Sebuah Blog tempat kami berbagi Kasih Tuhan kepada seluruh sahabat. Tempat kami ber-sharing tentang kasih, harapan, kebenaran, apa dan bagaimana meraih kehidupan yang terbaik dan indah, di dalam Tuhan, dan bersama seluruh keluarga dan sahabat.
Novena Kanak-Kanak Yesus
Keajaiban Doa Novena Kanak Kanak Yesus dan Doa Mujizat
Keajaiban Doa Novena Kanak Kanak Yesus dan Doa Mujizat Mari kita bersama mendoakan Novena Kanak Kanak Yesus dalam menyambut kelahir...
Selasa, 09 Februari 2016
Misteri Rabu Abu didalam Kerahiman Ilahi - "Bread" For Soul
Selasa, 27 Oktober 2015
INDAHNYA KELUARGA - "Bread" For Soul
Dare to ask ourself:
Apakah aku sudah ada bagi keluargaku? Apa yang sudah aku lakukan untuk kebahagiaan keluargaku?
“Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus,……. Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat, karena kita adalah anggota tubuh-Nya.” (Efesus 5: 22-33)
“Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan”. (Efesus 6:1-4)
Yang terbaik dan terindah yang kita miliki didalam dunia ini adalah mereka yang Tuhan pertemukan dan satukan dalam sebuah KELUARGA.
Itulah keluarga kita = Suami Istri, Orangtua Anak, Kakak Adik.
*********************************
Siapakah keluarga bagi kita, siapakah kita bagi keluarga?
SUAMI ISTRI =
- Sebagai orang yang telah bersedia memberikan diri dan hidupnya untuk bersama kita & mengasihi kita
- Sebagai tempat berbagi dalam segala hal dalam kehidupan
- Sebagai orang yang selalu ada untuk memberikan yang terbaik bagi kita
- Sebagai orang yang melakukan banyak hal untuk kebahagiaan kita
- Sebagai orang yang selalu ada dan akan selalu bersama kita dalam segala keadaan kita
ORANGTUA YAITU AYAH IBU KITA =
- sebagai tempat kita mengawali kehidupan kita saat kita dikandung dan dilahirkan,
- sebagai tempat kita berlindung dan menerima bekal kehidupan (baik jasmani dan kebutuhan jiwa) saat kita bertumbuh dari bayi menuju dewasa
- sebagai mereka yang tidak pernah berkata sibuk, tidak ada waktu, tidak mau untuk mengurus kita hingga dewasa dan hidup pantas
- sebagai mereka yang waktu, tenaga, fikiran, keringat dan kesakitan dan seluruh hidupnya diberikan bagi kita untuk kebahagiaan kita,
- sebagai tempat kita beroleh kasih sayang sejati yang berasal dari pengorbanan mereka, demi kita hidup dalam kebaikan-kebaikan yang mereka sediakan dan berikan
- Sebagai mereka yang tidak mengharapkan balas jasa apapun dari kita, namun terus mendambakan waktu, kebersamaan dan kasih sayang yang boleh mereka nikmati terlebih di saat mereka telah tua dan letih (tua dan letih setelah melakukan dan memberikan yg terbaik bagi kita)
- sebagai tempat yang meluruskan jalan untuk kita hidup penuh berkat dan selamat di dunia hingga kembali kepada surga Bapa, melalui doa-doa mereka
ANAK KITA =
- Sebagai buah hati yang Tuhan jadikan untuk menyempurnakan kebahagiaan kita
- Sebagai buah hati yang melengkapi kehidupan kita
- Sebagai tempat kita mencurahkan segala hati
- Sebagai buah hati yang mendoakan kita untuk segala kebaikan hidup di bumi hingga di surga
- Sebagai orang yang akan ada bersama kita, dalam kurun waktu sampai entah kita atau mereka yang nanti lebih dulu pergi
***************
Keluarga adalah tempat berbagi, tempat menerima dan tempat kita akan selalu kembali.
