Novena Kanak-Kanak Yesus

Keajaiban Doa Novena Kanak Kanak Yesus dan Doa Mujizat

Keajaiban Doa Novena Kanak Kanak Yesus dan Doa Mujizat Mari kita bersama mendoakan Novena Kanak Kanak Yesus dalam menyambut kelahir...

Senin, 23 September 2013

A little 'bread' for our SOUL = Buah Roh yang keenam adalah: KEBAIKAN



Buah Roh yang keenam adalah: KEBAIKAN

"Buah buah Roh adl kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, KEBAIKAN.... (Galatia 5:22-23)


Kebaikan adalah suatu sifat / karakter dasar manusia. Sepeti saat bayi dilahirkan, maka segala yang ada dan yang menyertainya adalah segala hal ttg kebaikan.

Ini adalah salah satu bukti kasih Allah kepada manusia ciptaanNya, bhw Allah menciptakan segala sesuatu dan segenap manusia dalam keadaan baik dan sempurna adanya.

Sebelum membahas lebih lanjut ttg ‘perjalanan kebaikan’ manusia, marilah kita sejenak memikirkan betapa Allah sungguh baik kepada kita.

Beberapa hal inti sebagai bukti nyata kebaikan Allah yg Maha Baik, adalah:

1.“Allah menciptakan langit dan bumi serta isinya”. (Kejadian 1 : 1 – 31).

Pd awalnya hanya ada gelap di alam semesta ini, lalu karna kebaikanNya, Allah bekerja slm 6 hari, mencipta & mengisi alam semesta dengan sgala keindahan & manfaatnya. Pada hari ke 6, Allah menciptakan manusia seturut gambarNya.  Selama 5 hari Allah bekerja, mempersiapkan segalanya, yg ternyata adl demi mempersiapkan sgala yg dibutuhkan oleh manusia (Adam & Hawa, dan kita).

2. “Allah Bapa sungguh mengasihi manusia shg Ia mengutus Yesus Putera-Nya ke dunia untuk menebus dosa-dosa kita, agar kita memperoleh hidup yang kekal” (Yoh 3:16).

Sayangnya, manusia jatuh dalam dosa & dunia menjadi tempat yg penuh dgn kuasa dosa. Dan krn kasihNya, Allah tdk mau sgala dosa menjauhkan / melepaskan manusia dari tangan kasihNya. Dia ingin kita tetap bersamanya, selama menikmati hidup di alam semesta ini, sampai nanti kita bersamaNya di surga. Shg Dia mengutus Yesus, Putra satu2nya, untuk mati & melepaskan manusia dari kuasa maut, menebus dosa manusia dan memberikan keselamatan kekal.

3. “Tiada kasih yang lebih besar daripada kasih seseorang yang menyerahkan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya…” (Yoh 15:13). 

Kebaikan yg utama adalah yg dinyatakan oleh Yesus Kristus, Sang Putra, yg menyerahkan DiriNya untuk menderita demi karya penyelamatanNya untuk segenap manusia berdosa - yaitu sengsara, wafat, kebangkitan dan kenaikan-Nya ke surga.

Disini kita melihat kasih yang lebih besar dr sgala dosa & kelemahan; kasih yg lebih kuat drpd maut, kasih Allah yg slalu siap mengampuni, siap merangkul anak-anak-Nya yang bertobat. Ya, inilah pernyataan kebaikan Allah Bapa & Allah Putra, Tuhan Yesus, untk kita.

4. Saat Yesus naik ke surga untuk duduk di sebelah kanan Allah Bapa, kita tidak dibiarkan sendirian. Sbg bukti kebaikanNya, Allah mencurahkan Roh Kudus kepada kita sebagai Roh Penolong, Pembimbing, Penghibur dan Penunjuk jalan kebenaran dan keselamatan.

5. Dan banyak hal yg Allah Bapa dan Tuhan Yesus perbuat demi mengasihi manusia, yang nyata menyertai kita sampai saat ini.

Salah satu sifat Allah yang dirasakan manusia, baik oleh orang percaya maupun bukan, adalah kebaikan dan kemurahan-Nya. Ia memberikan matahari bagi semua orang. Ia memberikan alam semesta dan isinya, berikut angin, hujan, dan semua musim, baik bagi org baik dan juga bagi org jahat. Jelas, Allah selalu memberikan apa yang menjadi segala kebutuhan manusia tanpa memandang siapa yg diberikanNya.

Lihatlah kebelakang, dalam perjalanan hidup kita sampai hari ini kita tidak pernah merasa kekurangan, selalu dicukupi, dan bahkan berkelimpahan. Sehingga benar apa yang dikatakan Pemazmur; “Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu!” (Maz. 34:9). 

Alkitab mengatakan bahwa Kebaikan Allah adalah yang membawa orang berdosa kepada pertobatan dan keselamatan. Kebaikan Allah juga memancar pada orang orang yang dipilihNya untuk mewakili pekerjaanNya. Orang orang yg menjadi pilihanNya, yg telah dipenuhi oleh Roh Kudus, akan memancarkan sinar kasih Allah kepada sekitarnya. Dalam segala sikap, perkataan dan perbuatannya, adalah pancaran kasih dan kebaikan Allah. Dan mereka adalah orang orang yang turut andil dlm ladang kebaikan Allah, yaitu yang membawa manusia pada damai sejatera dan keselamatanNya. Banyak orang yang telah diselamatkan melalui orang percaya pilihanNya tsb; mengatakan bahwa, apa yang menarik dari diri mereka adalah cinta kasih dan kebaikan yg bersinar pada mereka.

Kita telah melihat dan sering mendengar orang berkata bahwa kita, anak2 Allah, adalah beda. Kita beda karna kasih dan kebaikan yang telah menjadi karakter / sifat kita sbg bentukan dari Allah sendiri. Kita beda karna ada pancaran kebaikan Allah dalam diri kita dan kebaikan tsb kita bagikan kepada sekitar kita.

