Novena Kanak-Kanak Yesus

Keajaiban Doa Novena Kanak Kanak Yesus dan Doa Mujizat

Keajaiban Doa Novena Kanak Kanak Yesus dan Doa Mujizat Mari kita bersama mendoakan Novena Kanak Kanak Yesus dalam menyambut kelahir...

Selasa, 09 Februari 2016

Misteri Rabu Abu didalam Kerahiman Ilahi - "Bread" For Soul



A “Bread” for our Soul: Rabu Abu di Tahun Kerahiman Ilahi

“AKU HANYALAH DEBU BERDOSA YANG DIKASIHI ALLAH DAN BERHARGA BAGI ALLAH”

"All are from dust and to dust all shall return"

Debu kembali menjadi tanah seperti semula, dan roh kita kembali kepada Allah yang mengaruniakannya." (Pengkotbah 12:7)

"Dan banyak dari antara orang yang telah mati, akan bangun, sebagian untuk mendapatkan hidup yg kekal, dan sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal" (Daniel 12:2)

********

Kita sering mendengar perkataan bahwa hidup di dunia hanya sementara, kehidupan di bumi adalah perziarahan manusia menuju hidup sejatinya di keabadian.

Kitapun tau, bahwa tubuh kita akan kembali menjadi abu di bumi. Segala harta benda yang ada pada kita akan kembali menjadi debu. Segala yang ada di bumipun akan musnah tak berbekas. 

Namun, roh kehidupan kita akan kembali kepada Allah. Dialah yang memberikannya sebagai anugerah dan kepadaNya-lah kita akan kembali.

Kebenaran yang ada adalah: setelah tubuh dan sgala yang ada kembali menjadi abu dan debu, namun hanya tubuh yang mati, sementara jiwa dan Roh yang ada pada kita, akan tetap hidup dan menjalani hidupnya dalam keabadian dan kekekalan. Roh yang hidup, yang tetap bisa melihat, mendengar, dan merasakan seperti yang ada pada kita saat ini (seperti firman Tuhan dalam Lukas 16:19-31)

Marilah mengambil waktu untuk kembali merenungkan dan bertanya: kemana akan kubawa jiwa dan rohku pergi setelah ini? Apakah aku sudah menemukan dan menyiapkan jalan bagi roh-ku untuk kembali?

Kita juga memahami, bahwa kehidupan kita bukanlah kehidupan yang tanpa masalah atau beban, sebaliknya, di setiap langkah hidup kita, kita harus menjumpai berbagai hal dan persoalan, yang terkadang menyulitkan, menyakitkan, melelahkan, menghimpit dan membuat jiwa kita tertekan dan menderita. Baik itu datang dari keluarga, orang lain, bahkan dari diri kita sendiri akibat konsekwensi dosa atau kesalahan yang harus kita terima. Tanpa disadari, banyak luka yang tercipta di jiwa kita.

Dalam keadaan jiwa yang terhimpit, kita menderita, kita seolah berada didalam sebuah pusaran yang membuat hidup kita lelah tak berdaya, lalu kita bertanya: “Kemana aku harus pergi untuk mendapatkan sesuatu yang membuat jiwaku & hidupku pulih dan kembali segar?”

Marilah kita menemukan dan meraih jawaban untuk jalan keselamatan bagi roh kita & jawaban bagi kesegaran jiwa kita:

"Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah" (Roma 3:23). ”Dan upah dosa ialah maut!” (Roma 6:23)

Sehingga:

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal. Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16)


Karya kasih dan keselamatan Allah, yang telah dimulaiNya sejak bumi dan manusia diciptakan, telah disempurnakan melalui kehadiran Yesus dalam sengsara, wafat dan kebangkitanNya, dan telah mencapai puncaknya pada sebuah keindahan dalam Kerahiman Ilahi.

Ya, Yesus adalah jawaban akan keselamatan yang kita butuhkan, sebagai sumber Kerahiman Ilahi bagi manusia.

Kerahiman berasal dari kata ‘rahim’.

Rahim ibu adalah sebuah tempat bagi seorang bayi tinggal dan bertumbuh. Rahim ibu adalah tempat teraman dan terhangat dimana sang bayi menerima segala yang dibutuhkan dan tak pernah ber-kekurangan. Seorang Ibu akan selalu memberikan yang terbaik dalam segala hal dan dengan segala cara, demi kebahagiaan, kebaikan dan keselamatan bayi yang dikandungnya. Rahim ibu adalah sumber kasih dan kehidupan.

Demikianlah, Allah adalah kasih. Allah yang Maha Rahim, adalah sumber kasih dan kehidupan bagi kita. Dengan kasih setiaNya, dengan segala caraNya, telah menyatakan karya kasih & keselamatanNya yang sempurna didalam Kristus. Ia juga telah memelihara, mengasihi dan memberkati kita, demi manusia ciptaanNya selalu berada dalam kebahagiaan, kebaikan dan keselamatan.

Betapa berharganya sebutir abu yang ditebus & diberikan keselamatan melalui cucuran darah, penderitaan dan wafatNya. Betapa kita telah dijadikanNya sungguh berarti dalam Kerahiman Ilahi.

Kini Firman Tuhan kembali berseru:

“....terhadap umatku yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka. Sekarang mata-Ku terbuka dan telinga-Ku menaruh perhatian kepada doa dari tempat ini.” (2 Tawarikh 7:14-15)


"Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"(Matius 4:17) 

"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Yoh 14:6).

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula mereka juga ditentukan-Nya   dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya,  supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung  di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula ,   mereka itu juga dipanggil-Nya.  Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya.   Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.” (Roma 8:28-30)

Rahmat dan kasihNya telah nyata dicurahkan, pintu Kerahiman Ilahi telah terbuka lebar, namun jika kita tidak meresponiNya, maka kita tidak akan menerima apa-apa. Jiwa kita akan terus tertekan dan tidak mendapat kelegaan, dan hidup kita tidak akan mengalami pembaharuan yang kita nantikan.

