Apakah Kerahiman Ilahi itu?
"Bukan orang sehat yg memerlukan tabib, tetapi orang
sakit. Jadi pergilah & pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki
ialah belas kasihan & bukan persembahan, krn Aku dtg bukan unt
memanggil orang benar, melainkan orang berdosa." (Matius 9:12-13)
"Yesus, Kau telah wafat namun sumber kerahiman tlah memancar bagi
jiwa jiwa manusia dan terbukalah lautan kerahiman bagi segenap dunia. Ya
Yesus, Sumber Kehidupan Kerahiman Ilahi, naungilan segenap dunia dan
curahkanlah diriMu kepada kami. Limpahilah kami dgn kerahimanMu, yaitu
belas kasih dan belas kasihanMu".
***********
Allah Bapa, adalah Allah Yang MahaRahim.
Ia adalah Bapa yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ia adalah Bapa yang penuh belas kasih.
Apakah Maha Pengasih itu?
Allah adalah Maha Pengasih, adalah Allah yang mengasihi &
memelihara seluruh umat manusia tanpa ter-kecuali, baik ataupun jahat;
seperti pada firman Tuhan:
“Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang
jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan
orang yang tidak benar.” (Matius 5:45)
Apakah Maha Penyayang itu?
Allah Maha Penyayang, adalah Allah yang lebih-lebih lagi sangat
menyayangi umatNya yang mengasihiNya dan menuruti perintah dan
kehendakNya; seperti firman Tuhan:
“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu
untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi
mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Roma 8:28)
Yesus telah menggenapi karya kasih dan keselamatanNya, dengan
wafatNya, sgala maut, dosa, kutuk, kematian, kebinasaan telah
dipatahkanNya. Namun kini Yesus tlah bangkit, sehingga kesemuanya itu
digantikan dg penebusan dosa, keselamatan, kemenangan, berkat, kehidupan
damai sejahtera di bumi hingga di surga; yang diberikan kepada kita
semua. Kesemuanya itu diberikanNya krn kerahimanNya.
Kerahiman Allah adalah suatu anugrah yg Allah berikan kpd kita dlm
bentuk belas kasih dan belas kasihan atau welas asih. Allah Maha
Pengasih dan Maha Penyayang; Dia mengasihi seluruh umat manusia
diseluruh bumi (unconditional love), namun terlebih Dia sungguh
menyayangi kita, anak2Nya, yg juga mengasihiNya dan mau menjalankan
hidup dijalan kebenaran-Nya (sperti Bapa sayang kpd anak2Nya).
Sejenak mari kita merenungkan & mengingat betapa Allah Bapa sdh
sangat mengasihi kita dg sgala pemberian yg nyata & sempurna demi
kebaikan kita, manusia ciptaanNya, yg sangat Dia kasihi.
Beberapa hal inti sbg bukti nyata belas kasihNya adl:
1. “Allah menciptakan langit dan bumi serta isinya”. (Kejadian 1 : 1 – 31).
Pd awalnya hanya ada gelap di alam semesta ini, lalu krn kasihNya,
Allah bekerja slm 6 hari, mencipta & mengisi alam semesta dg sgala
keindahan & manfaatnya. Pada hari ke 6, Allah menciptakan manusia
seturut gambarNya. 5 hari Allah bekerja, mempersiapkan segalanya, yg
ternyata adl mempersiapkan sgala yg dibutuhkan oleh manusia (Adam &
Hawa, dan kita).
2. “Allah mengasihi kita manusia shg Ia mengutus Yesus
Putera-Nya ke dunia untuk menghapus dosa-dosa kita, agar kita memperoleh
hidup yang kekal” (Yoh 3:16).
Sayangnya, manusia jatuh dalam dosa. Namun krn kasihNya, Allah tdk
mau sgala dosa menjauhkan / melepaskan manusia dari tangan kasihNya. Dia
ingin kita tetap bersamanya, selama menikmati hidup di alam semesta
ini, sampai saat kita bersamaNya nanti di surga. Shg Dia mengutus Yesus,
PutraNya, satu2nya, untuk mati & melepaskan manusia dari kuasa
maut, menebus dosa manusia dan memberikan keselamatan kekal.
3. “Tiada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang menyerahkan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya…” (Yoh 15:13).
Belas kasihan yg utama adl yg dinyatakan oleh Yesus Kristus yg
menyerahkan DiriNya untuk menyelamatkan kita melalui Misteri Paska,
Salib Kristus -yaitu sengsara, wafat, kebangkitan dan kenaikan-Nya ke
surga.
Di sana kita melihat kasih yang lebih besar dr sgala dosa &
kelemahan; kasih yg lebih kuat drpd maut, kasih Allah yg slalu siap
mengampuni, siap merangkul anak-anak-Nya yang bertobat. Ya, inilah
pernyataan kasih Allah Bapa & Tuhan Yesus untk kita.
4. Dan banyak hal yg Allah Bapa dan Tuhan Yesus perbuat demi mengsihi manusia.
Pd kesempatan yg istimewa ini, Allah ingin mencurahkan belas
kasihanNya yg lebih berlimpah untuk kita, melalui diri Yesus yg menjadi
Sumber Kerahiman Ilahi bagi kita.
Namun sebelum kita beroleh karunia ini, kita harus memurnikan hati
kita, dgn rendah hati datang memohon ampun akan dosa dan memohon rahmat
Allah agar dpt memampukan kita melakukan pertobatan total dan membiarkan
Allah mengubah hidup kita mjd baru dan indah; krn belas kasihan Allah
hanya akn hadir meresap pd hati yg lembut, rendah hati, murni &
penuh ketulusan.
Dalam kemurnian & ketulusan, kita akn mampu mendengarkan,
merespon dg baik & menuruti nasehat, teguran, peringatan Allah yg
muncul melalui suara hati kita. Jk kita membuka hati kita mk belas
kasihan Allah akn sgt besar dan nyata.
Belas kasihan Allah dlm bentuk karunia kerahimanNya, akn memberikan
banyak anugrah untk kita. Seperti anugrah pertobatan dan pemurnian dari
dosa, karunia kesembuhan, keselamatan hidup & jiwa kita, keselamatan
jiwa bagi mrk (yg sdh lbh dulu dipanggil) yg msh dalam ’api pencucian’,
karunia pembebasan dr sgala kuasa gelap, pertolongan dari sgala
perkara, terbukanya pintu jalan keluar, jawaban atas sgala doa &
permohonan kita, dll.
Marilah kita menggunakan kesempatan istimewa ini dg menyerahkan hidup
kita kedalam Sumber Kerahiman, yaitu Allah dan berdoa dan memohon belas
kasih dan belas kasihan Allah untuk kita dan org org yg kita kasihi
(sampaikan ujud doa khususmu), diiringi dgn Novena Kerahiman Ilahi + Doa
Koronka, slm 9 hari, maka lihatlah betapa kerahimanNya tercurah bagimu
dan bagi mreka yg kita doakan.
GBU
********************************
DOA KERAHIMAN ILAHI (disarankan didoakan setelah Jumat Agung, selamat 9 hari)
KORONKA KERAHIMAN ILAHI
(sebaiknya didoakan setiap jam 3 siang_
Doa Koronka dibuka dengan doa-doa:
Bapa Kami-1x,
Salam Maria-1x, dan
Aku Percaya-1x.
Doakan:
Ya Yesus, Kau telah wafat namun sember kehidupan telah memancar bagi
jiwa-jiwa dan terbukalah lautan kerahiman bagi segenap dunia. O Yesus,
Sumber Kehidupan Kerahiman Ilahi yang tak terselami, naungilah segenap
dunia dan curahkanlah diriMU kepada kami, seluruh keluarga dan
sahabat-sahabat kami.
Darah dan air yang memancar dari hati kudus Yesus, sebagai sumber kerahiman bagi kami.
Yesus, Raja Kerahiman Ilahi, Engkaulah andalan kami.
Bapa Yang kekal, kupersembahkan kepada-Mu Tubuh dan Darah, Jiwa dan
Ke-Allahan Putra-Mu yang terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus, sebagai
penebusan dosa kami dan dosa seluruh dunia.
Demi sengsara Yesus yang pedih, tunjukkanlah belas kasih-Mu kepada kami (bisa ditambah dengan menyebutkan nama kita atau nama orang yang kita doakan) dan seluruh dunia (10x).
Koronka ditutup dengan doa:
Allah yang Kudus,
Kudus dan berkuasa,
Kudus dan kekal,
kasihanilah kami dan seluruh dunia
(3x).
*******************
NOVENA KERAHIMAN ILAHI
Doa untuk seluruh umat manusia dengan segala perkara dan pergumulan
yang ada, guna memberikan kepada mereka jalan kasih dan keselamatan,
juga pertolongan bagi setiap orang dan segenap jiwa jiwa.
Pesta Kerahiman Ilahi menurut wahyu wahyu Yesus kepada Sr Faustina
harus didahului dengan Novena. Sebagian dari Novena itu didiktekan
langsung oleh Yesus dan dicatat oleh Sr Faustina pada akhir tinggalnya
di RS Pradnik dekat kota Krakow.
“Novena Kerahiman Ilahi yang diperintahkan Yesus supaya kutulis dan
kulaksanakan sebelum Pesta Kerahiman Ilahi. Novena ini dimulai pada
Jumat Agung, selama 9 hari”.