Dan ketahuilah bahwa kita anak2Nya adalah juga orang orang pilihan Allah yang mewakili kebaikan Allah tsb. Karna Allah ingin kita menjadi serupa dengan gambaranNya, dalam kasih dan kebaikan.
Beberapa kebaikan yang membuat kita berbeda adalah:
  1. Bahkan Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk berbuat baik pada orang yang tidak berbuat baik thd kita =
Pada umumnya manusia akan berbuat baik pada orang yang juga berbuat baik kepadanya. Itulah yang berlaku di dunia dan diajarkan oleh dunia. Tetapi kalau kita berbuat demikian, apakah upah kita? 

Tuhan Yesus mengingatkan kita, “Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun berbuat demikian!” (Luk. 33).

Maka kita juga harus berbuat kebaikan kepada mereka yg tidak pernah berbuat kebaikan pada kita, tidak bersikap baik thd kita, bahkan thd org yg menyakiti dan memusuhi kita.
  1. Berbuat baik karena telah mendapat kebaikan Tuhan.
“Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita, dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah.....” (Kis. 9:36). 

Kebaikan yang dilakukan oleh anak2 Allah bukan karena ia ingin mendapatkan “sesuatu, tetapi justru karena ia telah mendapatkan “sesuatu”, dan ingin berbagi apa yg didapatkannya itu. Sesuatu itu adalah sgala kebaikan dari Allah.

Dalam hidupnya, org tsb banyak berbuat kebaikan dgn menolong orang lain, memberikan sedekah / bantuan, memberikan waktu, dukungan & perhatian untk sesama, dll, bukan karena “mudah-mudahan ia masuk sorga” atau semoga mendapat pahala / berkat; tetapi karena sorga sudah ada dalam hatinya dan berkat2Nya sdh berlimpah dalam hidupnya; shg ia membagi berkat sorgawi itu pada yang memerlukannya. 

Ini yang menjadi perbedaan mendasar antara kita, anak2 Allah, dengan yg lain.
  1. Berbuat baik itu adalah perintah Tuhan.
“Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik” (Gal. 6:9); 

“Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, ...” (Gal. 6:10); 

“Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi” (1 Tim. 6:18); 

“Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa” (Yak. 4:17).

Kebaikan adalah suatu sikap atau tindakan nyata yang kita lakukan atas dasar kasih. Allah menginginkan kita melakukan kebaikan seturut kemampuan kita. Bagi yang diberikan lebih oleh Allah, berbuatlah lebih. Dan bagi yang belum memiliki lebih, tetaplah bersukacita dalam Allah dgn kebaikan yg mampu kau bagikan.

“Rasul Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret  itu, berjalanlah !" (Kis Rasul 3:6) =  Rasul Petrus memberi teladan, bahwa walau saat itu dia tdk memiliki barang berharga untuk dibagikan, namun dia memiliki hati untk diberikan kpd seorang yg lumpuh dgn dia mendoakan org tsb agar bisa berjalan kembali. Dan keajaiban terjadi, org Nazareth itu berjalan!

Kebaikan bisa dimulai dengan hal yg sederhana. Dengan sikap yang bersahaja, tenang, sabar, ramah, dgn perkataan yg penuh kasih & membawa berkat bagi yang mendengarnya, dan sgala yang diperbuatnya adalah untuk kebaikan org lain (bukan untuk kebaikan diri sendiri); hidupnya adalah untuk memberikan manfaat bagi org lain; yg dikerjakannya adalah demi melayani sesama dan Allah; dan fikirannya selalu memikirkan ttg Sang Maha kasih dan yg Maha baik; itulah kebaikan yg SEJATI!. Hidup dan dirinya sungguh berguna & berkualitas.

Buah Roh kebaikan inilah yg akan memampukan kita, anak2 terangNya, menjadi pribadi yang penuh dgn sgala kebaikan tsb agar kita beroleh hidup yang penuh kebaikan yang berkualitas.

Kebaikan adalah kesempatan kita untuk menyatakan diri kepada dunia bahwa kita adalah sungguh beruntung krn telah dipilih menjadi anak2 terangNya. Kita sungguh bangga krn kita memiliki Allah yg begitu pengasih dan penyayang, shg kita slalu penuh sukacita untuk berbagi dan berbuat kebaikan agar sekeliling kita boleh melihat kemuliaan Allah bersinar melalui perbuatan baik kita.


Salam damai,

*A*

Buah Roh yang kelima adalah: KEMURAHAN



A little 'bread' for our SOUL.

Buah Roh yang kelima adalah: KEMURAHAN


"Buah buah Roh adl kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, KEMURAHAN,.... (Galatia 5:22-23)

Kemurahan yg sering kita temukan dlm kehidupan sehari2, adl bentuk kemurahan seperti: memberi sesuatu kpd yg membutuhkan atau menolong org lain dg perbuatan kita. Ini adl sikap baik dari sebuah jiwa.

Namun kemurahan sbg buah dari Roh Kudus, memiliki makna yg lbh mendalam dari sekedar perbuatan memberi atau menolong org lain.

Kita memiliki Allah Bapa & Allah Putra, yg Maha Segala, dan mempunyai sgala anugerah yg sempurna & berlimpah. Namun kita semua tau bhw Allah kita adl Allah yg penuh kasih dan rendah hati.

Anugerah Allah yg sempurna dan berlimpah, Dia berikan secara setia & cuma-cuma, yg membuktikan betapa Allah kita adl Allah yg murah hati. Bahkan kita yang berdosa, diberikanNya seorang Putra yg Maha Kasih untk menebus dosa dan menyelamatkan kita dari kebinasaan.

Seperti yang Tuhan Yesus katakan: ”Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yoh 10:10)

“Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga!Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."(Matius 7:11)

“Mintalah,maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.” (Matius 7:7-8,)

"Dan apa saja yg kamu minta dlm doa dg penuh kepercayaan, kamu akn menerimanya.” (Mat, 21-22)

Bahkan Allah kita adalah Allah Sumber Kerahiman, sumber belas kasih dan yang selalu ber-belas kasihan kepada umatNya.

