah berkat usahaku sendiri dan aku harus nikmati sendiri sampai maksimal di hidupku yang singkat ini.

TANPA menyadari ada sebuah Pribadi yang bekerja, menyediakan, memberikan dan memastikan segala sesuatu baik agar kita selalu terpelihara dan terlindungi. Pribadi yang dengan penuh kasih, memelihara dan melindungi hidup kita.

Namun, saat kita berhenti sejenak, berfikir dan merasakan sebuah kebenaran, bahwa segala yang ada pada kita, bahkan yang ada pada dunia, tidak lepas dari penyertaan, pemeliharaan, pekerjaan, pemberian dan kemurahan Tuhan.

Bahkan udara yang kita hiruppun, dipastikanNya selalu tersedia bagi kita agar kita tetap hidup, karna tak ada seorangpun yang mampu hidup tanpa udara walau hanya beberapa menit saja.

Bagaimana dengan kehidupan kita yang berkelimpahan dalam sgala hal, kebutuhan jasmani dan perlindunganNya selalu diberikan dg kasih setiaNya; apakah masih mampu kita bersikap angkuh atau tidak perduli?

Berhenti mengeluh, mulailah bersyukur, belajarlah rendah hati dan menyadari keberadaan kita yang bukan apa-apa tanpa kebaikanNya. Sadarilah siapa diri kita yang bukan siapa2 dan tak mampu apa2 tanpa daya IlahiNya.

Ataukan harus terlebih dulu semua yang ada pada kita terhilang dan musnah, dan tubuh kita terbaring layu sendirian, baru kita menyadarinya dan ingin berbuat sesuatu buat Tuhan, namun kita tak lagi mampu, atau kita ingin kembali menekuni jalanNya agar kita selamat, namun kita tak lagi sempat?

------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ada sebuah surat yang menarik dari seseorang yang senantiasa sibuk dengan hidupnya dan dirinya:

Dear Tuhan,

Tuhan, ini aku, maaf aku baru datang kepadaMu, aku lupa kapan terakhir kali aku berdoa dan beribadah, tapi maklumlah karna aku terlalu sibuk.

 Ini lho kesibukanku setiap hari:

Pagi hari, aku bangun, langsung mengambil HPku, BBku, Tab-ku, aku menyapa teman2ku dengan chatting selamat pagi, maaf aku lupa menyapaMu dengan doa pagi krn aku terlalu sibuk chatting.

Lalu aku sibuk bersiap2 untuk bekerja, tanpa sempat berdoa mengucap syukur atas sarapan makanan yang Kau berikan, lalu aku berangkat bekerja tanpa aku sempat berdoa minta perlindunganMu.

Maaf aku terburu2 krn tidak sabar untuk menaiki mobil mewahku yang bisa membuat orang2 berdecak kagum melihatku, itu hasil kerja kerasku.

Tiba di kantor, semua orang menyapaku, namun aku terburu2 sehingga tidak sempat menyapa dan membalas senyum mereka. Lalu aku tenggelam dengan pekerjaan2 yang banyak, sampai aku tak sempat menolong pekerjaan temanku yg tadi sebenarnya butuh kutolong. Bahkan tak sempat mengucapkan terima kasih kepada seorang office boy yang menyiapkan makan siangku dan kembali aku lupa berdoa makan karna aku ingin cepat2 makan sambil membuka Tab-ku untuk chatting, diselingi dengan  membuka games kesukaanku di laptopku.

Tak terasa sore tlah tiba, aku terburu2 menyelesaikan pekerjaanku, karna harus bertemu dengan teman untuk nongkrong bersama sambil minum kopi untuk melepaskan keletihan setelah bekerja. Makanan enak terhidang di meja diselilingi dengan minuman yang nikmat, dan ini rutin aku lakukan, agar aku tidak kehilangan pergaulan dan teman2ku. Sambil ngobrol dan bergurau dengan teman2, bicara ngalor ngidul tanpa tema atau bahasan khusus,  akupun sibuk dengan gadget-ku untk menjawab chatting2 teman2ku.

Wowww, sungguh hari yang sibuk ya Tuhan.

