Novena Kanak-Kanak Yesus

Keajaiban Doa Novena Kanak Kanak Yesus dan Doa Mujizat

Keajaiban Doa Novena Kanak Kanak Yesus dan Doa Mujizat Mari kita bersama mendoakan Novena Kanak Kanak Yesus dalam menyambut kelahir...

Kamis, 01 Oktober 2015

Obidience is Start Your Step... - "Bread" For Soul

Dare to ask ourself:

OBEDIENCE IS START YOUR STEP AND KEEP DOING YOUR BEST THINGS FOR THE GOOD

When we do good, we will gain good things.

When we do more, we will gain more.

When we give more, we will receive more things 

When we do less, we gain less.

When we not doing anything, we will not gain anything.

Noone will REAP if they not SOW.

Also,

Noone with go somewhere or reach somewhere without make their first step.

When we make a first step, it will follow with our next step and it will lead us to somewhere.

When we make a good step, it will follow with blessing and it will lead us to a good great place.

"Let your words & actions inspire others to dream more, learn more, do more and become more. It will not only add good things to others but its actually add your value of life.”

Life is not counted by what we get or what we have or even who we are; but it will only counted by any of our good things, good step we sow at our life to others.

So, lets start do it.....

Inner Power - "Bread" For Soul

Dare to ask ourself :

INNER POWER

Jika sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari LUAR, maka kehidupan di dalam telur BERAKHIR, tetapi jika sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari DALAM, maka sebuah kehidupan baru telah LAHIR.

HAL HAL BESAR SELALU DIMULAI DARI DALAM DIRI KITA

TUHAN tidak pernah menjanjikan bahwa :

Langit akan selalu BIRU
Bunga akan selalu MEKAR dan
Mentari akan selalu BERSINAR.
Tetapi ketahuilah bahwa DIA selalu memberi :
PELANGI di setiap badai
SENYUM di setiap air mata
BERKAH di setiap cobaan dan
JAWABAN di setiap doa.

Dalam mengarungi gelombang kehidupan, janganlah pernah menyerah sahabatku :

KITA HARUS TERUS MELANGKAH DENGAT KETAATAN !!

Kini, mari hidupkan & gunakan Inner Power yang ada didalam diri kita.

Mulailah dengan mengatakan kepada jiwa kita:

Hai, jiwaku, bangun dan bangkitlah. Mari bersamaku meraih segala asa dan impian.

Hai jiwaku, bersukacitalah dan selalu bersyukur dan pujilah Tuhan, karna dariNya, olehNya dan kepadaNya, asal dan tujuan hidup kita mengalir indah.

Hai jiwaku, mari lakukan sesuatu, agar ada makna di hidup ini yang bisa kita berikan, karna sebelum kita memberi hidup ini untk kebaikan oranglain, maka tidak ada arti yang membuat hidup kita berarti.

Lakukan bagian kita dengan terbaik yang kita bisa, maka Tuhan melakukan yang selebihnya bagi kita, membawa kita pada hidup yang terbaik didalam rancangan indahNya.

Sebab:

Roma 8:28-30=

"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. 

Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. 

Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya"

Medio September 2015

Kamis, 17 September 2015

WIth God All Thing Is Possible - Tiada yang mustahil jika bersama Allah - "Bread" For Soul

If you can dream it, you can receive, because : WIth God all things is possible

“Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu (Mzm.37: 3-4)”

Lukas 1:37 = "Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."

Tuhan ingin memberikanmu apa yang diinginkan hatimu. Sering kita berpikir,”Saya tahu apa yang sesungguhnya saya inginkan, tapi saya tidak tahu apakah itu kehendak Tuhan.” Keraguan atas apakah pikiran kita benar-benar merupakan kehendak Tuhan dapat melumpuhkan kita dari dalam dan jika kita tidak yakin, maka kita terbuka bagi serangan keragu-raguan.

Yesus mengatakan di dalam Luk.9:62, Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah. Namun, inilah justru yang kita digoda untuk lakukan. Kita merasa tidak pasti dan kita melihat ke belakang. Tetapi Tuhan tidak ingin kita merasa tidak pasti mengenai kehendakNya. Dalam Rm.12:2 Dia mengatakan bahwa kita dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

1 Kor.2:12 mengatakan kepada kita bahwa kita telah menerima Roh dari Tuhan (Penolong kita) supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita. Allah tidak pernah bermaksud untuk membiarkan kita tetap berada di luar kehendakNya. Dia ingin menyatakannya kepada kita sehingga kita dapat yakin akan pikiranNya mengenai kita dan mengenai apa yang Dia telah berikan kepada kita secara cuma-cuma.

Kadang-kadang kita bersembunyi di balik pernyataan seperti,”kehendak Allah” atau “Saya hanya ingin kehendakNya”. Sudah pasti bahwa hal ini benar dan perlu. Kita harus mengikuti Yesus dan mencari KerajaanNya di atas semuanya. Namun, setelah Anda memiliki sikap hati seperti itu, Allah akan mulai berbicara kepada Anda dan menanyakan apa yang Anda inginkan. Dia senang memberikan apa yang diinginkan hatimu.