Dan banyak lagi ayat yang menyatakan betapa Allah Bapa dan Allah Putra sungguh murah hati dengan selalu ingin memberikan yang terbaik dalam segala hal untuk kita yang mengasihiNya.

Arti kata kemurahan sbg buah dari Roh Kudus ini adalah tindakan yang baik & benar yang kita lakukan untuk orang lain atau untuk melayani Tuhan dengan motivasi karena kita telah menerima kemurahan (keselamatan) dari Tuhan. Shg kita dgn penuh sukacita mau berbagi sgala berkat yang kita terima agar org lain juga merasakan & menerima sgala berkat yg Tuhan berikan.

Kemurahan sbg buah Roh Kudus, memampukan kita memiliki hati yg slalu bersedia: memahami, mengampuni, mengalah, rela berkorban, berbagi berkat & anugrah, memberi diri demi kebaikan org lain, rindu untuk selalu bisa memberikan pelayanan untuk Tuhan dan sesama, dg azas kasih dan penuh kerendah hatian. Dgn Roh Kemurahan, kita dapat smakin peka terhadap kebutuhan orang lain; yang pada dasarnya kebutuhan manusia, antara lain mencakup: words of encouragement, sympathy dan forgiveness; yang kita sampaikan berdasar sgala perkataan Allah dalan firman2Nya. Kesemua kemurahan ini diberikan dan dilakukan, hanya untuk kemuliaan Allah saja, sebagai tanda kasih kita kepada Dia yg sudah begitu mengasihi kita.

Kemurahan sbg buah Roh Kudus adalah karunia istimewa yang dimiliki oleh kita sebagai anak2 Allah. Seperti dikatakan: ”Banyak orang sudah menjauhkan diri dari Allah; semuanya telah sesat. Tidak seorang pun berbuat yang benar; seorang pun tidak!” (Roma 3:12); dikatakan bahwa bagi semua orang berdosa (di luar jalan Kristus) tidak mungkin dapat melakukan kemurahan ini.

Saat berfikir ttg kemurahan, bukanlah berarti sesuatu yg murahan (tdk berharga). 'Kemurahan merupakan sesuatu yang bernilai tinggi tetapi rela diberikan kepada orang lain'. Dan kemurahan yg kita berikan akn mampu memberikan nilai yg berharga bagi org yg menerimanya; sehingga org lain bisa memandang kemuliaan Allah bersinar dalam diri kita.

Kita perlu mengetahui bahwa Allah penuh dengan kemurahan tetapi kemurahanNya adl hal yg sgt berharga.

Yesus Kristus berkata, "Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya lalu ia berbalik mengoyak kamu". (Matius 7:6)

Hal ini dimaksudkan bhw Allah beserta firman2Nya adl suci dan kudus. Firman2Nya & berkat2Nya adl pemberian suci yg nyata yg membekali hidup kita kini sampai nanti. Juga segala perbuatan kasih kita (sebagai cerminan teladanNya) adalah benar dan kudus.

Namun Allah tau bhw didunia ini, ada mereka yg tidak mengenal Allah, yg memilih jalan iblis, yg menentang jalan kebenaran Allah krn tidak mau lepas dari hidup yg dikuasai oleh daging dan dosa, yang merasa enggan mendengar atau mengetahui kisah kasih Allah & kebenaranNya krn kenyamanan hidup keberdosaannya merasa diusik, yang tidak suka dengan kebaikan dan berkat yg kita bagikan; karnanya, Yesus mengingatkan kita untuk juga berhati2 terhadap angkatan tsb.

Agar kemurahan kita jangan sampai dianggap rendah sehingga membuat mereka menghina kita yg artinya adalah menghina Tuhan. Biarlah dimanapun berada, kita menjadi anak Tuhan yang menyalurkan kemurahan hati dengan tulus, anggun dan ber-martabat walaupun ini tidak mudah.


 Salam damai,

*A*





Buah Roh yang keempat adalah: KESABARAN

Buah Roh yang keempat adalah: KESABARAN

"Buah buah Roh adl kasih, sukacita, damai sejahtera, KESABARAN, .......” (Galatia 5:22-23)


Tidak dapat dipungkiri dan dihindari, bahwa kita hidup dalam dunia yang sudah penuh dengan segala keadaan yang membuat hidup kita seolah selalu berlari-larian dengan waktu.

Bahkan kadang kita merasa, bahwa kita tidak pernah punya waktu yang cukup untuk melakukan hal ini atau hal itu, seolah waktu sehari berlalu cepat dan saling berkejaran.

Keadaan ini membuat kebanyakan orang menjadi tidak sabar.
Tidak mudah bagi orang yang suka serba cepat untuk bersabar. Kesabaran berarti kemauan yang harus takluk kepada proses waktu. Salah satu sifat manusia adalah sifat yg paradoks. Pikiran manusia berkonflik karena mempunyai daya pikir yang cepat sekali tetapi waktu tidak bisa berjalan secepat pikiran kita.

Misal: jika kita sedang terburu-buru dalam perjalanan dan melihat lampu lalu lintas berwarna merah, kita menjadi jengkel. Hati & fikiran kita sudah di tempat tujuan, tetapi tubuh kita masih di tengah perjalanan. Kesabaran menjadi konflik yang menjadikan kecepatan pikiran dengan proses waktu menjadi tidak sepadan.

Dalam hal kesabaran, tidak sedikit manusia yang akhirnya memiliki temperamen pendek, artinya mudah sekali kehilangan kesabaran dan menjadi marah; misal: orang salah bicara membuatnya tersinggung, atau sesuatu / keadaan tidak sesuai dgn yg diharapkan; maka  amarahnya langsung meledak dan tak terkendali. Yang padahal setelah di-pahami, hal2 yg membuatnya marah adl hal yg bisa dibicarakan & diselesaikan dgn baik2. Shg marah menjadi sesuatu hal yg tdk berguna dan merugikan dirinya sendiri, krn org tsb menjadi stress, sedangkan org lain hanya akan tersenyum kasihan padanya. Org yg dlm keadaan tdk sabar, akn dikuasai oleh keadaan2 selanjutnya (resah, emosi, marah, bertengkar, berkata2 tdk baik, dan jantung berdetak kencang & stress), yg kesemua itu sgt merugikan org tsb. Shg masalah malah mjd runcing dan berkepanjangan.