Hari tlah malam, dan rasa kantuk mengingatkanku untuk pulang, sampai dirumah, aku hanya sempat mandi dan sambil menunggu kantuk menidurkanku, aku membuka HPku, BBku, Line-ku, WA-ku, Path-Ku, untk mengucapkan selamat tidur kepada teman2ku dan ngobrol ngalor ngidul tak menentu, sampai tertidur. Dan maaf, Kau tau aku sibuk sekali dan lelah, sehingga aku tertidur dan lupa untuk berdoa malam.

Dan pagi harinya, aku kembali menjalani semua rutinitas itu.

Maaf juga aku tak sempat beribadah karna bahkan di hari weekend-pun, aku sibuk belanja dan bertemu dengan teman2 lainnya, dan kadang sibuk travelling jalan2 keluar negeri untuk menikmati hidupku. Maaf juga aku belum bisa berbagi rejekiku buat yang membutuhkan, karna aku masih butuh gadget baru, barang2 baru bahkan aku punya impian untuk ganti mobil terbaru.

Maaf juga Tuhan, karna aku belum bisa menuruti perintahMu yang mustahil aku jalankan dalam kehidupanku yang sibuk dan rumit itu, karna tidak mungkin aku  bisa mendapatkan semua barang2 duniawi yang aku butuhkan dan inginkan jika aku harus hidup jujur, hidup baik, hidup berbagi, hidup bersih, dan hidup benar di jalanMu. Apalagi jika aku harus bersikap atau berkata2 yang baik seperti ajaranMu. Atau menolak jalan pintas atau pemberian2 yang hebat walaupun itu dengan cara yang tidak benar, namun sayang jika aku tolak.

Sekali lagi maaf Tuhan, aku tidak sempat berdoa, tidak sempat membaca kitab suci, apalagi beribadah, berkumpul dengan orang2 dalam persekutuan doa atau melayani orang2 yang membutuhkan, dan tidak sempat menuruti ajaran dan perintahMu; karna aku terlalu sibuk.

Mohon maklum ya Tuhan, aku sibuk dengan hidupku dan diriku.

Apakah Tuhan punya BlackBerry atau WA? Agar aku bisa sempatkan menyapaMu sambil chatting dgn teman2ku, ditengah kesibukan2ku tadi?

A "bread" of our soul (lanjutan):

Jawab Tuhan:

AnakKu, hidup memang pilihan.
Kamu telah tau pilihannya dan kamupun telah paham konsekwensi pilihanmu.

Namun Aku mengharapkanmu untuk menjalani hidup dijalanKu dan bersamaKu.

Di kesibukanmu, kamu berjalan sendiri seturut maumu, dan kamu hidup di luar Aku. Ketahuilah, dari seluruh kesibukanmu itu, kamu sebenarnya tidak mendapat apa2, dan tidak menjadikanmu siapa2.

Sementara saat kamu membelakangiKu dalam kesibukan2mu, mataKu tak pernah lepas darimu. Aku tau saat kau duduk, berdiri, berjalan, berbuat, berkata, berfikir dan berniat. Dan dalam segalanya itu, Aku selalu menyertaimu, melindungimu, memeliharamu dan memberkatimu. Walau kamu tidak ada waktu datang & memandangKu, Aku tetap mengasihimu.

Ketahuilah, yang kamu dapatkan dari dunia ini hanyalah materi yang akan musnah, teman2 yang akan meninggalkanmu dan dunia yang akan memendammu di liangnya. Dan dunia yang kamu rengkuh dalam seluruh waktu, energi dan segalamu, hanya akan menjadikanmu sebuah kesia-sia-an.

Kamu memang telah mendapatkan dunia. Namun dunia yang kamu dapatkan dan miliki, akan membuatmu kehilangan "nyawamu" sendiri.

"Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?" (Matius 16:26)

"Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karna lebarlah pintu dan luaslah jalan yg menuju kepada kebinasaan dan banyak orang yg melaluinya." (Matius 7:13)

Memang tersedia hal2 di dunia yang memikatmu, yaitu kenikmatan duniawi, harta benda, kemewahan, jabatan, ketenaran, namun ketahuilah bahwa itu adalah jerat penguasa dunia (iblis) yang akan menjerumuskanmu kepada kebinasaan.