Sabda Tuhan Yesus kepada SantaFaustina:
“Aku menghendaki agar selama sembilan hari ini engkau membawa
jiwa-jiwa ke mata air kerahiman-Ku, supaya mereka menimba dari sana
kekuatan dan kesegaran serta rahmat apapun yang mereka butuhkan dalam
menghadapi kerasnya hidup dan, khususnya pada saat kematian. Setiap
hari, hendaknya engkau mengantar sekelompok jiwa yang berbeda kepada
HatiKu. Hendaknya engkau membenamkan mereka di dalam lautan
kerahiman-Ku, dan Aku akan membawa semua jiwa ini masuk ke rumah BapaKu.
Engkau akan melakukan ini dalam kehidupan ini dan dalam kehidupan yang
akan datang. Aku tidak akan menolak apapun dari jiwa yang engkau bawa ke
mata air kerahimanKu. Demi kekuatan sengsaraKu yang pedih, setiap hari
hendaknya engkau minta kepada BapaKu rahmat bagi jiwa jiwa ini .” (Buku
Harian Faustina 1209)
Kelompok orang yang dibawa selama Novena :
Hari 1 : Seluruh umat manusia khususnya orang-orang berdosa
Hari 2 : Para Imam, kaum religious & pelayan rohani
Hari 3 : Jiwa- jiwa yang saleh dan setia
Hari 4 : Orang-orang tidak beriman dan mereka yang belum mengenal Yesus
Hari 5 : Jiwa orang-orang sesat dan memisahkan diri dari Gereja
Hari 6 : Jiwa jiwa yang lemah lembut dan rendah hati serta jiwa anak-anak
Hari 7 :Jiwa-jiwa yang secara khusus menghormati dan memuliakan Kerahiman Ilahi
Hari 8 : Jiwa-jiwa yang masih berada di Purgatorium (Api Penyucian)
Hari 9 : Jiwa-jiwa yang suam-suam kuku, jiwa yg kering/mati secara rohani
NOVENA HARI KE 1
DOA UNTUK SELURUH UMAT MANUSIA, KHUSUSNYA ORANG ORANG BERDOSA
Sabda Yesus kepada St. Faustina:
“Hari ini, bawalah kepada-Ku seluruh umat manusia, khususnya orang
orang berdosa, para pendosa, diseluruh dunia dan benamkanlah mereka
dalam samudera kerahiman-Ku.
Dengan demikian engkau menghibur Aku dalam jurang kepedihan yang
disebabkan oleh hilangnya jiwa jiwa itu. (Buku Harian Faustina 1210)
DOA:
Pemimpin/Sendiri:
Ya Yesus yang maharahim, sedari hakikatMu, Engkau mengasihani dan
mengampuni kami. Janganlah memperhitungkan dosa-dosa kami, tetapi
perhatikanlah keyakinan kami akan kebaikan-Mu yang tak terbatas.
Terimalah kami semua dalam HatiMu yang maharahim, dan jangan pernah
membiarkan kami pergi darinya untuk selamanya. Semua ini kami mohon demi
kasih yang menyatukan diriMu dengan Bapa dan Roh Kudus.
Oh, Kerahiman Ilahi yang mahakuasa, dan keselamatan orang- orang berdosa,
Engkau adalah samudra kerahiman dan belas kasih; Engkau membantu semua orang yang dengan rendah hati memohon pertolonganMu.
Umat/sendiri:
Bapa yang kekal, dengan tatapan mataMu yang penuh kerahiman pandanglah
seluruh umat manusia, khususnya orang-orang berdosa yang malang, semua
yang direngkuh dalam Hati Yesus yang maharahim. Demi Sengsara-Nya yang
pedih, tunjukkanlah kerahimanMu kepada kami sehingga kami dapat memuji
kerahimanMu yang mahakuasa untuk selama- lamanya. Dan mereka semua boleh
menerima kasih dan keselamatanMu, di bumi hingga di surga. Amin.
Dilanjutkan dengan Doa Koronka (tersedia diatas)
NOVENA HARI KE 2
UNTUK PARA IMAM, KAUM RELIGIUS, PELAYAN ROHANI
Sabda Yesus kepada St. Faustina:
“Hari ini bawalah kepadaKu jiwa-jiwa para Imam dan kaum religius,
dan benamkanlah mereka dalam kerahimanKu yang tak terhingga. Merekalah
yang memberiKu kekuatan untuk menanggung SengsaraKu yang pahit. Lewat
mereka, laksana lewat saluran-saluran, kerahimanKu mengalir kepada umat
manusia.“ ( Buku Harian Faustina 1212)
DOA:
Pemimpin/Sendiri:
Yesus yang Maharahim, sumber segala kebaikan, tingkatkanlah rahmatMu di
dalam diri kami supaya kami dapat melaksanakan dengan pantas karya-karya
kerahiman, dan supaya semua yang melihat kami dapat memuliakan Bapa
Kerahiman yang ada di surga.
Mata air kasih Allah ada di dalam hati yang murni, terbenam dalam
Samudra Kerahiman, bersinar laksana bintang-bintang cemerlang laksana
fajar.
Umat/Sendiri:
Bapa yang kekal, dengan tatapan mataMU yang maharahim pandanglah
himpunan orang-orang terpilih yang bekerja di kebun anggurMu; pandanglah
jiwa-jiwa para imam dan kaum religius; dan limpahilah mereka dengan
kekuatan berkatMu. Dalam Hati PutraMu, mereka direngkuh; demi kasih
HatiNya, berikanlah kepada mereka kekuatan dan terangMu supaya mereka
dapat menuntun orang lain di jalan menuju keselamatan dan dengan sesuara
memuji kerahimanMu yang tidak terbatas sepanjang segala abad. Amin.
Dilanjutkan dengan Doa Koronka
NOVENA HARI KE 3
UNTUK JIWA YANG SALEH DAN SETIA
Sabda Yesus kepada St. Faustina:
“ Hari ini, bawalah kepadaku semua jiwa yang saleh dan setia,dan
benamkanlah mereka dalam lautan KerahimanKu. Jiwa-jiwa ini memberikan
penghiburan kepadaKu di sepanjang Jalan Salib. Mereka adalah tetes
kesegaran & penghiburan di tengah lautan kepahitan“. ( Buku Harian
Faustina 1214)
DOA:
Pemimpin/sendiri:
Yesus yang Maharahim, dari khazanah kerahimanMu, Engkau memberikan
rahmat yang berlimpah ruah kepada semua orang. Perkenankanlah kami
tinggal di dalam HatiMu yang maharahim dan jangan biarkan kami pernah
terlepas dari sana untuk selamanya. Semua ini kami mohon kepadaMu demi
kasihMu yang paling mengagumkan terhadap Bapa surgawi yang membuat
HatiMu sedemikian bernyala-nyala.
Mukjizat-mukjizat kerahiman sungguh tak terselami. Baik orang berdosa
maupun orang benar tidak akan memahaminya. Setiap kali Engkau memandang
kami dengan penuh belas kasih, Engkau menarik kami lebih erat kepada
kasihMu.
Umat/sendiri:
Bapa yang kekal, arahkanlah tatapan mata-Mu yang maharahim kepada
jiwa-jiwa yang setia, sebagai harta pusaka Putra-Mu. Demi Sengsara-Nya
yang pedih, limpahkanlah berkat-Mu kepada mereka, dan dengan
perlindungan-Mu yang lestari rengkuhlah mereka. Dengan demikian, mereka
tidak pernah akan gagal dalam
olah kasih dan tidak pernah akan kehilangan harta iman yang kudus;
sebaliknya, bersama segenap paduan para malaikat dan para kudus, mereka
akan memuliakan kerahiman-Mu yang tak terbatas sepanjang segala abad.
Amin
Dilanjutkan dengan Doa Koronka
NOVENA HARI KE 4
DOA UNTUK ORANG-ORANG YANG TIDAK BERIMAN DAN MEREKA YANG BELUM MENGENAL TUHAN YESUS.
Sabda Yesus kepada St. Faustina:
“ Hari ini bawalah kepadaKu orang-orang yang tidak beriman dan mereka
yang belum mengenal Aku. Dalam SengsaraKu yang pedih Aku juga memikirkan
mereka, dan semangat mereka di masa depan meneguhkan HatiKu.
Benamkanlah mereka dalam lautan KerahimanKu, karna Aku rindu memberikan
kasih dan keselamatanKu bagi mereka.“ (Buku Harian Faustina 1216).
DOA
Pemimpin/Sendiri:
Ya Yesus yang maharahim, Engkau adalah Terang seluruh dunia. Terimalah
dalam Hati-Mu yang maharahim jiwa orang-orang yang tidak beriman, yang
belum mengenal Engkau. Biarlah sinar rahmat-Mu menerangi mereka sehingga
mereka pun, bersama kami, dapat mengagungkan kerahiman-Mu yang
mengagumkan; dan jangan biarkan mereka berada diluar kediaman Hati-Mu
yang maharahim. Kami rindu agar mereka juga beroleh rahkat, kasih dan
keselamatanMu. Kiranya sinar kasih-Mu menerangi jiwa-jiwa mereka;
buatlah jiwa-jiwa ini mengenal & menerima Engkau, Sang Kasih dan
Juru Selamat Sejati, dan bersama dengan kami, memuji kerahimanMu
selamanya.