Dan adalah mereka yang ada dan akan selalu ada di dekat kita, apapun keadaan kita: baik dalam suka dan duka, dalam untung dan malang, dalam sakit dan keceriaan, dalam jatuh dan bangun, dalam harapan dan keputus-asaan, dalam kesendirian dan keramaian, saat yang lain tidak ada dan tidak perduli, dalam hidup dan saat kematian, dan dalam segala hal.
Itulah keluarga kita = Suami Istri, Orangtua Anak, Kakak Adik.
Merekalah yang selalu nyata ada disamping kita, dan akan tetap ada & setia menantikan kita walau saat kita menjauh dari mereka.
Mari kita kembali kepada keluarga kita, kepada kasih mula-mula yang Tuhan tanamkan dalam keluarga kita, antara Suami Istri, Orangtua Anak, Kakak Adik.
Karna sejatinya, keluarga-lah milik kita satu-satunya di bumi ini.
Berhenti bertanya: apa yang dapat keluarga berikan kepada kita, tapi bertanyalah apa yang bisa kita berikan untuk kebahagiaan keluarga kita yang mengasihi dan kukasihi; lalu LAKUKANLAH, selagi kesempatan itu masih Tuhan berikan. Dan apakah masih pantas kita bertanya dan meminta keluarga melakukan sesuatu bagi kita setelah selama ini segalanya dilakukan dan diberikannya kepada kita, sementara belum ada yang kita lakukan bagi mereka?
Bertanyalah:
- mengapa kita lebih bersyukur dengan harta benda dan kesusksesan yang Tuhan titipkan sementara saja, daripada bersyukur dan berdoa bagi keluarga yang Tuhan berikan bagi hidup kita?
- mengapa kita bisa berkata baik & lembut pada orang lain, namun justru berkata kasar kepada keluarga yang mengasihi dan kita kasihi?
- mengapa kita bisa bersikap manis pada orang lain, namun justru bersikap tidak baik kepada keluarga yang mengasihi dan kita kasihi?
- mengapa kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengeluh, bersungut-sungut, complain atau marah kepada keluarga kita, daripada memanfaatkan waktu untuk saling bicara, saling peluk, saling dukung dan mengisi waktu dgn kebersamaan yg indah bersama keluarga yang mengasihi dan kita kasihi?
- mengapa kita terus menerus menilai, menunjuk, menghakimi bahwa keluarga kita tidak baik terhadap kita, sementara belum ada kebaikan yang bisa kita tunjukkan dan berikan kepada keluarga kita?
- mengapa kita bisa banyak berbuat dan memberi pada orang lain, namun justru tidak memberi atau melakukan apa-apa kepada keluarga yang mengasihi dan kita kasihi?
- mengapa kita tidak tega menyakiti orang lain, namun justru dengan sadar dan terus menerus menyakiti keluarga yang mengasihi dan kita kasihi?
- mengapa mulut kita penuh dengan pujian, sapaan kepada oranglain, namun tidak pernah menyapa dan memuji keluarga yang mengasihi dan kita kasihi?
- mengapa tangan kita sibuk berjabat tangan dengan orang lain, namun tidak pernah sempat membelai keluarga yang mengasihi dan kita kasihi?
- mengapa tangan kita penuh dengan buah tangan untuk orang lain, namun tidak pernah memberikannya kepada keluarga yang mengasihi dan kita kasihi?
- mengapa kita bisa menghabiskan banyak waktu & moment bersama orang lain, namun justru sisa-sisa waktu dan kelelahan yang kita berikan kepada keluarga yang mengasihi dan kita kasihi?
- mengapa kita bisa mencari-cari dan datang kepada orang lain, namun keluarga yang mengasihi dan kita kasihi kita tinggalkan dan acuhkan?
- mengapa hal-hal atau orang lain yang kita fikirkan, sementara ada keluarga yang mengasihi dan kita kasihi, ada didepan mata kita, menantikan kita?
- mengapa kita bisa memaafkan orang lain, namun terus menyimpan dendam dan amarah serta tidak mau memaafkan keluarga yang mengasihi dan kita kasihi?
- mengapa kita mau dan mampu membahagiakan orang lain, namun tidak mau untuk membahagiakan orangtua yang melahirkan dan membesarkan kita, suami/istri yang setia mendampingi kita, anak-anak yang adalah buah hati kita?