Itulah suasana kesabaran dalam hidup kita sehari hari.

Pemazmur mengingatkan, “Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawamu kepada kejahatan!.” (Mazmur 37:8).

Sudah semestinya, kita, anak2Nya, tidak lagi memakai tingkat kesabaran yg sangat minim seperti contoh diatas. Karna tingkat kesabaran yang minim seperti itu, hanya pantas dimiliki oleh orang yang tidak beriman dan tidak mengenal kasih. Sedangkan kita adalah beda, kita bahkan anak dari Sang Kasih, Tuhan Yesus, yang tak berkata sepatah katapun saat harus menanggung derita salibNya demi kita. Yesus menghendaki kita mempunyai tingkat kesabaran yang tinggi, dengan ber-senjatakan kasih & damai sejahtera, sehingga dalam segala keadaannya, kita selalu bersabar dan tinggal tenang.

Kesabaran sebagai buah Roh, dalam aktivitas duniawi, memampukan kita untuk memiliki jiwa besar dalam menghadapi segala hal. Roh Kudus membentuk kita menjadi pribadi yang ‘maklum’. Me-maklumi bahwa sgala yg ada di dunia ini tidak ada yg sempurna & always smooth, termasuk setiap manusia juga tak ada yg sempurna, bahkan diri kita sendiri juga jauh dari sempurna.

Roh Kudus memampukan kita untuk memaklumi setiap keadaan yg sering tdk sesuai dgn harapan kita, dikarenakan kita hidup dgn org2 yg beraneka ragam cara & budaya, berbeda karakter & latar belakang, dan juga, kita hidup di dunia yang berubah dgn sangat cepatnya.

Dengan jiwa yang ‘maklum’ ini, maka hati kita menjadi lapang (bahasa jawanya: legowo), yg mampu selalu bersabar, tersenyum dan memahami setiap keadaaan yg kita hadapi di sekitar kita. Pribadi yg seperti ini, sungguh menjadi pribadi yang tenang, dan tidak akn menemukan masalah yg berarti di dalam hidupnya. Bahkan masalah besarpun, akn menjadi hal mudah untk dapat dia selesaikan dg baik. Salah satu prinsip hidupnya adalah: dimana ada hati yg sabar, maka sebesar apapun masalah yg ada, tidak akan menjadi masalah. Krn ia tidak mengijinkan masalahnya merusak damai hatinya, shg ia menghadapi dan menyelesaikan setiap masalah dengan penuh kesabaran. Dan hanya pada hati yg sabar dan tenang, maka setiap hal dapat dilalui dengan baik, setiap masalah bisa mendapat jalan keluar yg terbaik.

Selain kesabaran untk perkara duniawi, Roh Kudus juga memampukan kita memiliki kesabaran dalam arti yang lebih dalam lagi, yaitu ketekunan hati kita dalam pengharapan. Roh membuat kita mampu menanti (dalam iman), bhw dalam setiap perkara, selalu ada jalan keluar & pengharapan. Sehingga dalam keadaan sesulit apapun, bahkan dalam penderitaan, hati kita akn mampu menerima dg tetap tekun bersabar, krn yakin & percaya, bahwa segala pencobaan / ujian diijinkan terjadi atas hidup kita, krn Allah berkenan menarik kita mendekat lebih dekat lagi, dan memurnikan kita, agar menjadi anak2Nya yg tangguh & berkenan kepadaNya.

Dalam Roh kesabaran, jiwa manusia akn bisa memandang bahwa dibalik setiap ujian dan pencobaan, ada berkat besar dan indah yang telah Dia sediakan untuk kita yang mengasihiNya.

Orang yang tidak mempunyai kesabaran dalam pengharapan, ia akan melawan atau menyerah pada keadaan. Bahkan akn marah pada keadaan dan berbalik memusuhi Tuhan shg membawanya jatuh dalam dosa besar.

Tetapi orang yang mempunyai pengharapan akn slalu sabar menanti janji & kehendak Tuhan digenapi. Org tsb yakin bhw Tuhan mempunyai rencana indah untuknya. Shg org tsb terus bersabar dalam menanti jawaban atas sgala harapan & doanya, dengan bekal iman bahwa ber-pengharapan di dalam Allah, tidak akan mengecewakan. Itulah kesabaran dalam Allah, yaitu sebuah kesabaran sejati, sbg buah dari Roh Kudus.

Kesabaran dalam Allah, bukan berarti kita duduk menunggu tanpa melakukan sesuatu.

Seperti contoh, saat hujan: bukan berarti kita hanya duduk diam menunggu saja, namun kita tetap berusaha mencari jas hujan atau payung, dan terus berjalan melewati hujan tsb, sambil berdoa minta kekuatan dan keselamatan melaluinya, dan yakin bhw tidak lama lagi akn bisa sampai ke tujuan.

Demikian juga dalam bersabar menanti jawaban Tuhan; bukan berarti kita hanya pasrah tanpa berbuat apa2. Kita tetap terus berjalan, terus berusaha melakukan yg kita mampu untk cita2 / harapan kita, dan tetap teguh dalam iman & pengharapan kepadaNya. Dan yg terpenting adalah, tetap berjuang menepis sgala halangan (godaan atau kelemahan) saat menanti jawabanNya, shg kita dapat tetap hidup berkenan padaNya, agar kita pantas beroleh berkat terbaik yang telah Ia siapkan untk kita.

Kesabaran ini menunjukkan sejauh mana kita bertekun di dalam Allah.