Umat/Sendiri:
Bapa yang kekal, arahkanlah tatapan mata-Mu yang maharahim kepada jiwa
orang-orang yang tidak beriman dan mereka yang belum mengenal Engkau,
tetapi sudah direngkuh dalam Hati Yesus yang maharahim. Tariklah mereka
kepada terang Injil. Jiwa-jiwa ini belum tahu betapa besarnya
kebahagiaan orang yang mengasihi Engkau. Berikanlah rahmat-Mu kepada
mereka, agar mereka pun
dapat mengagungkan kerahiman-Mu yang mahamurah sepanjang segala abad. Amin.
Dilanjutkan dengan Doa Koronka
NOVENA HARI KE 5
DOA UNTUK JIWA ORANG-ORANG YANG SESAT DAN MEMISAHKAN DIRI
DARI GEREJA
Sabda Yesus kepada St. Faustina:
“ Hari ini, bawalah kepadaKu jiwa orang-orang yang sesat dan
memisahkan diri dari Gereja, dan benamkanlah mereka dalam lautan
kerahiman-Ku. Setiap kali mereka mencabik-cabik Tubuh dan Hati-Ku, yakni
Gereja-Ku, Aku merasakan Sengsara yang pedih. Begitu mereka kembali
kepada kesatuan dengan Gereja, luka-luka-Ku menjadi sembuh, dan dengan
cara ini mereka meringankan Sengsara-Ku “
Bahkan bagi mereka yang sudah mengoyakkan busana kesatuan-Mu, arus kerahiman terus mengalir dari Hati-Mu.
Kerahiman-Mu yang mahakuasa, Oh Allah, dapat mengantar jiwa-jiwa ini keluar dari kesesatan. (Buku Harian Faustina 1218)
DOA:
Pemimpin/Sendiri:
Yesus yang Maharahim, Sang Kebaikan sendiri, Engkau tidak pernah menutup
terang-Mu bagi mereka yang memintanya daripada-Mu. Sambutlah jiwa-jiwa
para bidaah dan orang yang memisahkan diri dari Gereja dalam naungan
Hati-Mu yang maharahim. Dengan terang-Mu tariklah mereka ke dalam
kesatuan Gereja, dan jangan biarkan mereka memisahkan diri dari Hati-Mu
yang maharahim; tetapi
perkenankanlah mereka pun menyembah kerahiman-Mu yang mahamurah
Umat/Sendiri:
Bapa yang kekal, arahkanlah tatapan mata-Mu yang maharahim kepada
jiwa-jiwa para bidaah dan orang-orang yang memisahkan diri dari Gereja;
dengan berkeras hati di dalam kesesatan-kesesatan mereka telah
menyia-nyiakan berkat-Mu dan
menyalahgunakan rahmat-Mu. Janganlah memandang kesalahan- kesalahan
mereka, tetapi pandanglah kasih Putra-Mu sendiri, dan pandanglah juga
SengsaraNya yang pedih, yang Ia jalani demi mereka karena mereka pun
sudah direngkuh di dalam Hati Yesus yang maharahim.Perkenanlah mereka
pun memuliakan kerahiman-Mu yang agung sepanjang segala masa. Amin.
Dilanjutkan dengan Doa Koronka
NOVENA HARI KE 6
DOA UNTUK JIWA JIWA YANG LEMAH LEMBUT DAN RENDAH HATI SERTA JIWA ANAK ANAK KECIL
Sabda Yesus kepada St. Faustina:
“ Hari ini bawalah kepadaKu jiwa yang lemah
lembut yang rendah hati dan jiwa anak-anak kecil dan benamkanlah mereka
dalam kerahimanKu. Jiwa-jiwa ini paling menyerupai HatiKu. Di saat, Aku
menjalani sakratul maut yang pedih, mereka menguatkan Aku. Aku melihat
mereka sebagai malaikat di bumi, yang akan berjaga di dekat semua
altar-Ku. Ke atas mereka, Aku mencurahkan seluruh limpahan rahmat. Hanya
jiwa-jiwa yang rendah hati yang dapat menerima rahmatKu. Dengah
kerahimanKu, Aku mengasihi jiwa-jiwa yang rendah hati“. (Buku Harian
Faustina 1220)
DOA:
Pemimpin/Sendiri:
Yesus yang Maharahim, Engkau sendiri telah berkata, ” Belajarlah
daripada Ku, sebab Aku ini lembah lembut dan rendah hati.”. Terimalah
dalam kediaman HatiMu yang maharahim, semua jiwa yang lembah lembut dan
rendah hati serta jiwa anak-anak kecil. Jiwa-jiwa ini membuat surga
terpesona dan mereka adalah kesayangan Bapa surgawi. Mereka ibarat
rangkaian bunga yang harum mewangi di hadapan tahta Allah; Allah sendiri
bersuka cita atas keharuman mereka. Jiwa-jiwa ini memiliki kediaman
lestari di dalam HatiMu yang maharahim, dan tak henti-hentinya mereka
melakukan madah kasih serta kerahiman.
Suatu jiwa yang sungguh lemah lembut dan rendah hati sudah di bumi
ini menghirup udara firdaus dan karena keharuman orang yang rendah hari
Sang Pencipta sendiri bersuka cita.
Umat/Sendiri:
Bapa yang kekal, arahkanlah tatapan mata-Mu yang maharahim kepada
jiwa-jiwa yang lembah lembut dan rendah hati, serta kepada jiwa
anak-anak kecil, yang dihimpun di dalam Hati Yesus yang maharahim.
Jiwa-jiwa ini paling menyerupai PutaraMu. Keharuman mereka membumbung
dari bumi dan mencapai tahtaMu sendiri. Bapa yang maharahim dan
mahabaik, berkat kasih-Mu terhadap jiwa-jiwa ini dan berkat kesukaan
yang Engkau nikmati kepada mereka, aku mohon kepadaMu : Berkatilah
seluruh dunia agar semua jiwa bersama-sama melambungkan madah
kerahimanMu sepanjang segala abad. Amin.
Dilanjutkan dengan Doa Koronka
NOVENA HARI KE 7
DOA UNTUK JIWA JIWA YANG SECARA KHUSUS MENGHORMATI DAN MEMULIAKAN KERAHIMAN TUHAN
Sabda Yesus kepada St. Faustina:
“ Hari ini bawalah kepadaKu jiwa-jiwa yang secara khusus menghormati
dan memuliakan KerahimanKu, dan benamkanlah mereka dalam kerahimanKu.
Jiwa-jiwa ini paling menderita karena menyaksikan sengsaraKu, dan mereka
masuk paling dalam ke dalam Roh-Ku. Mereka adalah gambar yang hidup
dari Hati-Ku yang maharahim. Dalam kehidupan yang akan datang, jiwa-jiwa
ini akan bersinar dengan kecemerlangan istimewa. Tidak seorangpun dari
mereka akan terjerumus ke dalam api neraka. Secara istimewa Aku akan
membela setiap orang dari mereka pada saat kematiannya” (Buku Harian
Faustina 1224)
DOA:
Pemimpin/Sendiri:
Yesus yang Maharahim, Hati-Mu adalah Sang kasih sendiri. Terimalah ke
dalam kediaman Hati-Mu yang maharahim, jiwa orang- orang yang secara
istimewa mengagungkan kerahiman-Mu dan menghormati keagunganNya. Karena
kekuatan Allah sendiri, jiwa-jiwa ini sungguh perkasa. Di tengah segala
penindasan dan
penderitaan, mereka melangkah maju penuh kepercayaan akan kerahiman-Mu.
Jiwa-jiwa ini bersatu dengan Dikau dan menggendong seluruh umat manusia
pada bahu mereka. Jiwa–jiwa ini tidak akan dihakimi dengan kejam tetapi
pada saat ajalnya, mereka akan direngkuh oleh kerahiman-Mu.
Jiwa yang memuji kebaikan Tuhan dikasihi olehNya secara istimewa.
Ia selalu dekat dengan mata air yang hidup dan menimba rahmat dari Kerahiman Ilahi.
Umat/Sendiri:
Bapa yang kekal, arahkanlah tatapan mata-Mu yang maharahim kepada
jiwa-jiwa yang memuliakan dan menghormati sifat-Mu yang paling tinggi,
yakni kerahiman-Mu yang tiada tara, dan yang dihimpun dalam Hati Yesus
yang maharahim. Jiwa-jiwa ini adalah Injil yang hidup; tangan mereka
penuh dengan karya kerahiman, dan roh mereka, yang meluap-luap dengan
suka cita, melambungkan kidung kerahiman kepada-Mu, O Yang Mahatinggi!