- mengapa kita memilih bersama orang lain yang tidak akan ada bersama kita, dan memilih kehilangan keluarga yang mengasihi dan kita kasihi krn kita meninggalkan mereka?
- mengapa kita hanya menitipkan , mendiamkan dan mengacuhkan anak-anak dan pasangan kita, sementara yang mereka nantikan dan harapkan di sepanjang hari mereka, adalah kehadiran dan kasih kita?
- mengapa kita menitipkan atau melupakan dan meng-acuhkan orangtua disaat mereka justru telah tua dan letih setelah sepanjang umurnya berkorban segalanya demi kehidupan kita?
Berusahalah merengkuh sebanyak-banyaknya kasih yang bisa kita nikmati bersama keluarga pada saat masih bersama kita, berilah bagian diri kita yang terbaik dalam sikap, perkataan dan perbuatan kasih yang akan menciptakan sebuah keluarga yang penuh keceriaan dan damai sejahtera. Dan kita boleh menyiapkan diri untuk sebuah moment indah yang dapat terus kita kenang, yaitu bagian terbaik yang pernah kita berikan dan lakukan untk kebahagiaan keluarga kita, saat mereka, satu persatu tidak lagi bersama kita.
Dan ingatlah bahwa: seindah-indahnya tempat di bumi ini, adalah keluarga yang ada bagi kita. Kemanapun kita pergi, maka keluarga-lah tempat kita kembali, tempat kita menemukan, tempat kita menyatukan sgala hati dan hasrat dalam kebahagiaan, tempat kita merasakan damai dan kebahagiaan.
Apakah kita bisa temukan semua ini di tempat lain atau dari orang lain?
Ketahuilah: Family is beautiful, pelihara dan tambah2kan keindahannya, jangan biarkan apapun atau siapapun mengambil keindahan sebuah keluarga dari hidupmu.
Selagi mereka ada.....
Catholic Family Is Beautiful - "Bread" For Soul
PART 1 Relasi Suami Istri
Kamis, 01 Oktober 2015
Obidience is Start Your Step... - "Bread" For Soul
When we do good, we will gain good things.
When we do more, we will gain more.
When we give more, we will receive more things
When we do less, we gain less.
When we not doing anything, we will not gain anything.
Noone will REAP if they not SOW.
Also,
Noone with go somewhere or reach somewhere without make their first step.
When we make a first step, it will follow with our next step and it will lead us to somewhere.
When we make a good step, it will follow with blessing and it will lead us to a good great place.
"Let your words & actions inspire others to dream more, learn more, do more and become more. It will not only add good things to others but its actually add your value of life.”
Life is not counted by what we get or what we have or even who we are; but it will only counted by any of our good things, good step we sow at our life to others.
So, lets start do it.....
Inner Power - "Bread" For Soul
INNER POWER
Jika sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari LUAR, maka kehidupan di dalam telur BERAKHIR, tetapi jika sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari DALAM, maka sebuah kehidupan baru telah LAHIR.
TUHAN tidak pernah menjanjikan bahwa :
Langit akan selalu BIRU
Bunga akan selalu MEKAR dan
Mentari akan selalu BERSINAR.
Tetapi ketahuilah bahwa DIA selalu memberi :
PELANGI di setiap badai
SENYUM di setiap air mata
BERKAH di setiap cobaan dan
JAWABAN di setiap doa.
Dalam mengarungi gelombang kehidupan, janganlah pernah menyerah sahabatku :
KITA HARUS TERUS MELANGKAH DENGAT KETAATAN !!
Kini, mari hidupkan & gunakan Inner Power yang ada didalam diri kita.
Mulailah dengan mengatakan kepada jiwa kita:
Hai, jiwaku, bangun dan bangkitlah. Mari bersamaku meraih segala asa dan impian.
Hai jiwaku, bersukacitalah dan selalu bersyukur dan pujilah Tuhan, karna dariNya, olehNya dan kepadaNya, asal dan tujuan hidup kita mengalir indah.