"Dan pengharapan tidak mengecewakan karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita" (Rm 5:5). Dalam penderitaan pun Roh Kudus mencurahkan cinta kasih dari Tuhan Allah ke dalam hati manusia. Kesabaran mendatangkan pengharapan yag menghasilkan ketekunan sebab kesabaran mengaitkan diri dengan pengharapan yang kekal.

Begitu pentingnya kesabaran dalam hidup orang percaya sehingga firman Tuhan menempatkannya pada urutan tertentu (ke 4). Bila kita sudah memiliki kasih, sukacita dan damai sejahtera, kesabaran akan hadir. Tuhan Yesus sendiri telah memberi teladan hidup kepada kita, bagaimana Ia tetap sabar selama hidupNya, sabar menghadapi org2 farisi yang menolakNya, bahkan sabar terhadap orang-orang yang menganiaya dan menyalibkan Dia di kayu salib. Selama itulah, Yesus selalu tenang, tidak ada amarah sama sekali, karna sabar adalah sifat Allah. Maka sebagai anak-anakNya, sudah seharusnya kita mewarisi sifat-sifat Allah kita, agar kita beroleh hidup yang nyaman dan tenang, dalam menikmati suka duka & berkat2 kehidupan kita sehari2, dan agar kita tidak tersesat sampai ke ’tujuan’.

Kesabaran adalah ketenangan yg menguatkan dan penuh daya.
Seperti janjiNya: Sebab beginilah firman Tuhan Allah, Yang Mahakudus: "Dengan bertobat dan tinggal diam  kamu akan diselamatkan , dalam tinggal tenang dan percaya  terletak kekuatanmu." (Yesaya 30:15)

Salam damai,

*A*

Buah Roh yg ketiga adalah DAMAI SEJAHTERA



Buah Roh yg ketiga adalah DAMAI SEJAHTERA

A little 'bread' for our SOUL :-)

"Buah buah Roh adl kasih, sukacita, damai sejahtera………..” (Galatia 5:22-23)

Yesus tau bahwa kita, anak2Nya, harus hidup dalam dunia yang penuh dengan segala keadaan yang membingungkan, meresahkan, menakutkan, penuh dgn godaan dan ancaman.

Karnanya, Yesus memberikan ‘warisan’ damai sejahtera sebagai bekal kita menjalani hidup di dunia yang sudah seperti ini.

Yesus mengatakan: “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahteraKu Kuberikan kepadamu, dan apa saja yg Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah & gentar hatimu.” (Yoh 14:27).

Karnanya, setiap anak Allah yang telah dilahirkan kembali dari air & Roh, sudah seharusnya menikmati hidup yg penuh damai.

Damai adalah sesuatu yang tumbuh di dalam kedalaman hati seseorang. Yang jika seseorang tsb sudah berhasil meraihnya, maka damai itu akn menetap dan menjadi ‘alas’ hatinya.

Damai adalah perasaan tenang, tenteram, nyaman dan penuh dengan peng-harapan akan kebaikan.

Damai yang diberikan oleh Tuhan Yesus untuk kita, sangat berbeda dengan damai yang diberikan oleh dunia. 

Damai yang diberikan dunia adalah suatu rasa tenang jika kita berada dalam suatu keadaan yang teratur, aman, nyaman dan seturut dengan rencana dan keinginan kita. Saat kita berada dalam keadaan yg sebaliknya, maka damai tsb dpt dgn mudah digantikan oleh roh kecemasan, ke-khawatiran bahkan ketakutan.

Namun damai yang diwariskan oleh Tuhan Yesus, adalah damai yang akan selalu hadir pada waktu senang maupun susah, ketika kita mengalami kelimpahan maupun kekurangan; ketika kita dalam keadaan yg sesuai dgn keinginan kita ataupun keadaan yg penuh dgn sgala perubahan. 

Damai dalam Yesus, bahkan mampu bekerja di tengah tengah ‘badai’. Sehingga dengan bekal damaiNya, kita dimampukan untuk tetap hidup dgn tenang, di tengah banyaknya perubahan, godaan dan pencobaan.

Sehingga kita dimampukan untuk berkata: "apapun yg terjadi, tidak ada sesuatupun atau seorangpun yang bisa mengambil atau merusak damai hatiku = nothing or no-one can ruin my peaceful heart."

Damai Yesus adalah damai sejahtera, damai yang bisa memberikan kesejahteraan lahir dan batin hidup kita.

Bagaimana kita bisa meraih damai Yesus ini?

1.     Percayalah dan serahkanlah hidupmu pada Allah.

”TUHAN, Engkau memberi damai dan sejahtera kepada orang yang teguh hatinya, sebab ia percaya kepada-Mu. Percayalah kepada TUHAN senantiasa, sebab TUHAN Allah selalu melindungi kita” (Yesaya 26:3-4).

Dengan mem-percayakan hidup kita kepada suatu Pribadi yang Maha kasih dan Maha Segala, kita yakin bhw hidup kita akn selalu dalam genggaman tanganNya, perlindunganNya, dan keselamatanNya. Sehingga dalam sgala hal, kita bisa selalu meng-imani bhw kita tdk pernah sendiri, ada Yesus yg selalu mengasihi, menyertai, memelihara, menolong kita dan membawa kita pada rancangan2 damai sejahteraNya. 

Jika kita hidup dalam ‘genggaman’ tangan kasihNya, tak ada lagi yg harus kita khawatirkan, walau dalam keadaan apapun, kita beserta Dia yg akn menjadi pelindung dan penolong kita. Sehingga hati kita selalu penuh dg rasa damai.

2. Berdamai-lah dengan Allah.

“….berdamailah dengan TUHAN, supaya engkau mendapat ketentraman. Kalau itu kaulakukan, pasti engkau mendapat keuntungan” (Ayub 22:21).

Keadaan dunia yg sudah seperti ini, menjadikan manusia jauh dari kasih Allah. Memang banyak orang yang dalam hidupnya sudah berada di suatu keadaan yang berkelimpahan, namun jika org tsb bertanya dalam hatinya: apakah hatiku bahagia dan penuh damai? – Sebagian besar akn menjawab: tidak.
Justru sebaliknya org tsb selalu merasa hampa dan tak menentu.