Allah yang Maha Rahim tidak pernah lelah mengundang anak-anakNya untuk datang dan menerima rahmat dan kasihNya, namun kini giliran kita yang meresponiNya, menyambutNya, dengan datang kepadaNya, dan membuka hati seluas-luasnya bagi kasih dan rahmatNya tercurah dan memenuhi kita. Kasih dan rahmat Tuhan yang akan memulihkan kita, menyembuhkan setiap luka kita, menyegarkan kembali jiwa raga kita dan menjadikan hidup kita baru dan indah.

Sembari menyanyikan lagu: “Hanya debulah aku…”, mari kita datang kepada Allah melalui Yesus Kristus. Dengan sepenuh jiwa dan kerendahan hati, memohon rahmat & pengampunan dan penyerahan diri seutuhnya, agar rahmat Allah yang mengampuni, memulihkan dan membebaskan kita, nyata kita terima dan memperbaharui kita untuk menjadi umat kekasihNya.

Dan marilah kita berikan yang terbaik melalui pertobatan sejati kita yang akan kita nyatakan dalam pembaharuan budi, perkataan dan perbuatan kita, agar kita boleh menjadi persembahan yang harum bagi kemuliaan Allah.


Selamat menerima rahmat pertobatan dan pengampunan dari Allah dalam Kerahiman IlahiNya.

Selamat memasuki dan memulai masa ter-mulia dalam hidup manusia, yaitu Masa PraPaskah, masa bagi kita merenungkan, menghayati dan menerima rahmat dan anugrah kasih & keselamatan Allah, melalui sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus Kristus.

Kiranya setelah kita mengalami pertobatan dan menerima kasih karunia, kita semua dilayakkan mengambil bagian dalam keindahan karya kasih & keselamatanNya di bumi, dan juga membuka jalan bagi roh dan jiwa kita untuk berbahagia di surga kelak.


Doa:
Ya Allah, aku datang kepadaMu dengan apa adanya, membawa segenap puji dan syukur atas segala kebaikan dan anugerahMu bagi hidupku.

Kini aku serahkan segalanya, jiwa raga dan rohku, juga kelemahan, kesalahan & dosa-dosaku, aku mohon Kau ampuni. Didalam namaMu, aku juga mengampuni orang-orang yang bersalah kepada kami.

Aku persembahkan segala bebanku, sakit penyakitku, kesakitanku, kepahitan hidupku, pergumulanku, persoalanku & penantianku, aku letakkan semuanya di kaki salibMu yang kudus. Aku mohon, sembuhkan, pulihkan, bebaskan, segarkan dan indahkan.

Aku menerima kasih, rahmat dan berkat yang dariMu, maka hidupku menjadi baru dan jiwaku menjadi segar dan penuh damaiMu.

“Terpujilah Allah Tritunggal Kudus yang melingkupiku dalam KerahimanMu.”

Didalam nama Tuhan kami, Yesus Kristus, kami berdoa.

Blessings be yours,
Arini


Selasa, 27 Oktober 2015

INDAHNYA KELUARGA - "Bread" For Soul

KELUARGA

Dare to ask ourself:

Apakah aku sudah ada bagi keluargaku? Apa yang sudah aku lakukan untuk kebahagiaan keluargaku?
“Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus,……. Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat, karena kita adalah anggota tubuh-Nya.” (Efesus 5: 22-33)

“Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan”. (Efesus 6:1-4)
Yang terbaik dan terindah yang kita miliki didalam dunia ini adalah mereka yang Tuhan pertemukan dan satukan dalam sebuah KELUARGA.

Itulah keluarga kita = Suami Istri, Orangtua Anak, Kakak Adik.

KELUARGA ADALAH ANUGERAH TERBESAR DAN TERINDAH BAGI KITA, KELUARGA ADALAH TANDA KEHADIRAN ALLAH YANG NYATA BAGI HIDUP KITA. 

MAKA RAWATLAH DAN SAYANGILAH

*********************************

Siapakah keluarga bagi kita, siapakah kita bagi keluarga?

SUAMI ISTRI =

- Sebagai orang yang telah bersedia memberikan diri dan hidupnya untuk bersama kita & mengasihi kita
- Sebagai tempat berbagi dalam segala hal dalam kehidupan
- Sebagai orang yang selalu ada untuk memberikan yang terbaik bagi kita
- Sebagai orang yang melakukan banyak hal untuk kebahagiaan kita
- Sebagai orang yang selalu ada dan akan selalu bersama kita dalam segala keadaan kita

ORANGTUA YAITU AYAH IBU KITA =

- sebagai tempat kita mengawali kehidupan kita saat kita dikandung dan dilahirkan,
- sebagai tempat kita berlindung dan menerima bekal kehidupan (baik jasmani dan kebutuhan jiwa) saat kita bertumbuh dari bayi menuju dewasa
- sebagai mereka yang tidak pernah berkata sibuk, tidak ada waktu, tidak mau untuk mengurus kita hingga dewasa dan hidup pantas
- sebagai mereka yang waktu, tenaga, fikiran, keringat dan kesakitan dan seluruh hidupnya diberikan bagi kita untuk kebahagiaan kita,
- sebagai tempat kita beroleh kasih sayang sejati yang berasal dari pengorbanan mereka, demi kita hidup dalam kebaikan-kebaikan yang mereka sediakan dan berikan
- Sebagai mereka yang tidak mengharapkan balas jasa apapun dari kita, namun terus mendambakan waktu, kebersamaan dan kasih sayang yang boleh mereka nikmati terlebih di saat mereka telah tua dan letih (tua dan letih setelah melakukan dan memberikan yg terbaik bagi kita)
- sebagai tempat yang meluruskan jalan untuk kita hidup penuh berkat dan selamat di dunia hingga kembali kepada surga Bapa, melalui doa-doa mereka

ANAK KITA =

- Sebagai buah hati yang Tuhan jadikan untuk menyempurnakan kebahagiaan kita
- Sebagai buah hati yang melengkapi kehidupan kita
- Sebagai tempat kita mencurahkan segala hati
- Sebagai buah hati yang mendoakan kita untuk segala kebaikan hidup di bumi hingga di surga
- Sebagai orang yang akan ada bersama kita, dalam kurun waktu sampai entah kita atau mereka yang nanti lebih dulu pergi

***************
Keluarga adalah tempat berbagi, tempat menerima dan tempat kita akan selalu kembali.
Dan adalah mereka yang ada dan akan selalu ada di dekat kita, apapun keadaan kita: baik dalam suka dan duka, dalam untung dan malang, dalam sakit dan keceriaan, dalam jatuh dan bangun, dalam harapan dan keputus-asaan, dalam kesendirian dan keramaian, saat yang lain tidak ada dan tidak perduli, dalam hidup dan saat kematian, dan dalam segala hal.