Aku mohon, ya Allah: Tunjukkanlah kerahiman-Mu kepada mereka sesuai
dengan harapan dan kepercayaan mereka kepada-Mu. Dalam diri mereka,
biarlah digenapi janji-janji Yesus bagi mereka, ”Jiwa-jiwa yang
menghormati kerahiman-Ku yang tiada tara akan Kubela sebagai
kemuliaan-Ku sendiri sepanjang hayat mereka, khususnya pada saat kematian mereka.”.Amin
Dilanjutkan dengan Doa Koronka
NOVENA HARI KE 8
DOA UNTUK JIWA-JIWA YANG DIPENJARAKAN DI PURGATORIUM
Sabda Yesus kepada St. Faustina:
“ Hari ini, bawalah kepadaKu jiwa-jiwa yang dipenjarakan di
Purgatorium, dan benamkanlah mereka dalam lubuk kerahiman-Ku. Biarlah
banjir Darah-Ku menyejukkan mereka yang kepanasan. Semua jiwa ini sangat
Kukasihi. Mereka sedang melunasi hukuman- Ku yang adil. Engkau memiliki
kekuatan untuk meringankan mereka. Ambillah segala indulgensi dari
khazanah Gereja-Ku dan
persembahkanlah semua itu demi mereka. Oh, kalau saja engkau tahu
siksaan yang mereka derita, engkau akan terus-menerus mempersembahkan
bagi mereka kemurahan hati dan melunasi utang mereka kepada
keadilan-Ku.“ (Buku Harian Faustina 1226)
DOA:
Pemimpin/Sendiri:
Yesus yang Maharahim, Engkau sendiri telah berkata bahwa Engkau
menginginkan kerahiman; Aku membawa ke kediaman Hati-Mu yang maharahim
jiwa-jiwa di Purgatorium, jiwa-jiwa yang sangat Engkau kasihi, tetapi
sekaligus harus melunasi hukuman yang dijatuhkan oleh keadilan-Mu.
Semoga aliran Darah dan Air yang memancar dari hati-Mu memadamkan nyala
api yang memurnikan itu, supaya di tempat itu pun kuasa kerahiman-Mu
dapat dimuliakan.
Dari panas Purgatorium yang mengerikan, naiklah suatu rintihan kepada
kerahiman-Mu, dan dalam aliran darah bercampur air mereka menerima
penghiburan, kesegaran, kelegaan.
Umat/Sendiri:
Bapa yang kekal, arahkanlah tatapan mata-Mu kepada jiwa-jiwa yang
menderita di Purgatorium, yang direngkuh dalam hati Yesus yang
maharahim. Berkat sengsara Putra-Mu yang pedih, dan demi semua kepahitan
yang melanda Jiwa Yesus yang mahakudus, aku mohon kepada-Mu, sudilah
menyatakan kerahiman-Mu kepada jiwa-jiwa yang sedang Engkau pandang
dengan mata-Mu yang adil. Pandanglah mereka hanya melalui luka-luka
Yesus, Putra-Mu yang terkasih; karena kami sungguh percaya bahwa di sini
tidak ada batas untuk kebaikan dan kemurahanMu. Amin
Dilanjutkan dengan Doa Koronka
NOVENA HARI KE 9
DOA UNTUK JIWA-JIWA YANG SUAM SUAM KUKU & KERING ROHANI
Sabda Yesus kepada St. Faustina:
“ Hari ini bawalah kepadaKu, jiwa-jiwa yang suam-suam kuku, dan
benamkanlah mereka di dalam lubuk kerahiman-Ku. Jiwa-jiwa ini paling
nyeri melukai Hati-Ku. Karena jiwa-jiwa yang suam-suam kuku ini, jiwa-Ku
merasakan kejijikan yang paling mengerikan di Taman Getsemani.
Merekalah yang menyebabkan Aku berseteru kepada Bapa, ’Bapa, ambillah
piala ini dari pada-Ku kalau ini memang kehendak-Mu!’ Bagi mereka,
harapan terakhir untuk selamat adalah berlari kepada kerahiman-Ku.“(Buku
Harian Faustina 1228)
DOA:
Pemimpin/Sendiri:
Yesus yang Maharahim, Engkau adalah Sang Kerahiman sendiri. Aku membawa
jiwa-jiwa yang suam-suam kuku ini ke kemah Hati-Mu yang maharahim. Dalam
api kasih-Mu yang paling murni ini biarlah jiwa-jiwa yang beku ini,
yang seperti mayat ini, yang dipenuhi dengan kejijikan ini, dapat
dihidupkan kembali. O Yesus yang maharahim, tunjukkanlah kerahiman-Mu
yang mahakuasa dan tariklah mereka ke dalam nyala kasih-Mu; limpahkanlah
atas mereka karunia kasih yang kudus karena bagi kuasa-Mu tidak ada hal
yang mustahil.
Api dan es tak dapat berpadu; entah api yang mati, entah es yang leleh.
Tetapi berkat kerahiman-Mu, O Allah, Engkau dapat memulihkan dalam diri semua orang apa saja yang sudah hilang.
Umat/Sendiri:
Bapa yang kekal, arahkanlah tatapan mataMU kepada jiwa jiwa yang suam
suam kuku, yang bagaimanapun sudah direngkuh dalam Hati Yesus yang
maharahim.Bapa Kerahiman, berkat sengsara PuteraMu yang pedih dan berkat
sakratulmautNya selama tiga jam di kayu salib, aku mohon
kepadamu:Biarlah merekapun memuliakan lubuk kerahimanMu..Amin
Dilanjutkan dengan Doa Koronka
Sebuah Blog tempat kami berbagi Kasih Tuhan kepada seluruh sahabat. Tempat kami ber-sharing tentang kasih, harapan, kebenaran, apa dan bagaimana meraih kehidupan yang terbaik dan indah, di dalam Tuhan, dan bersama seluruh keluarga dan sahabat.
Novena Kanak-Kanak Yesus
Keajaiban Doa Novena Kanak Kanak Yesus dan Doa Mujizat
Keajaiban Doa Novena Kanak Kanak Yesus dan Doa Mujizat Mari kita bersama mendoakan Novena Kanak Kanak Yesus dalam menyambut kelahir...
Kamis, 09 April 2015
Rabu, 01 April 2015
Misteri Mulia Paskah Yesus: JUMAT AGUNG
Jumat Agung
Tanpa bersalah, Yesus menerima hukuman
mati. (MARKUS 15).
Dengan rendah hati, Yesus berjalan dari
bawah bukit Kalvari, dengan membawa salib yg sangat berat, dgn hinaan, cambukan
dan pukulan yg Dia terima di setiap langkahNya. Yesuspun jatuh hingga 3 kali, namun
karna kasihNya yg besar, Ia selalu berusaha bangkit dan berjalan lagi untuk
menyelesaikan panggulan salib itu sampai ke puncak Kalvari/Golgota.
Sungguh luar biasa perjalanan itu, setelah
semalaman Ia disiksa, tidak diberi makan/minum, darah mengucur tanpa henti,
luka-luka yang menganga tanpa diobati, tidak tidur; kini Ia harus berjalan
memanggul salib di tanah yg berbatu, tersengat matahari, menanjak tinggi dan
jauh. Ditambah dengan penderitaan batin dengan segala hinaan dan cacian dari
banyak orang. Namun Yesus terus bertahan dan terus bangkit untk menyelesaikan
karya penebusanNya terhadap dosa dosa kita.
Jumat Agung merupakan puncak dari penderitaan
Yesus, krn luka fisik dan emosi yg dialamiNya dan juga keterpisahaan dg Bapa
akibat menanggung dosa dosa kita.
Akan tetapi, sampai hari ini, banyak orang
yg hanya mengambil peran memandang Yesus yg disalib dari kejauhan. Jarang
sekali orang mau mengambil peran utk mendekat dan memeluk Yesus yang tidak
berdaya, dan menghayati makna dr derita dan wafatNya. Sungguh banyak manusia
yang tidak menyadari betapa apa yang Yesus tunaikan dalam sengsara dan wafatNya
tersebut, adalah demi keselamatan mereka.
Namun Yesus adalah Tuhan yang penuh kasih
dan panjang sabar. Dia selalu memberikan kesempatan bagi setiap manusia untuk
bertobat dan kembali ke jalan kebenaranNya agar beroleh keselamatan dan
kasihNya di bumi hingga di surga.
Semoga penyadaran diri sbg manusia yg
lemah & rentan terhadap dosa diharapkan membantu kita utk menyadari betapa
kita membutuhkan Tuhan dlm setiap aspek hidup kita. Melalui pantang &
puasa, kita diajak utk menghayati bhw hidup ini tak hanya sekedar urusan fisik,
tapi juga urusan rohani. Namun acapkali kita mudah sekali lepas dari fokus
hidup kita, kita hanya focus pd hal-hal duniawi dan kenikmatan duniawi yg semu
dan sesaat lagi akan musnah. Yg justru menjauhkan kita dari kasihNya dan
keselamatanNya, dan bahkan membawa diri kita berjalan ke jurang dosa dan
kebinasaan kekal.
Semoga kita semua memahami dan menghargai
kebenaran yg ada ini, demi keselamatan kita di bumi hingga di surga.
Bertanyalah dalam hatimu: "Yesus,
mengapa Kau rela menderita siksa dan hinaan, memanggul salib dan wafat di
Golgota?
Dengarlah jawabanNya: "Semua Aku lakukan krn kasih dan cintaKu padamu, anak-anakKu".
Pesan kasih di Jumat Agung
DarahNya sdh tercurah, deritaNya sdh
terlaksana, wafatNya sdh menebus dan memberikan keselamatan kekal.
Sabda Yesus: "Jika kamu mau mengikut
Aku, maka kamu harus memanggul salibmu (rela menderita demi hidup benar) dan
menyangkal diri (melepas sgala ego dan dosa duniawi)."
Betapa besar kasih Allah Bapa shg Dia rela
memberikan PutraNya Tunggal untuk dan menderita dan wafat bagi kita.