Dalam Mrk.10:46-52 kita menemui Yesus sedang dalam perjalanan keluar dari Jerikho. Dia melewati Bartimeus, seorang pengemis yang buta. Bartimeus telah mendengar tentang Yesus yang menyembuhkan. Ayat 47 mengatakan bahwa saat Bartimeus mendengar bahwa itu adalah Yesus dari Nazaret, dia mulai berseru nyaring kepadaNya. Mengapa? Karena ia telah mendengar tentang Yesus! Apa yang telah dia dengar? Dia pasti telah mendengar bahwa Yesus mengampuni dosa, mengusir roh-roh jahat, menyembuhkan yang sakit dan mengajar tentang Kerajaan Allah. Dia tidak akan pernah mengharapkan bahwa Yesus akan mau menolongnya jika sebelumnya dia tidak pernah mendengar bahwa Yesus menyembuhkan yang sakit.

Apa yang Anda dengar sangatlah penting. Iman datang dari pendengaran akan Firman Kristus (Rm10:17). Jika Anda tidak mendengarkan Injil sepenuhnya, tingkat pengharapan Anda akan sangat terbatas. Anda tidak dapat memperoleh iman untuk hal-hal tertentu jika Anda tidak tahu akan kehendak Allah mengenai hal tersebut. Semakin sedikit Injil yang Anda dengar, semakin kecil jugalah iman Anda di dalam Dia. Namun demikian, puji Tuhan untuk Injil yang Anda dengar sekarang. Itu merupakan Kabar BaikNya bagi Anda untuk setiap hal dalam kehidupan Anda sehari-hari.

Apa yang Anda Inginkan?

Bartimeus telah mendengar bahwa Yesus menyembuhkan yang sakit kemanapun Dia pergi. Dia mulai berseru kepada Yesus dan meskipun ada rintangan dari orang banyak, dia menolak untuk diam. Yesus mendengar Bartimeus dan memanggilnya. Bartimeus berlari menuju Yesus dan Yesus memberikan pertanyaan kepadanya, Apa yang engkau ingin Aku lakukan untukmu? Dia tidak hanya mengatakan,”Ini adalah kehendak Allah bagimu!” Dia menanyakan orang itu apa yang ada di dalam hatinya. “Apa yang engkau inginkan?” tanya Yesus. Perhatikanlah jawaban Bartimeus, Guru, aku ingin melihat.

Akan selalu ada satu atau dua orang ahli teologi yang sinis yang akan menuduh bahwa permintaan Bartimeus ini benar-benar egois; bagaimana dia hanya memikirkan tentang dirinya dan bagaimana doanya seharusnya lebih banyak berpusat kepada Allah. Perkataan seperti itu adalah omong kosong. Yesus datang untuk menolong orang-orang, untuk mengangkat yang tertindas, membebaskan yang terikat dan menyembuhkan yang sakit. Dia meresponi kebutuhan dan doa orang-orang.

Bartimeus memiliki permintaan, kerinduan—sebuah kebutuhan; dia ingin melihat. Tidak salah bagi dia untuk menginginkan hal itu bagi dirinya sendiri. Itu bukanlah egois untuk meminta penglihatannya disembuhkan. Sudah barang tentu Yesus ingin memberikan itu kepadanya, tetapi sebelum Dia melakukannya, Dia ingin mengetahui apa yang menjadi pikiran dari Bartimeus sendiri.

Dalam Yoh.15:7 Yesus mengatakan, Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dia tidak berkata,”Berdoalah untuk apa saja yang Aku kehendaki maka itu akan diberikan kepadamu,” tetapi apa saja yang kamu kehendaki. Allah ingin memberikanmu apa yang diinginkan hatimu. Jika Anda di dalam Yesus dan FirmanNya tinggal di dalam Anda. Dia mengharapkan Anda untuk meminta apa saja yang Anda kehendaki karena hatimu dan pikiranmu adalah benar di hadapan Allah.

Apakah maksudnya itu? Flp.2:13 mengatakan, Karena Allahlah yang bekerja di dalam dirimu untuk berkehendak dan bertindak menurut tujuanNya yang baik (terjemahan langsung dari bahasa Inggris). Allah bekerja di dalam diri kita, membuat keinginanNya sendiri menjadi kerinduan kita. Keinginan Bartimeus untuk kesembuhan bukanlah hal yang egois. Itu adalah sesuatu yang Tuhan taruhkan di dalam dia. Namun, dia pertama-tama diajak untuk mengenali dan menerima kerinduan itu, mulai menginginkannya dan mengungkapkannya dalam perkataan dan tindakan, sebelum hal itu menjadi nyata kepadanya.

Allah tidak Menyembunyikan

Allah telah menempatkan pikiran, mimpi, keinginan dan kerinduan di dalam Anda sehingga Dia ingin Anda menerima dan mulai bertindak atas hal itu.
Namun, disinilah tepatnya iblis sering masuk pelan-pelan, menunjukkan jarinya dan menuduh kita, ”Engkau egois!” Dia berkata juga, ”Itu tidak mungkin kehendak Allah. Engkau sendirilah yang membuat-buatnya. Itu semua ‘kedagingan’,” dst. Apa yang sebenarnya terjadi adalah bahwa setan sedang menaburkan benih kecurigaan terhadap Bapa surgawimu. Ingatlah apa yang terjadi pada saat kejatuhan (ke dalam dosa). Hawa berdosa karena si ular itu berhasil menipu pikirannya dan membuatnya percaya bahwa Allah menyembunyikan sesuatu yang layak diinginkan darinya. Dalam Kej.3:5 ular itu berkata, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat. Atau dalam kata lain, ”Allah menyembunyikan dan menahan sesuatu darimu. Dia tidak ingin engkau menjadi seperti Dia. Ada sesuatu yang Dia tidak ingin engkau memilikinya. Dia menahan sesuatu.” Kita mendengarkan nasehat-nasehat yang sama pada masa ini.
Tapi Allah tidaklah demikian! Dia tidak menahan sesuatu dari Anda. Dia adalah Bapa yang baik dan pengasih bagi Anda.