Hai jiwaku, mari lakukan sesuatu, agar ada makna di hidup ini yang bisa kita berikan, karna sebelum kita memberi hidup ini untk kebaikan oranglain, maka tidak ada arti yang membuat hidup kita berarti.
Lakukan bagian kita dengan terbaik yang kita bisa, maka Tuhan melakukan yang selebihnya bagi kita, membawa kita pada hidup yang terbaik didalam rancangan indahNya.
Roma 8:28-30=
"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya"
Medio September 2015Kamis, 17 September 2015
WIth God All Thing Is Possible - Tiada yang mustahil jika bersama Allah - "Bread" For Soul
“Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu (Mzm.37: 3-4)”
Tuhan ingin memberikanmu apa yang diinginkan hatimu. Sering kita berpikir,”Saya tahu apa yang sesungguhnya saya inginkan, tapi saya tidak tahu apakah itu kehendak Tuhan.” Keraguan atas apakah pikiran kita benar-benar merupakan kehendak Tuhan dapat melumpuhkan kita dari dalam dan jika kita tidak yakin, maka kita terbuka bagi serangan keragu-raguan.
Yesus mengatakan di dalam Luk.9:62, Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah. Namun, inilah justru yang kita digoda untuk lakukan. Kita merasa tidak pasti dan kita melihat ke belakang. Tetapi Tuhan tidak ingin kita merasa tidak pasti mengenai kehendakNya. Dalam Rm.12:2 Dia mengatakan bahwa kita dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
1 Kor.2:12 mengatakan kepada kita bahwa kita telah menerima Roh dari Tuhan (Penolong kita) supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita. Allah tidak pernah bermaksud untuk membiarkan kita tetap berada di luar kehendakNya. Dia ingin menyatakannya kepada kita sehingga kita dapat yakin akan pikiranNya mengenai kita dan mengenai apa yang Dia telah berikan kepada kita secara cuma-cuma.
Kadang-kadang kita bersembunyi di balik pernyataan seperti,”kehendak Allah” atau “Saya hanya ingin kehendakNya”. Sudah pasti bahwa hal ini benar dan perlu. Kita harus mengikuti Yesus dan mencari KerajaanNya di atas semuanya. Namun, setelah Anda memiliki sikap hati seperti itu, Allah akan mulai berbicara kepada Anda dan menanyakan apa yang Anda inginkan. Dia senang memberikan apa yang diinginkan hatimu.
Dalam Mrk.10:46-52 kita menemui Yesus sedang dalam perjalanan keluar dari Jerikho. Dia melewati Bartimeus, seorang pengemis yang buta. Bartimeus telah mendengar tentang Yesus yang menyembuhkan. Ayat 47 mengatakan bahwa saat Bartimeus mendengar bahwa itu adalah Yesus dari Nazaret, dia mulai berseru nyaring kepadaNya. Mengapa? Karena ia telah mendengar tentang Yesus! Apa yang telah dia dengar? Dia pasti telah mendengar bahwa Yesus mengampuni dosa, mengusir roh-roh jahat, menyembuhkan yang sakit dan mengajar tentang Kerajaan Allah. Dia tidak akan pernah mengharapkan bahwa Yesus akan mau menolongnya jika sebelumnya dia tidak pernah mendengar bahwa Yesus menyembuhkan yang sakit.
Apa yang Anda dengar sangatlah penting. Iman datang dari pendengaran akan Firman Kristus (Rm10:17). Jika Anda tidak mendengarkan Injil sepenuhnya, tingkat pengharapan Anda akan sangat terbatas. Anda tidak dapat memperoleh iman untuk hal-hal tertentu jika Anda tidak tahu akan kehendak Allah mengenai hal tersebut. Semakin sedikit Injil yang Anda dengar, semakin kecil jugalah iman Anda di dalam Dia. Namun demikian, puji Tuhan untuk Injil yang Anda dengar sekarang. Itu merupakan Kabar BaikNya bagi Anda untuk setiap hal dalam kehidupan Anda sehari-hari.
Apa yang Anda Inginkan?