Sungguh
bahagia kami boleh mendampingiMu dalam jalan salibMu. Kami mencoba memanggul
salibnya bersama, namun memang sungguh berat. Jalan yang tak rata dan menanjak,
matahari yg panas menyengat, rasa lapar dan haus, memaksimalkan derita hinaan
dan cambukanMu. Yg akhirnya paku tajam dipukulkan ke tanganMu, Kau tergantung
slm berjam2 dlm derita, namun Kau tetap mengasihi & mendoakan mereka yg
menyiksa dan menyakitimu. "Yesus, Kau lakukan ini hanya demi kami, org org
berdosa??".
JANGAN SIA SIAKAN KASIH ALLAH BAPA &
YESUS YG SDH TERCURAH UNTUKMU. JGN TERTINGGAL DLM PENYELAMATANNYA HANYA KRN
KITA ASYIK MEMELUK SEMUNYA DUNIA & DOSA.
Misteri Mulia Paskah Yesus: KAMIS PUTIH
KAMIS PUTIH
Menjelang wafat-Nya, Yesus mengadakan perjamuan terakhir dengan para muridNya.
Saat memecah roti dan membagikannya, Dia berkata, "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku" (Markus 14:22-25)
Perjamuan akhir Kamis malam merupakan kenangan yang sakral, kita diajak untuk mengingat kembali bahwa Yesus telah memberikan hidup-Nya bagi kita, melalui pemberian tubuh dan darahNya, Dia menyatukan diriNya dgn kita dalam cinta kasih yg abadi dan sejati.
Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya dan menerima Hosti Kudus. Hosti kudus yang adalah Tubuh Kritus, adl tubuh rohani sejati kita sebagai sarana persatuan kasih kita dengan Allah, yang membawa kita pada keselamatan dan kebahagiaan sejati dan kekal.
Moment indah yg Yesus lakukan pd Kamis Putih ini, selain duduk makan bersama dan memberikan pesan2 kasihNya yang terakhir, pada saat selesai perjamuan kudus, Yesus melepas jubahNya, lalu berganti baju layaknya seorang hamba, mengikat kain lengan pd pinggangNya.
Dan setlah itu, Dia berlutut dan membasuh (mencuci) kaki para muridNya satu persatu, dg penuh kasih. Dia yg termulia, Dia yg terpuji, Dia yang paling luhur, Dia Allah yang hidup, berkenan merendahkan hatiNya dan melayani layaknya seorang hamba yg hina.
Namun, Dia lakukan itu krn kerendahan hatiNya dan atas dasar kasihNya pd kita.
Hendaknya kitapun meneladan untk mau rendah hati, membuang jauh sgala ego, kesombongan, dan kesemuan duniawi, serta menyadari betapa kita hanya jiwa yang terbungkus raga yang akan musnah dan tak berarti apa2 tanpa kasihNya.
Sehingga kita dimampukan datang dalam pertobatan sejati dan kembali merengkuhNya demi keselamatan jiwa kita.
Biarlah kasih Yesus memampukan kita untk mengasihi Allah dg kasih sejati kita, dan juga memampukan kita melayani sesama dan berbagi kasih yg nyata dan tak terbatas kepada orang lain, seperti yang Dia lakukan untk kita manusia yang dikasihiNya dgn sungguh.
Terpujilah Yesus, Tuhan kita.
TUGURAN
(Kamis malam, setelah perjamuan kudus terakhir) - setelah selesai membasuh kaki murid2Nya, Yesus pergi ke Taman Getsemani ditemani beberapa muridNya, untk berdoa pd BapaNya di surga.
Yesus adl sama spt kita, Dia seorang manusia yang juga merasa seperti apa yg kita rasa. Dia tau bahwa sbentar lagi diriNya akn ditangkap dan menderita sampai mati di kayu salib. Dia sgt sedih, takut & gemetar, sehingga Dia tersungkur di tanah sambil berdoa kpd BapaNya dgn keringat dan air mata darah.
"Bapa, bila saja cawan ini lalu dariKu, tapi bukan kehendakKu, tapi kehendakMu yg terjadi".
Demi kita dan seluruh umat manusia, walaupun Yesus merasa takut, namun kasihNya yg sempurna telah mematahkan rasa takutnya tsb dan berserah pada kehendak Bapa untuk Yesus menunaikan rencana keselamatan Allah walaupun melalui sengsara dan wafatNya, yg segera akan Ia alami.
Malam itu juga, setelah selesai berdoa di taman Getsemani, Yesus ditangkap oleh sepasukan prajurit dan dibawa ke penjara, dan mulai malam itulah Yesus harus menanggung ke 15 siksa pada malam sebelum Ia disalibkan keesokan harinya:
1. Mereka membelenggu kakiKu dan menyeretKu diatas batu-batu anak tangga, turun menuju kesebuah ruangan kotor dan menjijikan dibawah tanah.
2. Mereka menanggalkan pakaianKu, lalu mencambuki badanKu dengan cambuk yang bersimpul-simpul besi.
3. Mereka melilitkan tali pada badanKu, lalu menarikKu sepanjang lapangan, dari ujung ke ujung.
4. Mereka menggantungkanKu pada sekeping kayu dengan simpul hidup dan mudah terbuka, sehingga AKU jatuh. Dengan siksa yang sedemikian ini, AKU menangis dengan air mata darah.
5. Mereka mengikatKu pada sebuah tonggak, lalu menusukKu dengan kayu yang bercabang.
6. Mereka memukulKu dengan batu, dan memanggangKu dengan bara api dan obor.
7. Mereka menusukKu denagn jarum besar, ujung yang menyerupai tombak runcing merobek kulitKu, daging dan urat-uratKu mencuat keluar dari badanKU
8. Mereka mengikatKu pada sebuah tonggak dan menyuruh berdiri tanpa alas kaki, pada sekeping besi yang panas membara.
9. Mereka memahkotaiKu denagn mahkota besi, menutup mukaKu dengan kain yang kotor dekil.
10. Mereka mendudukan AKU pada sebuah kursi yang dipasang paku-paku tajam yang menyebabkan luka-luka yang dalam pada badanKu.
11. Mereka menyirami luka-lukaKu dengan timah hittam dan damar cair, kemudian mereka menggencetKu pada kursi yang berpaku-paku, sehingga paku-paku ini menusuk membenam masuk semakin dalam dan lebih dalam lagi ke badanKU.
12. Supaya malu dan makin sengsara, mereka menusukkan jarum-jarum dilubang pori janggutKu yang sudah dicabuti. Lalu lenganKu diikatkan ke punggungKu dan mereka menggiringKu keluar dari penjara, dibarengi tamparan-tamparan dan pukulan.
13. Mereka menghempaskanKu pada sebuah salib dan mengikatKu, sedemikian kencang sehingga AKU hampir-hampir tidak bisa bernafas sama sekali.
14. Mereka mendorong keras kepalaKu, sehingga AKU jatuh terlentang ke tanah, lalu mereka menginjakKu yang menyakitkan dadaKu. Kemudian mereka mencopot duri mahkotaKu dan mencucukkannya ke lidahKu
15. Mereka menuangkan dalam mulutKu kotoran-kotoran yang sangat busuk dan menjijikan, sebab mereka kehabisan cara-cara penyiksaan yang sadis-keji kepadaKu
Menjelang wafat-Nya, Yesus mengadakan perjamuan terakhir dengan para muridNya.
Saat memecah roti dan membagikannya, Dia berkata, "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku" (Markus 14:22-25)
Perjamuan akhir Kamis malam merupakan kenangan yang sakral, kita diajak untuk mengingat kembali bahwa Yesus telah memberikan hidup-Nya bagi kita, melalui pemberian tubuh dan darahNya, Dia menyatukan diriNya dgn kita dalam cinta kasih yg abadi dan sejati.
Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya dan menerima Hosti Kudus. Hosti kudus yang adalah Tubuh Kritus, adl tubuh rohani sejati kita sebagai sarana persatuan kasih kita dengan Allah, yang membawa kita pada keselamatan dan kebahagiaan sejati dan kekal.
Moment indah yg Yesus lakukan pd Kamis Putih ini, selain duduk makan bersama dan memberikan pesan2 kasihNya yang terakhir, pada saat selesai perjamuan kudus, Yesus melepas jubahNya, lalu berganti baju layaknya seorang hamba, mengikat kain lengan pd pinggangNya.
Dan setlah itu, Dia berlutut dan membasuh (mencuci) kaki para muridNya satu persatu, dg penuh kasih. Dia yg termulia, Dia yg terpuji, Dia yang paling luhur, Dia Allah yang hidup, berkenan merendahkan hatiNya dan melayani layaknya seorang hamba yg hina.
Namun, Dia lakukan itu krn kerendahan hatiNya dan atas dasar kasihNya pd kita.
Hendaknya kitapun meneladan untk mau rendah hati, membuang jauh sgala ego, kesombongan, dan kesemuan duniawi, serta menyadari betapa kita hanya jiwa yang terbungkus raga yang akan musnah dan tak berarti apa2 tanpa kasihNya.
Sehingga kita dimampukan datang dalam pertobatan sejati dan kembali merengkuhNya demi keselamatan jiwa kita.
Biarlah kasih Yesus memampukan kita untk mengasihi Allah dg kasih sejati kita, dan juga memampukan kita melayani sesama dan berbagi kasih yg nyata dan tak terbatas kepada orang lain, seperti yang Dia lakukan untk kita manusia yang dikasihiNya dgn sungguh.