Tragisnya, banyak orang masuk ke dalam kehidupan di bawah kesan yang sama seperti Hawa, yang telah ditipu oleh iblis—bahwa Allah bersifat tidak pengasih, menyengat dan secara umum menentang Anda. Tapi itu salah! Allah ada di pihak Anda! Rm.8:32 mengatakan, Ia, yang tidak menyayangkan AnakNya sendiri, tetapi yang menyerahkanNya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

Banyak orang yang telah menjalani hidup ini dengan perasaan bahwa Allah telah menyembunyikan dari mereka hampir semua hal dan mereka menjadi kepahitan terhadap Dia. Allah telah menjadi seperti musuh bagi mereka. Mereka tahu tidak ada gunanya untuk berperang melawan Dia, Dia mahakuasa dan harus ditaati. Namun mereka tidak mendapatkan sukacita, kerjasama ataupun penghiburan mereka di dalam Dia. Mereka membayangkan Dia keluar untuk mencuri bahkan sukacita yang tinggal sedikit yang mereka punyai. Ini mengerikan! Si ular itu telah membuat hati mereka pahit dan memberikan mereka gambaran yang palsu mengenai Bapa surgawi kita yang luar biasa.

Salah satu contoh orang yang memiliki masalah seperti ini adalah saudara tertua dalam perumpamaan mengenai anak yang hilang (Luk.15:25-32). Dia menjadi marah saat adiknya disambut dengan sambutan yang hangat dan penuh kasih. Dia merasa bahwa ayahnya tidak pernah memberikan dia apa-apa. Akan hal ini ayahnya menjawab, Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu (ayat 31). Aset kekayaan itu ada di sana sepanjang waktu namun dia tidak pernah datang dan meminta apa yang dia inginkan. Ingatlah perkataan Yesus di dalam Yoh.15:7, mintalah apa saja yang kamu kehendaki.

Saat Anda memiliki gambaran yang benar mengenai Allah dan menyadari bahwa iblislah yang telah menghalangi Anda untuk berdoa bagi keinginan hati Anda, Anda akan mulai datang lebih berani kepada Allah. Saat Anda melihat bahwa iblislah yang membuat tabu hal-hal yang biasa bagi Anda untuk diminta dari Bapa, Anda akan mulai mendekati Allah dengan keyakinan. Sama seperti Anda secara fisik diciptakan dalam cara yang khusus dengan kebutuhan yang khusus pula, begitu jugalah Anda sebagai ciptaan baru di dalam Kristus memiliki kebutuhan-kebutuhan tertentu yang Allah ingin untuk dipuaskan. Anda tidak pernah malu untuk haus. Adalah biasa dan alami untuk haus, lapar dan capek pada waktu-waktu tertentu. Anda tahu bahwa itu adalah kebutuhan normal manusia yang harus dipuaskan. Sama seperti tubuh fisik Anda memiliki kebutuhan yang Allah ingin puaskan, jiwa dan roh Anda juga memiliki kebutuhan yang Dia ingin penuhi. Jangan biarkan iblis membebani Anda dengan perasaan bersalah akan hal-hal itu. Biarkan Bapamu memuaskannya.

Hargai Mimpi-mimpimu!

Allah ingin memberikan kepada Anda keinginan hati Anda. Banyak orang menghentikan keinginan-keinginan, mimpi-mimpi dan pikiran-pikiran mereka dan mencoba untuk “menjadi wajar”. Jangan! Terimalah apa yang Allah telah tempatkan di dalam Anda. Dia ingin Anda memimpikan mimpiNya, memikirkan pikiranNya, merencanakan rencanaNya dan Dia ingin Anda mulai melangkah menuju pewujudannya. Hal-hal itu diwujudkan saat Anda meminta hal itu kepada Allah dan mulai bertindak menurut apa yang Anda doakan. Allah kemudian akan mulai bekerja di dalam Anda , dan Dia ingin pertama-tema menempatkan di dalam Anda hal-hal yang Dia inginkan di bumi. Saat Anda kemudian merenungkannya, mendoakannya dan mengklaimnya dan mengambil langkah-langkah ke arah itu, Allah akan mewujudkannya.

Itulah yang terjadi kepada Bartimeus. Mungkin itu dimulai hanya sebagai sebuah pemikiran. Pemikiran berkembang menjadi harapan. Harapan bertumbuh menjadi keyakinan bahwa jika Yesus datang suatu hari, sesuatu akan terjadi. Lalu Yesus datang! Keyakinan, kerinduan dan keinginan di dalam diri Bartimeus bangkit ke suatu titik di mana tidak seorangpun yang dapat menghentikannya. Orang-orang tidak dapat menahannya, kebutaannya juga tidak akan menghalanginya. Dia berteriak dan berlari kepada Yesus—dan apa yang terjadi? Dia menerima keinginan hatinya. Yesus berkata kepadanya, Imanmu telah menyembuhkan engkau (Mrk.10:52).