Demikian pula, banyak juga mereka yang sedang dalam keadaan jiwa yg ‘kering dan rapuh’. Semakin org tsb mencoba mencari jalan keluar dgn cara dan usahanya sendiri, maka semakin ia berada dalam keadaan yang gelisah, resah dan tandus.

Kedua situasi itu membuat org jauh dari kasih Allah, shg smakin lama jiwanya smakin tak menentu. Jalan satu2nya adl berdamai dengan Allah.

Maka berdamai-lah dgn Allah, agar diberikan damaiNya untuk kita. DamaiNya yang akan memberikan kepenuhan rasa indah, saat kita dalam kelimpahan ataupun kekeringan. Karna damaiNya seperti aliran air sejuk yang mengaliri padang tandus, jika kita mengijinkanNya.

Dan dalam damaiNya, Ia akn mengganti kekeringan dg penghiburan; Ia akn mengganti rasa 'tandus' dgn kesejukan; dan akan menjadikan kelimpahan yg ada pd kita mjd sesuatu yg sangat berarti dan mengisi jiwa kita.

Shg kita bisa berkata: aku adalah org yg sungguh berbahagia.

3. Dalam segala hal, berdoalah dengan mengucap syukur.

Spt pesan Yesus: "....nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa & permohonan dengan ucapan syukur.  Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus." 
(Filipi 4:6-7).

Dengan berdoa, kita membina & menjaga hubungan baik kita dg Allah. Dalam hub baik kita dg Allah, sdh pasti damaiNya beserta kita.

Dan dlm doa, kita bisa menyampaikan sgala hal yg sdg kita hadapi dan juga sgl permohonan yang kita butuhkan. Dan dg mengucap syukur, mk jiwa merasa 'penuh' dan slalu merasakan, menghargai kebaikan & kemurahanNya.

Saat kita melakukan hal ini, mk damai sejahtera dan sgala penghiburan mjd milik kita dan mjd bekal kita dlm menanti sgala jwb atas doa, harapan dan kebutuhan2 kita, shg kita tekun menanti dg sukacita dan penuh pengharapan.

Dan janjiNya: Siapa yg bertekun di dalamKu, akn menyaksikan pertolongan dan mujizatKu.

Dan menantilah dalam damaiNya, agar terasa ringan dan mudah.

4. Di mana ada Kebenaran di situ ada Damai Sejahtera.

Prinsip damai yg hakiki adalah bahwa damai sejahtera tidak dapat dipisahkan dari kebenaran atau kekudusan. Damai sejahtera dan kebenaran selalu berjalan beriringan.

Itu berarti, jika tidak ada kebenaran, maka tidak ada damai sejahtera. Hanya jika ada kebenaran atau kekudusan maka ada damai sejahtera.

Allah tidak berkenan kepada dosa dan kepada mereka yang gemar hidup dalam perbuatan cemar. Allah tidak berkenan kepada mereka yang jahat atau yang berkubang dalam keberdosaan. Karnanya pada manusia yg tinggal dalam keberdosaan dan kejahatan, sudah pasti bahwa dalam jiwanya, tidak ada damai sejahtera. Yang ada hanyalah rasa bersalah, ke-bingungan, ketidak-pastian, ketidak-puasaan, kegelisahan dan ketakutan.

Hidup dalam kebenaran adalah hidup berkenan kepada Allah. Yaitu hidup dengan selalu bersekutu denganNya, dan hidup seturut firman dan perintahNya. Maka damai sejahtera akn menjadi alas hati kita, dalam sgala keadaannya. Dengan damai, maka segalanya akan baik baik saja dan meyakinkan kita bahwa kita telah berjalan di jalan kebenaran yang tidak akan membuat kita tersesat, menuju berkat2 terindah yg Dia siapkan untk kita.

Seperti janjiNya: "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya." (Lukas 2:14).

Jika kita telah berhasil dalam upaya meraih damaiNya, maka jiwa kita  akan menerima dengan yakin sebuah janji indah yang Yesus berikan dan akan Yesus nyatakan kepada kita yang mengasihiNya: 

”Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29 : 11)

 
-----------------------

Setelah kita memiliki damai, maka kita jg diminta untuk selalu waspada pada si pencuri damai. Siapakah si pencuri damai itu? Yaitu iblis yang selalu siap menebarkan roh negativnya.

Iblis yang tidak pernah suka jika kita hidup dalam damai dan sejahtera Allah. Iblis yang selalu bersiap mencuri damai kita di setiap ada kesempatan.

Misal: saat kita mempunyai suatu masalah,  lalu kita berserah pd Allah untuk mohon pertolongan dan damaiNya; mk dgn sigap, iblis akn menyerukan kata: “...kamu sudah tidak punya harapan lagi; atau: untuk apa menunggu lama, pakai saja cara ini (cara dosa) untk kamu cepat mendapat sesuatu.”

Juga ada saat seseorang berusaha melepaskan diri dari suatu perbuatan dosa, maka bisik2nya akn gencar mengganggu org tsb (krn iblis tidak rela kehilangan org tsb) dgn berkata:”...hidup hanya sekali, untk apa kamu lepaskan hal-hal yang hebat dan nikmat ini? Atau, kapan lagi kamu bisa menikmati semua kenikmatan (duniawi) ini? atau berkata: tidak apa apa, tidak ada yang tau kok kalo kamu melakukan itu; atau yg lebih bahaya lagi, berkata: tidak apa apa, tidak masalah kamu melakukan itu, toh itu memang sesuai rencana & kehendak Tuhan (padahal kita tau bhw kita sdg menjalani sesuatu yg salah atau dgn org yg salah, shg kita “men-benar-kan” suatu dosa).”