Terpujilah Yesus, Tuhan kita.
TUGURAN
(Kamis malam, setelah perjamuan kudus terakhir) - setelah selesai membasuh kaki murid2Nya, Yesus pergi ke Taman Getsemani ditemani beberapa muridNya, untk berdoa pd BapaNya di surga.
Yesus adl sama spt kita, Dia seorang manusia yang juga merasa seperti apa yg kita rasa. Dia tau bahwa sbentar lagi diriNya akn ditangkap dan menderita sampai mati di kayu salib. Dia sgt sedih, takut & gemetar, sehingga Dia tersungkur di tanah sambil berdoa kpd BapaNya dgn keringat dan air mata darah.
"Bapa, bila saja cawan ini lalu dariKu, tapi bukan kehendakKu, tapi kehendakMu yg terjadi".
Demi kita dan seluruh umat manusia, walaupun Yesus merasa takut, namun kasihNya yg sempurna telah mematahkan rasa takutnya tsb dan berserah pada kehendak Bapa untuk Yesus menunaikan rencana keselamatan Allah walaupun melalui sengsara dan wafatNya, yg segera akan Ia alami.
Malam itu juga, setelah selesai berdoa di taman Getsemani, Yesus ditangkap oleh sepasukan prajurit dan dibawa ke penjara, dan mulai malam itulah Yesus harus menanggung ke 15 siksa pada malam sebelum Ia disalibkan keesokan harinya:
1. Mereka membelenggu kakiKu dan menyeretKu diatas batu-batu anak tangga, turun menuju kesebuah ruangan kotor dan menjijikan dibawah tanah.
2. Mereka menanggalkan pakaianKu, lalu mencambuki badanKu dengan cambuk yang bersimpul-simpul besi.
3. Mereka melilitkan tali pada badanKu, lalu menarikKu sepanjang lapangan, dari ujung ke ujung.
4. Mereka menggantungkanKu pada sekeping kayu dengan simpul hidup dan mudah terbuka, sehingga AKU jatuh. Dengan siksa yang sedemikian ini, AKU menangis dengan air mata darah.
5. Mereka mengikatKu pada sebuah tonggak, lalu menusukKu dengan kayu yang bercabang.
6. Mereka memukulKu dengan batu, dan memanggangKu dengan bara api dan obor.
7. Mereka menusukKu denagn jarum besar, ujung yang menyerupai tombak runcing merobek kulitKu, daging dan urat-uratKu mencuat keluar dari badanKU
8. Mereka mengikatKu pada sebuah tonggak dan menyuruh berdiri tanpa alas kaki, pada sekeping besi yang panas membara.
9. Mereka memahkotaiKu denagn mahkota besi, menutup mukaKu dengan kain yang kotor dekil.
10. Mereka mendudukan AKU pada sebuah kursi yang dipasang paku-paku tajam yang menyebabkan luka-luka yang dalam pada badanKu.
11. Mereka menyirami luka-lukaKu dengan timah hittam dan damar cair, kemudian mereka menggencetKu pada kursi yang berpaku-paku, sehingga paku-paku ini menusuk membenam masuk semakin dalam dan lebih dalam lagi ke badanKU.
12. Supaya malu dan makin sengsara, mereka menusukkan jarum-jarum dilubang pori janggutKu yang sudah dicabuti. Lalu lenganKu diikatkan ke punggungKu dan mereka menggiringKu keluar dari penjara, dibarengi tamparan-tamparan dan pukulan.
13. Mereka menghempaskanKu pada sebuah salib dan mengikatKu, sedemikian kencang sehingga AKU hampir-hampir tidak bisa bernafas sama sekali.
14. Mereka mendorong keras kepalaKu, sehingga AKU jatuh terlentang ke tanah, lalu mereka menginjakKu yang menyakitkan dadaKu. Kemudian mereka mencopot duri mahkotaKu dan mencucukkannya ke lidahKu
15. Mereka menuangkan dalam mulutKu kotoran-kotoran yang sangat busuk dan menjijikan, sebab mereka kehabisan cara-cara penyiksaan yang sadis-keji kepadaKu
Senin, 30 Maret 2015
A "bread" for our Soul: Misteri Mulia Paskah Yesus - MINGGU PALEM
MINGGU PALEM
"Lihatlah, Rajamu datang. Raja yang dengan rendah hati datang, dengan menaiki keledai betina. " (Matius 21:1-11)
Hari ini adalah peringatan Minggu Palem. Yaitu peringatan saat Yesus memasuki kota Yerusalem.
Yesus masuk ke kota Yerusalem, dan menggenapi apa yg di-nubuatkan para Nabi, yaitu datang menaiki keledai betina, diiringi oleh murid-muridNya, dan disambut oleh rakyat Yerusalem. Rakyat menyambut kedatangan Yesus dengan melambai2kan daun palem sambil berseru-seru: "Hosana, Yesus, Raja dari Nasaret".
Hal ini adalah saat dimana Yesus mulai memasuki masa dimana Ia akan menunaikan karya penebusan dan keselamatan bagi seluruh umat manusia. Sejak hari ini, hingga 8 hari lamanya, Yesus menyempurnakan dan menggenapi tugas perutusanNya dengan rangkaian: Minggu Palem, Kamis Putih (perjamuan terakhir), Jumat Agung (wafatNya), Sabtu sunyi dan Minggu Paskah (kebangkitanNya).
Yesus, Sang Putra Allah, datang ke dunia, menjadi manusia, mengambil rupa seorang hamba, bukan untk dilayani, namun untk melayani kita semua, dengan rendah hati memberi diri bagi kita, bahkan sampai wafat di salib, demi kita semua.
Dengan sengsara dan wafatNya, maka kematian, dosa dan maut yg seharusnya kita tanggung, telah dipatahkanNya dan dibebaskan dari kita, berganti dg kemenangan dan keselamatan. Dan dengan kebangkitanNya, maka kitapun turut bangkit dari kelemahan, keberdosaan & ketidak-pantasan, berganti dengan diangkatnya kita menjadi anak2Nya yg dikasihi, diselamatkan, ditebus & dibenarkanNya, di bumi hingga di surga.
Marilah kita dgn rendah hati datang kepada Tuhan untuk memurnikan hati dan diri kita. Mari memohon rahmat Tuhan untuk menyelidiki hati apakah masih ada perkataan yang sia-sia, fikiran, hati & kehendak yang tidak baik, sikap yang negativ, perbuatan keberdosaan dan segala sesuatu yang tidak berkenan kepada Allah?; apakah masih ada hati yang belum mengampuni, apakah masih ada kesalahan yang belum kita mohonkan maaf kepada orang lain atau kepada Allah, apakah masih ada masalah dgn org lain yang belum kita selesaikan dgn cara damai?
Kini, mari kita persembahkan semua itu dalam pertobatan yang sungguh agar kita dilayakkan turut serta mengiringi Yesus memasuki masa mulia dan penuh anugerah, dalam misteri Paskah melalui sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus, Tuhan kita.
Dan marilah dengan sepenuh kasih, kita memandang Yesus, Sang Kasih. Sembari mengiringi dan turut ambil bagian dalam perjalanan sengsara, wafat dan kebangkitanNya; agar kitapun layak menerima anugerah mulia, dimana melalui semua itu, kita beroleh penebusan dosa, berkat dan keselamatan di bumi hingga di surga.
Maukah kita mengiringi perjalanan kasihNya sebagai tanda kasih kita kepada Yesus yg telah lebih dulu mengasihi kita dgn sungguh?
Terpujilah Yesus, Tuhan kita.
"Lihatlah, Rajamu datang. Raja yang dengan rendah hati datang, dengan menaiki keledai betina. " (Matius 21:1-11)
Hari ini adalah peringatan Minggu Palem. Yaitu peringatan saat Yesus memasuki kota Yerusalem.
Yesus masuk ke kota Yerusalem, dan menggenapi apa yg di-nubuatkan para Nabi, yaitu datang menaiki keledai betina, diiringi oleh murid-muridNya, dan disambut oleh rakyat Yerusalem. Rakyat menyambut kedatangan Yesus dengan melambai2kan daun palem sambil berseru-seru: "Hosana, Yesus, Raja dari Nasaret".
Hal ini adalah saat dimana Yesus mulai memasuki masa dimana Ia akan menunaikan karya penebusan dan keselamatan bagi seluruh umat manusia. Sejak hari ini, hingga 8 hari lamanya, Yesus menyempurnakan dan menggenapi tugas perutusanNya dengan rangkaian: Minggu Palem, Kamis Putih (perjamuan terakhir), Jumat Agung (wafatNya), Sabtu sunyi dan Minggu Paskah (kebangkitanNya).
Yesus, Sang Putra Allah, datang ke dunia, menjadi manusia, mengambil rupa seorang hamba, bukan untk dilayani, namun untk melayani kita semua, dengan rendah hati memberi diri bagi kita, bahkan sampai wafat di salib, demi kita semua.
Dengan sengsara dan wafatNya, maka kematian, dosa dan maut yg seharusnya kita tanggung, telah dipatahkanNya dan dibebaskan dari kita, berganti dg kemenangan dan keselamatan. Dan dengan kebangkitanNya, maka kitapun turut bangkit dari kelemahan, keberdosaan & ketidak-pantasan, berganti dengan diangkatnya kita menjadi anak2Nya yg dikasihi, diselamatkan, ditebus & dibenarkanNya, di bumi hingga di surga.