Yesus menyebut keinginannya yang gigih untuk melihat kebutuhannya dipenuhi itu sebagai iman—dan Dia lakukan hal yang sama dalam masalah Anda juga. Yesus memberi Bartimeus keinginan hatinya, dan Dia akan melakukan yang sama untuk Anda. Dan apakah hasilnya? Bartimeus mengikuti Yesus (ayat 52). Beberapa orang membayangkan bahwa jika kita menerima apa yang kita inginkan, kita akan menjauh dari Tuhan. Tidak, yang sebaliknyalah justru yang terjadi. Kita mengikuti Dia jauh lebih dekat lagi!

Dalam Yoh.15:8 Yesus berkata, Ini adalah untuk kemuliaan Bapaku, bahwa engkau menghasilkan banyak buah, menunjukkan dirimu sendiri sebagai murid-muridKu (terjemahan langsung dari bahasa Inggris). Hal itu membawa kemuliaan kepada Allah saat Anda menghasilkan banyak buah dan menerima keinginan hati Anda. Pria dan wanita melihat bahwa Allah nyata saat Dia mendengar dan menjawab doa-doamu karena Allah dengan nyata menyertai Anda.

Allah dimuliakan saat orang-orang melihat KerajaanNya, rencanaNya, dan pikiranNya memakmurkan Anda. Dia ingin melihat Anda menjangkau kepada janji-janjiNya, mempercayai Dia untuk menjawab keinginan Anda, dan bahwa Dia akan memberikan Anda keinginan hati Anda. Dia ingin Anda mengulurkan tangan dan menjangkau lebih jauh lagi untuk memimpikan, merencanakan dan menginginkan lebih lagi dariNya.

Tanamkan dalam hatimu bahwa:

Segala hal yang baik dan indah, walau itu seolah mustahil sekalipun bagi manusia, namun Allah sanggup dan bahkan Allahlah yang menaruh keinginan/harapan/permohonan yang baik dan indah itu di hatimu.

Keinginan hati/harapan itu bisa berupa: kesembuhan (jiwa & raga), kebahagiaan & damai sejahtera, pemulihan keluarga/hubungan, pemulihan ekonomi, pasangan hidup, berkat anak, berkat pekerjaan dan rejeki, keinginan untuk hidup melayani Allah dan sesama, karunia/rahmat/hikmat Allah, bahkan keinginan dalam bentuk materi yang bisa menunjang hidupmu dan pekerjaanNya di bumi melalui hidupmu, dll, semua Allah sediakan dan berikan bagi kita yang mengasihiNya, yang percaya dan yang menginginkannya dan mengandalkanNya.

Matius 19:26: Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.”
Dan Allah sanggup memenuhi segala keperluanmu, Allah sanggup melakukan segala perkara bagimu dan memberikanmu jalan keluar, dan Allah sanggup memulihkan segala area di hidupmu dan Allah sanggup memberikan apa saja yang menjadi keinginan baik yang ada di hatimu.

Dan karna begitu besar kasihNya, Allah mau mewujudkan segala hal baik yang diinginkan hatimu. Seperti bapa sayang anaknya dan ingin membahagiakan anak-anaknya, demikianlah Bapa Surgawi kita, Dia sanggup, Dia mau, Dia akan memberikan yang terbaik demi kebahagiaanmu.

Amin

Jumat, 11 September 2015

Hiasilah Hidupmu dengan Sikap, Perkataan, dan Perbuatan yang Indah - A "Bread" For Our Soul

KELUARKANLAH DAHULU BALOK DARI MATAMU

"Keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu" (Luk 6:42)

------------------------
Budi adalah anak ke 2 dari 3 bersaudara.

Kakak tertua bernama Toni adalah seorang pekerja keras, sukses dan tegas.

Anak bungsu yang bernama Sandi juga memiliki sifat yang sama, sehingga mereka berdua kerap berselisih paham dan ribut walaupun hanya membahas hal yang kecil dan sering menyerang masing-masing pribadi.


Budi selalu berkata kepada kakak dan adiknya itu :

"Mari kita bercermin pada diri masing-masing dahulu, kalau benar sudah bersih, baru boleh mengkritik saudaranya."

Ternyata setelah beberapa bulan, Toni mulai melunak dan mengurangi keluhan terhadap adik bungsunya itu. Hal ini membuat Budi senang. Pada perayaan ulang tahun ayahnya, Simon, sang ayah berkata:

"Saya mau membagi berkat kepada sesama yang membutuhkan!"

Sandi langsung berkata:

"Toni, kamu kan selama ini pelit! Kamu harus ikutin kata-kata Papa!"
Toni tidak menjawab.


Lalu Sandi melanjutkan:
"Tuh kan dia sudah merasa berdosa selama ini, Makanya ia diam!"

Mendengar itu, Budi segera berkata:

"Sandi..tidak melihatkah kamu, bahwa kakakmu sudah berubah?

Tetapi penyakitmu semakin parah. Berhentilah mengkritik kakakmu! Stop perkataanmu yang selalu menyakitkan dan tidak membangun. Hentikan kesombonganmu yang sia-sia. Kecuali kalau hidupmu sudah benar dan suci!"

Mendengar itu, Sandi pun terdiam dan menunduk malu.

Yesus berkata :

"Keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."

Langkah pertama untuk menjadi pengikut Kristus adalah memperbaiki diri sendiri dan mengikuti teladan Kristus.


Sebelum bersikap atau berkata, fikirkanlah dahulu.