Bartimeus telah mendengar bahwa Yesus menyembuhkan yang sakit kemanapun Dia pergi. Dia mulai berseru kepada Yesus dan meskipun ada rintangan dari orang banyak, dia menolak untuk diam. Yesus mendengar Bartimeus dan memanggilnya. Bartimeus berlari menuju Yesus dan Yesus memberikan pertanyaan kepadanya, Apa yang engkau ingin Aku lakukan untukmu? Dia tidak hanya mengatakan,”Ini adalah kehendak Allah bagimu!” Dia menanyakan orang itu apa yang ada di dalam hatinya. “Apa yang engkau inginkan?” tanya Yesus. Perhatikanlah jawaban Bartimeus, Guru, aku ingin melihat.
Akan selalu ada satu atau dua orang ahli teologi yang sinis yang akan menuduh bahwa permintaan Bartimeus ini benar-benar egois; bagaimana dia hanya memikirkan tentang dirinya dan bagaimana doanya seharusnya lebih banyak berpusat kepada Allah. Perkataan seperti itu adalah omong kosong. Yesus datang untuk menolong orang-orang, untuk mengangkat yang tertindas, membebaskan yang terikat dan menyembuhkan yang sakit. Dia meresponi kebutuhan dan doa orang-orang.
Bartimeus memiliki permintaan, kerinduan—sebuah kebutuhan; dia ingin melihat. Tidak salah bagi dia untuk menginginkan hal itu bagi dirinya sendiri. Itu bukanlah egois untuk meminta penglihatannya disembuhkan. Sudah barang tentu Yesus ingin memberikan itu kepadanya, tetapi sebelum Dia melakukannya, Dia ingin mengetahui apa yang menjadi pikiran dari Bartimeus sendiri.
Dalam Yoh.15:7 Yesus mengatakan, Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dia tidak berkata,”Berdoalah untuk apa saja yang Aku kehendaki maka itu akan diberikan kepadamu,” tetapi apa saja yang kamu kehendaki. Allah ingin memberikanmu apa yang diinginkan hatimu. Jika Anda di dalam Yesus dan FirmanNya tinggal di dalam Anda. Dia mengharapkan Anda untuk meminta apa saja yang Anda kehendaki karena hatimu dan pikiranmu adalah benar di hadapan Allah.
Apakah maksudnya itu? Flp.2:13 mengatakan, Karena Allahlah yang bekerja di dalam dirimu untuk berkehendak dan bertindak menurut tujuanNya yang baik (terjemahan langsung dari bahasa Inggris). Allah bekerja di dalam diri kita, membuat keinginanNya sendiri menjadi kerinduan kita. Keinginan Bartimeus untuk kesembuhan bukanlah hal yang egois. Itu adalah sesuatu yang Tuhan taruhkan di dalam dia. Namun, dia pertama-tama diajak untuk mengenali dan menerima kerinduan itu, mulai menginginkannya dan mengungkapkannya dalam perkataan dan tindakan, sebelum hal itu menjadi nyata kepadanya.
Allah tidak Menyembunyikan
Allah telah menempatkan pikiran, mimpi, keinginan dan kerinduan di dalam Anda sehingga Dia ingin Anda menerima dan mulai bertindak atas hal itu.
Namun, disinilah tepatnya iblis sering masuk pelan-pelan, menunjukkan jarinya dan menuduh kita, ”Engkau egois!” Dia berkata juga, ”Itu tidak mungkin kehendak Allah. Engkau sendirilah yang membuat-buatnya. Itu semua ‘kedagingan’,” dst. Apa yang sebenarnya terjadi adalah bahwa setan sedang menaburkan benih kecurigaan terhadap Bapa surgawimu. Ingatlah apa yang terjadi pada saat kejatuhan (ke dalam dosa). Hawa berdosa karena si ular itu berhasil menipu pikirannya dan membuatnya percaya bahwa Allah menyembunyikan sesuatu yang layak diinginkan darinya. Dalam Kej.3:5 ular itu berkata, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat. Atau dalam kata lain, ”Allah menyembunyikan dan menahan sesuatu darimu. Dia tidak ingin engkau menjadi seperti Dia. Ada sesuatu yang Dia tidak ingin engkau memilikinya. Dia menahan sesuatu.” Kita mendengarkan nasehat-nasehat yang sama pada masa ini.