Marilah kita dgn rendah hati datang kepada Tuhan untuk memurnikan hati dan diri kita. Mari memohon rahmat Tuhan untuk menyelidiki hati apakah masih ada perkataan yang sia-sia, fikiran, hati & kehendak yang tidak baik, sikap yang negativ, perbuatan keberdosaan dan segala sesuatu yang tidak berkenan kepada Allah?; apakah masih ada hati yang belum mengampuni, apakah masih ada kesalahan yang belum kita mohonkan maaf kepada orang lain atau kepada Allah, apakah masih ada masalah dgn org lain yang belum kita selesaikan dgn cara damai?
Kini, mari kita persembahkan semua itu dalam pertobatan yang sungguh agar kita dilayakkan turut serta mengiringi Yesus memasuki masa mulia dan penuh anugerah, dalam misteri Paskah melalui sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus, Tuhan kita.
Dan marilah dengan sepenuh kasih, kita memandang Yesus, Sang Kasih. Sembari mengiringi dan turut ambil bagian dalam perjalanan sengsara, wafat dan kebangkitanNya; agar kitapun layak menerima anugerah mulia, dimana melalui semua itu, kita beroleh penebusan dosa, berkat dan keselamatan di bumi hingga di surga.
Maukah kita mengiringi perjalanan kasihNya sebagai tanda kasih kita kepada Yesus yg telah lebih dulu mengasihi kita dgn sungguh?
Terpujilah Yesus, Tuhan kita.
Minggu, 22 Maret 2015
A 'Bread' for our Soul: Perjalanan Tri Hari Suci Yesus Kristus
Perjalanan Tri Hari Suci Yesus Kristus
2. Mereka menanggalkan pakaianKu, lalu mencambuki badanKu dengan cambuk yang bersimpul-simpul besi.
3. Mereka melilitkan tali pada badanKu, lalu menarikKu sepanjang lapangan, dari ujung ke ujung.
4. Mereka menggantungkanKu pada sekeping kayu dengan simpul hidup dan mudah terbuka, sehingga AKU jatuh. Dengan siksa yang sedemikian ini, AKU menangis dengan air mata darah.
5. Mereka mengikatKu pada sebuah tonggak, lalu menusukKu dengan kayu yang bercabang.
6. Mereka memukulKu dengan batu, dan memanggangKu dengan bara api dan obor.
7. Mereka menusukKu denagn jarum besar, ujung yang menyerupai tombak runcing merobek kulitKu, daging dan urat-uratKu mencuat keluar dari badanKU
8. Mereka mengikatKu pada sebuah tonggak dan menyuruh berdiri tanpa alas kaki, pada sekeping besi yang panas membara.
9. Mereka memahkotaiKu denagn mahkota besi, menutup mukaKu dengan kain yang kotor dekil.
10. Mereka mendudukan AKU pada sebuah kursi yang dipasang paku-paku tajam yang menyebabkan luka-luka yang dalam pada badanKu.
11. Mereka menyirami luka-lukaKu dengan timah hittam dan damar cair, kemudian mereka menggencetKu pada kursi yang berpaku-paku, sehingga paku-paku ini menusuk membenam masuk semakin dalam dan lebih dalam lagi ke badanKU.
12. Supaya malu dan makin sengsara, mereka menusukkan jarum-jarum dilubang pori janggutKu yang sudah dicabuti. Lalu lenganKu diikatkan ke punggungKu dan mereka menggiringKu keluar dari penjara, dibarengi tamparan-tamparan dan pukulan.
13. Mereka menghempaskanKu pada sebuah salib dan mengikatKu, sedemikian kencang sehingga AKU hampir-hampir tidak bisa bernafas sama sekali.
14. Mereka mendorong keras kepalaKu, sehingga AKU jatuh terlentang ke tanah, lalu mereka menginjakKu yang menyakitkan dadaKu. Kemudian mereka mencopot duri mahkotaKu dan mencucukkannya ke lidahKu
15. Mereka menuangkan dalam mulutKu kotoran-kotoran yang sangat busuk dan menjijikan, sebab mereka kehabisan cara-cara penyiksaan yang sadis-keji kepadaKu
KAMIS PUTIH
Menjelang wafat-Nya, Yesus mengadakan
perjamuan terakhir dengan para muridNya.
Saat memecah roti dan membagikannya, Dia
berkata, "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi
peringatan akan Aku" (ay. 19).
Perjamuan akhir Kamis malam merupakan
kenangan yang sakral, kita diajak untuk mengingat kembali bahwa Yesus telah
memberikan hidup-Nya bagi kita, Dia menyatukan diriNya dgn kita dalam cinta
kasih yg abadi dan sejati.
Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya.
Moment indah yg Yesus lakukan pd Kamis
Putih ini, saat selesai perjamuan kudus, Dia melepas jubahNya, lalu berganti
baju layaknya seorang hamba, mengikat kain lengan pd pinggangNya.
Dan setlah itu, Dia berlutut dan membasuh
(mencuci) kaki para muridNya satu persatu, dg penuh kasih. Dia yg termulia, Dia
yg terpuji, Dia yang paling luhur, berkenan melayani layaknya seorang hamba yg
hina.
Namun, Dia lakukan itu krn kerendahan
hatiNya dan atas dasar kasihNya pd kita.
Hendaknya kitapun meneladan untk mau
rendah hati, membuang jauh sgala ego, kesombongan, dan kesemuan duniawi, demi
mampu melayani sesama dan berbagi kasih yg nyata dan tak terbatas seperti yang
Dia lakukan untk kita manusia.
TUGURAN (Kamis malam,
setelah perjamuan kudus terakhir) - setelah selesai membasuh kaki murid2Nya,
Yesus pergi ke Taman Getsemani ditemani beberapa muridNya, untk berdoa pd
BapaNya di surga.
Yesus adl sama spt kita, Dia seorang
manusia yang juga merasa seperti apa yg kita rasa. Dia tau bahwa sbentar lagi
diriNya akn ditangkap dan menderita sampai mati di kayu salib. Dia sgt sedih,
takut & gemetar, sehingga Dia tersungkur di tanah sambil berdoa kpd BapaNya
dgn keringat dan air mata darah.
"Bapa, bila saja cawan ini lalu
dariKu, tapi bukan kehendakKu, tapi kehendakMu yg terjadi".
Demi kita dan seluruh umat manusia,
walaupun Yesus merasa takut, namun kasihNya yg sempurna telah mematahkan rasa
takutnya tsb dan berserah pada kehendak Bapa untuk Yesus menunaikan rencana
keselamatan Allah walaupun melalui sengsara dan wafatNya, yg segera akan Ia
alami.
Malam itu juga, setelah selesai berdoa di
taman Getsemani, Yesus ditangkap oleh sepasukan prajurit dan dibawa ke penjara,
dan mulai malam itulah Yesus harus menanggung ke 15 siksa pada malam sebelum Ia
disalibkan:
1. Mereka
membelenggu kakiKu dan menyeretKu diatas batu-batu anak tangga, turun menuju
kesebuah ruangan kotor dan menjijikan dibawah tanah.
2. Mereka menanggalkan pakaianKu, lalu mencambuki badanKu dengan cambuk yang bersimpul-simpul besi.
3. Mereka melilitkan tali pada badanKu, lalu menarikKu sepanjang lapangan, dari ujung ke ujung.
4. Mereka menggantungkanKu pada sekeping kayu dengan simpul hidup dan mudah terbuka, sehingga AKU jatuh. Dengan siksa yang sedemikian ini, AKU menangis dengan air mata darah.
5. Mereka mengikatKu pada sebuah tonggak, lalu menusukKu dengan kayu yang bercabang.
6. Mereka memukulKu dengan batu, dan memanggangKu dengan bara api dan obor.
7. Mereka menusukKu denagn jarum besar, ujung yang menyerupai tombak runcing merobek kulitKu, daging dan urat-uratKu mencuat keluar dari badanKU
8. Mereka mengikatKu pada sebuah tonggak dan menyuruh berdiri tanpa alas kaki, pada sekeping besi yang panas membara.
9. Mereka memahkotaiKu denagn mahkota besi, menutup mukaKu dengan kain yang kotor dekil.
10. Mereka mendudukan AKU pada sebuah kursi yang dipasang paku-paku tajam yang menyebabkan luka-luka yang dalam pada badanKu.
11. Mereka menyirami luka-lukaKu dengan timah hittam dan damar cair, kemudian mereka menggencetKu pada kursi yang berpaku-paku, sehingga paku-paku ini menusuk membenam masuk semakin dalam dan lebih dalam lagi ke badanKU.
12. Supaya malu dan makin sengsara, mereka menusukkan jarum-jarum dilubang pori janggutKu yang sudah dicabuti. Lalu lenganKu diikatkan ke punggungKu dan mereka menggiringKu keluar dari penjara, dibarengi tamparan-tamparan dan pukulan.
13. Mereka menghempaskanKu pada sebuah salib dan mengikatKu, sedemikian kencang sehingga AKU hampir-hampir tidak bisa bernafas sama sekali.
14. Mereka mendorong keras kepalaKu, sehingga AKU jatuh terlentang ke tanah, lalu mereka menginjakKu yang menyakitkan dadaKu. Kemudian mereka mencopot duri mahkotaKu dan mencucukkannya ke lidahKu
15. Mereka menuangkan dalam mulutKu kotoran-kotoran yang sangat busuk dan menjijikan, sebab mereka kehabisan cara-cara penyiksaan yang sadis-keji kepadaKu
Jumat Agung
Tanpa bersalah, Yesus menerima hukuman
mati.