Itulah keluarga kita = Suami Istri, Orangtua Anak, Kakak Adik.

Merekalah yang selalu nyata ada disamping kita, dan akan tetap ada & setia menantikan kita walau saat kita menjauh dari mereka.

Mari kita kembali kepada keluarga kita, kepada kasih mula-mula yang Tuhan tanamkan dalam keluarga kita, antara Suami Istri, Orangtua Anak, Kakak Adik.

Karna sejatinya, keluarga-lah milik kita satu-satunya di bumi ini.

Berhenti bertanya: apa yang dapat keluarga berikan kepada kita, tapi bertanyalah apa yang bisa kita berikan untuk kebahagiaan keluarga kita yang mengasihi dan kukasihi; lalu LAKUKANLAH, selagi kesempatan itu masih Tuhan berikan. Dan apakah masih pantas kita bertanya dan meminta keluarga melakukan sesuatu bagi kita setelah selama ini segalanya dilakukan dan diberikannya kepada kita, sementara belum ada yang kita lakukan bagi mereka?

Bertanyalah:

- mengapa kita lebih bersyukur dengan harta benda dan kesusksesan yang Tuhan titipkan sementara saja, daripada bersyukur dan berdoa bagi keluarga yang Tuhan berikan bagi hidup kita?

- mengapa kita bisa berkata baik & lembut pada orang lain, namun justru berkata kasar kepada keluarga yang mengasihi dan kita kasihi?

- mengapa kita bisa bersikap manis pada orang lain, namun justru bersikap tidak baik kepada keluarga yang mengasihi dan kita kasihi?

- mengapa kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengeluh, bersungut-sungut, complain atau marah kepada keluarga kita, daripada memanfaatkan waktu untuk saling bicara, saling peluk, saling dukung dan mengisi waktu dgn kebersamaan yg indah bersama keluarga yang mengasihi dan kita kasihi?

- mengapa kita terus menerus menilai, menunjuk, menghakimi bahwa keluarga kita tidak baik terhadap kita, sementara belum ada kebaikan yang bisa kita tunjukkan dan berikan kepada keluarga kita?

- mengapa kita bisa banyak berbuat dan memberi pada orang lain, namun justru tidak memberi atau melakukan apa-apa kepada keluarga yang mengasihi dan kita kasihi?

- mengapa kita tidak tega menyakiti orang lain, namun justru dengan sadar dan terus menerus menyakiti keluarga yang mengasihi dan kita kasihi?

- mengapa mulut kita penuh dengan pujian, sapaan kepada oranglain, namun tidak pernah menyapa dan memuji keluarga yang mengasihi dan kita kasihi?

- mengapa tangan kita sibuk berjabat tangan dengan orang lain, namun tidak pernah sempat membelai keluarga yang mengasihi dan kita kasihi?

- mengapa tangan kita penuh dengan buah tangan untuk orang lain, namun tidak pernah memberikannya kepada keluarga yang mengasihi dan kita kasihi?

- mengapa kita bisa menghabiskan banyak waktu & moment bersama orang lain, namun justru sisa-sisa waktu dan kelelahan yang kita berikan kepada keluarga yang mengasihi dan kita kasihi?

- mengapa kita bisa mencari-cari dan datang kepada orang lain, namun keluarga yang mengasihi dan kita kasihi kita tinggalkan dan acuhkan?

- mengapa hal-hal atau orang lain yang kita fikirkan, sementara ada keluarga yang mengasihi dan kita kasihi, ada didepan mata kita, menantikan kita?

- mengapa kita bisa memaafkan orang lain, namun terus menyimpan dendam dan amarah serta tidak mau memaafkan keluarga yang mengasihi dan kita kasihi?

- mengapa kita mau dan mampu membahagiakan orang lain, namun tidak mau untuk membahagiakan orangtua yang melahirkan dan membesarkan kita, suami/istri yang setia mendampingi kita, anak-anak yang adalah buah hati kita?

- mengapa kita memilih bersama orang lain yang tidak akan ada bersama kita, dan memilih kehilangan keluarga yang mengasihi dan kita kasihi krn kita meninggalkan mereka?

- mengapa kita hanya menitipkan , mendiamkan dan mengacuhkan anak-anak dan pasangan kita, sementara yang mereka nantikan dan harapkan di sepanjang hari mereka, adalah kehadiran dan kasih kita?

- mengapa kita menitipkan atau melupakan dan meng-acuhkan orangtua disaat mereka justru telah tua dan letih setelah sepanjang umurnya berkorban segalanya demi kehidupan kita?

Berusahalah merengkuh sebanyak-banyaknya kasih yang bisa kita nikmati bersama keluarga pada saat masih bersama kita, berilah bagian diri kita yang terbaik dalam sikap, perkataan dan perbuatan kasih yang akan menciptakan sebuah keluarga yang penuh keceriaan dan damai sejahtera. Dan kita boleh menyiapkan diri untuk sebuah moment indah yang dapat terus kita kenang, yaitu bagian terbaik yang pernah kita berikan dan lakukan untk kebahagiaan keluarga kita, saat mereka, satu persatu tidak lagi bersama kita.

Dan ingatlah bahwa: seindah-indahnya tempat di bumi ini, adalah keluarga yang ada bagi kita. Kemanapun kita pergi, maka keluarga-lah tempat kita kembali, tempat kita menemukan, tempat kita menyatukan sgala hati dan hasrat dalam kebahagiaan, tempat kita merasakan damai dan kebahagiaan.
Apakah kita bisa temukan semua ini di tempat lain atau dari orang lain?