Kita juga perlu mengetahui apa yang dapat menyusahkan diri kita, kelemahan kita, dan berhati-hatilah pada saat-saat itu agar tidak kehilangan damai kita. Misal: jika kita adl pribadi yg kurang sabar, maka hati2lah pd situasi yg bisa dirasuki oleh iblis, misal: pd saat menunggu, iblis mulai berusaha mencuri damai kita dgn roh ketidak-sabarannya, shg kita mjd kesal atau marah, jd berhati2lah.

Sgala rasa & fikiran yang negativ adalah hasil karya iblis: ego centris, pesimis, sikap yg sering bfikir negativ, mengeluh, menggerutu, b'sungut2, tdk tenang, tdk sabar, membesar2kan masalah, kesal & khawatir thd segala sesuatu bahkan yg belum terjadi, marah, tinggi hati, rasa tidak puas (hawa nafsu), rasa ingin memiliki sesuatu yg (kita tau) salah, dan rasa ingin mendapatkan sesuatu dg cara yang gampang (yg kita tau adl cara yg salah). Semua ini adalah roh2 negativ. Berhati2lah.

Jika itu sempat terjadi, usirlah dgn firmanNya. Yesus memberikan contoh kepada kita bagaimana menghadapi setiap godaan iblis dan keluar sebagai pemenang:

Saat iblis menggodanya di padang gurun, Yesus langsung menepisnya dgn berkata (dalam Matius 4) : ”Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” – (roti disini bisa berarti materi, keduniawian, kedagingan).

”Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” (saat kita digoda dgn roh negativ dan ajakan dosa, tepislah dgn firman ini, agar iblis tidak berhasil membuat kita berbakti kpdnya, namun hanya kpd Allah).

Jangan memberikan waktu dan tempat di dalam pikiran kita untuk mempertimbangkan perkataan iblis yang seolah-olah benar. Tidak mungkin ada kebenaran, setitik pun, dalam diri iblis dan setiap perkataannya. Mempertimbangkan perkataan iblis hanya akan membuat kita semakin tidak berdaya menolak godaannya.

Dan segeralah menepis sgala roh negativ tsb, agar kita tidak kehilangan damai; krn saat kita kehilangan damai maka saat itulah kita membuka peluang untuk iblis masuk kedalam diri kita dan menebar pengaruh negativnya. Iblis tentu terus berusaha masuk lebih dalam lagi guna menyeret kita pd dosa & ’jurang’ yang lebih dalam lagi.

Karnanya Allah sungguh menghendaki kita hidup dalam damaiNya agar terbebas dari pengaruh iblis yang membawa kita pada hidup keberdosaan, yg tidak berkenan kepada Allah.

Bahkan kita diminta untk mjd pembawa damai kepada sekeliling kita: "..Berbahagialah org yg membawa damai, krn mrk akan disebut anak2 Allah." (Matius 5).
"Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini (yaitu langit dan bumi yang baru), kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia. (Petrus 3:14)

Salam damai,

*A*

Buah Roh yg kedua adalah SUKACITA.



Buah Roh yg kedua adalah SUKACITA.

A little 'bread' for our SOUL :-)

"Buah buah Roh adl kasih, sukacita, ………..” (Galatia 5:22-23)


Buah Roh ke 2 : SUKACITA

Setelah kita memiliki kasih sebagai buah Roh yang utama dan terutama; Roh Kudus juga memampukan kita untuk meraih buah Roh yang ke 2, yaitu Sukacita.

Sukacita adalah perasaan senang, gembira dan full of joy.

Namun sukacita yang diberikan oleh Roh Kudus, bukan seperti sukacita yang ditawarkan oleh dunia, namun sukacita yg sangat berbeda.

Sukacita yg ditawarkan dunia adalah sukacita yg hadir hanya pada saat kita dalam keadaan kepenuhan (penuh dg hal2 yg kita inginkan): saat dalam keberhasilan, saat dalam keadaan serba baik dan menyenangkan. Namun saat kita tdk dalam situasi spt itu, maka kita tidak ber-sukacita, namun kecewa, menggerutu, berkeluh kesah atau marah.

Sedangkan sukacita Roh Kudus, adalah sukacita yang mampu membuat kita tetap ber-sukacita, apapun keadaannya, bahkan dalam masalah ataupun derita, kita masih mampu ber-sukacita.
Karna bagi anak-anak Tuhan, sukacita dan kegembiraan itu tidak dihubungkan dengan hal-hal lahiriah atau material things dalam hidup ini, melainkan karena hal-hal yang datang dari sgala kebaikan Allah.

Sukacita rohani adalah satu tanda sempurna dari kehadiran Roh Kudus dalam jiwa, yang merupakan ungkapan nyata dari buah pertama Roh Kudus, yaitu kasih (Gal 5:22). Sukacita adalah cinta kasih yang bergembira. Dimana terdapat kasih sejati, akan ada sukacita sejati.

Dibawah ini karakteristik sukacita yang benar dan menyenangkan hati Allah, yakni:

1.     Sukacita muncul karena penyertaan Allah atau karena hidup bersama-sama dengan Allah 

”Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram; sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.” (Mazmur 16:8-11).
 
Dalam hal ini, ukuran sukacita dalam diri kita adalah kita bersukacita krn keintiman dan relasi kita yang baik dengan Allah. Ia menjadi Bapa bagi kita dan kita adalah anak-anak-Nya. Betapa sukacitanya krn kita, manusia yg lemah dan berdosa, dilayakkan menjadi anak2Nya & diperkenankan memanggilNya Bapa, sbg Bapa yg dekat, yg adl Allah yg hidup & penuh kasih; yg menyertai & memelihara kita.

Ketika kita hidup dengan Allah dan memandang Dia, maka Ia menjadi penghibur kita, penolong kita & pembela bagi kita dan niscaya kita tidak akan goyah. Shg sukacita menjadi kebahagiaan & kekuatan dalam hidup orang-orang percaya 

2.     Sukacita muncul karena memelihara perintah-perintah Allah 

”Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.” (Yohanes 15:10-11).
 