Dengan rendah hati, Yesus berjalan dari
bawah bukit Kalvari, dengan membawa salib yg sangat berat, dgn hinaan, cambukan
dan pukulan yg Dia terima di setiap langkahNya. Yesuspun jatuh hingga 3 kali,
namun karna kasihNya yg besar, Ia selalu berusaha bangkit dan berjalan lagi
untuk menyelesaikan panggulan salib itu sampai ke puncak Kalvari/Golgota.
Sungguh luar biasa perjalanan itu, setelah
semalaman Ia disiksa, tidak diberi makan/minum, darah mengucur tanpa henti,
luka-luka yang menganga tanpa diobati, tidak tidur; kini Ia harus berjalan
memanggul salib di tanah yg berbatu, tersengat matahari, menanjak tinggi dan
jauh. Ditambah dengan penderitaan batin dengan segala hinaan dan cacian dari
banyak orang. Namun Yesus terus bertahan dan terus bangkit untk menyelesaikan
karya penebusanNya terhadap dosa dosa kita.
Jumat Agung merupakan puncak dari penderitaan
Yesus, krn luka fisik dan emosi yg dialamiNya dan juga keterpisahaan dg Bapa
akibat menanggung dosa dosa kita (Mrk 15:34).
Akan tetapi, sampai hari ini, banyak orang
yg hanya mengambil peran memandang Yesus yg disalib dari kejauhan. Jarang
sekali orang mau mengambil peran utk mendekat dan memeluk Yesus yang tidak
berdaya, dan menghayati makna dr derita dan wafatNya. Sungguh banyak manusia
yang tidak menyadari betapa apa yang Yesus tunaikan dalam sengsara dan wafatNya
tersebut, adalah demi keselamatan mereka.
Namun Yesus adalah Tuhan yang penuh kasih
dan panjang sabar. Dia selalu memberikan kesempatan bagi setiap manusia untuk
bertobat dan kembali ke jalan kebenaranNya agar beroleh keselamatan dan
kasihNya di bumi hingga di surga.
Semoga penyadaran diri sbg manusia yg
lemah & rentan terhadap dosa diharapkan membantu kita utk menyadari betapa
kita membutuhkan Tuhan dlm setiap aspek hidup kita. Melalui pantang &
puasa, kita diajak utk menghayati bhw hidup ini tak hanya sekedar urusan fisik,
tapi juga urusan rohani. Namun acapkali kita mudah sekali lepas dari fokus
hidup kita, kita hanya focus pd hal-hal duniawi dan kenikmatan duniawi yg semu
dan sesaat lagi akan musnah. Yg justru menjauhkan kita dari kasihNya dan
keselamatanNya, dan bahkan membawa diri kita berjalan ke jurang dosa dan kebinasaan
kekal.
Semoga kita semua memahami dan menghargai
kebenaran yg ada ini, demi keselamatan kita di bumi hingga di surga.
Bertanyalah dalam hatimu: "Yesus,
mengapa Kau rela menderita siksa dan hinaan, memanggul salib dan wafat di
Golgota?
Dengarlah jawabanNya: "Semua Aku lakukan krn kasih dan cintaKu padamu,
anak-anakKu".
Misa Jumat Agung @ Karmel – April 2014
DarahNya sdh tercurah, deritaNya sdh
terlaksana, wafatNya sdh menebus dan memberikan keselamatan kekal.
Sabda Yesus: "Jika kamu mau mengikut
Aku, maka kamu harus memanggul salibmu (rela menderita demi hidup benar) dan
menyangkal diri (melepas sgala ego dan dosa duniawi)."
Betapa besar kasih Allah Bapa shg Dia rela
memberikan PutraNya Tunggal untuk dan menderita dan wafat bagi kita.
Sungguh
bahagia kami boleh mendampingiMu dalam jalan salibMu. Kami mencoba memanggul
salibnya bersama, namun memang sungguh berat. Jalan yang tak rata dan menanjak,
matahari yg panas menyengat, rasa lapar dan haus, memaksimalkan derita hinaan
dan cambukanMu. Yg akhirnya paku tajam dipukulkan ke tanganMu, Kau tergantung
slm berjam2 dlm derita, namun Kau tetap mengasihi & mendoakan mereka yg
menyiksa dan menyakitimu. "Yesus, Kau lakukan ini hanya demi kami, org org
berdosa??".
JANGAN SIA SIAKAN KASIH ALLAH BAPA & YESUS
YG SDH TERCURAH UNTUKMU. JGN TERTINGGAL DLM PENYELAMATANNYA HANYA KRN KITA
ASYIK MEMELUK SEMUNYA DUNIA & DOSA.
PASKAH
Dia
telah mati, namun kini Dia bangkit utk keselamatan kita:
"Mengapa
kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia
telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di
Galilea, yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang
berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga." (Lukas
24:5-7)
Sengsara,
wafat & kebangkitanNya, yg telah dinubuatkan para nabi, kini tergenapi dg
mulia.
Yesus
bangkit dari mati. Alleluya!
Yesus
Hidup mengalahkan maut. Alleluya!
Yesus
telah menebus dosa2 manusia. Alleluya!
Orang2
yg tdk percaya pada Yesus pasti menyangkal kebenaran bahwa Yesus adalah Allah
yg menjelma menjadi manusia, menderita sengsara, wafat dan bangkit dari alam
maut. Mereka mengungkapkan argumen2 rasional maupun teologis utk menyangkal
iman kita akan wafat dan kebangkitan Yesus, Tuhan kita.
Tidak
mengapa, sebab Allah memanggil dan memilih kita yg Dia kasihi, dg karunia
khusus, krn kita sgt berharga untkNya.
Maka
panggilan kita sebagai murid2 Yesus adalah harus mengalami Yesus yg Hidup &
bangkit dan menyertai kita senantiasa. Jangan sampai kita yg sudah dibaptis
tetapi tdk pernah mengalami Yesus yg hidup. Kalau itu terjadi, apa bedanya kita
dg orang2 yg tdk percaya pada Yesus?
Sebab
Yesus berjanji: "Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai
kepada akhir zaman" (Markus 28:20). Maka marilah kita undang Yesus dalam
hidup kita, mintalah Dia supaya meraja dan memimpin hidup kita dan supaya kita
mengalami kasih-Nya, maka hidup kita akan bahagia.
Sgala
maut dan dosa kita telah disalibkan bsama Yesus, hidup lama kita yg tak
berkenan pd Allah telah turut terkubur bsama Yesus. Maka terimalah hidup baru
yg lebih indah dan bermakna dlm sgala kebaikan, bersama bangkitNya Yesus, Tuhan
Kita.
He
is Risen.
He
truly risen.
Fajar
menyingsinglah sudah. Langit menggemakan madah. Bumi bersorak sorai. Neraka
menangis, mengaduh kalah.
Kala
Raja nan perkasa. Menggempur markas neraka. Menggilas kuasa maut. Dgn gagah
tanpa takut.
Pemenang
yg luhur, bangkit mulia dari mati. Dan duduk mulia di sisi kanan Allah BapaNya,
sampai selamanya. Dari situ Dia akn dtg ke bumi kedua kalinya, untk mjd hakim
atas org hidup & mati.
Mulai
skg kami disebut yg berbahagia, sbab perbuatan besar Dia kerjakan demi
menyelamatkan kami yg berdosa. Semua krn kasih Allah, terpujilah Engkau di bumi
& surga.
Meskipun
Dia adl Putra Allah, Yesus tdk berpegang pd kemuliaanNya yg setara dg Allah
BapaNya. Dia malah menghampakan diri, rela menjadi hamba dan menjadi manusia.
Dia merendahkan diri dan taat sampai mati, sampai mati di salib.
Sebab
itu Allah telah meninggikan Dia dan menganugerahkan kepadaNya nama yg melebihi
segala nama. Agar dalam Yesus, bertekuk di setiap lutut, di surga dan di bumi.
Agar setiap lidah mengakui untk kemuliaan Allah Bapa, Tuhanlah Yesus Kristus.
Kami
mengagungkan Tuhan, hati kami bersuka ria krn Allah Penyelamat kami, memperhatikan dan mengasihi kami, hambaNya yg
hina dan berdosa ini.
Mulai
skg aku disebut yg berbahagia, sbab perbuatan besar dikerjakan Dia kerjakan
bagiku. Kasih sayangNya turun temurun untk org2 yg berpegang pdNya & taqwa.
"Rombak
bait Allah ini. Dalam 3 hari Aku akn mendirikannya kembali" (Yoh 2:19) =
Rombak
dan lepaskan jiwa yg penuh dosa krn Dia telah mengubur bersama wafatNya. Dlm 3
hari (saat ini) Dia bangkit bersama jiwa kita yg baru dan indah, dlm iman,
pengharapan dan kasih.
Alleluia
!!
Berbahagialah
kita yang dipilih. Karna banyak yang dipanggil namun sedikit yang terpilih
dalam menerima penebusan dosa dan keselamatan dari Yesus.
"Selamat
Paskah".
Tuhan
Yesus memberkati.
Amin.
Langganan:
Postingan (Atom)