Ketahuilah: Family is beautiful, pelihara dan tambah2kan keindahannya, jangan biarkan apapun atau siapapun mengambil keindahan sebuah keluarga dari hidupmu.
Selagi mereka ada.....

Catholic Family Is Beautiful - "Bread" For Soul

Catholic Family Is BeautifuL

(Oleh-oleh Kutipan Kotbah Fr. Cantalamessa OFM Cap, KRK "Catholic Family is Beautiful", 24 Oktober 2015):

PART 1 Relasi Suami Istri
Ef 5:22-33
 
Kasih Kristus adalah dasar hidup suami isteri
Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.
Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.
Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat, karena kita adalah anggota tubuh-Nya. Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat. Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.
Dalam surat Rasul Paulus ini, dikehendaki supaya suami mencintai istri, tetapi meminta istri tunduk kepada suami, yang pada jaman sekarang ini tampak sulit dgn adanya kesamaan gender.
Skrg kita bukan diminta menyingkirkan "istri tunduk pd suami" tetapi hendaknya ada relasi, kasih dua arah. Istri tunduk pada suami, suami pun tunduk pada istri (dua arah). Tunduklah satu sama lain; berarti saling menghormati yang menunjukkan kasih akan Kristus.
Dlm pernikahan, tunduk artinya satu sama lain saling menghormati dan saling berdialog tidak mengambil keputusan sendiri. Bila perlu mengorbankan kepentingan dan pendapatnya sendiri.
Utk memahami indahnya kehidupan suami istri kita diajak kembali melihat bagian awal kitab Suci, dimana Allah menciptakan laki-laki dan perempuan yang serupa dengan gambaran Allah.
Dalam hal mencintai, terjadi pertukaran inter personal. Ada aku dan kamu, karena Allah umat Kristiani adalah SATU tetapi tiga pribadi (yaitu Allah TriTunggal yang MahaKudus > Allah Bapa, Allah Putra, Allah Roh Kudus), yang sama pikiran dan kehendak-Nya tetapi pribadi-Nya berbeda. Tepat seperti itulah hubungan suami istri yang serupa dengan gambaran Allah. Suami dan istri menjadi satu tubuh, satu hati dan satu jiwa walaupun mereka berbeda pribadi. Dalam hubungan suami istri bukan aku atau kamu tapi kami.
Seksualitas Berperan Penting dalam Kitab Suci
Adanya laki-laki dan perempuan adalah cara Allah membuat ketarikan antar sesama. Dalam seksualitas ada ketergantungan; laki-laki tergantung pada wanita dan sebaliknya. Mengajarkan kita tidak dapat hidup sendiri, kita akan saling tergantung dan saling membutuhkan.
Jaman dulu, saat seorang laki-laki melamar seorang wanita, laki-laki itu akan mengulurkan tangan dengan keadaan berlutut dan meminta tangan perempuan seperti seorang pengemis. Dengan kerendahan hati meminta kesediaan wanita utk menjadi pendamping hidupnya.
Keindahan Pernikahan Kristiani adalah Gambaran Kesatuan Kristus dengan Gereja
Realitas kadang lebih rumit bahkan kadang tragis. Pernikahan sekarang membutuhkan integritas. Seperti alat elektronik yang dulunya bila rusak akan diperbaiki. Jaman sekarang orang lebih memilih membuang dan mengganti dengan yang baru. Jika ini diterapkan dalam pernikahan maka yang ada adalah kehancuran. Maka diperlukan untuk memperbaiki; gunakan pendekatan cara lama yakni tetap menggunakan dan memperbaiki yg lama.
Jangan biarkan amarahmu tetap ada sebelum matahari tenggelam. Jika satu mengeluh kepada yang lain, belajarlah untuk mengalah, saling memaafkan, bersabarlah satu dengan yang lain. Lakukanlah seperti kita melakukan segala hal itu bagi Kristus.
Yesus melakukan mujizat yang pertama untuk menyelamatkan sebuah acara pernikahan di Kana. Ia ikut bersukacita bersama dengan tuan rumah. Yesus pun selalu siap untuk membuat mujizat dalam setiap pernikahan.
Apa artinya Yesus mengubah air menjadi anggur dalam pernikahan di Kana? Artinya, jika kita mengundang Yesus dalam pernikahan kita maka Yesus akan mengubah ketiadaan sukacita menjadi suka cita, mengubah keadaan menjadi bergairah. "Air menjadi anggur manis."
PART 2 Relasi Orang Tua dan Anak
Ef 6:1-4
Taat dan kasih
Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.
Relasi antara orang tua dan anak adalah serupa dengan relasi kita dengan Allah Bapa.
Sebagaimana kanker menyerang bagian otak. Keretakan, perselisihan dapat merusak relasi orang tua dan anak. Melalui berbagai cara seperti orang tua yang otoritas, kurangnya perhatian, kurangan waktu, kurangnya sapaan mesra, perkataan yang keras dan kasar, sikap yang ramah terhadap anak dan lain lain. Iblis selalu menginginkan perpecahan melalui hal-hal tersebut. Penderitaan bersifat timbal balik. Bagi orang tua penderitaan terberat adalah ditolak atau diabaikan oleh anak-anaknya, dan ini berlaku pula sebaliknya. Penderitaan anak, adalah ketika ia merasa diabaikan oleh orang tuanya.
Kita harus mengikuti Allah Bapa. Dia mengasihi kita, menerima kita apa adanya. Demikian orang tua hendaknya menerima anak apa adanya meskipun anak itu tidak seideal yg diharapkan orang tua.Betapa dalam frustasi yang bisa dialami oleh anak-anak saat mereka mengalami penolakan dari orang tua mereka.
Bagi anak-anak jangan menunggu sampai ayah ibumu meninggal untuk berterima kasih kepada mereka atas hidup yang diberikan untuk kita, pengorbanan, kasih dan perhatian mereka pada kita. Katakanlah kepada orang tuamu, rasa terima kasihmu ini, dan juga katakan rasa kasih dan sayangmu kepada orangtua, pasti akan membuat mereka bahagia.
Allah tidak hanya menyampaikan kewajiban orang tua kepada anak, tetapi juga menurunkan rahmat Allah agar pasangan suami istri dapat menurunkan rahmat Allah kepada anak-anak mereka.
Pernikahan Kristiani adalah Satu
Tidak ada yang dapat memecah, suami istri menjadi satu dalam Roh Kudus, satu tubuh dan satu roh. Suami istri hendaknya berdoa bersama, saling mengingatkan, menguatkan, menghibur, bersama-sama ke Gereja, ambil bagian dalam Gereja Allah, menderita bersama, tidak saling mendukakan, tidak saling mencelakakan, saling membuat tanda salib, disinilah Allah bersuka cita.
Dimana Yesus hadir maka kejahatan pergi. Tentu kita membutuhkan Roh Kudus untuk mencapai hal ini. Terutama sekarang kita sering diserang dari berbagai sisi yang membuat kita goyah dari ketaatan. Roh Kudus selalu mampu memperbaharui pernikahan bahkan pernikahan yang sudah mati sekalipun.
Undanglah Yesus dalam kehidupan kalian, berdoalah bersama, baca Firman bersama, sampaikan kebutuhan kalian dalam doa, Dia selalu tahu dan memahami kita. Kembalilah kepada Yesus dalam pernikahan kalian...
Amin