Yang paling menyenangkan adalah bahwa ada kegembiraan yang meluap dan luar biasa terjadi ketika Firman Tuhan kita pelihara. Bagaimana kegembiraan ini bisa terjadi? Karena Firman Tuhan (perintah2 Allah) memberkati kehidupan kita, juga membawa kita kepada kehidupan yang tenang, aman dan tentram. Perintah Tuhan itu membuat setiap orang yang percaya kuat dalam menghadapi segala sesuatu dan memastikan kita berjalan dalam jalan kebenaran yg menghantar kita pada segala berkatNya, dan menghantar kita pada tujuanNya, tanpa tersesat.

3.     Sukacita dalam Allah, memampukan kita memikul penderitaan dgn tetap ber-sukacita. Kita bersukacita krn memiliki Tuhan Yesus; Sang Kasih, Sang Penebus dan Sang Penyelamat.

Kebahagiaan tidak membutuhkan iman, tetapi sukacita sebagai buah Roh membutuhkan iman, khususnya ketika mengalami penderitaan. Betapa akan menjadi mudahnya memikul penderitaan itu, jika Yesus tiba-tiba muncul dan mengatakan pada kita, seperti yang diucapkan-Nya kepada para murid-Nya, “Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, bersukacitalah, Aku telah mengalahkan dunia” (Yoh 16:33).

Maka St. Yakobus menguatkan kita dalam menghadapi tantangan pencobaan hidup: “Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh, tak kekurangan suatu apapun” (Yak 1:2-4). 

Yakobus mengatakan bahwa kedewasaan rohani kita disesuaikan dengan pengalaman “sukacita sejati” dalam pencobaan hidup kita.

St. Petrus juga meyakinkan kita bahwa: “Sekalipun sekarang ini kamu seketika harus menderita oleh berbagai-bagai pencobaan…(demi berjalan di jalan kebenaran Allah), Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan, karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu” (1Ptr 1:6-9).

4.     Sukacita adalah karna memberi, bukan karna menerima.

Sukacita yang ditawarkan dunia hanyalah sukacita yg bisa kita rasakan saat kita dalam keadaan menerima yang serba menyenangkan, saat kita memperoleh atau mendapatkan apa yang kita inginkan. Namun saat keadaan tdk menyenangkan atau kita tidak mendapatkan apa yg kita inginkan, kita tidak ber-sukacita namun malah mengeluh, kecewa atau marah.

Sukacita dalam Allah, adalah sukacita karna kita bisa memberi. Memberi apa yang kita bisa dan mampu kita lakukan demi kebaikan dan kebahagiaan orang lain (melalui sikap & kata2 yg menyenangkan, perhatian, waktu, doa, pelayanan, bantuan, dll). Saat kita melihat orang lain senang / bahagia krn sikap, perbuatan atau pemberian kita, hati kita menjadi sungguh ber-sukacita, krn jiwa kita merasa sangat berarti dan diri kita menjadi berguna bagi orang lain. Dan juga kita ber-sukacita krn kita bisa berbuat suatu kebaikan yang menyenangkan hati Allah.

Dan sukacita dalam Allah, menjadikan kita malu, jika hidup kita hanya mampu menerima tanpa memberi, hanya bisa berkeluh kesah tanpa berbuat yang menyenangkan org lain, hanya mampu ber-ego centris shg menyakiti atau mengecewakan orglain. 

Sukacita dalam Allah, menjadikan kita manusia yang berhati indah, krn selalu mau berbagi kasih & kebaikan dengan tetap ber-sukacita.

5.     Sukacita adalah suatu karunia dan buah dari Roh Kudus (Galatia 5:22) yang mjd bekal menjalani hidup dalam kebenaran.
 
Dalam hal sukacita dihubungkan dengan buah Roh atau karya Roh, maka sukacita ini menandakan kualitas kehidupan yang kita jalani. Sejatinya bahwa orang yang memiliki sukacita, hidupnya berbeda dengan orang-orang lain. Dalam banyak hal orang yang bersukacita pasti memiliki hal yang baik dan benar di hadapan Tuhan, shg kita sungguh bersukacita. Hal itu menunjukkan adanya kualitas kehidupan yang berbeda dari kebanyakan orang lainnya.

Krn dengan sukacita, niscaya kita akan dimampukan menghadapi & mengelola apapun dengan teguh dan penuh iman, melewati suka duka kehidupan dalam kebenaranNya, untuk tujuan kemuliaan nama Tuhan. 

Itulah sebabnya, Paulus berkata: "Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!" (Filipi 4:4). Perintah dan anjuran ini menolong kita untuk memahami bahwa Allah mendambakan kita hidup dalam sukacita. Karena itu, Tetaplah bersukacita!

Bagaimana sukacita sejati dan sempurna ini dapat berkarya dalam diri kita? 

1.      Tinggallah dalam kasih Yesus (Yoh 15:10-11) didalam hidup sehari-hari;
2.      Taat berdoa (berkomunikasi 2 arah dg Allah scr langsung, bukan sekedar asal berdoa namun doa yang mendalam);
3.      Tekun membaca Kitab Suci & hidup dalam firman2Nya. Kitab Suci adalah surat cinta Allah (Lectio Divina) dimana segala pesan dan janji kasihNya, disampaikan untuk kita dan akn dinyatakan bagi kita yang mengasihiNya.
4.      Selalu berusaha menjadi pribadi yg other centris, dan rendah hati.

 Kitab Mazmur mengatakan: “....di hadapan-Ku ada sukacita berlimpah-limpah” (Mzm 16:11). Pertemuan yang terus menerus dengan Tuhan akan menghasilkan sukacita yang terus menerus, “seperti aliran-aliran air di tempat kering” (Yes 32:2). Pertemuan yang mendalam dengan Yesus akan mengubah seseorang melalui sentuhan sukacita surgawi, cahaya ilahi Allah sendiri. Buah Roh Kudus yang berupa Sukacita adalah salah satu wujud nyata dari kasih, yang membuat hidup kita menjadi sungguh nyaman, ’ringan’ & indah.


Salam damai,

*A*