Tapi Allah tidaklah demikian! Dia tidak menahan sesuatu dari Anda. Dia adalah Bapa yang baik dan pengasih bagi Anda.
Tragisnya, banyak orang masuk ke dalam kehidupan di bawah kesan yang sama seperti Hawa, yang telah ditipu oleh iblis—bahwa Allah bersifat tidak pengasih, menyengat dan secara umum menentang Anda. Tapi itu salah! Allah ada di pihak Anda! Rm.8:32 mengatakan, Ia, yang tidak menyayangkan AnakNya sendiri, tetapi yang menyerahkanNya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?
Banyak orang yang telah menjalani hidup ini dengan perasaan bahwa Allah telah menyembunyikan dari mereka hampir semua hal dan mereka menjadi kepahitan terhadap Dia. Allah telah menjadi seperti musuh bagi mereka. Mereka tahu tidak ada gunanya untuk berperang melawan Dia, Dia mahakuasa dan harus ditaati. Namun mereka tidak mendapatkan sukacita, kerjasama ataupun penghiburan mereka di dalam Dia. Mereka membayangkan Dia keluar untuk mencuri bahkan sukacita yang tinggal sedikit yang mereka punyai. Ini mengerikan! Si ular itu telah membuat hati mereka pahit dan memberikan mereka gambaran yang palsu mengenai Bapa surgawi kita yang luar biasa.
Salah satu contoh orang yang memiliki masalah seperti ini adalah saudara tertua dalam perumpamaan mengenai anak yang hilang (Luk.15:25-32). Dia menjadi marah saat adiknya disambut dengan sambutan yang hangat dan penuh kasih. Dia merasa bahwa ayahnya tidak pernah memberikan dia apa-apa. Akan hal ini ayahnya menjawab, Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu (ayat 31). Aset kekayaan itu ada di sana sepanjang waktu namun dia tidak pernah datang dan meminta apa yang dia inginkan. Ingatlah perkataan Yesus di dalam Yoh.15:7, mintalah apa saja yang kamu kehendaki.
Saat Anda memiliki gambaran yang benar mengenai Allah dan menyadari bahwa iblislah yang telah menghalangi Anda untuk berdoa bagi keinginan hati Anda, Anda akan mulai datang lebih berani kepada Allah. Saat Anda melihat bahwa iblislah yang membuat tabu hal-hal yang biasa bagi Anda untuk diminta dari Bapa, Anda akan mulai mendekati Allah dengan keyakinan. Sama seperti Anda secara fisik diciptakan dalam cara yang khusus dengan kebutuhan yang khusus pula, begitu jugalah Anda sebagai ciptaan baru di dalam Kristus memiliki kebutuhan-kebutuhan tertentu yang Allah ingin untuk dipuaskan. Anda tidak pernah malu untuk haus. Adalah biasa dan alami untuk haus, lapar dan capek pada waktu-waktu tertentu. Anda tahu bahwa itu adalah kebutuhan normal manusia yang harus dipuaskan. Sama seperti tubuh fisik Anda memiliki kebutuhan yang Allah ingin puaskan, jiwa dan roh Anda juga memiliki kebutuhan yang Dia ingin penuhi. Jangan biarkan iblis membebani Anda dengan perasaan bersalah akan hal-hal itu. Biarkan Bapamu memuaskannya.
Hargai Mimpi-mimpimu!
Allah ingin memberikan kepada Anda keinginan hati Anda. Banyak orang menghentikan keinginan-keinginan, mimpi-mimpi dan pikiran-pikiran mereka dan mencoba untuk “menjadi wajar”. Jangan! Terimalah apa yang Allah telah tempatkan di dalam Anda. Dia ingin Anda memimpikan mimpiNya, memikirkan pikiranNya, merencanakan rencanaNya dan Dia ingin Anda mulai melangkah menuju pewujudannya. Hal-hal itu diwujudkan saat Anda meminta hal itu kepada Allah dan mulai bertindak menurut apa yang Anda doakan. Allah kemudian akan mulai bekerja di dalam Anda , dan Dia ingin pertama-tema menempatkan di dalam Anda hal-hal yang Dia inginkan di bumi. Saat Anda kemudian merenungkannya, mendoakannya dan mengklaimnya dan mengambil langkah-langkah ke arah itu, Allah akan mewujudkannya.