Kamis, 01 Oktober 2015

Obidience is Start Your Step... - "Bread" For Soul

Dare to ask ourself:

OBEDIENCE IS START YOUR STEP AND KEEP DOING YOUR BEST THINGS FOR THE GOOD

When we do good, we will gain good things.

When we do more, we will gain more.

When we give more, we will receive more things 

When we do less, we gain less.

When we not doing anything, we will not gain anything.

Noone will REAP if they not SOW.

Also,

Noone with go somewhere or reach somewhere without make their first step.

When we make a first step, it will follow with our next step and it will lead us to somewhere.

When we make a good step, it will follow with blessing and it will lead us to a good great place.

"Let your words & actions inspire others to dream more, learn more, do more and become more. It will not only add good things to others but its actually add your value of life.”

Life is not counted by what we get or what we have or even who we are; but it will only counted by any of our good things, good step we sow at our life to others.

So, lets start do it.....

Inner Power - "Bread" For Soul

Dare to ask ourself :

INNER POWER

Jika sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari LUAR, maka kehidupan di dalam telur BERAKHIR, tetapi jika sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari DALAM, maka sebuah kehidupan baru telah LAHIR.

HAL HAL BESAR SELALU DIMULAI DARI DALAM DIRI KITA

TUHAN tidak pernah menjanjikan bahwa :

Langit akan selalu BIRU
Bunga akan selalu MEKAR dan
Mentari akan selalu BERSINAR.
Tetapi ketahuilah bahwa DIA selalu memberi :
PELANGI di setiap badai
SENYUM di setiap air mata
BERKAH di setiap cobaan dan
JAWABAN di setiap doa.

Dalam mengarungi gelombang kehidupan, janganlah pernah menyerah sahabatku :

KITA HARUS TERUS MELANGKAH DENGAT KETAATAN !!

Kini, mari hidupkan & gunakan Inner Power yang ada didalam diri kita.

Mulailah dengan mengatakan kepada jiwa kita:

Hai, jiwaku, bangun dan bangkitlah. Mari bersamaku meraih segala asa dan impian.

Hai jiwaku, bersukacitalah dan selalu bersyukur dan pujilah Tuhan, karna dariNya, olehNya dan kepadaNya, asal dan tujuan hidup kita mengalir indah.

Hai jiwaku, mari lakukan sesuatu, agar ada makna di hidup ini yang bisa kita berikan, karna sebelum kita memberi hidup ini untk kebaikan oranglain, maka tidak ada arti yang membuat hidup kita berarti.

Lakukan bagian kita dengan terbaik yang kita bisa, maka Tuhan melakukan yang selebihnya bagi kita, membawa kita pada hidup yang terbaik didalam rancangan indahNya.

Sebab:

Roma 8:28-30=

"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. 

Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. 

Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya"

Medio September 2015

Kamis, 17 September 2015

WIth God All Thing Is Possible - Tiada yang mustahil jika bersama Allah - "Bread" For Soul

If you can dream it, you can receive, because : WIth God all things is possible

“Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu (Mzm.37: 3-4)”

Lukas 1:37 = "Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."

Tuhan ingin memberikanmu apa yang diinginkan hatimu. Sering kita berpikir,”Saya tahu apa yang sesungguhnya saya inginkan, tapi saya tidak tahu apakah itu kehendak Tuhan.” Keraguan atas apakah pikiran kita benar-benar merupakan kehendak Tuhan dapat melumpuhkan kita dari dalam dan jika kita tidak yakin, maka kita terbuka bagi serangan keragu-raguan.

Yesus mengatakan di dalam Luk.9:62, Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah. Namun, inilah justru yang kita digoda untuk lakukan. Kita merasa tidak pasti dan kita melihat ke belakang. Tetapi Tuhan tidak ingin kita merasa tidak pasti mengenai kehendakNya. Dalam Rm.12:2 Dia mengatakan bahwa kita dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

1 Kor.2:12 mengatakan kepada kita bahwa kita telah menerima Roh dari Tuhan (Penolong kita) supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita. Allah tidak pernah bermaksud untuk membiarkan kita tetap berada di luar kehendakNya. Dia ingin menyatakannya kepada kita sehingga kita dapat yakin akan pikiranNya mengenai kita dan mengenai apa yang Dia telah berikan kepada kita secara cuma-cuma.

Kadang-kadang kita bersembunyi di balik pernyataan seperti,”kehendak Allah” atau “Saya hanya ingin kehendakNya”. Sudah pasti bahwa hal ini benar dan perlu. Kita harus mengikuti Yesus dan mencari KerajaanNya di atas semuanya. Namun, setelah Anda memiliki sikap hati seperti itu, Allah akan mulai berbicara kepada Anda dan menanyakan apa yang Anda inginkan. Dia senang memberikan apa yang diinginkan hatimu.