Bercerminlah dulu apakah sudah cukup pantas kita untuk menyatakan sebuah sikap atau perkataan terhadap orang lain?

Teliti dulu sikap dan perkataan kita: Apakah akan memberikan kebaikan, hal positif, mendukung dan membangun diri sendiri dan orang lain??

Jika tidak, STOP bicara dan rubahlah dulu fikiran itu menjadi yang baik, barulah bicara dan bersikap.

Karna sejatinya, sikap dan perkataan kita, adalah tanda kualitas diri kita, hati kita dan hidup kita. Dan itulah yang akan menjadi cerminan siapa kita sebenarnya, yang akan dikenal dan dikenang orang.

Jadikan sikap & perkataanmu sebagai hiasan yang indah, yang mampu dilihat dan dirasakan keindahannya bagi setiap orang yang mendengar, sehingga hidup orang lainpun akan kau indahkan melalui sikap dan perkataanmu.

Segala yang baik, yang indah, yang benar, yang berbalut kasih, biarlah itu yang tercermin dalam sikap, perkataan dan perbuatanmu.

Ingatlah selalu, apa yang kita berikan melalui perkataan, sikap dan perbuatan kita, adalah apa yang kita taburkan dan kita tuai di kemudian hari.
Maka, menaburklah yang indah dan baik, agar layak menuai yang indah dan baik juga bagi hidup kita.

Oratio:
Yesus Engkaulah andalanku. Amin

Missio:
Marilah kita mengoyakkan "pakaian kita" dan mengikuti Yesus dan teladanNya yang indah.

Have a Blessed Friday.

KEMBALILAH PADA KASIH MULA-MULA - "Bread" For Soul

KEMBALILAH PADA KASIH MULA-MULA, KASIHMU DARI ALLAH DAN UNTUK ALLAH, JUGA KASIH YANG KAU PEROLEH DARI KELUARGA/PASANGAN/ORANGTUA/ANAK - YANG ALLAH TELAH PILIH DAN TETAPKAN BAGIMU:

KOLOSE 3: 12-25 =

Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.

Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.

Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.

Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.

Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.

Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan.

Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan.

Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.

Barangsiapa berbuat kesalahan, ia akan menanggung kesalahannya itu, karena Tuhan tidak memandang orang.

-----------------------------------------

Kisah sejati seorang sahabat:

Suamiku berprofesi sebagai insinyur mesin, Aku mencintainya krn sifatnya yg tegar, dan perasaan hangat dan nyaman saat Aku bersandar di bahunya yg bidang.

Tiga tahun berhubungan, dan sekarang sudah dua tahun kami menikah, aku harus mengakui, aku mulai lelah dgn semua ini. Alasan-alasanku mencintainya, sekarang telah berubah menjadi penyebab kelelahanku.

Aku perempuan yg sangat sentimental, dan sangat, sangat sensitif tentang hubungan cinta dan perasaanku, aku sangat mendambakan momen² romantis dlm hidupku. Suamiku, adalah org yg sangat berlawanan sifatnya dgnku, dan ketidak mampuannya membuat momen romantis dlm pernikahan kami telah menghancurkan perasaan cintaku kepadanya.

Suatu hari, akhirnya aku memutuskan utk menyatakan keputusanku kepadanya. Aku ingin bercerai.

“Kenapa?” tanyanya, kaget.

“Aku lelah. Gak semua hal di dunia ini harus ada alasannya kan?!” Jawabku.

Suamiku hanya diam semalaman, sepertinya ia tenggelam dlm pikirannya, dan merokok sepanjang malam. Perasaan kecewaku hanya bertambah besar melihatnya seperti itu. Disana terlihat laki² yg bahkan tdk dpt mengekspresikan kekecewaannya, apa lagi yg aku harapkan dari dia? Akhirnya suamiku bertanya kepadaku.

“Apa yg bisa Aku lakukan utk mengubah pikiranmu?”

Sepertinya yg org² bilang itu benar, susah utk mengubah kepribadian seseorang, dan kurasa, aku telah kehilangan kepercayaan dan cintaku kepadanya.
Aku melihat dlm ke matanya, dan perlahan ku jawab: “Aku punya pertanyaan, kalau Kamu bisa menjawabnya, dan meyakinkanku, Aku mungkin mengubah pikiranku. Seandainya ada bunga yg terletak di tepi jurang, dan mengambilnya bisa membahayakan nyawamu, maukah Kamu mengambilnya untukku?”

“Akan Aku jawab besok” Jawabnya, singkat.

Harapanku hancur mendengar jawabannya.

Keesokan harinya aku terbangun, dan dia sudah tdk ada. Kutemukan sepucuk surat dgn tulisan tangannya yg jelek, di bawah segelas susu di meja makan dekat pintu depan. Aku baca perlahan kata-katanya.

“Sayangku, Aku tdk akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi biarkan Aku menjelaskan alasanku..”

Baru kalimat pertama, tapi kekecewaanku semakin bertambah padanya. Kulanjutkan membaca.

“... Ketika kamu menggunakan komputer, kamu selalu bermasalah dgn program-programnya, kemudian Kamu menangis di depan monitor. Aku harus menjaga jariku, jadi aku bisa tetap membantumu memperbaiki programnya. Kamu selalu lupa membawa kunci pintu kalau keluar rumah, jadi Aku harus menjaga kakiku utk berlari pulang agar Kamu bisa segera masuk ke dalam rumah. Kamu suka jalan², tapi Kamu selalu tersasar di tempat yg baru, jadi Aku harus menjaga mataku agar bisa memberitahu jalan yg benar. Kamu selalu keram setiap bulan saat “teman baikmu” datang, jadi Aku harus menjaga tanganku utk mengelus perutmu dan meredakan rasa keram itu...”