Mengapa hidupmu hanya kau habiskan dengan barang2 dan menikmati berkat2mu, namun kau lupa padaKu yang memberikan semua berkat itu?

Mengapa kamu sibuk dengan pekerjaan, kegiatan2, dan teman2 yang ada di hidupmu yang menjauhkanmu dari dirimu sendiri, dari keluarga, dari orang2 terkasihmu dan bahkan menjauhkanmu dariKu; Aku yang mengijinkanmu hidup?

Untuk apa kamu habiskan waktumu dengan mereka yang hanya bersenang2 diwaktu senangmu, dan pergi meninggalkanmu di waktu susahmu?

Lebih baik kamu memiliki 1-2 orang yang membawamu pada makna hidup dan mendekatkanmu padaKu, daripada 1000 orang yang menjauhkanmu dariKu dan mengarahkanmu pada hidup yang sia-sia.

Segala berkat yang ada di bumi ini, memang Aku sediakan dan berikan padamu agar kamu hidup dalam kelimpahan, namun aku berkehendak agar semua yang ada padamu, kamu gunakan untuk kebaikan bagimu dan bagi sesamamu, dan untuk kemuliaanKu.

Ingatlah juga, bahwa kamu terlahir tidak membawa apa2 karna Aku yang membekali dan memelihara hidupmu di dunia. Dan saat kamupun kembali pulang nanti, kamu juga tidak akan membawa apa2, karna Kuharapkan kamu bisa pulang ke rumahKu, disana akan Kuberikan segalanya bagimu.

Kini Aku bertanya:

 Setelah semua yang ada padamu dalam kehidupanmu:

 Bahagiakah kamu? adakah sukacita dan damai sejahtera itu didalammu? Adakah makna yang indah di hidupmu? Adakah tujuan di hidupmu? Kemana kau akan pergi setelah hidupmu? Bergunakah dirimu? Dan adakah pengharapan untuk keselamatan bagi kehidupan sejatimu kelak?

 Kembalilah, sebelum dunia mengambil kembali apa yang kamu miliki itu. 

 Datang dan hiduplah bersamaKu dan nikmati kasih karuniaKu yang membawamu kepada kebahagiaan dan kehidupan sejati; sebelum kamu harus terbaring dalam kesendirianmu, kesakitanmu, penyesalanmu, penderitaanmu karna konsekwensi pilihanmu; dan jangan sampai tiba saat kamu  mencari Aku, namun Aku tak sempat lagi kau temui karna semua telah terlambat, sehingga kamu harus menghabiskan keabadian hidupmu di penderitaan kekal, dan disana tiada lagi yang bisa menolongmu.

 Sungguh Aku tidak mau itu terjadi padaMu. Itulah karnanya Aku selalu memeliharamu, melindungimu, menyertaimu dan mengasihimu. 

 Aku menghadirkanmu di bumi, untuk menjalani hidup bersamaKu dalam kebahagiaan sejati yang penuh dgn damai sejahtera, sukacita, kebenaran dan keselamatan didalamKu. Agar suatu saat, kita bisa bersatu didalam surgaKu yang tlah kupersiapkan bagimu, jika kamu sungguh mengasihiKu, mau terus bersamaKu dan hidup dijalanKU.

 Namun Aku tidak dapat memaksakan kasihKu. Semua pilihan ada di tanganmu, kamulah yang memilihnya dan hanya saat masih terhembus nafas kehidupan, kamu sempat mempersiapkan yang terbaik untuk hidup kekalmu nanti.

 Karna kasihKu, Kuingatkan lagi dan lagi, kembalilah, mulailah merenda hidup barumu yang indah dan berkmakna bersamaKu. Aku punya rencana yang indah bagi hidupmu, yang hanya mungkin dapat KUgenapi jika kau dijalanKu dan bersamaKu. Sekaranglah saatnya, saat sebelum semua yang ada padamu harus usai, saat nanti tak ada apapun dan tak ada siapapun bersamamu, hanya kau dan AKU.

 Maukah kau meresponi sapaan, panggilan dan kasihKU padamu?

Salam kasih dan rindu,
Tuhan