Dalam Mrk.10:46-52 kita menemui Yesus sedang dalam perjalanan keluar dari Jerikho. Dia melewati Bartimeus, seorang pengemis yang buta. Bartimeus telah mendengar tentang Yesus yang menyembuhkan. Ayat 47 mengatakan bahwa saat Bartimeus mendengar bahwa itu adalah Yesus dari Nazaret, dia mulai berseru nyaring kepadaNya. Mengapa? Karena ia telah mendengar tentang Yesus! Apa yang telah dia dengar? Dia pasti telah mendengar bahwa Yesus mengampuni dosa, mengusir roh-roh jahat, menyembuhkan yang sakit dan mengajar tentang Kerajaan Allah. Dia tidak akan pernah mengharapkan bahwa Yesus akan mau menolongnya jika sebelumnya dia tidak pernah mendengar bahwa Yesus menyembuhkan yang sakit.

Apa yang Anda dengar sangatlah penting. Iman datang dari pendengaran akan Firman Kristus (Rm10:17). Jika Anda tidak mendengarkan Injil sepenuhnya, tingkat pengharapan Anda akan sangat terbatas. Anda tidak dapat memperoleh iman untuk hal-hal tertentu jika Anda tidak tahu akan kehendak Allah mengenai hal tersebut. Semakin sedikit Injil yang Anda dengar, semakin kecil jugalah iman Anda di dalam Dia. Namun demikian, puji Tuhan untuk Injil yang Anda dengar sekarang. Itu merupakan Kabar BaikNya bagi Anda untuk setiap hal dalam kehidupan Anda sehari-hari.

Apa yang Anda Inginkan?

Bartimeus telah mendengar bahwa Yesus menyembuhkan yang sakit kemanapun Dia pergi. Dia mulai berseru kepada Yesus dan meskipun ada rintangan dari orang banyak, dia menolak untuk diam. Yesus mendengar Bartimeus dan memanggilnya. Bartimeus berlari menuju Yesus dan Yesus memberikan pertanyaan kepadanya, Apa yang engkau ingin Aku lakukan untukmu? Dia tidak hanya mengatakan,”Ini adalah kehendak Allah bagimu!” Dia menanyakan orang itu apa yang ada di dalam hatinya. “Apa yang engkau inginkan?” tanya Yesus. Perhatikanlah jawaban Bartimeus, Guru, aku ingin melihat.

Akan selalu ada satu atau dua orang ahli teologi yang sinis yang akan menuduh bahwa permintaan Bartimeus ini benar-benar egois; bagaimana dia hanya memikirkan tentang dirinya dan bagaimana doanya seharusnya lebih banyak berpusat kepada Allah. Perkataan seperti itu adalah omong kosong. Yesus datang untuk menolong orang-orang, untuk mengangkat yang tertindas, membebaskan yang terikat dan menyembuhkan yang sakit. Dia meresponi kebutuhan dan doa orang-orang.

Bartimeus memiliki permintaan, kerinduan—sebuah kebutuhan; dia ingin melihat. Tidak salah bagi dia untuk menginginkan hal itu bagi dirinya sendiri. Itu bukanlah egois untuk meminta penglihatannya disembuhkan. Sudah barang tentu Yesus ingin memberikan itu kepadanya, tetapi sebelum Dia melakukannya, Dia ingin mengetahui apa yang menjadi pikiran dari Bartimeus sendiri.

Dalam Yoh.15:7 Yesus mengatakan, Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dia tidak berkata,”Berdoalah untuk apa saja yang Aku kehendaki maka itu akan diberikan kepadamu,” tetapi apa saja yang kamu kehendaki. Allah ingin memberikanmu apa yang diinginkan hatimu. Jika Anda di dalam Yesus dan FirmanNya tinggal di dalam Anda. Dia mengharapkan Anda untuk meminta apa saja yang Anda kehendaki karena hatimu dan pikiranmu adalah benar di hadapan Allah.

Apakah maksudnya itu? Flp.2:13 mengatakan, Karena Allahlah yang bekerja di dalam dirimu untuk berkehendak dan bertindak menurut tujuanNya yang baik (terjemahan langsung dari bahasa Inggris). Allah bekerja di dalam diri kita, membuat keinginanNya sendiri menjadi kerinduan kita. Keinginan Bartimeus untuk kesembuhan bukanlah hal yang egois. Itu adalah sesuatu yang Tuhan taruhkan di dalam dia. Namun, dia pertama-tama diajak untuk mengenali dan menerima kerinduan itu, mulai menginginkannya dan mengungkapkannya dalam perkataan dan tindakan, sebelum hal itu menjadi nyata kepadanya.

Allah tidak Menyembunyikan

Allah telah menempatkan pikiran, mimpi, keinginan dan kerinduan di dalam Anda sehingga Dia ingin Anda menerima dan mulai bertindak atas hal itu.
Namun, disinilah tepatnya iblis sering masuk pelan-pelan, menunjukkan jarinya dan menuduh kita, ”Engkau egois!” Dia berkata juga, ”Itu tidak mungkin kehendak Allah. Engkau sendirilah yang membuat-buatnya. Itu semua ‘kedagingan’,” dst. Apa yang sebenarnya terjadi adalah bahwa setan sedang menaburkan benih kecurigaan terhadap Bapa surgawimu. Ingatlah apa yang terjadi pada saat kejatuhan (ke dalam dosa). Hawa berdosa karena si ular itu berhasil menipu pikirannya dan membuatnya percaya bahwa Allah menyembunyikan sesuatu yang layak diinginkan darinya. Dalam Kej.3:5 ular itu berkata, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat. Atau dalam kata lain, ”Allah menyembunyikan dan menahan sesuatu darimu. Dia tidak ingin engkau menjadi seperti Dia. Ada sesuatu yang Dia tidak ingin engkau memilikinya. Dia menahan sesuatu.” Kita mendengarkan nasehat-nasehat yang sama pada masa ini.
Tapi Allah tidaklah demikian! Dia tidak menahan sesuatu dari Anda. Dia adalah Bapa yang baik dan pengasih bagi Anda.