“. Kamu selalu suka utk tetap di rumah, dan Aku khawatir Kamu tdk memiliki teman. Jadi Aku harus menjaga mulutku, agar bisa terus menceritakan cerita² lucu utk menghilangkan kebosananmu. Kau selalu suka menatap komputer, dan itu buruk utk matamu. Jadi Aku harus smenjaga mataku, agar kalau kita tua nanti, aku bisa membantu memotong kukumu, dan membantumu menyibak ubanmu yg mengganggu, jadi Aku bisa memegang tanganmu, sambil memandang pantai berdua. Jadi kamu bisa menikmati sinar matahari, dan pasir yg indah... Jadi Aku bisa menceritakan kepadamu warna dari bunga², seperti rona wajahmu saat Kamu masih muda... Jadi, Sayangku, kecuali aku yakin ada orang lain yg mencintaimu lebih dari Aku... Aku tdk bisa memetik bunga itu, dan mati...”

Air mataku mengalir membasahi suratnya, dan merusak tinta di tulisannya sepanjang aku membaca...

“... Sekarang Kamu sudah selesai membaca jawabanku. Kalau kamu puas dgn jawabanku, tolong buka pintu depan, krn aku sedang berdiri menunggumu sambil membawa roti dan susu segar kesukaanmu...”

Aku bergegas menarik pintu, dan melihat wajahnya yg penasaran, memeluk erat botol susu dan roti dgn tangannya.

Sekarang aku sangat yakin, tidak ada org yg bisa mencintaiku sebesar cintanya kepadaku, dan aku memilih utk tetap bersamanya, meninggalkan bunga² yg aku inginkan di belakang...

Begitulah hidup. Ketika seseorang dikelilingi oleh cinta, lama² perasaan bahagia itu pudar, dan dia tdk merasakan cinta sesungguhnya krn tertutup oleh kebosanan.

Cinta hadir dlm berbagai bentuk, bahkan dlm bentuk yg sangat kecil dan tdk terasa. Bisa jadi, cinta hadir dlm bentuk yg sangat membosankan. Bunga² dan momen romantis hanya hal yg bisa dilihat dari kekuatan cinta. Namun dibalik itu semua, ada cinta yg sebenarnya..

Pandangi wajah pasanganmu jika Kau mulai merasa bosan.

Pikirkan hal² yg membuatmu jatuh cinta kepadanya dulu.

Dan bayangkan, apakah ada yang orang yang akan mengasihimu dengan kasih mula-mula yang tulus, nyata dan tidak semu, tidak berubah, memberi yang terbaik semampunya untukmu, yang mau menerimamu apa adanya, dan mendampingimu dalam segala musim hidupmu, seperti yang diberikannya kepadamu selama ini?

Seseorang yang akan mengasihimu, menemanimu, bahkan sampai saat tua, dan sampai menghantarkanmu kepada hari terakhirmu?

Terlepas dari segala kekurangan dan kelemahannya, dan sepenuh kekurangan dan kelemahan yang ada padamu, tapi adakah yang lain yang mengasihimu sedemikian?

Jesus bless you...

Jumat, 28 Agustus 2015

"Bread" for Soul: Kisah 2 serigala

Kisah 2 serigala

Yeremia 29:11 = Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Galatia 8 :14-15 =
Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.
Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
-----------------------------------------------------
Ada seorang kakek Indian bercerita kepada cucunya:

Alkisah, ada sebuah pertempuran yg dasyat antara 2 serigala.

Serigala yg pertama adl serigala yang jahat dan pemarah, sehingga wajahnya terlihat jelek dan menyeramkan.

Yg satunya adl serigala yg manis dan baik.

Mereka selalu berbeda dalam segala hal, dan serigala yang jahat selalu berusaha menindas serigala yang baik. Pertempuran kedua serigala itu terus terjadi.

Ketahuilah, hal yg sama, juga terjadi di dalam diri setiap manusia.

Kedua serigala tersebut ada di setiap diri manusia, karna sesungguhnya, selama kita masih menjadi manusia dan tinggal di dunia, maka kita akn mengalami pertempuran antara 2 srigala tsb, krn jika tidak, maka itu adalah malaikat.

Serigala jahat adalah berupa: kemarahan, arogan, sombong/tinggi hati, suka membanggakan diri dan miliknya, egois, rendah diri, kemalasan, kepahitan, rasa dendam, hati yang selalu gelisah, ketakutan, rasa tidak perduli, senang menyakiti orang lain melalui sikap dan perkataannya.

Serigala baik adalah berupa: hati yang penuh dengan kasih kepada Tuhan dan sesama, kebenaran, kegembiraan, sukacita, kehangatan, persahabatan, penghargaan, cinta, empati, kebaikan, kemurahan, kasih sayang, rendah hati, adil, damai, penuh syukur, berbela rasa.

Lalu cucunya bertanya: Kakek, dalam pertempuran itu, yg mana yg akan menang?

Lalu jawab kakek: yang menang adl serigala yg kita beri makan dan pelihara.

Sahabat,

Hidup memang pilihan, karna kesempurnaan Sang Maha Pencipta, Dia memberikan kehendak bebas bagi kita manusia.