Itulah yang terjadi kepada Bartimeus. Mungkin itu dimulai hanya sebagai sebuah pemikiran. Pemikiran berkembang menjadi harapan. Harapan bertumbuh menjadi keyakinan bahwa jika Yesus datang suatu hari, sesuatu akan terjadi. Lalu Yesus datang! Keyakinan, kerinduan dan keinginan di dalam diri Bartimeus bangkit ke suatu titik di mana tidak seorangpun yang dapat menghentikannya. Orang-orang tidak dapat menahannya, kebutaannya juga tidak akan menghalanginya. Dia berteriak dan berlari kepada Yesus—dan apa yang terjadi? Dia menerima keinginan hatinya. Yesus berkata kepadanya, Imanmu telah menyembuhkan engkau (Mrk.10:52).
Yesus menyebut keinginannya yang gigih untuk melihat kebutuhannya dipenuhi itu sebagai iman—dan Dia lakukan hal yang sama dalam masalah Anda juga. Yesus memberi Bartimeus keinginan hatinya, dan Dia akan melakukan yang sama untuk Anda. Dan apakah hasilnya? Bartimeus mengikuti Yesus (ayat 52). Beberapa orang membayangkan bahwa jika kita menerima apa yang kita inginkan, kita akan menjauh dari Tuhan. Tidak, yang sebaliknyalah justru yang terjadi. Kita mengikuti Dia jauh lebih dekat lagi!
Dalam Yoh.15:8 Yesus berkata, Ini adalah untuk kemuliaan Bapaku, bahwa engkau menghasilkan banyak buah, menunjukkan dirimu sendiri sebagai murid-muridKu (terjemahan langsung dari bahasa Inggris). Hal itu membawa kemuliaan kepada Allah saat Anda menghasilkan banyak buah dan menerima keinginan hati Anda. Pria dan wanita melihat bahwa Allah nyata saat Dia mendengar dan menjawab doa-doamu karena Allah dengan nyata menyertai Anda.
Allah dimuliakan saat orang-orang melihat KerajaanNya, rencanaNya, dan pikiranNya memakmurkan Anda. Dia ingin melihat Anda menjangkau kepada janji-janjiNya, mempercayai Dia untuk menjawab keinginan Anda, dan bahwa Dia akan memberikan Anda keinginan hati Anda. Dia ingin Anda mengulurkan tangan dan menjangkau lebih jauh lagi untuk memimpikan, merencanakan dan menginginkan lebih lagi dariNya.
Tanamkan dalam hatimu bahwa:
Segala hal yang baik dan indah, walau itu seolah mustahil sekalipun bagi manusia, namun Allah sanggup dan bahkan Allahlah yang menaruh keinginan/harapan/permohonan yang baik dan indah itu di hatimu.
Keinginan hati/harapan itu bisa berupa: kesembuhan (jiwa & raga), kebahagiaan & damai sejahtera, pemulihan keluarga/hubungan, pemulihan ekonomi, pasangan hidup, berkat anak, berkat pekerjaan dan rejeki, keinginan untuk hidup melayani Allah dan sesama, karunia/rahmat/hikmat Allah, bahkan keinginan dalam bentuk materi yang bisa menunjang hidupmu dan pekerjaanNya di bumi melalui hidupmu, dll, semua Allah sediakan dan berikan bagi kita yang mengasihiNya, yang percaya dan yang menginginkannya dan mengandalkanNya.
Matius 19:26: Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.”
Dan Allah sanggup memenuhi segala keperluanmu, Allah sanggup melakukan segala perkara bagimu dan memberikanmu jalan keluar, dan Allah sanggup memulihkan segala area di hidupmu dan Allah sanggup memberikan apa saja yang menjadi keinginan baik yang ada di hatimu.