Tragisnya, banyak orang masuk ke dalam kehidupan di bawah kesan yang sama seperti Hawa, yang telah ditipu oleh iblis—bahwa Allah bersifat tidak pengasih, menyengat dan secara umum menentang Anda. Tapi itu salah! Allah ada di pihak Anda! Rm.8:32 mengatakan, Ia, yang tidak menyayangkan AnakNya sendiri, tetapi yang menyerahkanNya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

Banyak orang yang telah menjalani hidup ini dengan perasaan bahwa Allah telah menyembunyikan dari mereka hampir semua hal dan mereka menjadi kepahitan terhadap Dia. Allah telah menjadi seperti musuh bagi mereka. Mereka tahu tidak ada gunanya untuk berperang melawan Dia, Dia mahakuasa dan harus ditaati. Namun mereka tidak mendapatkan sukacita, kerjasama ataupun penghiburan mereka di dalam Dia. Mereka membayangkan Dia keluar untuk mencuri bahkan sukacita yang tinggal sedikit yang mereka punyai. Ini mengerikan! Si ular itu telah membuat hati mereka pahit dan memberikan mereka gambaran yang palsu mengenai Bapa surgawi kita yang luar biasa.

Salah satu contoh orang yang memiliki masalah seperti ini adalah saudara tertua dalam perumpamaan mengenai anak yang hilang (Luk.15:25-32). Dia menjadi marah saat adiknya disambut dengan sambutan yang hangat dan penuh kasih. Dia merasa bahwa ayahnya tidak pernah memberikan dia apa-apa. Akan hal ini ayahnya menjawab, Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu (ayat 31). Aset kekayaan itu ada di sana sepanjang waktu namun dia tidak pernah datang dan meminta apa yang dia inginkan. Ingatlah perkataan Yesus di dalam Yoh.15:7, mintalah apa saja yang kamu kehendaki.

Saat Anda memiliki gambaran yang benar mengenai Allah dan menyadari bahwa iblislah yang telah menghalangi Anda untuk berdoa bagi keinginan hati Anda, Anda akan mulai datang lebih berani kepada Allah. Saat Anda melihat bahwa iblislah yang membuat tabu hal-hal yang biasa bagi Anda untuk diminta dari Bapa, Anda akan mulai mendekati Allah dengan keyakinan. Sama seperti Anda secara fisik diciptakan dalam cara yang khusus dengan kebutuhan yang khusus pula, begitu jugalah Anda sebagai ciptaan baru di dalam Kristus memiliki kebutuhan-kebutuhan tertentu yang Allah ingin untuk dipuaskan. Anda tidak pernah malu untuk haus. Adalah biasa dan alami untuk haus, lapar dan capek pada waktu-waktu tertentu. Anda tahu bahwa itu adalah kebutuhan normal manusia yang harus dipuaskan. Sama seperti tubuh fisik Anda memiliki kebutuhan yang Allah ingin puaskan, jiwa dan roh Anda juga memiliki kebutuhan yang Dia ingin penuhi. Jangan biarkan iblis membebani Anda dengan perasaan bersalah akan hal-hal itu. Biarkan Bapamu memuaskannya.

Hargai Mimpi-mimpimu!

Allah ingin memberikan kepada Anda keinginan hati Anda. Banyak orang menghentikan keinginan-keinginan, mimpi-mimpi dan pikiran-pikiran mereka dan mencoba untuk “menjadi wajar”. Jangan! Terimalah apa yang Allah telah tempatkan di dalam Anda. Dia ingin Anda memimpikan mimpiNya, memikirkan pikiranNya, merencanakan rencanaNya dan Dia ingin Anda mulai melangkah menuju pewujudannya. Hal-hal itu diwujudkan saat Anda meminta hal itu kepada Allah dan mulai bertindak menurut apa yang Anda doakan. Allah kemudian akan mulai bekerja di dalam Anda , dan Dia ingin pertama-tema menempatkan di dalam Anda hal-hal yang Dia inginkan di bumi. Saat Anda kemudian merenungkannya, mendoakannya dan mengklaimnya dan mengambil langkah-langkah ke arah itu, Allah akan mewujudkannya.

Itulah yang terjadi kepada Bartimeus. Mungkin itu dimulai hanya sebagai sebuah pemikiran. Pemikiran berkembang menjadi harapan. Harapan bertumbuh menjadi keyakinan bahwa jika Yesus datang suatu hari, sesuatu akan terjadi. Lalu Yesus datang! Keyakinan, kerinduan dan keinginan di dalam diri Bartimeus bangkit ke suatu titik di mana tidak seorangpun yang dapat menghentikannya. Orang-orang tidak dapat menahannya, kebutaannya juga tidak akan menghalanginya. Dia berteriak dan berlari kepada Yesus—dan apa yang terjadi? Dia menerima keinginan hatinya. Yesus berkata kepadanya, Imanmu telah menyembuhkan engkau (Mrk.10:52).

Yesus menyebut keinginannya yang gigih untuk melihat kebutuhannya dipenuhi itu sebagai iman—dan Dia lakukan hal yang sama dalam masalah Anda juga. Yesus memberi Bartimeus keinginan hatinya, dan Dia akan melakukan yang sama untuk Anda. Dan apakah hasilnya? Bartimeus mengikuti Yesus (ayat 52). Beberapa orang membayangkan bahwa jika kita menerima apa yang kita inginkan, kita akan menjauh dari Tuhan. Tidak, yang sebaliknyalah justru yang terjadi. Kita mengikuti Dia jauh lebih dekat lagi!

Dalam Yoh.15:8 Yesus berkata, Ini adalah untuk kemuliaan Bapaku, bahwa engkau menghasilkan banyak buah, menunjukkan dirimu sendiri sebagai murid-muridKu (terjemahan langsung dari bahasa Inggris). Hal itu membawa kemuliaan kepada Allah saat Anda menghasilkan banyak buah dan menerima keinginan hati Anda. Pria dan wanita melihat bahwa Allah nyata saat Dia mendengar dan menjawab doa-doamu karena Allah dengan nyata menyertai Anda.