Namun, kita diberikan hati & akal budi, serta diperlengkapi dengan kebijaksanaan dan rahmat untk memilih “serigala” mana yg kita pelihara, yang kita beri makan dan yang kita besarkan.

Karna “serigala” yang kita pelihara dan besarkan, adalah yang akan membawa kemana hidup kita berjalan dan menuju.

Memelihara dan membesarkan serigala yang jahat, maka akan membawa kehidupan kita pada sebuah kehidupan yang tandus, gersang, penuh kepahitan dan duka, yang akan berujung pada kehancuran.


Memelihara dan membesarkan serigala yang baik, maka akan membawa kehidupan kita pada sebuah kehidupan yang indah, penuh damai sejahtera, sukacita, kebaikan, kebenaran, yang akan berujung pada kebahagiaan sejati yang kekal. Keindahan hidup ini bukan saja dapat kita nikmati bagi diri kita sendiri, namun juga dapat dinikmati oleh orang-orang di sekitar kita.

Saat manusia terlahir, sejatinya, hanya membawa serigala yang baik, namun di perjalanan sebuah kehidupan, dunia dan lingkungan sekitar mencemarinya dengan serigala yang jahat.

Lalu cucunya bertanya lagi: Kakek, apakah sulit untuk menjaga serigala baik, dan mengalahkan serigala yang jahat itu?

Jawab kakek: Tentu sulit, jika kita melakukannya sendiri dan dengan kekuatan sendiri. Karna sejatinya, manusia adalah jiwa dan raga yang penuh kelemahan dan ketidak-tahuan.

Lalu bagaimana caranya?

“Hiduplah dalam Roh, bukan dalam daging. Lawanlah keinginan daging dengan Roh Allah (Roh Kudus) yang telah dimateraikan bagi setiap anak2Nya. Karena manusia tidak bisa ‘bertempur’ sendiri untk menjadi pemenang.”  

Ingatlah selalu:
Hidup dalam daging = adalah hidup memelihara serigala yang jahat. Hidup bersama diri sendiri, dengan cara & kehendak sendiri. Namun ini adalah hidup yang bertentangan dgn kehendak Allh dan membawa manusia pada kehidupan yang tidak nyaman dan berakhir pada kehancuran.

Hidup dalam Roh = memelihara serigala yang baik, hidup dalam pimpinan Roh Kudus & hidup bersama persekutuan dengan Allah & sesama. Inilah hidup yang dikehendaki Allah.
 -------------------------------------------------------

Mengapa Allah menghendaki kita hidup didalam Allah?

Karena sejak awal dunia diciptakan, saat kita diciptakan, Allah berkehendak untuk memiliki kebersamaan yang indah dengan kita.

Telah nyata bahwa Allah mengasihi manusia dengan sedemikian luar biasa.

Sejenak kita mengingat kembali kebaikan Allah:

-      Allah menciptakan alam semesta, bumi & isinya dengan baik dan lengkap untuk memenuhi kebutuhan manusia
-      Allah menciptakan manusia serupa dengan gambaranNya, yang indah dan penuh kasih
-      Allah mengutus Putra TunggalNya, Yesus Kristus, sebagai penebus dosa dan Juru Selamat seluruh umat manusia
-      Yesus adalah sahabat sejati kita (“Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya”)
-      Allah menjadikan kita anak-anak terkasihNya melalui diri Yesus Kristus
-      Allah meng-karuniakan anugerah iman sebagai sarana persatuan kita dengan Allah
-      Allah mencurahkan Roh Kudus (yang adalah Roh Allah sendiri), sebagai tanda penyertaanNya yang nyata bagi kita
-      Roh Kudus yang dari Allah mencurahkan karunia2Nya, Buah RohNya, bimbinganNya dan terangNya bagi kita
-      Allah mengkaruniakan segala rahmat, berkat, hikmat, segala yang kita butuhkan
-      Allah merangkul kita untuk masuk kedalam rencana Allah dalam hidup kita. Yaitu hidup didalam kerajaan Allah, yg artinya: menjalani hidup dimana Allah meraja/menguasai/memegang segenap aspek kehidupan kita, dan hidup didalam kasih, kekudusan, damai sejahtera, sukacita dan pengharapan. (Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, b  sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa).
-      Semua karna Allah memiliki rencana dan kehendak bagi setiap kita untuk menikmati hidup yang indah bersama Allah, keluarga dan sesama, di bumi hingga di surga.

Firman Tuhan menyatakan, dalam Galatia 5:

5:16
Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.
5:17
Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging--karena keduanya bertentangan--sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.
5:18
Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.
5:19
Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
5:20
penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
5:21
kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
5:22
Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
5:23
kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
5:24
Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.
5:25
Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,

Galatia 8:

8:1
Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.
8:2
Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.

8:8
Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.
8:9
Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.
8:10
Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.
8:11
Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.

8:14
Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.
8:15
Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
8:16
Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.
8:17
Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
8:18
Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.
8:28
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
8:29
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
8:30
Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.
8:31
Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?
8:32
Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

 Salam damai,
*Arini*

"Bread" for our Soul: Saya Fikir Vs Fikiran Tuhan



Dare to ask ourself:

🌺 SAYA PIKIR ... SAYA PIKIR

(apa yang saya fikir selama ini?)

Saya pikir hidup itu harus banyak meminta, ternyata harus banyak memberi.

Saya pikir sayalah orang yang paling hebat, ternyata ada langit di atas langit.