Dan karna begitu besar kasihNya, Allah mau mewujudkan segala hal baik yang diinginkan hatimu. Seperti bapa sayang anaknya dan ingin membahagiakan anak-anaknya, demikianlah Bapa Surgawi kita, Dia sanggup, Dia mau, Dia akan memberikan yang terbaik demi kebahagiaanmu.
Amin
Jumat, 11 September 2015
Hiasilah Hidupmu dengan Sikap, Perkataan, dan Perbuatan yang Indah - A "Bread" For Our Soul
"Keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu" (Luk 6:42)
------------------------
Budi adalah anak ke 2 dari 3 bersaudara.
Kakak tertua bernama Toni adalah seorang pekerja keras, sukses dan tegas.
Anak bungsu yang bernama Sandi juga memiliki sifat yang sama, sehingga mereka berdua kerap berselisih paham dan ribut walaupun hanya membahas hal yang kecil dan sering menyerang masing-masing pribadi.
Budi selalu berkata kepada kakak dan adiknya itu :
"Mari kita bercermin pada diri masing-masing dahulu, kalau benar sudah bersih, baru boleh mengkritik saudaranya."
Ternyata setelah beberapa bulan, Toni mulai melunak dan mengurangi keluhan terhadap adik bungsunya itu. Hal ini membuat Budi senang. Pada perayaan ulang tahun ayahnya, Simon, sang ayah berkata:
"Saya mau membagi berkat kepada sesama yang membutuhkan!"
Sandi langsung berkata:
"Toni, kamu kan selama ini pelit! Kamu harus ikutin kata-kata Papa!"
Toni tidak menjawab.
Lalu Sandi melanjutkan:
"Tuh kan dia sudah merasa berdosa selama ini, Makanya ia diam!"
Mendengar itu, Budi segera berkata:
"Sandi..tidak melihatkah kamu, bahwa kakakmu sudah berubah?
Tetapi penyakitmu semakin parah. Berhentilah mengkritik kakakmu! Stop perkataanmu yang selalu menyakitkan dan tidak membangun. Hentikan kesombonganmu yang sia-sia. Kecuali kalau hidupmu sudah benar dan suci!"
Mendengar itu, Sandi pun terdiam dan menunduk malu.
Yesus berkata :
"Keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."
Langkah pertama untuk menjadi pengikut Kristus adalah memperbaiki diri sendiri dan mengikuti teladan Kristus.
Sebelum bersikap atau berkata, fikirkanlah dahulu.
Bercerminlah dulu apakah sudah cukup pantas kita untuk menyatakan sebuah sikap atau perkataan terhadap orang lain?
Teliti dulu sikap dan perkataan kita: Apakah akan memberikan kebaikan, hal positif, mendukung dan membangun diri sendiri dan orang lain??
Jika tidak, STOP bicara dan rubahlah dulu fikiran itu menjadi yang baik, barulah bicara dan bersikap.
Karna sejatinya, sikap dan perkataan kita, adalah tanda kualitas diri kita, hati kita dan hidup kita. Dan itulah yang akan menjadi cerminan siapa kita sebenarnya, yang akan dikenal dan dikenang orang.
Jadikan sikap & perkataanmu sebagai hiasan yang indah, yang mampu dilihat dan dirasakan keindahannya bagi setiap orang yang mendengar, sehingga hidup orang lainpun akan kau indahkan melalui sikap dan perkataanmu.
Segala yang baik, yang indah, yang benar, yang berbalut kasih, biarlah itu yang tercermin dalam sikap, perkataan dan perbuatanmu.
Ingatlah selalu, apa yang kita berikan melalui perkataan, sikap dan perbuatan kita, adalah apa yang kita taburkan dan kita tuai di kemudian hari.
Maka, menaburklah yang indah dan baik, agar layak menuai yang indah dan baik juga bagi hidup kita.
Oratio:
Yesus Engkaulah andalanku. Amin
Missio:
Marilah kita mengoyakkan "pakaian kita" dan mengikuti Yesus dan teladanNya yang indah.
Have a Blessed Friday.