Allah dimuliakan saat orang-orang melihat KerajaanNya, rencanaNya, dan pikiranNya memakmurkan Anda. Dia ingin melihat Anda menjangkau kepada janji-janjiNya, mempercayai Dia untuk menjawab keinginan Anda, dan bahwa Dia akan memberikan Anda keinginan hati Anda. Dia ingin Anda mengulurkan tangan dan menjangkau lebih jauh lagi untuk memimpikan, merencanakan dan menginginkan lebih lagi dariNya.

Tanamkan dalam hatimu bahwa:

Segala hal yang baik dan indah, walau itu seolah mustahil sekalipun bagi manusia, namun Allah sanggup dan bahkan Allahlah yang menaruh keinginan/harapan/permohonan yang baik dan indah itu di hatimu.

Keinginan hati/harapan itu bisa berupa: kesembuhan (jiwa & raga), kebahagiaan & damai sejahtera, pemulihan keluarga/hubungan, pemulihan ekonomi, pasangan hidup, berkat anak, berkat pekerjaan dan rejeki, keinginan untuk hidup melayani Allah dan sesama, karunia/rahmat/hikmat Allah, bahkan keinginan dalam bentuk materi yang bisa menunjang hidupmu dan pekerjaanNya di bumi melalui hidupmu, dll, semua Allah sediakan dan berikan bagi kita yang mengasihiNya, yang percaya dan yang menginginkannya dan mengandalkanNya.

Matius 19:26: Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.”
Dan Allah sanggup memenuhi segala keperluanmu, Allah sanggup melakukan segala perkara bagimu dan memberikanmu jalan keluar, dan Allah sanggup memulihkan segala area di hidupmu dan Allah sanggup memberikan apa saja yang menjadi keinginan baik yang ada di hatimu.

Dan karna begitu besar kasihNya, Allah mau mewujudkan segala hal baik yang diinginkan hatimu. Seperti bapa sayang anaknya dan ingin membahagiakan anak-anaknya, demikianlah Bapa Surgawi kita, Dia sanggup, Dia mau, Dia akan memberikan yang terbaik demi kebahagiaanmu.

Amin

Jumat, 11 September 2015

Hiasilah Hidupmu dengan Sikap, Perkataan, dan Perbuatan yang Indah - A "Bread" For Our Soul

KELUARKANLAH DAHULU BALOK DARI MATAMU

"Keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu" (Luk 6:42)

------------------------
Budi adalah anak ke 2 dari 3 bersaudara.

Kakak tertua bernama Toni adalah seorang pekerja keras, sukses dan tegas.

Anak bungsu yang bernama Sandi juga memiliki sifat yang sama, sehingga mereka berdua kerap berselisih paham dan ribut walaupun hanya membahas hal yang kecil dan sering menyerang masing-masing pribadi.


Budi selalu berkata kepada kakak dan adiknya itu :

"Mari kita bercermin pada diri masing-masing dahulu, kalau benar sudah bersih, baru boleh mengkritik saudaranya."

Ternyata setelah beberapa bulan, Toni mulai melunak dan mengurangi keluhan terhadap adik bungsunya itu. Hal ini membuat Budi senang. Pada perayaan ulang tahun ayahnya, Simon, sang ayah berkata:

"Saya mau membagi berkat kepada sesama yang membutuhkan!"

Sandi langsung berkata:

"Toni, kamu kan selama ini pelit! Kamu harus ikutin kata-kata Papa!"
Toni tidak menjawab.


Lalu Sandi melanjutkan:
"Tuh kan dia sudah merasa berdosa selama ini, Makanya ia diam!"

Mendengar itu, Budi segera berkata:

"Sandi..tidak melihatkah kamu, bahwa kakakmu sudah berubah?

Tetapi penyakitmu semakin parah. Berhentilah mengkritik kakakmu! Stop perkataanmu yang selalu menyakitkan dan tidak membangun. Hentikan kesombonganmu yang sia-sia. Kecuali kalau hidupmu sudah benar dan suci!"

Mendengar itu, Sandi pun terdiam dan menunduk malu.

Yesus berkata :

"Keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."

Langkah pertama untuk menjadi pengikut Kristus adalah memperbaiki diri sendiri dan mengikuti teladan Kristus.


Sebelum bersikap atau berkata, fikirkanlah dahulu.

Bercerminlah dulu apakah sudah cukup pantas kita untuk menyatakan sebuah sikap atau perkataan terhadap orang lain?

Teliti dulu sikap dan perkataan kita: Apakah akan memberikan kebaikan, hal positif, mendukung dan membangun diri sendiri dan orang lain??

Jika tidak, STOP bicara dan rubahlah dulu fikiran itu menjadi yang baik, barulah bicara dan bersikap.

Karna sejatinya, sikap dan perkataan kita, adalah tanda kualitas diri kita, hati kita dan hidup kita. Dan itulah yang akan menjadi cerminan siapa kita sebenarnya, yang akan dikenal dan dikenang orang.

Jadikan sikap & perkataanmu sebagai hiasan yang indah, yang mampu dilihat dan dirasakan keindahannya bagi setiap orang yang mendengar, sehingga hidup orang lainpun akan kau indahkan melalui sikap dan perkataanmu.

Segala yang baik, yang indah, yang benar, yang berbalut kasih, biarlah itu yang tercermin dalam sikap, perkataan dan perbuatanmu.

Ingatlah selalu, apa yang kita berikan melalui perkataan, sikap dan perbuatan kita, adalah apa yang kita taburkan dan kita tuai di kemudian hari.
Maka, menaburklah yang indah dan baik, agar layak menuai yang indah dan baik juga bagi hidup kita.

Oratio:
Yesus Engkaulah andalanku. Amin

Missio:
Marilah kita mengoyakkan "pakaian kita" dan mengikuti Yesus dan teladanNya yang indah.

Have a Blessed Friday.