Saya pikir kegagalan itu final, ternyata kegagalan hanyalah sukses yang tertunda.

Saya pikir sukses itu harus kerja keras, ternyata harus kerja cerdas

Saya pikir kunci surga ada di langit, ternyata ada didalam hati.

Saya pikir org yang paling bisa bertahan hidup adalah yang paling pintar atau yang paling kuat, ternyata org yg rendah hati dan penuh kasih.

Saya pikir keberhasilan itu karena turun temurun, ternyata karena ketekunan.

Saya pikir kecantikan luar yang paling menarik, ternyata inner beauty lah yang lebih menawan.

Saya pikir kebahagian itu ketika menengok ke atas, ternyata ketika melihat ke bawah.

Saya pikir usia manusia itu di ukur dari bulan & tahun, ternyata di hitung dari apa yang telah dilakukannya kepada orang lain.

Saya fikir yang bermanfaat yg bisa kita berikan hanya uang, ternyata: kasih, waktu, kebersamaan, ketulusan, pengampunan dan harapan.

Saya fikir yang bisa membuat kita bahagia adalah jika kita sudah mendapatkan apa yang kita nantikan dan harapkan; ternyata kebehagiaan sebenarnya adalah menikmati dengan penuh keiklasan dan rasa syukur atas segala yang ada pada kita dan bersama kita pada saat ini.

Saya fikir, akan bahagia jika saya bisa memiliki harta benda dan uang yang berlimpah, ternyata kebahagian sejati adalah boleh memiliki segala sesuatu yang tak dapat dinilai dengan uang (kesehatan, rasa damai, kasih sayang, perhatian, waktu, keluarga, pekerjaan, persahabatan, nama baik, ketulusan, kebenaran dan Tuhan dengan segala kasih dan berkat2Nya)

Saya fikir berkat Tuhan hanya berupa jawaban doa, rejeki, kesehatan; ternyata berkat sejatiNya adalah: rasa damai sejahtera, sukacita, kasih, kekuatan, kehadiranNya dan penyertaanNya.

Saya pikir yang paling berharga itu uang, emas, permata & kekuasaan, ternyata bukan juga, yang paling penting dan paling mahal itu adalah TUHAN, KESELAMATAN KEKAL, KESEHATAN dan KEHORMATAN (nama baik)

Saya fikir, yang orang lihat adalah wajah, jabatan, ketenaran, kemewahan, gaya hidup, harta benda yang kita punya; ternyata yang orang lihat pada diri kita hanyalah perkataan, sikap, perbuatan yang mencerminkan siapa diri kita & bagaimana kualitas hidup kita sebenarnya.

Saya fikir orang akan mengingat betapa kita terkenal dan terlihat keren, ternyata yang orang ingat adalah saat kita menyediakan waktu saat dibutuhkan, memberi sapaan yang menyejukkan, melempar senyuman tulus, menyampaikan perkataan yang mendukung dan menghibur, memberikan tepukan semangat dan pelukan yang menyatakan betapa dia dikasihi dan berarti.

Saya fikir, ukuran keberhasilan adalah banyak harta benda dan hidup berlimpah2, ternyata keberhasilan diukur dari kebaikan2 apa yang bisa kita lakukan dan berikan melalui apa yang ada pada kita.

Saya fikir apa yang ada pada kita adalah berkat, ternyata yang menjadi berkat adalah saat apa yang ada pada kita bisa kita bagikan/berikan untuk menolong dan membahagiakan orang lain.
Saya fikir, yang indah adalah berbagi rejeki, ternyata yang lebih indah adalah berbagi kasih, waktu, kebersamaan, perhatian, dukungan dan doa

Saya fikir, segala perkataan, sikap & perbuatan kita yang salah atau menyakiti orglain, akan terlupakan begitu saja; ternyata ada konsekwensi dan pertanggung-jawabannya.

Saya fikir sikap sombong, angkuh atau congkak bisa meninggikan derajat kita, teryata semua itu hanyalan merendahkan martabat kita dimata orang lain dan sebagai awal kejatuhan kita.

Saya fikir, saya sudah melakukan dan memberikan segalanya, ternyata saya belum berbuat apa2 bagi kebaikan org lain. 

Saya fikir, Tuhan menghendaki kita untuk berhasil dan sukses, namun ternyata Tuhan lebih menghendaki kita untuk hidup taat dan percaya

Saya fikir, hidup hanya untk sementara saja, ternyata hidup sementara hanya di dunia, selebihnya hidup di keabadian selama-lamanya, tempatnya tergantung kualitas kebaikan hidup kita selagi di dunia.

Saya fikir, segala yang kita hasilkan akan kita bawa, ternyata semuanya akan musnah, yang terbawa sampai pada ke-abadian hanyalah hubungan kasih kita dengan Tuhan dan sesama.

Saya fikir nanti nanti saja menyiapkan diri untuk hidup di kekekalan, ternyata hanya sekaranglah waktunya, saat masih hidup dan bernafas.

Saya fikir, semuanya telah terlambat, ternyata Tuhan selalu memberikan kesempatan untk saya berusaha menjadi pribadi yg indah bagi Tuhan dan sesama, dimana setelahnya, Tuhan berkenan memberikan segala yang menjadi kerinduan hati kita karna wadah hidup dan diri kita telah siap menjadi pengelola yang baik seturut kehendakNya dan untuk kemuliaanNya.

*Medio Agustus 2015*